Aqela Untuk Kellan

Aqela Untuk Kellan
82


__ADS_3

Enjoy~


.


Sesampainya di basement apartemen Karina, Kellan turun dari dalam mobil dengan langkah lebar lalu memasuki lift.


Sebelumnya Kellan menghubungi Wiliam terlebih dulu untuk menanyakan lantai berapa tempat tinggal Karina.


Tentu saja Wiliam tidak langsung memberitahunya dia sempat bertanya dulu tentang tujuannya menanyakan apartemen Karina.


Setelah Kellan mengatakannya Wiliam pun memberitahukannya.


Ting!


Dengan langkah lebar dan raut wajah dingin Kellan berjalan menuju kamar apartemen yang di tuju.


Tidak lama Kellan menekan bel, pintu terbuka. Karina yang melihat Kellan berada di depan apartemennya tentu saja terkejut.


"Di mana Aqela?"


Karina menelan salivanya kasar entah kenapa saat melihat wajah Kellan yang dingin nan datar namun tampan membuatnya sulit untuk membuka mulut sampai akhirnya ada suara yang memanggil namanya.


"Siapa Rin?" tanya Aqela dari dalam lalu berjalan pelan menghampiri sahabatnya.


Mendengar suara yang sangat di kenalnya, Kellan langsung menerobos masuk ke dalam apartemen Karina. Sementara Karina dia rasanya ingin mengumpat saja namun dia urungkan ketika melihat kembali raut wajah pria tadi yang tidak bersahabat.


Hey sejak kapan Karina melihat raut wajah Kellan yang bersahabat?


"Ternyata benar kau di sini" ucap Kellan tersenyum smirk


Aqela menelan salivanya kasar entah kenapa dirinya merasa takut saat melihat Kellan tersenyum seperti itu.


"A_ada apa kau kemari?" tanyanya gugup


"Kau tidak merasa bersalah honey?" ujarnya lagi sambil melangkah mendekati Aqela, sementara Aqela terus mundur ketika Kellan berjalan melangkah mendekatinya.


"M_memang apa salahku? Aku tidak merasa memiliki salah kepadamu" ucapnya dengan terus mundur


"Kau yakin tidak melakukan kesalahan apapun?" Kellan terus maju mendekati Aqela yang terus mundur


"Aku yakin. Justru yang harus bertanya seperti itu aku bukan kau!" ucap Aqela dengan nada sedikit meninggi


Bruk!


Punggungnya terbentur tembok. Kellan melingkarkan tangannya pada pinggang Aqela lalu mendekapnya menjadi lebih dekat.


"Kenapa kau tidak menjawab panggilanku?" bisiknya di telinga Aqela


Bulu kuduk Aqela di buat meremang ketika bibir lembab menyentuh kulitnya. Aqela berusaha melepaskan tangan Kellan yang melingkar di pinggangnya tapi bukannya terlepas Kellan malah semakin mengeratkan nya.

__ADS_1


"Kenapa kau menghubungi ku? Bukannya kau sedang asik berkencan dengan Veronica?!" ungkap Aqela dengan nafas memburu


Kellan terdiam sejenak. "Benar dugaanku" batinnya


Melihat keterdiaman Kellan, Aqela semakin di buat emosi dia kembali memberontak.


"Lepaskan aku!" pungkasnya sambil mendorong dada bidang kekasihnya.


Sementara Karina dia tengah bersandar di dinding bersedekap dada menikmati pertengkaran Kellan dan sahabatnya.


Menurutnya Ini pertengkaran yang manis sayang sekali kalau di lewatkan. Ah membuat Karina iri saja.


"Kau cemburu honey?" bukannya merasa bersalah Kellan malah menggodanya


"Lepaskan aku Kellan!" pekik Aqela


"Kita pulang" Kellan melepaskan rangkulannya lalu menarik lembut tangan Aqela


"Aku tidak akan pulang, aku akan menginap di sini!" ucap Aqela berusaha mempertahankan dirinya


Kellan menatap Karina tajam, sedangkan Karina langsung berdiri tegak lalu berkata "A_ah sepertinya tadi aku bekerja terlalu bersemangat sampai membuatku lelah dan mengantuk" ucap Karina berjalan pelan tanpa melirik mereka berdua sambil menutup mulutnya karena menguap


"Sepertinya tuan rumah tidak menerimamu honey?" ucap Kellan tersenyum smirk


Aqela tidak percaya Karina mengkhianatinya. Saat Karina akan memasuki kamar dia mengatupkan kedua tangannya meminta maaf dengan raut wajah penuh penyesalan


"Ayo kita pulang" ajaknya lagi


"Aku bisa pulang sendiri" Aqela menghempaskan tangan Kellan yang mencekal tangannya, lalu dia berjalan dengan cepat mengambil tasnya dan keluar dari apartemen Karina.


