
Aiden menghela nafas sejenak sebelum menjawab pertanyaan Adiknya.
"Kau mencintainya?" tanya Aiden
"Aku mencintainya Ka" jawab Aqela mantap menatap Kakaknya
"Aku tidak akan melarang jika kau mencintainya dan bahagia bersamanya" jawab Aiden membuat senyum Aqela mengembang
Grep
Aqela memeluk Aiden dengan sangat erat lalu mencium pipi kanannya.
"Terimakasih ka, terimakasih" ucap Aqela bahagia
"Lepaskan pelukanmu, aku tidak bisa bernafas. Kau memeluk ku terlalu erat" gerutu Aiden sembari melepaskan pelukan Aqela
Sedangkan Aqela hanya cengengesan menatap Kakaknya yang sedang menggerutu.
"Maaf ka, aku terlalu bahagia Kakak merestui hubunganku dengan Kellan" jawab Aqela yang mendapat tatapan malas dari Kakak nya.
"Kau serius sudah berpacaran dengannya? Apa dia menyatakan cinta kepadamu?" tanya Karina penasaran
"Iya dia menyatakan cinta saat kita selesai makan malam. Dan kau tau? Kellan menyiapkan malam romantis untukku" cerita Aqela membayangkan makan malam tadi bersama Kellan
"Waaah benarkah?" Karina tidak percaya
Aqela mengangguk.
"Sayang sekali aku tidak menyaksikannya" cemberut Karina
"Tapi ada bagusnya kau tidak melihatnya, kalau kau tadi ada mungkin acaranya tidak akan berjalan lancar" jahil Aqela tersenyum mengejek
"Maksudmu aku pembuat onar begitu?" protes Karina tidak terima
"Aku tidak mengatakannya, kau sendiri yang bilang begitu" ucap Aqela menjulurkan lidahnya sedikit
"Aqela kau benar benar menyebalkan" kesal Karina lalu melemparkan bantal sofa yang ada di belakangnya.
Tentu saja lemparan itu tidak mengenainya tapi malah mengenai Kakaknya yang duduk di samping Aqela karena Aqela langsung bersembunyi di balik punggung Kakaknya.
Karina meneguk salivanya kasar ketika Aiden menatapnya datar.
"Ka aku tidak sengaja" ucap Karina
Aiden menghela nafas kasar lalu berdiri menatap Aqela dan Karina silih berganti.
"Kakak pergi, kalian segera istirahat" titah Aiden
"Iya Ka" jawab Karina dan Aqela bersamaan
Aiden berjalan keluar dari kamar hotel Aqela dan Karina lalu memasuki kamarnya sendiri yang berada di sebelah kamar Adiknya.
Setelah melihat Aiden keluar Karina menatap Aqela dan langsung bertanya kembali menghilangkan rasa penasarannya.
__ADS_1
"Sejak kapan kau mencintai Kellan?" tanya Karina menuntut
"Aku" jawab Aqela ragu
"Jawab jujur" ucap Karina memicingkan matanya
"Aku mencintai Kellan sejak kita masih sekolah" jawab Aqela
"APA?!" Karin terkejut mendengar fakta tentang sahabatnya
Aqela meringis melihat reaksi Karina.
"Selama itu kau menyembunyikan perasaanmu kepadanya dan kau pun tidak pernah mengatakannya kepada ku?" Karin menggelengkan kepala tidak habis pikir
"Dari banyaknya gadis di sekolah kita yang mencintai Kellan aku salah satunya dan aku tidak seperti gadis lain yang langsung menyatakannya dan mengejarnya. Aku tidak seberani itu, saat gadis cantik, populer dan kaya mengejarnya aku hanya bisa menatapnya dari kejauhan jadi lebih baik aku menghindarinya dan aku pikir aku tidak akan mempu bersaing dengan mereka" Aqela tersenyum getir ketika mengingat masa lalu nya
Karina terdiam dia tidak menyanggah ucapan Aqela, dia membiarkan Aqela untuk melanjutkan ucapannya.
"Kau tau sendiri bukan gadis cantik, populer dan kaya seperti mereka saja di tolak olehnya apa lagi aku yang hanya gadis biasa. Dan setelah kita lulus aku pikir perasaanku ini hanya cinta anak remaja biasa tapi ternyata tidak setelah 5 tahun berlalu cinta ini masih sama ketika aku bertemu kembali dengannya" lanjut Aqela menerawang ke depan.
Karina tidak bereaksi apa apa dia hanya diam mendengarkan cerita sahabatnya.
"Dan kau tau? Kellan pun sama dengan ku, dia menyukaiku sejak kita masih sekolah dulu" lanjut Aqela
Karina terbelalak mendengar kalimat terakhir Aqela.
"Bagaimana bisa?!" Karina kembali di buat terkejut
"Kalau kau begitu penasaran tanyakan saja langsung kepadanya" jawab Aqela tersenyum smirk menatap Karina lalu mengambil pakaian tidurnya.
