
Saat Aqela akan berbalik badan pintu toko terbuka , Aqela terdiam melihat pelanggan yang baru memasuki tokonya tersebut.
"Hay" sapanya
"Hay" sapa balik Aqela
"Bagaimana kabarmu?" tanya pelanggan tersebut
"Cukup baik" jawab Aqela seadanya
Pelanggan tersebut mengangguk. Lalu berjalan mendekati Aqela.
"Bisa rekomendasikan kue yang paling laris di sini?" pintanya
"Tentu saja" jawab Aqela langsung berjalan ke stan kue, di ikuti oleh pelanggan tersebut.
"Ini kue yang best seller di toko kue kami" Aqela menunjukan kue yang paling laku di tokonya
"Bungkuskan saja itu untuk ku" jawab pelanggan tersebut
Aqela mengangguk lalu mengambil kotak kue sebagai wadah nya. setelah memasukkannya Aqela menyerahkannya kepada pelanggan tersebut yang tidak lain teman semasa kuliahnya dulu yaitu Areksa Chandrawinata.
"Kau bisa membayarnya di kasir" ucap Aqela memberikan kue tersebut
Setelah Reksa menerima kue tersebut Aqela berbalik berniat untuk kembali ke ruangannya.
"Tunggu!" cegah Reksa memegang tangan Aqela
Aqela berbalik lalu menatap tangannya yang di pegang oleh Reksa.
"Bisa kita bicara sebentar?" pinta Reksa
Aqela terdiam sejenak lalu mengangguk. Membuat Areksa tersenyum ceria. Aqela membawa Reksa untuk duduk di pojok
"Ada hal apa yang ingin kau bicarakan?" tanya Aqela setelah mereka duduk
"Apa kau sibuk?" Areksa
"Sedikit" jawab Aqela
Areksa menatap lamat Aqela, sedangkan Aqela merasa sedikit risih di tatap seperti itu oleh Areksa.
"Aku merindukanmu" ucap Areksa memegang tangan Aqela yang berada di atas meja.
Aqela terdiam ketika Areksa mengatakan hal tersebut. Lalu melepaskan tangan Areksa yang memegang tangannya.
"Apa kau membenciku setelah aku menyatakan perasaanku pada mu?" tanya Areksa
"Aku tidak pernah membenci mu" jawab Aqela
"Lalu kenapa kau seperti menghindari ku?" Areksa menatap Aqela sendu
"Aku tidak pernah menghindari mu, waktu itu aku hanya ingin fokus untuk skripsiku saja" Aqela
"Jadi kau tidak membenciku?" Areksa tersenyum
"Tentu saja tidak" ucap Aqela membuat Areksa mendapatkan angin segar.
__ADS_1
Waktu masa kuliah dulu Areksa menaruh rasa kepada Aqela. Areksa jatuh cinta kepada Aqela saat mereka memasuki kuliah semester pertama dan Areksa baru berani menyatakannya di saat mereka sedang sibuk sibuk nya membuat skripsi.
Dan perasaan Areksa harus kandas ketika Aqela menolak cintanya. Dia tidak mencintai Areksa, Aqela sudah menganggap Areksa sebagai temannya tidak lebih.
"Jadi apa kita masih bisa berteman?" tanya Areksa
"Tentu saja kita masih berteman. Kau teman ku Areksa" jawab Aqela tersenyum menatap Areksa
"Terimakasih" jawab Areksa.
Jujur saja Areksa masih mencintai Aqela sampai detik ini, dan dia hanya di anggap sebagai teman oleh Aqela merasa miris hatinya menerima kenyataan ini.
"Kau sudah lama bekerja di sini?" Areksa
"Aku bekerja di sini saat toko kue ini mulai dibuka" ucap Aqela tersenyum.
Areksa terdiam sesaat mencerna ucapan Aqela
"Kau pemilik toko kue ini?" tanya Areksa sedikit terkejut
"Kau benar" Aqela
"Aku baru tau kau pemiliknya. Sejak kapan?"
"Lulus kuliah aku langsung membuka toko kue ini" Aqela
Areksa mengangguk lalu melihat jam yang melingkar di tangannya.
"Sepertinya aku harus segera kembali" ungkap Areksa
Aqela tidak menjawab
"Oh iya apa boleh aku meminta no handphone mu. TEMAN?" Areksa menekankan kata teman di akhir kalimatnya
"Berikan ponselmu?" pinta Aqela
Areksa memberikan handphonenya lalu Aqela memasukkan no handphone nya di handphone Areksa.
