
Terimakasih sudah menunggu Author update dan happy reading 🤗🤗🤗
...----------------...
Di sisi lain
"Nona, Tuan?" sapa Risty ketika Aqela dan Kellan memasuki toko kue
"Hay Ris"
"Apa urusan anda sudah selesai Nona?" tanya Risty menghampiri Aqela
Aqela mengangguk. Para karyawan Aqela hanya mengetahui bahwa Aqela tidak datang ke toko karena ada urusan bukan pergi untuk berlibur.
"Oh iya Nona. Kemarin ada seorang pria yang mencari anda"
"Siapa?" Aqela mengernyit
"Seingat ku dia teman kuliah Nona dulu"
"Areksa" gumam Aqela yang masih terdengar jelas di telinga Kellan
"Oh iya Nona dia juga menitipkan sesuatu untuk anda, sebentar saya ambilkan" ungkap Risty berbalik ke meja kasir
Aqela dan Kellan melihat Risty yang mengambil sesuatu di bawah meja kasir lalu menghampirinya kembali dengan membawa bingkisan.
"Ini Nona" Risty menyerahkan paper bag tersebut
Aqela hendak mengambil bingkisan tersebut tapi Kellan langsung mencegahnya
"Kau ambil saja, kekasihku tidak memerlukan itu" pungkas Kellan menatap datar Risty
Aqela menelan salivanya kasar ketika mendengar suara Kellan yang tidak ramah di telinganya. Begitu pula dengan Risty mendengar perintah dari Kellan langsung terdiam dia takut dengan aura Kellan yang saat ini terlihat menyeramkan.
Kellan langsung menarik tangan Aqela lalu membawanya ke ruang kerja milik Aqela yang berada di lantai atas.
"Aura Tuan Kellan tidak main main. Aku sampai di buat merinding saat di tatapnya" gumam Risty melihat kepergian Kellan dan Aqela yang menaiki anak tangga.
"Tunggu! Apa katanya tadi? Kekasihku?" Risty terdiam sejenak setelah menyadari sesuatu matanya terbelalak
"Tuan Kellan sudah resmi menjadi kekasih Nona Aqela? Wah ini kabar gembira aku harus memberitahu yang lainnya" pungkas Risty antusias
Risty kembali ke meja kasirnya lalu meletakan kembali paper bag tersebut, dan dia pikir dia akan memberitahukan gosip ini nanti setelah pulang kerja.
....
Selama beberapa menit Aqela memeriksa hasil penjualan selama dia tidak masuk dan selama itu pula Kellan enggan membuka mulutnya, Aqela melirik Kellan dari ekor matanya. Melihat tatapan Kellan yang tidak biasa Aqela langsung menutup laptopnya.
"Aku sudah selesai"
Karena tidak ada tanggapan dari Kellan, Aqela beranjak dari kursinya lalu mendekati Kellan yang masih menatapnya rumit.
"Kau marah?" tanya Aqela memegang tangan Kellan sedangkan Kellan masih tidak bereaksi dan raut wajahnya masih sama datar.
Aqela menghela nafas lalu menatap Kellan lembut
"Areksa dia teman kuliahku dulu, tidak ada hubungan spesial di antara kami" ungkap Aqela mengelus tangan Kellan
"Aku tau" jawab Kellan
"Lalu kenapa kau marah?"
"Aku tidak marah"
"Lalu kenapa kau dari tadi diam saja, dan matamu menatapku seakan akan ingin memakan ku saja" gerutu Aqela cemberut
__ADS_1
Kellan merasa gemas ketika melihat Aqela cemberut.
"Aku hanya kesal saja berani beraninya dia mengirim barang kepadamu dan kau malah mau menerimanya"
Aqela mengatupkan bibirnya
"Maaf"
"Aku tidak mau kau menerima pemberian sesuatu apapun dari oranglain apa lagi seorang pria"
Aqela mengangguk dan Kellan tersenyum puas ketika Aqela tidak menolak permintaannya.
"Kau sudah selesaikan? Kita pulang" ajak Kellan
"Iya aku sudah selesai"
Kellan berdiri lebih dulu dari duduknya lalu mengulurkan tangannya ke depan Aqela, Aqela dengan senang hati menyambut uluran tangan Kellan.
Mereka berjalan keluar dari ruangan Aqela dengan saling bergandengan tangan. Saat sampai di bawah Aqela melihat seseorang yang familiar tengah membayar kue di meja kasir.
