Aqela Untuk Kellan

Aqela Untuk Kellan
14


__ADS_3

Jarak antara toko kue Aqela dengan perusahaan Kellan cukup jauh memakan waktu sekitar 25 menit itu pun kalau jalanan ibu kota tidak macet.


Didalam perjalanan Aqela sempat merasakan perutnya terasa sakit tapi Aqela hiraukan dirinya berpikir mungkin saat ini dirinya lapar karena ini sudah waktunya makan siang.


Karena Aqela ingin urusannya cepat selesai jadi Aqela mengesampingkan dulu untuk mengisi perutnya.


Beberapa menit perjalanan Aqela sudah berada di depan gedung pencakar langit milik Kellan. Aqela menyapa beberapa penjaga di sana dengan ramah lalu memasuki gedungnya.


Aqela pikir tidak perlu juga untuk ke Resepsionis lebih dulu toh dirinya sudah membuat janji kemarin dengan Kellan.


Aqela menaiki lift khusus CEO dia belum tau itu lift khusus CEO karena belum ada yang memberitahunya.


Ting ..


Pintu lift terbuka dan Aqela keluar dari lift tersebut berjalan ke ruangan Kellan. Aqela mengetuk pintu ruangan Kellan tapi tidak ada jawaban, Aqela mencoba untuk mengetuk pintu untuk kedua kalinya. Dan masih tidak ada jawaban Aqela mencoba mengetuk pintu kembali, di saat Aqela mengetuk pintu wajah seseorang kena pukulan tangan Aqela


"Aargh!" teriak pria tampan yang membukakan pintu kerja Kellan


Aqela panik dia langsung menghampiri pria itu lalu mengecek keadaannya


"Tuan kau tidak apa apa? Maafkan saya tuan saya tidak tau jika anda sudah membukakan pintunya" Aqela merasa bersalah


Orang orang yang berada di dalam ruangan Kellan langsung menghampiri mereka termasuk Kellan sendiri.


"Ada apa Sam?" tanya perempuan cantik


"Wajahku terkena pukulan perempuan ini" adu Samuel menunjuk Aqela


"Maaf tuan saya tidak bermaksud memukul wajah anda" Aqela sedikit menunduk karena merasa bersalah.


Sedangkan Justin dan Veronica melihat perempuan yang berada di restauran semalam dan sekarang berada disini merasa heran.


Tapi tidak dengan Kellan, Kellan menatap Aqela dengan gemas. Bagaimana tidak gemas Aqela menunduk seperti anak kecil yang takut marahi oleh ibunya.


Kellan menarik tangan Aqela lembut untuk masuk ke dalam dan mendudukkannya di sofa, teman teman Kellan heran dengannya tapi tak ayal mereka mengikutinya dari belakang lalu duduk di sofa.


Veronica pun sama dia heran dengan Kellan, tapi Veronica masih mengamati perempuan yang ditarik tangannya oleh Kellan itu. Dia tidak suka melihat perempuan itu dekat dekat dengan Kellan.


"Sepertinya anda kedatangan tamu Tuan, saya kembali nanti saja" Aqela menatap orang orang yang ada di ruangan Kellan


Aqela sebenarnya tau mereka semua teman teman Kellan karena mereka semua satu sekolah dulunya. Hanya Aqela saja yang menyadari bahwa mereka pernah satu sekolah tidak dengan teman teman Kellan dan Kellan sendiri tentunya mungkin.


Karena mereka sangat terkenal saat di sekolah berbeda dengan dirinya hanya murid biasa yang benar benar sekolah untuk menimba ilmu bukan hanya sekedar pamer kecantikan dan kekayaan orangtua.


"Kau bukannya perempuan yang di siram waktu di restauran itu ya?" tanya Sam menunjuk Aqela

__ADS_1


Aqela menatap pria yang sempat dirinya pukul karena ketidaksengajaan.


Aqela mengangguk membenarkan pernyataan teman Kellan.


"Ada urusan apa kau kemari?" tanya Veronica dengan tatapan yang rumit


Aqela menatap Kellan sesaat ketika mendengar pertanyaan dari teman perempuannya Kellan, lalu kembali menatap perempuan yang ada di hadapannya.


"Saya ke sini untuk menandatangani kontrak kerja sama Nona" ucap Aqela menatap Veronica


Veronica mengernyitkan dahinya, begitupun dengan Justin dan Samuel


"Kontrak kerja sama apa Kell?" tanya Veronica lembut kepada Kellan


"Jangan bilang kau mengajak kerja sama perempuan ini untuk bekerja di kantin perusahaan membuat kue?" Sam memotong Aqela untuk menjawab


Mendengar ucapan temannya Justin memukul belakang kepala Sam


"Apa kau bodoh? Tidak mungkin dirinya mau bekerja di perusahaan Kell untuk membuat kue, dia sudah punya toko kue sendiri" Justin sedikit kesal dengan temannya


Sedangkan Aqela melihat pertengkaran kecil antara Sam dan Justin terkekeh kecil. Tentu saja hal itu tidak luput dari perhatian Kellan.


