
Risty mengernyit ketika melihat Aqela menuruni anak tangga dengan pakaian yang sudah rapih dan juga tas yang sudah tersampir di bahunya.
Pasalnya Aqela kalau sudah di toko selalu membuka jaket, Cardigan atau pun Blazer dan menyimpan tasnya juga.
"Nona apa anda mau pergi? tanya Risty penasaran
"Iya aku akan pergi membeli bahan bahan kue yang sudah hampir mau habis. Dan tolong sampaikan kepada Sinta, Desi dan Mita untuk langsung mengemas ke dalam box saja kue yang akan di kirim ke The Kells Hotel" pinta Aqela
"Baik Nona. Hati hati" ucap Risty
Aqela tersenyum membalas perkataan Risty. Aqela langsung menaiki mobilnya dan menjalankan mobilnya ke tempat tujuannya.
"Ikuti mobil itu" titah sang Tuan
"Baik Tuan" Sang supir langsung mengikuti mobil Aqela dari belakang.
......................
Seorang pria tampan sedang menunggu Kekasihnya menyelesaikan syuting iklan. Dirinya dengan setia menunggu tidak lupa di tangannya dia memegang sebuket bunga kesukaan kekasihnya.
"Cut" Sutradara memberhentikan proses syuting ketika dirinya sudah merasa cukup puas dengan hasilnya.
Perempuan tersebut tersenyum ketika melihat kekasihnya melambaikan tangan kepadanya, dia langsung menghampiri kekasihnya.
"Kau menunggu lama?" tanya Karina kepada Wiliam
"Cukup lama" jawab Wiliam menatap Karina dengan tatapan cinta lalu memberikan buket bunga tersebut
"Terimakasih, kau manis sekali Wil" ucap Karina mengusap lembut pipi Wiliam
Wiliam tersenyum mendengar pujian dari kekasihnya.
"Kita ke ruangan ku saja, sekalian aku ganti baju dulu" ajak Karina menarik tangan Wiliam
Wiliam mengikuti langkah Karina yang menarik tangannya. Setelah sampai di ruang ganti Karina menyuruh Wiliam untuk menunggu dirinya ganti baju.
Beberapa menit Wiliam menunggu, akhirnya Karina keluar juga dengan pakaian casual nya.
"Maaf lama" Karina menghampiri Wiliam dan berdiri di depannya
"Tidak apa apa. Aku mau mengajakmu makan siang, kamu tidak ada acara lagi kan setelah ini?" Wiliam berdiri di hadapan Karina, membuat Karina mendongak menatap Wiliam karena jarak tinggi Karina dan Wiliam sedikit jauh hanya sebatas bahunya saja
"Tidak ada" tanya Karina mendongak menatap Wiliam
"Ayo" Ajak Wiliam menarik lembut tangan Karina
Sedangkan asisten Karina dia tidak mengikuti sepasang kekasih tersebut, dia ingin memberikannya ruang privasi dengan pasangannya. Toh nanti kalau ada apa apa Karina pasti menghubunginya langsung.
......................
__ADS_1
Aqela memarkirkan mobilnya dan langsung memasuki toko perlengkapan membuat kue yang sudah menjadi langganannya.
"Nona Aqela" sapa pemilik toko
"Halo pak" Aqela menyapa balik pemilik toko tersebut dengan ramah
"Ngomong ngomong Nona membutuhkan bahan kue apa?" tanya pemilik toko
Aqela menyerahkan kertas yang sudah tertulis bahan bahan kue yang Aqela butuhkan. Pemilik toko kue itu membacanya setelah itu memerintah karyawannya untuk segera menyiapkan bahan bahan yang Aqela butuhkan.
Sambil menunggu Aqela melihat lihat peralatan kue yang menurutnya sangat unik, mungkin Aqela akan membutuhkannya suatu saat nanti jadi Aqela membeli beberapa saja.
"Nona semua barang yang anda butuhkan sudah kami siapkan" karyawan toko itu memberitahu Aqela
"Baik pak terimakasih" Aqela langsung berjalan menuju kasir untuk membayar
Setelah selesai membayar, Aqela meminta tolong karyawan pemilik toko untuk memasukannya ke dalam bagasi mobil.
"Terimakasih pak" ucap Aqela memberikan tips untuk karyawan tersebut karena sudah membantunya memasukan belanjaannya ke dalam bagasi mobil
"Tidak perlu Non" karyawan tersebut menolak uang pemberian Aqela
"Ambil saja pak, aku memaksa loh" ucap Aqela mengulurkan tangannya memberikan uang
"Terimakasih Non. Terimakasih banyak" ucap karyawan tersebut lalu mengambil uang pemberian Aqela.
