
Di sisi lain
Seorang pria tampan yang sedang duduk di dalam mobil sedari tadi dirinya terus menggerutu karena kesal menunggu atasannya yang masuk ke dalam tak kunjung kembali sampai sampai dirinya tertidur di dalam mobil.
......................
"Selesai" ucap Aqela tersenyum cerah
Kellan menatap Aqela yang tersenyum bahagia membuat hatinya menghangat.
"Rasa ini yang dulu pernah ada dan sekarang masih sama ketika melihat dia tersenyum" batin Kellan
"Untuk anak kecil" Kellan menaikkan Alisnya
"Iya, untuk anak laki laki" jawab Aqela menatap kue hasil karyanya
Kellan mengangguk menatap kue tersebut. Aqela membawa kue tersebut, tapi Kellan langsung merebutnya dan berjalan lebih dulu, Aqela langsung mengikutinya dari belakang.
"Dimana?" tanya Kellan
Aqela bingung dengan ucapan Kellan. Kellan langsung menghentikan langkahnya, membuat Aqela menabrak punggung kokoh Kellan.
"Aw" ringis Aqela mengusap keningnya
Kellan langsung berbalik dan menatap Aqela yang kesakitan akibat menabrak punggungnya.
"Kau tidak apa apa?" tanya Kellan dengan raut wajah yang datar
Aqela menggeleng cepat
"Di simpan di mana?" tanya Kellan
"Showcase" ucap Aqela menunjukan tempat penyimpanan kue.
Kellan langsung memasukan kue tersebut kedalam showcase.
"Terimakasih" ucap Aqela
"Hm"
"Aku akan ke atas dulu untuk mengambil barang barang ku" Aqela langsung menaiki anak tangga
Tidak lama Kellan menunggu, Aqela sudah kembali dan sudah siap untuk pulang.
"Aku akan ke belakang dulu untuk mematikan lampunya" Aqela langsung berjalan ke dapur dan memeriksa semuanya.
Di rasa sudah aman semuanya Aqela mematikan lampu dapur lalu berjalan cepat ke depan. Jujur saja Aqela sedikit takut dengan gelap.
"Ayo" ajak Aqela setelah mematikan semua lampu kecuali lampu depan.
Kellan mengangguk, lalu membiarkan Aqela berjalan lebih dulu. Setelah Aqela mengunci pintu toko nya Aqela berjalan ke mobilnya yang sudah terparkir tepat di sebelah mobil milik Kellan.
"Terimakasih sudah mengantarkan mobilku" Aqela
Kellan mengangguk
"Kalau begitu aku akan pulang" Aqela
"Hm"
"Haish menyebalkan sekali pria ini" batin Aqela
Aqela memasuki mobilnya dan menjalankan mobilnya, meninggalkan Kellan yang masih berdiri menatap kepergiannya.
__ADS_1
Setelah mobil Aqela tidak terlihat lagi Kellan langsung berbalik menuju mobilnya. Kellan membuka pintu mobil belakang tapi tidak bisa karena Eliot mengunci dari dalam.
Kellan mengetuk kaca mobil depan bagian pengemudi dengan sangat keras guna membangunkan Eliot yang tertidur.
Dugh ..
Dugh ..
Eliot langsung terbangun ketika mendengar suara kaca mobilnya di ketuk. Dia turun dari mobilnya dan menatap Kellan dengan wajah bantalnya.
"Maafkan saya Tuan" ucap Eliot menunduk
"Buka" ucap Kellan
"Baik Tuan" Eliot langsung membuka kunci bagian pintu belakang dan membukakannya.
Kellan masuk setelah Eliot membukakan pintu untuknya, di susul oleh Eliot yang masuk kembali kedalam mobil dan mulai menjalankan kendaraannya.
......................
Seorang pria tampan dengan tampilan sederhana memasuki minimarket untuk membeli beberapa cemilan untuk dirinya dan untuk adiknya.
Di rasa sudah cukup pria tersebut mengantri di meja kasir untuk melakukan pembayaran. Setelah gilirannya pria itu membayar dan langsung berbalik meninggalkan minimarket tersebut.
Jarak antara rumahnya dengan minimarket tidak jauh jadi dirinya cukup berjalan kaki saja, itung itung olah raga malam menurutnya.
Beep!
Beep!
Suara klakson mobil terdengar dari belakang pria tersebut, otomatis pria tersebut berbalik badan dan melihatnya.
"Bukannya ini mobil Aqela?" batin pria tersebut. Baru saja pria itu membatin eh suara perempuan tersebut memanggilnya.
"Kakak ayo naik" ajak Aqela menyembulkan kepalanya keluar kaca mobil.
"Kamu tidak liat rumah kita sudah di depan mata? Untuk apa aku masuk mobilmu" ucap Aiden
Sedangkan Aqela melihat Kakaknya pergi begitu saja langsung mengemudikan kembali mobilnya. Aqela memarkirkan mobilnya lalu menyusul langkah Kakaknya.
