Aqela Untuk Kellan

Aqela Untuk Kellan
7


__ADS_3

Setelah di beritahu oleh Risty ada yang mencari dirinya Aqela langsung bergegas keluar setelah melepas apron dan cap hairnet nya.


Aqela melihat seorang pria tampan yang sangat dia kenal sedang duduk menunggu kedatangan dirinya.


"Kakak" panggil Aqela


Pria taman itu tersenyum melihat Adiknya berjalan menuju ke arahnya.


"Tumben sekali Kakak kemari" Aqela heran


"Kau belum pulang dari jam biasanya, Kakak tau kau pasti lembur jadi Kakak membawakan makanan untukmu" ucap Aiden dengan tangan menunjuk paper bag yang isinya beberapa box makanan.


"Terimakasih Kakak kau sungguh pengertian, beruntung sekali wanita yang menjadi kekasih mu nantinya" ucap Aqela menguyel kedua pipi Kakaknya


"Ck! Lepaskan tanganmu" ucap Aiden melepaskan kedua tangan Aqela dari kedua pipinya


Aqela hanya tersenyum menunjukan gigi gingsulnya


"Berikan ini sebagian kepada karyawanmu" titah Aiden


"Kakak membelikannya juga untuk karyawanku?" Aqela sedikit terkejut


"Hey aku tidak sejahat itu membiarkan mereka melihat kau makan sendiri" Aiden


"Iya juga sih" Aqela tertawa kecil


Sedangkan Aiden dia hanya menatap Adiknya malas


"Yasudah kalo begitu jangan lupa dimakan, dan jangan terlalu memforsir pekerjaan, Kakak akan langsung ke rumah sakit" pamit Aiden mengelus kepala adiknya


"Iya, hati hati Ka" ucap Aqela kepada Aiden yang hendak pergi dari toko kue Aqela


Aiden Keluar dari toko kue Aqela dan memasuki kendaraannya lalu menjalankan mobilnya menuju rumah sakit tempat dirinya bekerja.


Melihat Kakaknya sudah pergi, Aqela langsung menyerahkan beberapa box makanan kepada Risty untuk di bagikan kepada teman temannya yang lain.


Aqela melihat Risty yang melamun dan tersenyum sendiri langsung menegurnya takut kerasukan pikir Aqela


"Risty kau tidak apa apa?" tanya Aqela dengan menggoyangkan sedikit kencang bahunya


"Hah? Ah iya Nona saya tidak apa apa" jawab Risty yang tersadar dari lamunannya


"Tolong bagikan makanan ini ke temanmu yang lain" Aqela menyerahkan paper bag yang berisi makanan


"Baik Nona terimakasih" Risty


"Hm, itu dari Kakak ku" Aqela


"Oh pria tampan tadi Kakak Nona" ucap Risty, setelah sadar dari ucapannya Risty langsung menutup mulut dengan tangannya


Aqela terkekeh mendengar Risty menyebut Kakaknya tampan.


"Iya dia Kakak ku" Aqela tersenyum menatap Risty


Sedangkan Risty menunduk malu


"Maaf Nona" ucap Risty menunduk


"Kenapa kamu minta maaf, Kakak ku memang tampan. Sudahlah kamu dan teman temanmu istirahat dulu" Aqela


"Baik Nona" ucap Risty

__ADS_1


Aqela langsung menuju ke ruangannya yang berada di atas untuk makan malam, kebetulan dari siang dirinya belum sempat makan. Kalau Ayahnya tau pasti dirinya kena omel.


...----------------...


Waktu telah menunjukan pukul 21:00


Aqela dan karyawannya bersiap siap untuk pulang. Setelah Aqela mematikan ruangan kerjanya Aqela turun kebawah dan disana karyawannya sudah menunggunya.


"Desi, Sinta lampu belakang sudah dimatikan?" tanya Aqela


"Aman Nona semuanya sudah selesai" ucap Desi


Aqela mengangguk lalu berjalan keluar di ikuti ketiga karyawannya untuk mengunci pintu toko.


"Kalian pulang naik apa?" tanya Aqela setelah mereka berada di luar toko


"Saya di jemput oleh Ayah saya Nona" jawab Sinta


"Kalau kami naik motor berdua Nona" jawab Risty yang di benarkan oleh Desi


Aqela mengangguk


"Baiklah kalau begitu hati hati dijalan, saya duluan" pamit Aqela kepada semua karyawannya.


"Iya Nona hati hati" ucap mereka bersamaan


Aqela memasuki mobilnya lalu mengendarainya meninggalkan mereka semua.


Tanpa mereka sadari sejak tadi mereka di perhatikan oleh seseorang yang berada di dalam mobil hitam yang terparkir sedikit jauh dari toko kue Aqela.


"Apa kita harus mengikutinya Tuan?"


"Hm"


Beberapa menit perjalanan Aqela telah sampai dirumahnya.


Aqela mencoba membuka pintu, ternyata di kunci pasti Ayahnya sudah tidur pikirnya. Aqela mengeluarkan kunci rumahnya dari dalam tasnya lalu membuka pintu rumahnya.


Aqela masuk kedalam rumah tidak lupa mengunci pintu kembali. Di rasa tubuhnya sangat lelah Aqela langsung berjalan ke kamarnya dan langsung membaringkan tubuhnya sejenak tanpa di terasa Aqela sampai ketiduran tanpa mandi dan mengganti baju.