Aqela tersenyum ketika karyawan itu mengambil uang pemberiannya. Di saat Aqela akan memasuki mobilnya terdengar suara pria yang membentak seorang pria tua, Aqela langsung menghampirinya.
"Ini Nona pria tua ini mengambil dompet saya" tuduh pria tersebut
Pria tua tersebut menatap Aqela lalu menggelengkan kepalanya.
"Tidak. Saya melihat dompet anda terjatuh lalu saya berniat mengambilnya dan mengembalikannya kepada anda" pria tua tersebut membela dirinya
"Alasan saja! Kau pasti sudah mengambil uang saya kan?!" tunjuk pria tersebut kepada pria tua yang ada di hadapannya
"Bisakah anda lebih sopan sedikit kepada orang yang lebih tua?" Aqela geram kepada pria tersebut
"Buat apa saya sopan kepada orang yang sudah mencuri dompet saya!" sarkas pria tersebut menatap Aqela
"Baik kalau begitu kita buktikan. Cek dompet anda apa uang anda masih utuh atau tidak kalau uangnya berkurang saya yang akan mengganti uang anda dan kalau uang anda masih utuh anda harus meminta maaf kepada Kakek ini" Aqela menatap tajam pria tersebut
Pria tersebut langsung mengecek dompetnya dan menghitung uangnya dan benar saja uangnya masih utuh.
"Bagaimana?" tanya Aqela ketika melihat pria tersebut terdiam. Aqela tersenyum mengejek
"Kau benar Nona, uangnya masih utuh" ucap pria tersebut
"Kalau begitu kau harus meminta maaf kepadanya" ucap Aqela menatap pria paruh baya yang ada di sampingnya
Sedangkan pria tua tersebut sedari tadi memperhatikan Aqela yang berusaha membelanya.
__ADS_1
"Tuan saya minta maaf telah menuduh anda sebagai pencuri" ucap pria tersebut tertunduk malu
"Tidak apa apa" jawab pria tua tersebut
"Terimakasih Tuan, kalau begitu saya permisi" pamit pria tersebut
Setelah melihat kepergian pria tersebut Aqela langsung mengalihkan pandangannya menatap pria tua yang ada di sampingnya.
"Tuan anda tidak apa apa? Tanya Aqela
"Saya tidak apa apa, terimakasih sudah menolongku nak"
"Tidak perlu berterimakasih, saya hanya kebetulan berada di sekitar sini" ucap Aqela ramah
"Lalu sedang apa Nona di sini? Apa ada keperluan" tanya pria tua tersebut
"Iya. Saya habis membeli bahan bahan kue di sebrang toko kue yang ada di sana" ucap Aqela menunjuk toko kue yang sudah menjadi langganannya
"Apa anda berjualan kue Nona?"
"Iya saya berjualan kue Tuan" jawab Aqela
Pria tua itu mengangguk.
"Kalau begitu saya permisi Tuan" pamit Aqela
"Tunggu!" cegah pria tua tersebut
"Kenapa?"
"Boleh saya mencoba kue buatan anda Nona?" pinta pria tua tersebut
Aqela terdiam sejenak.
"Tentu Tuan, ayo kita naik mobilku yang ada di sana" ajak Aqela. Pria tua tersebut mengangguk.
Aqela dan pria tua tersebut menyebrang jalan untuk menaiki mobil Aqela. Setelah memasuki mobil, Aqela menjalankan mobilnya.
Di sepanjang perjalanan pria tua tersebut selalu bertanya kepada Aqela, tentu saja Aqela menjawabnya. Aqela bukan tipikal orang yang sombong, datar, dan irit bicara.
"Oh jadi Nona memiliki toko kue?" ucap pria tua tersebut.
"Iya Tuan" Aqela
"Jangan panggil saya seperti itu, panggil saja saya Kakek" ucap pria tua tersebut tersenyum menatap Aqela
"Baiklah, kalau begitu Kakek juga jangan panggil saya Nona tapi panggil Aqela" ucap Aqela tersenyum
"Setuju" ucap Kakek tersenyum
#bersambung
__ADS_1
Mohon dukungan kalian ya guys tinggalkan jejak kalian. Like dan komen, karena dukungan kalian membuatku bersemangat untuk update terus setiap harinya 🤍