Aqela Untuk Kellan

Aqela Untuk Kellan
78


__ADS_3

Happy Reading~


.


Selesai sarapan Aiden dan Aqela pamit kepada sang Ayah. Mereka berjalan beriringan menuju tempat parkir dimana mobil mereka ada di sana.


"Ka? Ayah kenapa?" tanya Aqela


"Kau bertanya kepadaku lalu aku harus bertanya kepada siapa?" jawab Aiden


"Ish aku serius Ka, tidak seperti biasanya ayah seperti itu" ucap sang Adik


Aiden terdiam, memang benar apa yang di katakan Aqela tidak seperti biasanya Ayahnya menegur mereka seperti tadi biasanya Ayahnya pun selalu ikut menjahili sang Adik atau ikut tertawa kecil setelah perdebatan kita karena Aqela yang selalu cemberut ujung ujungnya.


"Ka?" panggil Aqela menggoyangkan tangan Aiden


"Apa?"


"Ayah kenapa?" tanyanya lagi


"Nanti Kakak bicara dengan Ayah" finalnya


"Kellan sudah mengantar mobilmu?"


Aqela mengangguk. Sesampainya di tempat parkir mereka memasuki mobil masing masing dan Aiden menjalankan mobilnya lebih dulu di susul dengan Aqela di belakangnya.


Sesampainya di depan toko, Aqela memarkirkan mobilnya lalu memasuki toko yang sudah ada Risty stand by di depan meja kasir.


"Selamat pagi Nona" sapanya


"Pagi Ris" Aqela


"Oh iya Nona, teman saya ada yang berminat bekerja disini"


"Kalau begitu besok kau suruh dia datang ke sini"


"Baik Nona"


Setelah percakapan tersebut Aqela bergegas menuju ruang kerjanya.


.


.


Seorang pria dengan wajah datar namun tampan tengah melakukan sarapan bersama sang Kakek. Tidak hanya berdua ada satu orang pria lagi yang ikut sarapan bersama mereka.


"Kell kau sudah official dengan Aqela?" tanya sang Kakek


Kellan menghentikan gerakan tangannya yang akan meminum kopi. Sesaat kemudian Kellan meneguk sedikit kopinya


"Hm"


"Kakek sangat senang mendengarnya Kell, kapan kapan ajak lagi dia kemari" titah Kakek Amar


"Hm"


Sang Kakek tersenyum puas, jangan tanya Kakek Amar tau dari siapa, jelas Eliot yang memberitahukan semuanya. Kellan sendiri pun tidak masalah tentang hal itu.


Sementara pria yang satunya lagi dia hanya menyimak saja tanpa ikut menimbrung obrolan Kakek dan cucu itu.


"Oh iya Wil, bagaimana perusahaan papamu yang berada di london?"

__ADS_1


Wiliam mendongak menatap sang empu yang bertanya. "Semua terkendali dengan aman Kek" jawabnya ramah


"Syukurlah, lalu bagaimana perusahaan mu yang disini?" tanya lagi


"Berjalan dengan baik Kek"


Kakek Amar mengangguk lalu menyudahi sarapannya dan pergi lebih dulu meninggalkan kedua pria tampan yang masih ada di meja makan.


"Kell" panggil Wiliam


"Tidak di sini" ucap Kellan lalu beranjak dari sana menuju taman belakang


Wiliam mengikuti langkah Kellan yang mengajaknya untuk bicara di taman belakang mansion.


Wiliam sengaja pagi pagi datang ke mansion Kellan hanya untuk meminta maaf atas sikapnya yang kasar waktu tempo hari. Dia benar benar sungguh menyesal.


"Kell aku mau minta maaf tentang kejadian waktu di pantai" ucap Wiliam setelah mereka berada di taman belakang


Kellan menatap Wiliam datar


"Aku tidak mau kau mengulanginya lagi, kalau sampai itu terjadi aku akan membuatmu menyesal seumur hidup. Aku tidak perduli walaupun kau sebagai temanku" ucap Kellan menatap Wiliam tajam


Wiliam menelan salivanya kasar


"Aku mengerti, setelah ini aku akan menemui Aqela dan meminta maaf kepadanya" ucapnya


Kellan tidak menjawab dia hanya menatap Wiliam dengan tatapan rumit. Setelah itu dia menghela nafas panjang


"Sebaiknya kita berangkat kerja" ucap Kellan lalu berjalan lebih dulu meninggalkan Wiliam


Wiliam merasa sedikit lega ketika Kellan telah memaafkannya, tinggal dia memikirkan caranya untuk meminta maaf kepada Aqela.


