
Setelah Eliot membagikan kue ke karyawannya, Eliot kembali ke ruangannya lalu menghubungi kembali karyawan Aqela.
Tuuuut ..
"Ya dengan Sweet Bakery di sini ada yang bisa kami bantu?" Risty mengangkat panggilan tersebut
"Saya Eliot yang kau hubungi tadi" Eliot
"Maafkan saya Tuan, jadi bagaimana Nona Aqela Tuan apa masih berada di sana?" Tanya Risty dari sebrang telepon
"Tidak perlu khawatir. Nona Aqela bersama Tuan Kellan" jawab Eliot
"Syukurlah. Terimakasih Tuan Eliot, maaf mengganggu waktu anda" Risty
Tanpa menjawab lagi Eliot langsung mematikan sambungan telepon tersebut.
...
Waktu sudah semakin sore, Kellan melihat jam yang melingkar di pergelangan tangannya waktu sudah menunjukan pukul 17.45 tapi sejak tadi Kellan tidak mendengar suara dari Aqela yang berada dalam kamar pribadinya.
Merasa khawatir takut Aqela kenapa kenapa Kellan bangkit dari tempat duduknya dan memeriksa keadaannya.
Kellan melihat Aqela yang masih tertidur nyenyak seperti bayi. Kellan mendekatinya lalu memeriksa suhu tubuhnya dengan menempelkan punggung tangannya di kening Aqela.
"Panasnya turun tidak seperti tadi siang" gumam Kellan bernafas lega
Karena waktu sudah semakin sore tidak mungkin Aqela di biarkan untuk tidur di sini semalaman. Kellan tidak tega untuk membangunkan Aqela yang terlihat nyenyak dalam tidurnya.
Akhirnya Kellan membawa Aqela dalam keadaan tidur dan menggendong Aqela ala bridal style lalu membawanya keluar dari ruangannya.
Eliot melihat Kellan keluar dari ruang kerjanya dengan menggendong Aqela, Eliot langsung menghampirinya.
"Tuan apa anda akan pulang sekarang?" tanya Eliot lalu melirik Aqela dalam gendongan Kellan yang sedang tertidur
"Hm. Kau antarkan mobil Aqela nanti" perintah Kellan
"Baik Tuan" jawab Eliot lalu mengikuti Kellan dari belakang untuk membantu menekan tombol lift
Ting!
Pintu lift terbuka dan Kellan memasuki lift tersebut untuk turun ke bawah. Setelah sampai di bawah ternyata di lobi sangat ramai karena ini sudah jam waktunya pulang kerja karyawan.
Melihat kedatangan Kellan dengan menggendong seorang perempuan, para karyawan di buat terkejut melihatnya pasalnya Bos mereka di kenal dengan sosok pria yang dingin apa lagi terhadap perempuan sangat susah untuk di dekati.
Walaupun bos nya memiliki teman perempuan bukan hal umum lagi untuk di ketahui oleh para Karyawannya bahwa sikapnya Kellan terhadap temannya pun sama dinginnya.
Kellan merasa kesal dengan orang orang yang menatapnya tanpa berkedip dan tidak memberikan nya jalan. Kellan menatap mereka semua dengan tatapan tajam, sadar akan tatapan bos nya dan aura yang di keluarkannya membuat mereka bergidik. Mereka langsung memberikan jalan untuk Kellan lewat.
Mereka penasaran dengan perempuan yang di gendong oleh Kellan dan ingin melihat wajahnya. Walaupun tatapan Kellan lurus ke depan tapi Kellan tau bahwa para karyawan nya penasaran dengan sosok perempuan yang ada dalam gendongannya.
__ADS_1
Kellan menutupi wajah Aqela dengan merapatkan wajahnya ke dada bidangnya. Dengan langkah terburu buru Kellan keluar dari gedungnya sendiri lalu menuju mobil.
Kellan memasukan Aqela ke dalam mobil dengan sangat hati hati setelah selesai memasukan Aqela, Kellan memutari mobilnya lalu masuk ke dalam bagian kemudi, setelah itu Kellan menjalankan mobilnya untuk mengantar Aqela.
Di dalam perjalanan Kellan selalu melirik Aqela yang tertidur seperti bayi menggemaskan pikirnya.
Tidak lama perjalanan Kellan mengantar Aqela akhirnya mereka sampai di depan rumah Aqela. Kellan turun dari mobilnya lalu membukakan pintu mobil Aqela dan menggendongnya seperti tadi.
Ting Ning !
Ting Ning!
Dengan susah payah Kellan berusaha untuk menekan bel rumah Aqela. Tidak lama pintu terbuka menampakan sosok pria yang sudah berumur terkejut saat melihat kedatangannya.
"Tuan Kellan?" ucap Albian terkejut melihat Kellan ada di depan matanya setelah melihat perempuan yang ada dalam gendongannya Albian lebih terkejut lagi
"Aqela?! Kenapa dengannya?" tanya Albian panik
"Bisa saya masuk?"
