
"Pantas saja, dia tidak tau diri seperti mu" Wiliam menatap tajam Aqela
Bugh!
"Wil" teriak Veronica panik
Semua yang berada di meja Aqela langsung berdiri, begitupun orang orang yang tengah menikmati sarapannya. Mereka memusatkan perhatiannya ke arah meja Aqela.
Wajah Wiliam tertoreh lalu mengusap sudut bibirnya yang mengeluarkan bercak darah.
Bugh!
Wiliam membalas pukulan Aiden
"Kakak!" Aqela panik ketika melihat Aiden terkena pukulan Wiliam lalu menghampirinya.
Sedangkan Kellan, Justin dan Sam langsung melerai mereka.
"Ka? Kakak tidak apa apa?" tanya Aqela panik ketika melihat sudut bibirnya berdarah
"Aku tidak apa apa" Aiden melepaskan pegangan tangan Justin yang menahannya untuk tidak membalas pukulan Wiliam begitupun dengan Wiliam yang di tahan oleh Kellan dan Sam.
"Pantas saja Karina memutuskan mu, lihat saja perilaku mu yang begitu kasar. Aku heran kenapa Karina tahan memiliki kekasih yang temperamental seperti mu?" ucap Aiden mengejek Wiliam yang di tahan oleh Kellan dan satu temannya lagi
Karina melipat bibirnya ke dalam ketika mendengar perkataan Aiden.
"Sialan kau!" Wiliam kembali ingin menyerang Aiden tapi sayang dia tidak bisa melakukan itu karena Kellan dan Sam menahannya.
"Wil tenangkan dirimu. Tidak seharusnya kau terpancing oleh pria sepertinya" ucap Vero menenangkan Wiliam
Wiliam menarik nafasnya lalu memejamkan matanya sejenak. Kellan dan Sam melepaskan Wiliam ketika dirinya sudah mulai tenang
Karina menatap malas Veronica setelah mengatakan hal tersebut kepada Wiliam apa lagi Wiliam sampai menurut kepadanya. Berbeda dengan Aqela yang sudah naik pitan ketika Vero berbicara mengenai Kakak nya.
"Maksud mu Kakak ku seperti apa?" protes Aqela berjalan mendekati Vero
Veronica mengalihkan pandangannya lalu menatap Aqela yang terlihat marah kepadanya.
"Kakak mu yang tidak tau diri mendekati pacar oranglain"
Plak!
"Vero!"
"Aqela!"
Aqela menatap tajam Vero menghiraukan orang orang yang tengah menatap nya.
Wajah Vero tertoreh dengan memegang pipinya yang telah di tampar oleh Aqela
"Sialan! Perempuan jala** ini berani menampar pipiku" dumel Vero dalam batin
"Kau tidak lupa bukan? Karina sendiri yang sudah memutuskan pria brengsek itu di hadapanmu dan juga teman temanmu" tunjuk Aqela ke arah Wiliam dengan tatapan marah menatap Vero
"Apa maksud mu mengatai ku brengsek?" protes Wiliam melotot ke arah Aqela
"Setelah kau meninggalkan sahabatku berkali kali hanya untuk perempuan licik seperti Veronica, kata apa lagi yang pantas untukmu?" Aqela mengalihkan pandangan menatap Wiliam tajam
Wiliam mengepalkan tangannya lalu hendak melayangkan tamparan kepada Aqela dan Vero tersenyum menyeringai ketika Wiliam hendak melayangkan tamparan kepada Aqela tapi sayang senyum Vero hanya sepersekian detik lalu mendatarkan kembali wajahnya ketika suara orang yang dirinya sangat kenal mengancam Wiliam.
"Jika kau berani menyentuhnya aku akan membuat perusahaanmu bangkrut detik ini juga!" ancam Kellan menghentikan gerakan tangan Wiliam yang ingin menampar kekasihnya.
Semua orang menelan salivanya kasar begitupun dengan Wiliam. Mereka terkejut mendengar ancaman Kellan terhadap temannya.
__ADS_1
Kellan berjalan menghampiri Aqela lalu memeluk Aqela dan mencium puncak kepalanya.
"Kau berani menghancurkan perusahaan ku hanya karena membela perempuan ini?" Wiliam terkekeh
Justin, Sam dan yang lainnya terdiam mendengar ucapan Wiliam serta dibuat terkejut kembali oleh aksinya yang memperlakukan Aqela begitu manis. Sedangkan Veronica sudah sangat marah melihat Kellan memeluk dan mencium Aqela di depannya langsung.
Mendengar ucapan Wiliam, Kellan berbalik menatapnya tajam.
"Itu bukan hanya sekedar ancaman"
"Wah .. Wah .. Wah. Aku tidak menyangka seorang Kellan ketika jatuh cinta akan menjadi bodoh seperti ini hanya karena seorang wanita" ujar Wiliam menatap Kellan tersenyum mengejek
"Wil!" Justin dan Sam memperingati Wiliam
"Kalian ingin membela perempuan ini juga?" Wiliam menatap tidak percaya kepada teman temannya.
