
Enjoy~
.
Setelah selesai dengan urusan belanja fashion, mereka berdua tengah mencari tempat duduk yang sekiranya nyaman, saat mencarinya Karina tidak sengaja melihat dua orang yang terlihat familiar.
"Kellan dan Veronica?" gumamnya
"Kenapa Rin?" tanya Aqela
Karina langsung mengalihkan pandangannya menatap Aqela.
"Hah?" ucapnya merasa linglung
"Kamu kenapa? Ayo kita masuk dan cari tempat duduk" ajak Aqela
"La lebih baik kita cari tempat makan di luar, aku ada rekomendasi tempat baru bagaimana?" usul Karina
Sebenarnya dia sudah panas dingin takut Aqela melihat Kellan dan Vero tengah makan bersama.
"Aku sudah sangat lapar Karin, kau pun sama bukan sudah sangat lelah sebaiknya kita istirahat disini sekalian makan mengisi tenaga kita" ucap Aqela
Karina di satu sisi bingung, dia tidak mau sampai Aqela tau bahwa ada Kellan dan Vero disini sedangkan yang di katakan Aqela benar dirinya lelah dan juga lapar. Karina menghela nafas panjang
"Kau benar Rin, sebaiknya kita tidak makan di sini" ucap Aqela menatap keberadaan Kellan dan Veronica yang tengah menikmati makan bersama
Karina mengernyit "Tadi kau ngotot ingin makan disini" setelah mengatakan itu Karina baru tersadar lalu mengikuti arah pandang Aqela
Benar saja Aqela sudah melihat keberadaan Kellan dan Veronica. Buru buru dia menarik tangan Aqela untuk keluar dari tempat makan tersebut.
"Kita cari makan di tempat lain oke?" bujuk Karina
"Hm"
Mereka keluar dari pusat belanja lalu memasuki mobilnya, Karina memutuskan untuk dirinya saja yang menyetir.
"La kau baik baik saja?" tanya Karina ketika melihat raut wajah sahabatnya tidak seceria tadi
"Kenapa kau tidak mengatakannya langsung kepadaku saat melihat mereka?" Aqela
"Aku takut kau akan sakit hati" ucapnya
Aqela mengatupkan bibirnya
"Apa semua pria sama saja Rin?"
"Aku tidak tau, aku belum pernah mencoba semuanya" ucap Karina
Aqela menatap Karina horor sedangkan yang di tatap malah terkekeh.
"Aku rasa Kellan tidak seperti Wiliam" ungkap Karina
Dia takut Kellan mempermainkannya, Aqela tau Kellan dan Veronica sudah berteman cukup lama bahkan sebelum mereka kenal mereka sudah berteman tapi entah kenapa hatinya tidak terima jika Kellan terlalu dekat dengan Veronica.
Bukan tidak mungkin salah satu dari mereka tidak memiliki perasaan, itu sangat mungkin entah itu Kellan atau Veronica atau bahkan ke tiga temannya yang lain.
Sangat kecil kemungkinan berteman dengan lawan jenis tanpa melibatkan perasaan.
"Kau masih memikirkannya?"
"Hm"
"Kalau kau ragu kau tanyakan saja langsung kepadanya" usul Karina
"Aku pernah menanyakan tentang Vero kepadanya"
"Lalu apa tanggapannya?"
"Dia tidak memiliki perasaan apapun kepada wanita itu"
"Pegang saja perkataannya, kalau Kellan berbohong tinggalkan saja dia. Ya walaupun sayang untuk di tinggalkan dia sangat tampan, kaya raya, usahanya dimana mana, dan satu lagi tubuhnya yang atletis" ucap Karina enteng
__ADS_1
"Kau memperhatikan tubuhnya juga?" ucap Aqela melotot menatap sahabatnya
"Pernah. Ingat! Pernah oke itu pun sebelum kau bersamanya" ucap Karina panik
Aqela menghela nafas kasar.
"Jadi kita mau makan di mana?" tanya Karina mengalihkan pembicaraan
"terserah kau" jawab Aqela sedikit kesal terhadap temannya
"oke"
Karina langsung melajukan kendaraannya menuju tempat makan yang tadi dia sebutkan.
.
.
Sementara itu di tempat makan, Kellan dan Veronica telah menyelesaikan makan siangnya yang terbilang telat.
"Terimakasih sudah menemaniku makan siang Kell" ucap Vero lembut
"Kembalikan handphone ku" tanpa menjawab ucapan perempuan yang ada di hadapannya Kellan lebih memilih meminta barang miliknya di kembalikan.
Vero langsung mengembalikan handphone milik Kellan.
"Apa kau masih ada pekerjaan lagi?" tanya Vero
"Tidak"
"Bisa menemaniku belanja sebentar? Aku ingin membeli hadiah untuk keponakanku yang ulang tahun" pinta Vero
"Tidak"
"Please" bujuk Vero
Kellan menghela nafas lelah. "Tidak lama" putusnya lalu langsung berdiri meninggalkan Vero
"Bagaimana Aqela? Sakit bukan melihat orang yang kita cintai bersama perempuan lain? Itu juga yang aku rasakan" batinnya tersenyum smirk
Sebelum Aqela dan Karina keluar dari restauran memang Veronica sempat melihat keduanya, tapi Vero dengan sengaja tidak memberitahukan Kellan.
Tentu saja itu akan merugikan dirinya yang tidak bisa menikmati waktu bersama dengan Kellan. Dia tidak akan menyia nyiakan kesempatan ini.