.


.


"Selamat siang Nona Karina" sapa Risty ramah


"Siang. Apa Aqela ada di atas?"


"Nona Aqela ada di dapur Nona, saya akan panggilkan dulu"


"Tolong ya Risty" ucapnya ramah


"Iya Nona"


Risty langsung berjalan menuju dapur dengan langkah lebar untuk menemui Aqela.


"Nona?" panggil Risty


"Ada apa?"


"Ada Nona Karina menunggu anda" ucapnya


Aqela mengangguk lalu melepaskan apron dan cup hairnet nya lalu berjalan menuju depan.


"Kau sudah di sini?" tanya Aqela ketika sudah ada di hadapan Karina


"Bukannya aku sudah mengatakan aku akan menjemputmu siang?"


"Aku kira ini masih pagi" ucap Aqela

__ADS_1


"Kau terlalu asik membuat kue sampai lupa waktu" pungkas Karina


"Sebaiknya kita ke atas dulu, banyak orang yang terus menatapmu" ucap Aqela berjalan lebih dulu menaiki anak tangga


Karina berbalik badan melihat orang orang yang ada di toko kue Aqela, benar saja mereka tengah menatapnya lalu ada yang memotretnya ada juga yang mem video kannya Karina hanya tersenyum menyapa mereka.


Setelah itu Karina menyusul Aqela menuju ruangannya.


"Apa kau mengendarai mobil sendiri?" tanya Aqela ketika Karina sudah memasuki ruangannya


"Tidak, aku menggunakan taksi kemari"


"Yasudah ayo" ajak Aqela ketika dirinya sudah siap


Mereka menuruni anak tangga, tidak lupa Aqela memberitahukan dirinya untuk pulang lebih dulu dan Risty tidak masalah untuk itu toh Aqela bos nya jadi dia bebas mau pulang kapan saja.


Selama perjalanan mata Aqela terus melirik kaca spion terdapat mobil hitam yang selalu mengikutinya. Dia yakin mereka itu adalah bodyguard yang di suruh oleh Kellan untuk menjaganya.


Aqela menghela nafas pelan.


Cukup menguras waktu untuk sampai ke tempat tujuan, tapi mereka tidak mengeluhkan itu dengan mengobrol waktu menjadi tidak terasa mereka sudah sampai di tempat tujuan.


"Aku akan menguras isi dompetmu" ucap Aqela tertawa jahat


"Ya kau bebas membeli apa saja sebagai tanda maafku" ucap Karina pasrah


Mereka berdua turun dari mobil lalu berjalan memasuki pusat pembelanjaan.


Aqela sempatkan matanya melirik ke belakang, ternyata mereka mengikutinya hanya saja jaraknya sedikit jauh dengannya.


"Sudahlah yang penting mereka tidak mengganggu ku" batinnya


Seakan aji mumpung Aqela membeli beberapa baju, tas, sepatu dan juga alat kecantikannya yang sudah hampir habis.


"La aku lelah, kita istirahat dulu sebentar" keluh Karina


"Setelah ini kita istirahat dan cari makan" ucapnya


Kaki Karina sungguh sudah lelah dia memasuki satu toko ke toko yang lain merasa tidak ada yang cocok mencari ke toko lainnya dan begitu seterusnya sampai Karina merasa kelelahan.


Sedangkan Aqela dia masih begitu bersemangat, siapa juga yang tidak bersemangat ketika barang belanjaannya semua ada yang nanggung tanpa mengeluarkan uang sepeserpun.


"Rin?"


"Hm?"


"Bayar?" ucap Aqela tersenyum dengan mengerjapkan kedua matanya


Karina memutar bola matanya malas, lalu dia menyerahkan kartu debitnya untuk membayar barang yang Aqela beli.


"Terimakasih sahabatku yang paling cantik" ucap Aqela setelah mereka keluar dari toko kecantikan


"Kau membuatku bangkrut Aqela" gerutu Karina


Aqela terkekeh melihat Karina cemberut.


"Baiklah, sekarang aku yang akan mentraktir mu membeli makan. Bagaimana?" ucap Aqela menaik turunkan kedua alisnya


"Hm" jawab Karina yang sudah lemas. Bagaimana tidak lemas uangnya terkuras cukup banyak, tapi itu tidak apa apa demi menebus rasa bersalahnya pikir Karina.


To be continued🍃

__ADS_1


__ADS_2