
Drt .. Drt
Saat Aqela memainkan ponselnya Kellan memanggilnya dengan menamai "Mr.Stiff" di kontak handphone nya.
"Halo" Aqela
"Apa kau sudah di rumah?" Tanya Kellan
"Aku sudah di rumah" jawab Aqela
"Kau sudah makan?" Tanyanya lagi
"Belum. Aku menunggu Karina bangun untuk makan bersama" Aqela menatap Karina yang masih tertidur di sampingnya
"Apa dia ada di rumah mu?" Kellan
"Iya tadi dia ke rumahku" Aqela
Kellan mengangguk walaupun Aqela tidak dapat melihatnya.
"Euungh .." Karina melenguh dari tidurnya tidak lama matanya terbuka lalu mendudukkan dirinya
"Aku tertidur ya?" Ucap Karina
"Iya kau tertidur. Cuci muka dulu setelah itu kita makan bersama dengan Kakak ku juga" jawab Aqela menatap Karina.
Karina menuruti ucapan Aqela, dia berjalan ke kamar mandi dengan sempoyongan karena nyawanya belum terkumpul semua.
"Halo, apa kau masih di sana?" Tanya Aqela
"Hm" Kellan
"Aku akan menyiapkan makan dulu"
"Hm"
Kellan langsung mematikan teleponnya.
"Dasar Mr.Stiff!" umpat Aqela ketika panggilan sudah terputus.
Berhubung Karina sudah bangun, Aqela akan menyiapkan makannya sekarang. Kebetulan sekali Aiden keluar dari kamar jadi dia tidak perlu repot repot memanggil Kakaknya untuk makan.
"Ayo Ka kita makan" ajak Aqela
"Karina sudah bangun?" Tanya Aiden
"Sudah. Tuh dia" tunjuk Aqela ketika Karina sudah keluar dari kamar mandi
"Hay Ka" sapa Karina kepada Aiden ketika sudah berada di meja makan
Aiden hanya tersenyum menanggapi sapaan Karina
"Ini kamu yang masak La?" Tanya Karina menatap makanan yang ada di hadapannya
"Tentu saja aku, memang kau melihat ada pembantu di sini?" Ketus Aqela
Karina cengengesan mendengar jawaban ketus Aqela
"Kapan kita mulai makan?" Protes Aiden
Aqela dan Karina menatap Aiden.
"Sekarang!" Jawab mereka bersamaan
Aiden menggelengkan kepala melihat adik dan teman adiknya yang sebentar sebentar marahan lalu berbaikan lagi.
__ADS_1
"La ini sangat enak" komentar Karina
"Siapa dulu yang masak? Aqela" Aqela menyombongkan dirinya
Sedangkan Karina dan Aiden memutar bola matanya malas mendengar ucapan sombong Aqela.
"Kenapa ga sekalian buka resto saja" usul Karina
"Cape Rin, toko kue saja sudah keteter apa lagi buka resto" jawab Aqela menyuapkan makanannya ke dalam mulut
"Ada benarnya juga" Karina
"La kapan kapan ajarin aku masak ya?" Pinta Karina
"Tumben sekali kau ingin belajar masak. Jangan bilang hanya untuk menyenangkan hati Wiliam?" Aqela memicingkan matanya.
Karina langsung menghentikan makannya. Aqela yang melihat itu menjadi merasa bersalah telah mengingatkannya kepada pria brengsek itu
Aqela menyimpan sendoknya lalu memegang tangan Karina
"Rin sorry, aku tidak bermaksud..." Ucap Aqela terpotong oleh jawaban Karina
"Kenapa kau meminta maaf? Aku tidak apa apa" jawab Karina tersenyum menatap Aqela
Sedangkan Aiden yang berada di depan mereka hanya menjadi pengamat antara adik dan temannya.
Dia jadi memiliki ide untuk sedikit menghibur teman adiknya yang sedang galau itu.
"Ekheem.." Aiden berdehem
Karina dan Aqela menatap Aiden datar, membuat Aiden merasa grogi saja di tatap oleh kedua perempuan yang ada di hadapannya ini.
"Kenapa Ka?" Tanya Aqela ketika Aiden tidak kunjung bicara
"Kakak weekend ini libur, apa kalian mau liburan?" Tanya Aiden
"Hm"
"Kemana?" Tanya Karina
"Pantai. Aku ingin ke pantai" Aqela menyahuti Karina
"Setuju!" Ucap Karina semangat
Aqela dan Karina bertos ria lalu keduanya tersenyum. Sedangkan Aiden merasakan sensasi aneh di hatinya ketika melihat perempuan yang ada di hadapannya tersenyum kembali.
"Tunggu!" Aqela
"Kenapa?" Tanya Karina heran
"Memang kau tidak ada syuting atau jadwal pemotretan dan yang lainnya?" Tanya Aqela
"Sepertinya terakhir syuting aku beberapa hari lagi dan untuk pemotretan lainnya aku belum ada kabar" jawab Karina
Aqela mengangguk. Mereka melanjutkan kembali acara makannya.
