
~ Maaf sebelumnya untuk para readers karena baru up lagi, akhir akhir ini Author sibuk. Terimakasih juga yang masih setia menunggu kelanjutan cerita Aqela untuk Kellan. Happy Reading ~
......................
Bugh!
Pria bertubuh gempal menghentikan kegiatannya yang memaksa Aqela melepaskan celananya ketika mendengar suara pukulan, lalu dia berbalik menatap temannya yang sudah terkapar.
Hanya melihat mata pria yang ada di hadapannya saja, pria bertubuh sedikit gempal itu langsung menciut olehnya.
Ketika melihat kembali temannya yang sudah terkapar dia kembali emosi kepada pria yang sudah memukul temannya.
"Sialan!" ucapnya lalu dia mulai menyerang pria tersebut tapi sayang tenaganya tidak sebanding dengan pria yang telah menghajar temannya hingga terkapar.
"Kau menyentuhnya dengan kedua tanganmu bukan?"
"Aaaaarghh!" teriak pria yang telah melecehkan Aqela tersebut kesakitan
"Tolong lepaskan" pintanya ketika tangannya di pelintir kebelakang
"Setelah kau menyakitinya kau meminta di lepaskan? Jangan harap!" ucapnya
Kreek!
"Aaargh!!" teriaknya kesakitan
Bugh!
Pria tersebut mematahkan tangannya lalu memukul wajahnya dengan sangat keras, hingga membuatnya ikut terkapar bersama temannya.
Sedangkan Aqela dia sudah tidak sadarkan diri sejak tadi setelah pria bertubuh gempal menghentikan kegiatannya nya yang ingin melecehkannya, Aqela tidak sempat melihat siapa pria yang sudah menolongnya.
"Maafkan aku, aku datang terlambat" ucapnya lalu membawa Aqela dengan menggendongnya ala bridal style
"Bawa mereka ke ruang bawah tanah!" titah pria tersebut
"Baik tuan" ucap mereka, sedangkan salah satu dari mereka menundukkan kepalanya sangat dalam ketika tuannya menatap dirinya tajam dia sangat menyesal tidak menjaga amanat tuannya dengan baik.
.....
Sesampainya di mansion miliknya dia menggendong Aqela dan memasuki mansion yang sudah berjejer para maid menyambut kedatangan tuannya.
Tentunya mereka sangat terkejut ketika tuannya membawa seorang perempuan ke dalam mansion.
"Kau ikut aku" titahnya kepada kepala pelayan
"Baik tuan" kepala pelayan itu mengikuti langkah tuannya yang ada di depan.
Melihat kepergian tuannya dan kepala pelayan, maid lainnya mulai membicarakan tentang seseorang yang di bawa oleh tuannya, sebuah kejutan besar untuk mereka pasalnya tuannya tidak pernah membawa seorangpun ke dalam mansion ini kecuali sang Kakek.
Sesampainya di kamar dia membaringkan tubuh Aqela dengan sangat hati hati di ranjang king size yang sangat empuk miliknya.
"Maafkan aku honey" ucapnya penuh penyesalan apalagi melihat wajah Aqela yang memerah serta kening dan kedua sudut bibirnya yang berdarah.
Kellan mengepalkan kedua tangannya. Dia bersumpah tidak akan membiarkan orang yang telah melukai kekasihnya hidup tenang, lihat saja apa yang akan dia lakukan.
"Tolong gantikan terlebih dulu pakaiannya setelah itu ambilkan kompresan dan kotak P3K" titah Kellan kepada kepala pelayan yang bernama Merry
"Baik Tuan" ucap Merry
Selagi Merry mengganti pakaian Aqela, Kellan berjalan menuju walk in closet dia pun mengganti pakaiannya dan sudah menjadi kebiasaan saat akan tidur Kellan hanya memakai celana panjang saja tanpa atasan.