Beberapa jam sebelumnya ..
Vero berjalan memasuki ruangan Kellan, terlihat Kellan sedang memeriksa beberapa dokumen.
"Kopi untukmu" ucap Vero meletakan kopi tersebut di meja Kellan sedangkan sang empu tidak menghiraukan kedatangannya dia masih saja fokus pada dokumennya.
"Kell ini waktunya makan siang, sebaiknya kau tunda dulu pekerjaanmu" ucap Vero
Tidak ada sautan dari sang empu Vero duduk di kursi depan meja Kellan.
"Kell kau mendengar ku?"
"Hm"
"Ayo makan siang dulu"
"Masih banyak pekerjaan" ucap Kellan tanpa menatap sang lawan bicara
"Aku akan menunggu saja kalau begitu sampai kau mau makan siang" kekeh Vero
Kellan menghiraukan nya dia sungguh ingin cepat cepat menyelesaikan pekerjaannya, dirinya sudah merindukan kekasihnya sejak percakapan kemarin Kellan tidak menghubunginya lagi karena terlalu banyak pekerjaan yang Eliot berikan untuk dirinya tangani. Belum lagi meeting dengan klien yang memakan banyak waktu mau tidak mau Kellan harus menahan rasa rindunya.
Jam berputar semakin cepat tidak terasa waktu makan siang sudah lewat.
Sementara Vero dia merasa jenuh ketika menunggu Kellan menyelesaikan pekerjaannya tapi dia tidak boleh menyerah dirinya harus bisa membujuknya untuk makan siang bersama.
Terdengar suara laptop di tutup Vero langsung mematikan ponselnya dan menegakan badannya lalu menatap pria tampan yang duduk di depannya.
__ADS_1
"Kita makan bersama" ajaknya Vero pantang menyerah
"Kau keras kepala" ketus Kellan
"Ayolah Kell, kita sudah sangat lama tidak suka makan siang bersama terakhir kali kita makan bersama tiga bulan yang lalu. Mau ya?" bujuk Vero dengan menunjukan puppy eyes nya
"Aku sudah menunggumu menyelesaikan pekerjaanmu hanya untuk makan siang bersama, ayolah kau tidak sejahat itu bukan menolak keinginan teman mu ini?" bujuknya lagi ketika Kellan masih bergeming.
"Hm"
Vero sangat senang ketika berhasil mengajak Kellan untuk makan bersamanya Vero berjalan lebih dulu. Saat di rasa Kellan tidak mengikutinya Vero berbalik menatap Kellan yang masih berdiri di tempatnya tengah memainkan ponselnya.
Vero menjadi geram melihat Kellan tengah mengetikkan sesuatu di sana, dia yakin pasti Kellan menghubungi wanita penjual kue itu. Buru buru Vero menghampirinya.
"Kell ayo aku sudah lapar, aku akan menyita handphone mu terlebih dulu sampai kita selesai makan" ucapnya mengambil handphone Kellan
Kellan sendiri sudah mengeraskan rahangnya ketika dengan lancang handphone nya di ambil paksa, kalau tidak ingat dia temannya dan dekat dengan Kakeknya ingin sekali dia menghajar wajah perempuan yang ada di hadapannya ini.
Melihat itu Vero menelan ludahnya kasar, tapi dia berusaha untuk tetap tenang.
"Ayo" ucapnya dengan menunjukan senyum terbaiknya
Kellan membuang nafasnya kasar lalu berjalan lebih dulu meninggalkan Veronica.
.
.
Di parkiran tempat makan
"Aku akan mengantarmu" ucap Aqela
"Tidak perlu, aku akan naik taksi saja sebentar lagi gelap aku takut nanti kau kemalaman di jalan" jawab Karina
"Kau tidak apa apa naik taksi?" ujar Aqela dengan nada khawatir
"Tidak masalah, bukannya tadi aku ke tempatmu juga menggunakan taksi?"
Aqela mengangguk. "Kalau begitu aku duluan" pamit Aqela
"Iya berhati hatilah Nyonya Walker" ucap Karina jahil sementara Aqela dirinya mendelik ketika Karina mengatakan hal tersebut. Karina terkekeh melihat ekspresi Aqela yang di tujukan kepadanya.
"Karina?" panggil seorang pria
Merasa dirinya di panggil Karina menoleh dan melihat pria yang memanggil namanya tersebut.
"Justin"
"Kau sendiri?" tanya Justin
"Iya. Aku baru selesai makan dan sedang munggu taksi" jawab Karina canggung
"Kau tidak membawa kendaraan?"
"Tidak. Tadi aku bersama Aqela"
"Lalu kemana dia?" tanya Justin melihat ke sekeliling
"Dia sudah pulang" ujar Karina
Justin menganggukkan kepalanya.
"Berhubung kau sedang menunggu taksi dan aku sudah selesai dengan urusanku, mau aku antarkan pulang?" tawar Justin
Karina terdiam sejenak. "Boleh kalau tidak merepotkan mu" ucap Karina
"Tidak ada kata merepotkan untuk wanita cantik sepertimu"
Mendengar kata kata buaya yang Justin ucapkan Karina hanya menanggapinya dengan senyuman. Yah Karina tidak perlu terlalu khawatir Justin mengantarkannya, Karina sudah tau Justin dan Karina yakin Justin tidak akan berani macam macam apalagi dia dari keluarga terpandang.
To be continued🍃
__ADS_1