Sedangkan seseorang yang mengikutinya sejak tadi, melihat Aqela sudah sampai dengan selamat pria itu menyuruh sang supir yang merangkap sekaligus sebagai sekretarisnya langsung memutar arah mobilnya untuk kembali ke mansion.


Sedangkan sang sekretaris semakin yakin bahwa tuannya ada sesuatu dengan perempuan yang mengantar kue tadi siang.


......................


Pagi hari telah menyapa perempuan cantik yang masih tertidur dengan sinar cahaya menembus celah gorden yang masih tertutup.


Wanita itu mengerjapkan matanya tatkala sinar cahaya mengenai wajah cantiknya. Aqela terbangun lalu menggeliatkan tubuhnya.


"Ternyata semalam aku ketiduran" gumam Aqela ketika melihat baju yang di pakainya masih baju kemarin. Aqela langsung berjalan ke arah kamar mandi dan membersihkan dirinya.


Sedangkan di bawah Ayahnya telah menyiapkan sarapan pagi untuk mereka berdua karena Aiden belum pulang.


Albian mengetuk pintu kamar anaknya


Tok..


Tok..


"Qela ayo kita sarapan" ajak Albian dari luar pintu

__ADS_1


"Iya Ayah tunggu sebentar" teriak Aqela dari dalam kamar


Sedangkan Albian yang mendengar teriakan anaknya dari dalam kamar menghela nafas panjang


"Kebiasaan" gumam Ayahnya lalu meninggalkan pintu kamar Aqela


Beberapa menit menunggu anaknya selesai Aqela akhirnya keluar kamar dengan pakaian yang sudah rapih.


"Ayo Ayah kita sarapan" ajak Aqela kepada Ayahnya yang sedang menonton Tv


Albian berdiri dan mengikuti Aqela dari belakang


"Wah ayah membuat bubur?" tanya Aqela dengan mata berbinar


"Hm, hanya itu yang Ayah bisa" jawab Albian seadanya


"Maaf Ayah Qela bangun kesiangan" Aqela menatap mata Ayahnya merasa bersalah


"Kenapa meminta maaf segala, sekarang kita makan saja ayo" Ajak sang Ayah tersenyum kepada Aqela


"Baik Ayah" Aqela mulai menyuapkan bubur kedalam mulutnya.


Walaupun hanya bisa memasak bubur tapi Aqela akui bubur buatan sang Ayah sangat enak.


"Malam kau pulang jam berapa?" tanya Albian


"Mungkin sekitar setengah sepuluh Ayah" Aqela


"Kau ketiduran lagi?" tanya Albian memicingkan mata


"Tidak Ayah, seharian kemarin orderan sangat banyak, dan hari ini pun banyak makanya Aqela pagi pagi sudah siap" jawab Aqela


"Jangan terlalu cape, Ayah tidak mau kamu jatuh sakit. Tanpa kamu kerja pun Ayah masih bisa membiayai hidup kamu" Albian


"Aku sangat yakin Ayah bisa membiayai semua kebutuhanku, tapi bukan itu yang aku inginkan Ayah. Aku ingin mengembangkan bakatku dan mencapai tujuanku yang lainnya memiliki banyak toko kue yang terkenal dan tentunya bisa membanggakan Ayah dan Kakak" jawab Aqela memegang tangan sang Ayah yang berada dia atas meja


"Baiklah, tapi ingat pesan Ayah jangan sampai melupakan kesehatanmu mengerti?" Albian


Aqela tersenyum cerah menunjukan gigi gingsulnya


"Siap komandan" Aqela melakukan gerakan hormat


Albian tersenyum hangat melihat putrinya begitu bersemangat dalam mengejar karir.


"Kara anakmu sudah tumbuh besar menjadi perempuan yang sangat cantik sepertimu dia menjadi perempuan dewasa dan mandiri, kau pasti bangga melihatnya dari atas sana" batin Albian menatap Aqela yang sedang memakan bubur buatannya.


"Ayah Aqela sudah selesai, Aqela akan pergi sekarang ke toko" pamit Aqela mencium kedua pipi sang Ayah


"Hm baiklah hati hati ingat pesan Ayah" Albian


"Baik Ayah" ucap Aqela yang sedang memakai sepatunya setelah itu dia memasuki mobilnya dan mulai menjalankan kendaraannya.


Hanya memakan waktu 10 menit untuk Aqela sampai di toko kue nya itupun kalau tidak macet.


Aqela sengaja datang lebih awal agar bisa langsung membuat kue lebih banyak untuk di jual di toko nya, karena stok yang kemarin tinggal sedikit.


Aqela turun dari mobil berjalan menuju toko kuenya. Aqela membuka kunci pintu toko nya lalu masuk ke dalam untuk menuju ruangannya diatas.


Aqela belum sempat menginjakan kakinya di anak tangga pintu toko terbuka, Aqela mengurungkan niatnya untuk naik ke atas. Dia berbalik badan dan melihat seseorang sudah berada di depannya


"Kau?" ucap Aqela terkejut

__ADS_1


#bersambung


Mohon dukungan kalian ya guys tinggalkan jejak kalian. Like dan komen, karena dukungan kalian membuatku bersemangat untuk update terus setiap harinya


__ADS_2