Veronica melihat itu semua. Dirinya menjadi tidak nyaman dengan keberadaan perempuan ini disini.


"Dia mempunyai Nama" ucap Kellan menatap teman temannya, karena dirinya tidak suka Aqela di panggil tanpa Nama oleh teman temannya.


Justin, Samuel dan Veronica saling pandang ketika Kellan mengatakan hal tersebut. Lalu mereka semua mengangguk menatap Kellan dengan raut wajahnya yang tidak ramah.


"Namanya Aqela, Aku menyuruhnya menjadi supplier di hotel baru ku" Kellan menjelaskan point pentingnya saja


"Oh begitu" Justin dan Sam mengangguk


"Hay namaku Samuel Darwin" Samuel langsung mengulurkan tangannya ketika Kellan sudah menjelaskannya.


"Aqela" dirinya menyambut uluran tangan Sam dan tersenyum memperkenalkan namanya.


"Justin Smith" Justin tidak mau kalah dia juga mengulurkan tangannya kepada Aqela


"Aqela" dirinya membalas uluran tangan Justin


Sedangkan Veronica dia hanya diam saja tidak berminat untuk kenalan. Tapi Justin menyenggol tangannya untuk berkenalan dan mau tidak mau Vero mengulurkan tangannya untuk berkenalan


"Veronica" Veronica memperkenalkan dirinya dengan raut wajah datar


"Aqela" dirinya tersenyum manis walaupun Veronica memberikan raut wajah datar kepadanya.

__ADS_1


Sebenarnya Aqela juga sudah tau nama mereka semua, tapi pura pura tidak tau dan tidak saling mengenal bukannya lebih baik?


Aqela mengalihkan pandangannya kepada Kellan


"Jadi bagaimana dengan kontrak kerjanya Tuan?" tanya Aqela


Sebelum Kellan menjawab pertanyaan Aqela, pintu di ketuk lalu dibuka, Eliot masuk membawa paper bag yang berisi beberapa box makanan yang sempat Justin pesan untuk makan siang.


"Tuan ini ada kiriman makanan atas nama Tuan Justin" Eliot


"Wah makanannya sudah datang?" tanya Justin berbinar


"Ini Tuan" Eliot menyerahkan box makanan itu kepada Justin lalu menyimpannya di meja


Justin memberikan box makanan tersebut untuk Eliot satu box


"Ini untuk mu" Justin menyerahkan satu box makanan untuk Eliot


"Terimakasih Tuan" Eliot mengambil makanan tersebut dan matanya sempat melirik Aqela sebelum berbalik badan.


Eliot cukup penasaran dengan gadis pengantar kue tersebut. Eliot pamit lalu pergi meninggalkan ruangan Kellan.


Melihat Kellan dan teman temannya sedang berkumpul hari ini apa lagi akan melakukan makan siang. Aqela pikir ini bukan waktu yang tepat membahas soal pekerjaan, lebih baik besok saja dirinya kembali lagi kesini.


"Tuan lebih baik kita membahas masalah kontrak kerja sama besok saja, saya akan kembali lagi besok pagi" Aqela menatap Kellan, sedangkan Kellan menatap Aqela datar.


"Kenapa kau buru buru sekali, kita makan siang bersama saja" ajak Sam


"Iya, kita makan dulu saja lagian aku juga membeli makanan lebih" Justin


Sedangkan Veronica dalam hatinya hanya bergumam agar wanita ini cepat pergi dari ruangan Kellan.


"Terimakasih atas tawarannya tapi itu tidak perlu Tuan Justin, Tuan Sam Kalau begitu saya pergi. Permisi" pamit Aqela kepada teman teman Kellan termasuk Veronica.


Aqela sempat menatap Veronica yang sedari tadi hanya menatapnya datar. Membuat Aqela tidak nyaman berada di ruangan Kellan.


Aqela bangkit dari duduknya dan melangkahkan kakinya untuk keluar dari ruangan Kellan.


"Aku belum menyuruhmu untuk pergi" Kellan mengeluarkan suara beratnya membuat Aqela menghentikan langkah kakinya.


Dan mereka semua menatap Aqela yang berhenti di depan pintu.


#bersambung


Mohon dukungan kalian ya guys tinggalkan jejak kalian. Like dan komen, karena dukungan kalian membuatku bersemangat untuk update terus setiap harinya

__ADS_1


__ADS_2