
Di sinilah Aqela dan Karina sekarang berada yaitu di restauran tempat biasa yang sering mereka kunjungi.
Mereka sudah memesan dan tinggal menunggu makanannya datang. Di saat mereka tengah asyik mengobrol seputar kesibukan masing masing seseorang memanggil nama Aqela.
"Aqela?" panggil pria tampan tersebut lalu menghampirinya
Aqela dan Karina tentu saja mendongak menatap pria yang telah memanggil namanya.
"Sam" gumam Aqela dan Karina
"Kebetulan sekali kau disini" ucap Sam kepada Aqela lalu matanya menatap seseorang yang duduk di depan Aqela
"Wah bukankah ini aktris yang terkenal itu ya. Karina Anggara?" ucap Sam ketika sudah mengingat namanya
Karina tersenyum menatap Samuel begitu pun Samuel tersenyum manis menatap Karina. Karina sebenarnya tau tentang Sam karena dia salah satu temannya Wiliam.
Aqela dan Karina membatin "Semoga Sam hanya sendiri datang ke sini"
"Hey, di sini" Sam memanggil teman temannya melambaikan tangan
Baru saja Aqela dan Karina membatin seperti itu Sam memanggil teman temannya yang sudah berjalan memasuki restauran.
Kellan dan yang lainnya melihat Sam melambaikan tangan ke arahnya, mereka langsung menghampiri Sam.
Karina sudah merasakan jantungnya tidak aman ketika Sam memanggil teman temannya apa lagi mereka sampai berjalan ke arahnya.
"Aqela?" Justin
"Hay" Aqela tersenyum canggung
"Ini bukannya aktris terkenal itu ya?" ucap Justin menatap perempuan yang ada di depan Aqela
"Karina Anggara. Itu namanya" Sam mengingatkan Justin
"Ah iya Aku mengingatnya. Halo Nona Karina" sapa Justin
"Hay" Karina balik menyapa Justin
Dan tidak sengaja matanya bersitatap dengan mata kekasihnya. Karina langsung mengalihkan pandangannya. Wiliam merasa Karina sedang menghindarinya dan hatinya menjadi semakin gelisah.
Sedangkan seorang pria tampan sedari tadi dirinya di panggil oleh temannya tatapannya langsung terarah kepada perempuan cantik berambut panjang yang tengah menatapnya juga.
"Kalian baru kan disini? Kita gabung saja bagaimana?" ucap Sam
Aqela dan Karina bersitatap seolah berbicara lewat mata, sebelum menjawab suara lembut seorang perempuan menyahuti ucapan Sam
"Sam bukannya kita sudah memesan tempat? Dan sepertinya mereka sedang menikmati waktu mereka berdua" ucap perempuan cantik tersebut
"Aku belum memesannya karena aku langsung kesini setelah melihat Aqela. Dan sepertinya tidak ada tempat kosong lagi" jawab Sam
Mereka melihat sekitar restauran dan memang benar yang di katakan Sam bahwa meja makan sudah terisi semua.
"Jadi bagaimana apa boleh kita ikut bergabung di sini Nona?" ucap Justin tersenyum menatap Aqela dan Karina bergantian
Karina menatap Aqela, sedangkan Aqela mengangkat bahunya.
"Duduk saja" ucap Karina yang langsung bergeser duduknya di ujung begitupun dengan Aqela.
__ADS_1
Setelah mendapat izin dari Karina mereka semua duduk satu meja dengan Aqela dan Karina. Wiliam langsung menyerobot duduk lebih dulu dekat Karina ketika Justin akan duduk di dekatnya.
Sedangkan Kellan sudah duduk di dekat Aqela dan Veronica langsung duduk di dekat Kellan. Justin duduk di samping Wiliam sedangkan Sam terpaksa harus meminta kursi tambahan.
Veronica dalam hati ngedumel andaikan tadi kalau dirinya tidak bersih kukuh ingin makan di sini mungkin tidak akan bertemu dengan kedua perempuan yang ada di hadapannya sekarang.
Jujur saja Veronica merasa tidak nyaman jika bersama dengan Aqela. Apalagi Kellan selalu memperhatikan Aqela, Veronica merasakan dadanya panas dan hatinya sakit.
"Kalian sudah pesan makanan?" tanya Justin
"Sudah. Mungkin sebentar lagi datang" jawab Aqela
Setelah Aqela menjawab pertanyaan Justin waiters membawakan pesanan Aqela dan Karina. Sedangkan Kellan dan teman temannya baru memesan makanan.
"Kalian duluan saja makan, kalau menunggu kami mungkin makanan kalian akan segera dingin" ucap Sam
Aqela dan Karina mengangguk. Lalu mereka memulai makanannya menghiraukan Kellan dan teman temannya yang sedang mengobrol.