"Saya sudah menggantinya tuan" ucap Merry tersebut menunduk tidak berani mengangkat kepalanya karena tuannya yang tidak memakai baju atasan.
"Keluar" titah Kellan
"Baik tuan"
Merry langsung pergi dari kamar Kellan dan menutup pintunya. Merry di buat penasaran dengan perempuan yang di bawa oleh tuannya, pasalnya belum pernah ada seorang wanita pun yang Tuannya bawa kesini begitupun dengan semua teman tuannya.
Tidak mau ikut campur dengan urusan tuannya Merry melangkahkan kakinya menuju halaman belakang dimana tempat istirahat para maid yang bekerja di mansion Kellan.
Kellan dengan telaten membersihkan luka dan mengobatinya dengan hati hati.
__ADS_1
"Maafkan aku honey maaf" ucap Kellan mengelus lembut pipi Aqela
"Lihat saja apa yang akan aku lakukan karena dia telah lalai menjaga kekasihku" ucap Kellan menatap tajam lurus dengan tangan yang terkepal
Setelah membersihkan luka dan mengobati luka Aqela, Kellan beranjak dari ranjang kasurnya dan berjalan menuju walk in closet untuk mengambil shirt yang akan dia kenakan.
Setelah memakai pakaiannya Kellan keluar dari kamar untuk menuju ke suatu tempat.
Tap ..
Tap ..
Para anak buah Kellan menatap ke arah tangga, mereka melihat kedatangan Tuannya dengan raut wajah yang suram.
"Tuan maaf.."
Bugh!
Bugh!
Bugh!
Belum sempat menyelesaikan ucapannya pria yang mendapat tugas untuk menjaga Aqela sudah di pukuli hingga babak belur oleh Kellan sedangkan anak buah Kellan yang lain hanya menatapnya saja. Jangankan untuk membantu, untuk melerainya saja mereka tidak berani yang ada mereka akan terkena imbasnya.
"Berdiri!" titah Kellan kepada pria tersebut
Pria tersebut berdiri kembali dengan tubuh yang sudah sangat lemas.
"Kau tau apa kesalahanmu?!" Kellan menatapnya tajam
"Saya lalai menjaga Nona Tuan" ucapnya menunduk takut
Bugh!
Kellan memukul kembali pria tersebut hingga terjatuh.
"Itu salah satu kesalahanmu dan kau tau kesalahanmu yang lainnya?" ucap Kellan berjongkok "Kau tidak menjalankan perintahku dengan baik" lanjut Kellan menatapnya tajam
"Maafkan saya tuan saya tidak becus menjaga Nona" ucapnya penuh penyesalan
"Penjarakan dia di ruang bawah tanah!" titah Kellan
"Baik Tuan" ucap mereka semua
"Tuan saya mohon ampuni saya tuan saya tidak akan melakukan kesalahan lagi maafkan saya!" jerit pria tersebut memohon ampun kepada tuannya, ketika anak buah Kellan yang lain menyeretnya.
Sedangkan sang empu dia menghiraukannya dan memasuki ruangan lebih dalam untuk mengeksekusi kedua cecunguk yang telah berani menyentuh kekasihnya.
"Bangunkan mereka" titah Kellan ketika sudah berada di ruangan yang gelap hanya ada cahaya lampu yang sedikit temaram.
"Baik Tuan"
Mereka membangunkan kedua preman tersebut dengan cara menendang tubuh mereka, dan benar saja dengan begitu mereka langsung tersadar.
"Dimana kita?" tanya pria berbadan sedikit gempal
sedangkan pria yang bertindik hanya menggeleng sembari memegang kepalanya yang sedikit pusing.
Kellan menatap tajam kedua pria tersebut, mereka belum menyadari kehadirannya dan beberapa orang lainnya yang menjadi anak buah Kellan.
"Siapa kau?!" tanya pria bertindik ketika menyadari didepannya ada seseorang yang tengah menatapnya tajam.
Kellan tidak menjawab yang ada Kellan malah menatap nya semakin tajam.