"Ka tunggu!" Aqela berlari menyusul Kakaknya
Aiden menghentikan langkahnya dan menatap Aqela yang berlari ke arahnya
"Jangan berlari"
Aqela langsung berjalan biasa ke arah Kakaknya.
"Ka kau dari mana?" tanya Aqela
"Minimarket, membeli cemilan" Aiden
"Memang cemilan kita sudah habis ya?" Aqela
"Kakak beli juga berarti sudah habis" gemas Aiden menyentil kening Aqela pelan.
"Aw! Kakak!" teriak Aqela ketika melihat Aiden yang langsung masuk ke dalam rumahnya tanpa merasa bersalah kepada sang Adik telah menyentil keningnya
Aqela langsung menyusul Aiden masuk ke dalam rumah tidak lupa menutup pintu dan menguncinya.
Aqela berjalan menuju dapur untuk mengambil minum, dan di sana sudah ada Aiden yang sedang merapikan cemilan yang tadi diri nya beli di minimarket.
Aqela membuka kulkas dan mengambil minuman dingin, lalu meminumnya hingga tandas.
"Ka, Aqela lapar" keluh sang Adik
"Kamu belum makan malam?" tanya Aiden memicingkan mata
__ADS_1
Aqela menggelengkan kepala.
Aiden menghela nafas kasar. Lalu menyuruh Aqela untuk duduk dan menunggunya
"Tunggu Kakak akan membuatkan makanan yang simple saja untukmu" ucap Aiden
"Terima kasih Kakak, kalau begitu aku akan ke kamar dulu" Aqela
"Hm"
Cup
Aqela tersenyum setelah mencium pipi kanan Aiden lalu dirinya langsung pergi menuju kamarnya.
"Kebiasaan" ucap Aiden menatap kepergian adiknya.
Beberapa menit Aiden selesai masak, Aqela sudah siap dengan baju tidurnya dia sempat membersihkan diri terlebih dulu ketika Aiden membuatkan makan malam untuknya.
"Ayo makan" titah Aiden
Mata Aqela berbinar ketika melihat makanan sudah siap, Aiden hanya memasak tumis udang brokoli menurutnya itu yang paling simple.
"Kakak sudah makan?" tanya Aqela
"Sudah. Aku dan Ayah sudah makan tadi" ucap Aiden duduk depan Adiknya
Aqela mengangguk lalu mengambil nasi secukupnya dan lauk pauk secukupnya. Aqela mulai makan menikmati masakan Kakaknya yang menurut Aqela sangat enak.
"Ka?" panggil Aqela
"Hm" jawab Aiden tanpa mengalihkan tatapannya dari handphone nya.
"Tadi siang aku mendapat kiriman makanan"
"Dari siapa?" Aiden menatap Adiknya mengernyit
"Aku tidak tau Ka"
"Kau memakannya?" tanya Aiden menatap Aqela
Aqela mengangguk lalu memakan makanannya yang hanya tinggal sesuap lagi.
Aiden menyentil keningnya kembali.
"Aw! Kakak kenapa kau hobi sekali melukai keningku. Kalau aku jadi bodoh bagaimana?" Aqela cemberut
"Kau memang sudah bodoh!"
Aqela membelalak ketika dirinya di katakan bodoh oleh Kakaknya.
"Lalu kalau tidak bodoh kenapa kau mau memakan makanan yang dikirim oleh orang yang tidak kau ketahui siapa nama pengirimnya?" Aiden menatap Aqela gemas.
Gemas dalam artian ingin sekali Aiden mencubit pipi Aqela dengan sangat kencang atas keteledorannya. Aiden kesal terhadap Adiknya, bagaimana kalau ada orang yang ingin berniat jahat kepadanya. Aiden mengkhawatirkan hal itu.
"Tapi aku ini tidak kenapa kenapa masih aman" ucap Aqela lalu meminum air mineral di depannya
"Jangan di ulang lagi. Sekarang iya tidak apa apa kau makan makanan itu tapi kita tidak tau kalau lain kali, awas saja jika kau melakukannya lagi aku akan mengadukannya pada Ayah" ucap Aiden
"Iya iya aku tidak akan melakukannya lagi" ucap Aqela cemberut
"Kalau kau sudah selesai langsung istirahat" titah Aiden
"Hm" Aqela menurut, setelah selesai makan Aqela langsung memasuki kamarnya meninggalkan Aiden yang melamun di meja makan sendirian.
"Kira kira siapa yang sudah mengirim makanan kepada Aqela tanpa nama?" gumam Aiden
Aiden berharap Aqela tidak mengulanginya kembali, Aiden khawatir kepada Adiknya yang sedikit ceroboh.
__ADS_1
#bersambung
Mohon dukungan kalian ya guys tinggalkan jejak kalian. Like dan komen, karena dukungan kalian membuatku bersemangat untuk update terus setiap harinya 🤍