"Ah iya silahkan Tuan bawa saja Aqela langsung masuk ke kamarnya" ucap Albian berjalan lebih dulu untuk menunjukan kamar Aqela
Setelah memasuki kamar Aqela, Kellan merebahkannya dengan sangat hati hati. Sedangkan Aqela masih setia memejamkan matanya tanpa terusik oleh obrolan tadi antara Ayahnya dan Kellan.
"Kenapa dengan Aqela Tuan?" tanya Albian mendekati ranjang Aqela
"Demam?" Albian menatap Kellan lalu mengalihkan pandangannya menatap Aqela untuk memeriksa suhu tubuhnya dan denyut nadinya.
"Semua normal" ucap Albian setelah memeriksa Aqela
"Dia sudah meminum obat" jawab Kellan
Albian mengangguk mengerti. Mungkin Aqela tidur karena efek obat yang di minumnya.
Sebelum keluar Albian menyelimuti tubuh Aqela lalu mengecup keningnya. Semua itu tidak luput dari tatapan Kellan.
"Terima kasih Tuan sudah menolong putri saya" ucap Albian
Kellan mengangguk.
"Saya tidak tau kalau anak saya sedang sakit karena kemarin malam kami tidak pulang kerumah. Mungkin kemarin Aqela sempat kehujanan sampai mengakibatkannya demam, dia memang sangat rentan terhadap air hujan" ungkap Albian yang berada di sisi Kellan lalu menatapnya dari samping
Kellan tidak menjawab tatapannya masih setia kepada Aqela yang sedang tertidur.
Karena selalu tidak ada jawaban dari Kellan saat Albian berbicara, Albian memilih keluar lebih dulu dari kamar Aqela untuk ke dapur
"Saya akan ke belakang dulu sebentar Tuan" pamit Albian
Kellan menatap Ayah Aqela lalu menganggukkan kepala. Albian tersenyum lalu pergi dari kamar Aqela meninggalkan Kellan dan Aqela berdua di kamar
__ADS_1
Setelah kepergian Albian, Kellan berjalan mendekati ranjang Aqela lalu duduk di samping ranjangnya dan mengusap lembut pipi Aqela.
Kellan seperti terhipnotis ketika dirinya memandang wajah Aqela seakan tidak ada pemandangan yang lebih indah di banding wajah Aqela.
Walaupun saat ini wajah Aqela tampak pucat Kellan tidak terganggu dengan itu malah dengan wajah pucat nya Aqela terlihat seperti bayi yang tertidur.
Cup
Kellan mencium kening Aqela cukup lama. Tanpa di sadari Kellan, Albian melihat semuanya dari awal Kellan mengusap pipinya hingga mencium kening Aqela dari balik pintu yang sedikit terbuka.
Kellan menegakkan tubuhnya kembali lalu berdiri dan berjalan keluar dari kamar Aqela, sedangkan Albian melihat Kellan sedang berjalan ke arah pintu berusaha bersikap biasa saja seakan tidak pernah melihat apa apa sebelumnya.
Sebelum Kellan membuka pintu, Albian lebih dulu membukanya dengan membawa segelas air mineral di tangannya.
"Apa anda akan pulang sekarang Tuan?" tanya Albian
Kellan mengangguk.
"Maafkan putri saya telah merepotkan anda" Albian
"Bukan suatu masalah" jawab Kellan
"Kalau begitu mari saya akan mengantar anda keluar" ucap Albian
Mereka berjalan beriringan menuju pintu keluar dengan Albian yang masih memegang segelas air di tangannya. Langkah mereka terhenti ketika pintu terbuka dari luar.
Ceklek ..
Aiden tertegun melihat seorang pria tampan berwajah datar ada di rumahnya. Dia mengenal orang yang berdiri di samping Ayahnya ini, lagian di penjuru kota ini siapa yang tidak mengenal Liceo Kellan Walker pengusaha ternama yang sangat tersohor dengan julukan workaholic.
"Ayah?" panggil Aiden lalu menghampiri Ayahnya
"Kau baru pulang?" tanya Albian
"Iya tadi ada operasi kecil sebelum pulang"
Albian mengangguk. Lalu melihat mata anaknya yang menatap Kellan seakan bertanya "Sedang apa dia di sini?"
"Oh ya Den, Tuan Kellan kemari mengantar Aqela" Albian
"Memang kenapa dengannya?" Aiden mengernyit
"Aqela sakit, mungkin kemaren malam dia kehujanan jadi dia demam" Albian
"Dasar ceroboh" gumam Aiden yang dapat di dengar oleh Kellan dan Albian
#bersambung
Mohon dukungan kalian ya guys tinggalkan jejak kalian. Like dan komen, karena dukungan kalian membuatku bersemangat untuk update terus setiap harinya 🤍
__ADS_1