"Terimakasih" ucap Areksa setelah Aqela mengembalikan handphone nya
Aqela mengangguk.
"Kalau begitu aku akan mengubungi mu lagi nanti. Sampai jumpa" pamit Areksa lalu berjalan menuju kasir untuk membayar kue yang sudah di kemas oleh Aqela
Aqela melihat Areksa yang berjalan menuju kasir. Setelah selesai dengan pembayarannya Areksa melambaikan tangan kepada Aqela sebelum membuka pintu toko dan Aqela membalas lambaian tangan Areksa.
"Nona bukannya dia pria yang waktu itu pernah datang ke sini?" tanya Risty ketika Aqela akan menaiki tangga
"Iya dia teman ku semasa kuliah dulu"
"Oh begitu" jawab Risty
"Hm. Aku keatas dulu"
Aqela langsung menuju ke ruangannya untuk membereskan bekas makan siang tadi bersama Kellan.
...
Karina dan asistennya sedang berjalan di lorong untuk berganti pakaian karena proses syutingnya hari ini sudah selesai.
__ADS_1
"Rin apa kau ada masalah dengan kekasihmu?" tanya Ochi asisten Karina
"Memangnya kenapa?" tanya Karina ketika membuka pintu ruangan khusus untuknya
"Dia sempat menanyakan kabar mu kepadaku, kau tidak pernah menjawab teleponnya" ungkap Ochi
"Lain kali kalau dia menghubungimu lagi abaikan saja" ucap Karina langsung ke kamar ganti
Ochi melihat Karina langsung memasuki kamar ganti tidak melanjutkan obrolannya lagi.
Beberapa menit berganti pakaian Karina sudah siap dengan pakaian simple nya hanya mengenakan kemeja di padukan dengan rok hitam di bawah lutut lalu sandal flat shoes yang senada dengan kemejanya.
"Apa kau akan langsung pulang?" tanya Ochi ketika melihat Karina sudah keluar dari kamar ganti
"Sepertinya aku akan langsung pulang" Karina
"Ya sudah kalau ada apa apa cepat kabari aku" Ochi
"Tentu saja"
Karina langsung pergi meninggalkan ruangannya lalu berjalan menuju parkiran. Sesampainya di parkiran Karina langsung memasuki mobilnya dan menjalankannya meninggalkan lokasi syuting.
...
Aqela berjalan menuju dapur lalu memakai alat tempurnya untuk membuat kue. Melihat ke datangan Aqela, Mita, Desi dan Sinta menyapanya. Dan Aqela menyapa balik mereka.
Aqela akan mulai membuat pesanan kue ulang tahun yang akan di ambil besok karena waktu sudah menunjukan pukul 17.00 Aqela tidak mau pulang terlalu malam.
"Nona terimakasih untuk makan siang nya" ucap Desi memecah keheningan
Aqela menatap Desi sejenak dan tersenyum lalu melanjutkan kembali membuat adonan kuenya.
"Sama sama, itu dari Tuan Kellan" jawab Aqela
"Iya tadi Risty juga sempat mengatakan itu makanan dari Tuan Kellan" jawab Sinta
Aqela mengangguk.
"Apa Nona akan membuat pesanan kue ulang tahun?" tanya Mita pasalnya Aqela sedang menyiapkan bahan bahan cream dan alat kue lainnya khusus kue ulang tahun
"Iya. Sepertinya malam ini aku akan pulang larut malam kalian kalau sudah jadwalnya untuk pulang, pulang saja" ucap Aqela tanpa melihat Mita
"Apa tidak apa apa Nona?" tanya Sinta
"Tidak apa apa, aku juga sudah terbiasa dan lagi pula daerah sini tempatnya ramai" jawab Aqela
"Baiklah Nona" jawab mereka lalu melanjutkan kembali membuat kue dengan fokus mereka masing masing.
Tidak terasa waktu cepat berlalu.
"Nona kami akan siap siap dulu untuk pulang" ucap Desi
Gerakan Aqela saat akan mengambil kue dalam oven terhenti lalu Aqela melihat jam di pergelangan tangannya dan benar saja ini sudah waktunya mereka untuk pulang.
"Iya" jawab Aqela melanjutkan kembali kegiatannya
Sedangkan karyawan yang lainnya langsung bersiap siap untuk pulang. Begitu pula Risty yang ada di depan dia sudah membereskan bagian depan.
__ADS_1
#bersambung
Mohon dukungan kalian ya guys tinggalkan jejak kalian. Like dan komen, karena dukungan kalian membuatku bersemangat untuk update terus setiap harinya 🤍