"Pelan pelan" bisik Wiliam di telinga Karina
Karina menghiraukan ucapan Wiliam, Sedangkan Wiliam hati nya sudah tidak tenang ketika Karina sudah mulai cuek terhadapnya.
Wiliam memainkan lutut Karina di bawah meja. Sontak hal itu membuat Karina menghentikan makannya.
"Ssshhh" Wiliam meringis ketika Karina menginjak kakinya
Semua mata menatap Wiliam, sedangkan Karina melanjutkan makannya.
"Kenapa Wil?" tanya Veronica lembut
"Tidak apa apa, sepertinya ada semut kecil menggigit kakiku" alibi Wiliam
Karina menatap Aqela seakan bertanya lewat mata "Apa?" dan Aqela berbalik bertanya "Kenapa?" Karina hanya mengangkat bahunya acuh.
"Ck!" tanpa sadar Aqela mencebikkan bibirnya yang di dengar oleh Kellan
"Kenapa?" tanya Kellan
Aqela menggelengkan kepala lalu melanjutkan makannya kembali.
Tidak lama mereka menunggu makanan akhirnya pesanan mereka datang juga. Mereka semua menikmati makan malam mereka, sedangkan Karina dan Aqela sudah selesai.
"Oh ya Qel kata Mama ku kue buatan mu sangat enak" ucap Sam di sela sela makannya.
"Oh ya?" Aqela mengalihkan pandangannya menatap Sam
"Dan kau tau Mamaku sampai menghabiskan kue yang kata mu namanya mochi itu" Sam
"Terimakasih kalau Mama mu menyukainya Sam" ucap Aqela
Sedangkan yang lain menjadi pendengar obrolan Aqela dan Sam sampai ada seseorang yang ikut menyahuti obrolan mereka.
"Kapan kau ke toko kue Aqela?" tanya Justin
"Kemarin" Sam
"Kenapa kau tidak mengajakku? Aku juga ingin membeli kue Aqela" gerutu Justin
"Kau sibuk"
__ADS_1
"Ck! Oh iya aku melupakannya di antara kami yang sering menganggur hanya diri mu saja kan?" ucap Justin tersenyum miring
"Sialan kau!" kesal Sam
Semua yang ada di sana terkekeh mendengar Justin menjahili temannya, kecuali Kellan yang hanya menunjukan raut wajah datarnya.
Samuel Darwin memang sangat santai dalam bekerja tidak seperti teman temannya yang terlalu memforsir pekerjaan. Sam tidak mau stres di usianya yang masih terbilang cukup muda hanya karena mengurus usahanya. Pikir Sam, toh tanpa kerja berlebihan juga usahanya tetap maju.
"Oh ya Karina dan Veronica apa kalian satu agensi?" tanya Sam
"Tidak" jawab Karina sedikit ngegas
Tentu saja membuat semua mata menatap Karina. Karina menjadi canggung sendiri dia mengusap tengkuknya yang tidak gatal lalu meminum minumannya yang masih tersisa.
"Aku kira kalian satu agensi" Sam
"Kami berbeda Agensi Sam" ucap Veronica
Sam mengangguk.
"Habis dari sini kalian mau kemana?" tanya Justin menatap Karina dan Aqela
Drt .. Drt
Belum sempat menjawab pertanyaan Justin handphone Aqela berbunyi dan semua mata menatap Aqela terutama Kellan yang ada di sampingnya dia menatap ponsel Aqela, Kellan penasaran siapa penelpon tersebut.
Aqela melihat layar handphone, lalu dia menjawab panggilannya.
"Hallo?" Aqela
"Apa kamu sudah pulang?" tanya penelpon dari sebrang sana
"Belum. Aku tadi ke apartemen Karina dulu lalu makan di luar, ada apa?" Aqela menatap Karina
"Kau belum membaca group keluarga?"
Aqela langsung membuka group keluarga, dan di sana Ayah dan Kakaknya memberi pesan bahwa malam ini mereka tidak akan pulang karena ada jadwal operasi dadakan.
Aqela menepuk keningnya setelah membaca pesan tersebut. Tentu saja menjadi pusat perhatian satu meja batin mereka berkata "Kenapa dengannya?"
"Halo?"
"Ya Ayah belum menutup teleponnya"
"Aqela sudah membacanya"
"Yasudah hati hati di rumah jangan lupa kunci semua pintu" pesan sang Ayah
"Iya iya Aqela mengerti"
"Kalau begitu Ayah tutup dulu. I love you sayang" ucap sang Ayah sebelum mematikan teleponnya.
"Love you too" ucap Aqela tersenyum kecil
Aqela menutup panggilannya.
#bersambung
Mohon dukungan kalian ya guys tinggalkan jejak kalian. Like dan komen, karena dukungan kalian membuatku bersemangat untuk update terus setiap harinya 🤍
__ADS_1