"Aku tidak menyangka perempuan yang terlihat lugu sepertimu dapat mengambil hati teman temanku apa lagi Kellan" ungkap Wiliam menatap Aqela
"Wil jaga batasanmu" Justin memperingati temannya.
Wiliam menghiraukan peringatan Justin.
"Oh apa kau menggoda mereka dengan memberikan kue kepadanya? Atau jangan jangan dengan tubuhmu?" Wiliam menyeringai menatap Aqela
"Wiliam!" tegur Justin dan Sam begitupun Karina
Bugh!
Bugh!
Belum sempat Aiden melayangkan pukulan kepada William karena sudah merendahkan Adiknya tapi Kellan lebih dulu memukulinya.
"Kellan! Hentikan, dia temanmu!" teriak Veronica berusaha menghentikan Kellan yang memukuli temannya.
"Kalian tidak mau membantu?!" tanya Vero kepada Justin dan Sam yang bengong melihat temannya memukuli Wiliam.
"Kell sudah cukup" Aqela menghentikan Kellan memukuli temannya. Kellan menurut berhenti memukuli Wiliam
"Walau pun kau temanku tapi aku tidak segan segan untuk membuktikan ucapanku!" Kellan menatap tajam Wiliam yang berada di bawahnya yang terlihat sudah babak belur karena di pukuli oleh nya. Kellan melepaskannya cengkraman di bajunya lalu berdiri kembali.
Sam dan Justin membantu Wiliam untuk berdiri.
"Kita bawa saja kerumah sakit" titah Vero yang terlihat panik
Justin dan Sam membawa Wiliam keluar dari restauran dengan memapahnya di ikuti oleh Veronica.
Karina, Aiden, Aqela dan Kellan menatap datar kepergian Wiliam yang di papah oleh teman temannya.
Sedangkan para pelayan, pengunjung dan juga security kembali ke posisinya masing masing ketika melihat Kellan menatapnya tajam.
Security tidak berani melerai ketika melihat siapa yang sudah membuat keributan. Yang ada nanti dirinya yang kena imbasnya mending cari aman pikir mereka.
"Aku akan pergi sekarang" Aiden memecah keheningan
"Aku ikut ka" Karina
Aiden mengangguk.
"Kau sudah berkemas?"
"Sudah"
"Kita ambil barang kita" ajak Aiden kepada Karina
__ADS_1
"Kalian hati hati"
Karina dan Aiden mengalihkan pandangannya menatap Aqela
"Kau juga. Aku titip Adikku" pesan Aiden di akhir kalimatnya kepada Kellan
Kellan mengangguk. Aiden dan Karina pulang lebih dulu meninggalkan Aqela dan Kellan yang masih ada di sana.
"Apa kau masih ingin di sini?" tanya Kellan
Aqela menghadap Kellan lalu melihat tangan Kellan yang terlihat memerah.
"Sakit?" tanya Aqela memegang tangan Kellan yang merah karena memukul Wiliam
"Tidak"
"Ikut aku"
Aqela menarik tangan Kellan lalu berjalan keluar meninggalkan restauran.
"Di mana kotak P3K?" tanya Aqela ketika sudah berada di vila Kellan
"Laci kamar"
Aqela langsung mengambilnya.
"Berikan tanganmu" titah Aqela dan Kellan menurut langsung menjulurkan tangannya
Aqela mengobati tangan Kellan dengan sangat hati hati takut Kellan merasakan sakit. Sedangkan Kellan memperhatikan raut wajah Aqela yang meringis ketika mengobati tangannya, dia merasakan hatinya menghangat ketika Aqela mengkhawatirkan keadaannya.
"Selesai"
Aqela menyimpan kotak P3K tersebut di atas meja. Pergerakan Aqela tidak luput dari tatapan Kellan.
"Terimakasih"
"Untuk?"
"Ini" Kellan menunjukan tangannya yang sudah di obati oleh Aqela
"Justru aku yang seharusnya berterimakasih kepadamu Kell. Dan maaf untuk kekacauan tadi" ungkap Aqela menunduk
Kellan mengangkat dagu Aqela.
"Jangan menundukkan wajahmu jika kau sedang berbicara kepadaku" titah Kellan
"Soal Wiliam jangan kau pikirkan dia. Sebagai seorang kekasih pasti akan melindungi kekasihnya sendiri bukan? Aku tidak akan membiarkan mereka menyakitimu" lanjut Kellan menangkup wajah Aqela
Grep
"Terimakasih Kell" Aqela memeluk Kellan
Kellan tersenyum ketika Aqela memeluknya dengan senang hati Kellan membalas pelukannya.
"Bagaimana kalau hubungan pertemanan kalian jadi renggang karena kejadian ini?" tanya Aqela setelah melepaskan pelukannya
"Aku bilang jangan kau memikirkan nya. Itu akan menjadi urusanku. Dan ingat! jangan kau pernah memikirkan pria lain saat sedang bersama ku, aku tidak menyukainya" pungkas Kellan
Aqela tersenyum
Cup
"Maafkan Aku" ucap Aqela setelah mencium pipi Kellan
__ADS_1
Kellan tersenyum membawa Aqela ke dalam pelukannya kembali lalu mencium puncak kepalanya.
#bersambung