"Lepaskan kami sialan! Kami tidak ada urusan denganmu!" teriak pria bertubuh gempal
Bugh!
"Argh!" ringis nya
"Berani kau berteriak kepada tuan kami?!" bentak salah satu anak buah Kellan menendang punggung pria bertubuh sedikit gempal tersebut hingga mengeluarkan darah dari mulutnya.
"To..tolong lepaskan kami, kami minta maaf kalau kami telah menyinggung mu" ucap pria bertindik ketika menyadari bahwa situasi mereka saat ini tidak aman.
__ADS_1
"Kalian telah sangat menyinggungku, dan kalian harus menerima akibatnya!" ucap Kellan dengan tatapan tajamnya
"Ampuni kami tuan! Kami mohon lepaskan kami!" kedua preman tersebut bersimpuh di bawah kaki Kellan
"Ambilkan cambuk" titah Kellan menghiraukan permohonan kedua preman tersebut
Anak buah Kellan langsung menyerahkan cambuk tersebut.
"Tolong tuan tolong jangan lakukan itu kami minta maaf" ucap kedua pria tersebut ketika Kellan sudah memegang cambuknya.
"Nikmatilah" ucap Kellan tersenyum smirk
Cetaks!
Cetaks!
Cetaks!
"Aarghh!!" teriak mereka bersamaan
Kellan menghentikan cambukan nya
"Ambilkan belati"
"Baik Tuan" Anak buah Kellan langsung mengambilnya lalu menyerahkannya kepada Kellan
"Tangan ini bukan yang telah menyentuh milikku?" ucapnya memainkan pisau di atas tangan pria sedikit gempal itu.
"A..ampun tu..tuan ampuni aku, to..tolong lepaskan kami" ucapnya terbata karena menahan sakit akibat cambukan Kellan
"Apa kekasih ku saat meminta mu untuk melepaskannya kau menurutinya?" tanya Kellan tajam
"Ma..maafkan aku tuan tolong ampuni aku hiks" ucapnya dengan tubuh gemetar
Jleb
Jleb
"Aaaargh!"
Kellan menancapkan belati tersebut kepada kedua tangannya lalu mencabutnya kembali. Sedangkan temanya dia sudah gemetar hingga kencing di celana ketika melihat kedua punggung tangan temannya di tusuk oleh benda tajam.
"Sh**!" umpat Kellan ketika darahnya mengenai pakaiannya lalu melempar belati tersebut asal
"Cambuk mereka! Potong kedua tangannya dan juga potong barang milik mereka!" titah Kellan
"Baik tuan"
Cetaks!
Cetaks!
"Aarghhhh!"
Kellan menghiraukan teriakan kesakitan kedua preman itu dia terus berjalan keluar dari ruangan gelap tersebut untuk kembali menemui gadisnya.
Saat di tengah jalan anak buahnya menghentikan langkahnya.
"Tuan, ini kunci mobil milik Nona Aqela tapi sepertinya mobil Nona memiliki kerusakan" ucap salah satu anak buah Kellan
"Perbaiki"
"Baik Tuan"
"Pelakunya?"
"Kami membawanya tuan"
"Hukum dia bersama kedua temannya" ucap Kellan datar
Setelah mengatakan hal tersebut Kellan melanjutkan kembali langkahnya.
"Baik Tuan"
__ADS_1
Inilah salah satu sisi gelap Kellan yang mengerikan bahkan Kakeknya pun tidak tahu, bukan hanya Kakeknya teman temannya pun tidak ada yang tau tentang sisi gelapnya. Hanya sekretarisnya saja yang mengetahuinya.
Dan ini hanya sebagian kecilnya saja. Banyak orang yang mengenalnya sebagai pria tampan yang mapan dengan wajah datar dan dinginnya saja tanpa mereka tau di balik sifatnya itu terdapat sisi lain dari seorang Kellan yang mengerikan.