"Sudahlah aku akan ganti pakaian dulu. Lain kali saja kita cerita lagi aku sudah mengantuk" jawab Aqela lalu berjalan ke kamar mandi untuk berganti pakaian.
Sedangkan Karina sudah cemberut karena Aqela tidak ingin memberitahukan cerita lengkapnya.
"Sahabat macam apa kau ini membiarkan sahabatnya yang sudah penasaran setengah mati di biarkan begitu saja" gerutu Karina menghentak hentakan kaki nya lalu berjalan kembali menuju sofa.
....
Seorang pria tampan memasuki Villanya setelah mengantarkan sang kekasih kembali ke hotel.
Kellan mengambil handphone satunya lagi yang berada dalam laci lemari lalu mengaktifkan kembali ponselnya, Berniat untuk menghubungi kekasihnya.
Sebelum sampai Vila Kellan sempat membeli handphone baru khusus untuk menghubungi Eliot sekretarisnya, sedangkan handphone biasa yang dia suka gunakan sengaja tidak di aktifkan. Karena Kellan tau pasti teman temannya akan menanyakan tentang keberadaannya di mana.
Dan benar saja dugaan Kellan setelah mengaktifkan handphone nya kembali terdapat panggilan tak terjawab begitu banyak dari teman temannya.
Saat Kellan akan menghubungi kekasihnya, temannya lebih dulu memanggilnya. Dengan berat hati Kellan menjawab panggilan dari temannya.
"Kell? Akhirnya kau mengangkat panggilan ku. Kau di mana sekarang? Kenapa liburan tidak mengajak kami? Kau tega sekali" tanya Sam beruntun ketika panggilannya sudah di angkat oleh Kellan dan langsung load speaker nya di aktifkan agar teman temannya yang lain dapat mendengarnya
"Bisa bisanya kau liburan bersama Aqela dan Karina tanpa kami. Cepat beritahu kami dimana kau sekarang?" Justin menimpali
"Iya Kell beritahu kami kau di mana? Kami akan langsung menyusul mu?" tambah Wiliam
__ADS_1
Kellan merasa jengah mendengar banyak pertanyaan dari teman temannya. Dia sudah mengira saat Karina membuat video singkat saat makan siang tadi pasti dirinya ikut terekam dan benar saja sekarang temannya tau dirinya sedang bersama Aqela dan juga Karina.
"Kell kau masih di sana?" tanya seorang perempuan dengan suara lembutnya.
"Hm" jawab Kellan berdehem
"Di mana kau sekarang Kell?" tanyanya lagi
"Pantai" jawab singkat Kellan
"Pantai itu banyak Kell, pantai mana maksudmu?" tanya Sam yang sudah sangat tidak sabar
"Pantai terdekat" jawab Kellan lalu mematikan panggilannya sepihak.
Kellan tidak mau ambil pusing memikirkan teman temannya yang akan menyusul nya. Dia kembali ke tujuan pertamanya membuka handphone yaitu menghubungi sang kekasih.
Kellan menekan tombol memanggil kekasihnya tapi sayang beberapa kali memanggil kekasihnya tidak kunjung di jawab, pikir Kellan mungkin Aqela sudah tertidur.
Kellan menyimpan handphone nya kembali lalu berjalan menuju kamar mandi.
...
Sedangkan ke empat teman Kellan tengah menahan kesal kepada temannya, lantaran Kellan hanya memberi tahu dirinya berada di pantai tidak memberikan lebih jelas dimana mananya membuat mereka harus mencari taunya sendiri.
Di saat mereka sedang berpikir Kellan berada di pantai mana seseorang mengeluarkan ide nya membuat ke tiga temannya yang sedang berpikir tersenyum cerah.
"Aku ada ide" ucap Justin menjentikkan jarinya
Semua langsung menatap Justin
"Apa?" tanya mereka bersamaan
"Kita lacak saja keberadaan Kellan lewat panggilan terakhirnya" usul Justin
"Kau benar kenapa tidak kepikiran dari tadi" Sam
"Otakmu tidak akan sampai" jawab Justin tersenyum smirk
"Sialan kau!" umpat Sam
"Sudahlah kalian jangan berdebat lacak saja panggilan Kellan sekarang" titah Vero
"Benar kata Vero" timpal Wiliam
Justin langsung melacak keberadaan Kellan dimana lewat panggilan terakhirnya, beberapa menit mereka menunggu hasilnya.
Gotcha!
"Aku sudah menemukannya" ungkap Justin
Mereka semua langsung merebut hp Justin untuk melihat lokasi Kellan saat ini.
"Kita berangkat sekarang" titah seorang perempuan dan langsung berdiri dari duduknya
__ADS_1
Sedangkan teman temannya pada melongo melihat Vero yang begitu sangat antusias
Sekian.