Melihat itu Kellan bukannya marah malah tersenyum, dia langsung menyusul Aqela. Setelah kedua orang itu pergi Karina keluar lagi dari dalam kamarnya.


"Syukurlah mereka sudah pergi. Maafkan aku sahabatku aku tidak berdaya ketika dia menatapku tajam seperti itu oleh kekasihmu, tatapannya bagaikan laser yang dapat melubangi kepalaku. Aku mendoakan mu semoga kau baik baik saja" ucapnya sendu yang di buat buat.


.


.


Setelah sampai di basement Aqela berjalan cepat menuju mobilnya.


Brak!!


"Kellan!" Aqela emosi ketika pintu mobilnya di tutup kembali oleh Kellan.


"Naik mobilku" titah Kellan


"Aku tidak mau, aku punya mobil sendiri kenapa harus masuk ke mobilmu" ujarnya tanpa melihat wajah Kellan


"Aqela masuk ke mobilku" titah Kellan tertahan dengan suara beratnya

__ADS_1


"Tidak_"


Belum selesai Aqela mengucapkan kalimatnya Kellan langsung menggendongnya dengan paksa lalu memasukan Aqela ke dalam mobilnya dengan hati hati.


"Menghadapi wanita yang sedang cemburu ternyata semerepotkan ini" gumamnya setelah memasukan Aqela ke dalam mobilnya.


"Pakai seatbelt mu"


Aqela langsung menurut, setelah itu Kellan langsung menjalankan mobilnya. Selama perjalanan Aqela hanya diam tanpa menoleh ke arah Kellan.


"Maafkan aku" ucap Kellan setelah menepi sebentar


Aqela menoleh menatap wajah tampan kekasihnya. "Untuk yang mana?" tanyanya


"Semuanya"


"Jadi kau mengakui telah makan bersama dengan temanmu?" tanya Aqela sinis


"Kau salah paham honey"


"Jelaskan agar aku tidak salah paham, dan jangan kau berbohong saat menjelaskannya" tuntutnya


Kellan menggenggam tangan Aqela lalu menatapnya dan mulai menjelaskan semuanya Kellan tidak mau masalah ini berlarut larut hanya karena sebuah kesalahpahaman.


"Kemarin Veronica datang ke kantor ku untuk mengajakku makan siang bersama, aku sudah menolaknya tapi dia keras kepala menungguku sampai aku menyelesaikan pekerjaanku dia terus membujukku dan merengek karena aku tidak tahan mendengarnya merengek membuat kupingku sakit akhirnya aku mengiyakan nya lalu saat aku mau memberimu kabar handphoneku di ambil oleh nya dan detik itu juga rasanya aku ingin memotong kedua tangannya" Kellan mencoba menjelaskan


Berbicara panjang lebar membuat tenggorokannya kering dan haus, Kellan pikir ini kalimat terpanjang yang pernah di ucapkan seumur hidupnya.


Mendengar cerita Kellan, Aqela menjadi geram terhadap Veronica. Dan Aqela percaya apa yang di ucapkan olehnya karena Aqela tidak menemukan kebohongan di matanya saat Kellan mencoba menjelaskannya.


"Apa aku boleh egois? Aku tidak suka kau berdekatan dengannya, aku memiliki firasat buruk tentangnya" pungkasnya menatap Kellan


"Dari dulu aku tidak dekat dengannya hanya saja dia selalu mendekatiku, itu yang aku rasakan"


"Aku percaya kepadamu Kell, tapi aku tidak percaya kepadanya"


"Aku mengerti. Jadi kau sudah tidak marah kepadaku?"


"Aku tidak marah kepadamu" jawab Aqela memalingkan wajahnya


"Iya kau tidak marah tapi kau cemburu" ucap Kellan tersenyum membuat Aqela langsung menoleh dan menatapnya


"Kau menyebalkan!" gerutu Aqela mencoba melepaskan tangan Kellan yang menggenggam tangannya. Namun tidak semudah itu Aqela melepaskannya


"Dengarkan aku honey, perempuan yang aku cintai itu hanya kau dan perempuan yang aku inginkan pula hanya kau bukan Veronica atau perempuan lain" ucapnya lalu mengecup kedua tangan Aqela


Perempuan mana yang tidak luluh di perlakukan seperti itu oleh kekasihnya. Begitupun dengan Aqela, dia tidak tau harus bagaimana untuk mengekspresikannya bahwa betapa bahagia dirinya mendapat ungkapan cinta yang tulus dari seorang Kellan pria dingin yang di kagumi oleh para kaum hawa di kota ini.


To Be Continued🍃

__ADS_1


__ADS_2