...
"Aku akan kembali ke kantor" pamit Wiliam
"Terimakasih Wil kau sudah datang" Veronica
Wiliam mengangguk.
"Aku pergi" ucap Wiliam mengusap puncak kepala Veronica
__ADS_1
"Kenapa bukan Kellan yang bersikap seperti itu kepadaku?" Gumam Veronica melihat kepergian Wiliam.
Veronica menutup pintu apartemennya lalu duduk di sofa dengan pandangan lurus ke arah televisi yang tidak menyala.
"Aku akui aku egois Karina. Aku tidak mau perhatian teman temanku terbagi kepada perempuan mana pun" Veronica tersenyum setelah mengatakan hal tersebut.
Veronica sudah mengetahui hubungan Karina dan Wiliam setalah 1 tahun mereka pacaran. Saat itu Veronica tidak sengaja melihat notifikasi panggilan tidak terjawab di handphone Wiliam dengan emoticon love karena penasaran Veronica membuka handphone Wiliam.
Veronica sedikit terkejut ternyata Wiliam sudah memiliki kekasih dan kekasihnya yaitu Karina. Semenjak saat itu Veronica selalu mencari cari alasan agar Wiliam selalu ada untuknya dan mengesampingkan kekasihnya.
Tapi tidak di sangka ternyata Karina gadis yang kuat dia tidak mudah menyerah walaupun mereka sempat hubungan jarak jauh dengan Wiliam pun Karina masih tetap setia sampai saat ini Karina masih mempertahankan hubungannya dengan Wiliam. Veronica akui Karina sosok gadis yang penyabar.
Veronica teringat saat mereka akan liburan bersama dan Veronica meneleponnya mengatakan bahwa dirinya sakit dan benar saja Wiliam langsung datang menghampirinya dan meninggalkan Karina di bandara. Ya itu semua sudah di rencanakan oleh Veronica.
Veronica sempat membaca chat nya Wiliam dan Karina sebelum mereka berhubungan jarak jauh mereka berencana berlibur bersama terlebih dulu. Dan di saat itu Veronica membuat ide liciknya untuk membatalkan acara liburan mereka.
Mengingat hal itu Veronica terkekeh.
"Karina .. Karina aku tebak hubunganmu dengan Wiliam tidak akan bertahan lama lagi" ucap Veronica tersenyum miring.
Setelah itu Veronica beranjak dari tempat duduknya memasuki kamarnya.
...
Karena ini sudah sore dan dirinya tidak membawa kendaraan, jadi Karina memutuskan untuk pulang sebelum malam.
"La aku pulang sekarang" pamit Karina
"Aku akan mengantarmu" Aqela
"Kau di rumah saja. Biar Kakak yang mengantar Karin pulang" Aiden menyahuti Aqela
"Ya sudah kalau begitu"
"Apa tidak merepotkan Kakak mengantarkan ku pulang?" Tanya Karina
"Hey kenapa sikap mu kepada ku dan sikap mu kepada Kakak ku berbeda sekali" protes Aqela
"Karena aku sudah terbiasa denganmu tidak sungkan lagi berbeda dengan ka Aiden" ucap Karina tersenyum menatap Aiden
Aqela menatap malas Karina begitupun dengan Karina. Nah kan benar apa yang di pikirkan Aiden bentar bentar berantem, bentar bentar baikan lagi.
Aiden menghela nafas lelah melihat kelakuan dua perempuan yang ada di hadapannya ini.
"Ayo" ajak Aiden
"Ayo Ka" Karina
"Bye bye cintaku sampai bertemu lagi" ucap Karina
"Hm"
Aqela melihat kepergian Kakaknya dan sahabatnya, setelah itu dia memasuki rumah kembali.
Aqela merebahkan dirinya di atas kasur empuknya. Dia teringat kembali tentang kejadian di dalam lift bersama Kellan.
Aqela seperti orang tidak waras ketika mengingat kejadian tersebut, lihat saja dirinya sekarang senyum senyum sendiri dengan memegang kedua pipinya lalu menggulingkan badannya ke kiri dan ke kanan di atas kasurnya.
Tidak berbeda jauh dengan seorang pria tampan yang sedang memainkan bolpoinnya. Dia tengah mengingat ingat kejadian di dalam lift dengan senyum yang terpatri di bibirnya dan belum pernah siapapun yang melihatnya tersenyum.
Apalagi ketika Kellan sudah mengetahui bahwa cinta pertama Aqela itu Ayahnya sendiri bukan orang lain membuat hatinya menjadi lega.
Semenjak bertemu lagi dengan cinta pertamanya, Kellan merasa hidupnya banyak berubah salah satunya mudah tersenyum ketika mengingat nama Aqela.
#bersambung
__ADS_1
Mohon dukungan kalian ya guys tinggalkan jejak kalian. Like dan komen, karena dukungan kalian membuatku bersemangat untuk update terus setiap harinya 🤍