Pria itu menengok ke arah tangga lalu tersenyum menatap Aqela. Sementara Kellan langsung melingkarkan tangannya memeluk pinggang Aqela posesif.
"Hay" sapanya
Aqela tersenyum menanggapi sapaan temannya semasa kuliah dulu.
"Beberapa hari ini aku tidak pernah melihatmu, kau tidak datang ke toko?" tanya Areksa menatap Aqela yang sudah berdiri tepat di hadapannya dan sesekali matanya melirik tangan Kellan yang melingkar di pinggang Aqela.
"Aku ada urusan beberapa hari ini jadi aku tidak datang ke toko"
Areksa mengangguk lalu menatap Kellan, Aqela melihat tatapan Areksa yang tengah menatap Kellan langsung memperkenalkan Kellan begitupun sebaliknya.
"Oh iya Kell, Kenalkan ini Areksa, dan Areksa kenalkan dia Kellan" pungkas Aqela
Sedangkan Kellan masih betah dengan raut wajahnya yang datar tidak berniat menanggapi ucapan Areksa.
"Senang bertemu denganmu Tuan Walker, saya Areksa teman Aqela" Areksa mengulurkan tangannya untuk berjabat tangan dengan Kellan
Lama tidak ada tanggapan dari Kellan, Aqela mencubit pinggang Kellan agar dia mau membalas jabatan tangan Areksa.
Kellan tidak meringis, malah dia merasa geli ketika Aqela mencubit pinggangnya.
"Panggil saya Kellan" Kellan membalas uluran tangan Areksa
Areksa mengangguk lalu tersenyum.
"Oh iya apa kau sudah membaca pesanku?" tanya Areksa
"Pesan?" Aqela mengernyit
"Iya aku mengirim pesan kepadamu"
Aqela langsung membuka handphonenya, dan benar saja handphonenya mati dia lupa untuk mencharger ponselnya sendiri pantas saja tidak ada pesan atau panggilan masuk.
"Maaf Sa handphone ku mati"
"Tidak apa apa, oh iya apa kau sudah menerima bingkisan dari ku?"
"Aku..."
"Anda tidak perlu repot repot untuk memberikan sesuatu kepada kekasihku, aku lebih dari mampu untuk memberikan apa yang dia inginkan" ucapan Aqela terpotong oleh Kellan
Areksa tertegun ketika mendengar kata kekasih keluar dari mulut Kellan.
"Kekasih?" Areksa menatap Kellan
__ADS_1
"Iya dia kekasihku" jawab Kellan datar
Areksa mematung. Hatinya merasakan sakit ketika Kellan mengucapkan Aqela sebagai kekasihnya.
"Ayo honey kita pulang" Kellan menarik pinggang Aqela agar lebih dekat dengannya, Aqela mengangguk.
"Kita duluan Sa" ucap Aqela yang langsung ditarik tangannya dengan lembut oleh Kellan agar cepat berjalan.
Sementara Areksa dia masih tidak bergeming dia merasakan hatinya yang sakit untuk kedua kali oleh Aqela. Areksa berbalik melihat kepergian Aqela dengan Kellan yang memeluk pinggangnya posesif dengan nanar.
"Apa temannya Nona Aqela menyukai Nona Aqela ya? Kalo memang benar kasian sekali dia keduluan oleh tuan Kellan" batin Risty yang melihat raut wajah Areksa ketika melihat kepergian Aqela dan Kellan.
Di dalam mobil ..
"Kell?"
"Hm"
"Aku lapar"
Kellan menatap sebentar Aqela lalu memfokuskan kembali pandangannya ke depan.
"Kau mau makan apa?" tanya Kellan
"Aku mau makanan jepang"
Kellan mengangguk.
Beberapa menit menuju restauran jepang Kellan memarkirkan kendaraannya, mereka berdua keluar dari dalam mobil.
"Ayo" ajak Kellan menarik tangan Aqela lembut untuk memasuki restauran.
"Kell kau mau pesan apa?" tanya Aqela ketika membuka buku menu
"Minum saja"
Aqela mengangguk.
"Ramen 1, odeng 1, sushi 1 untuk minumnya green tea dan.." Aqela menatap Kellan yang tengah menatapnya.
"Samakan saja" ucap Kellan tersenyum menatap Aqela yang ada di sampingnya
Sedangkan Waiters melihat Kellan tersenyum di buat terpana, Hey jangan lupakan apa kata Areksa dipenjuru kota ini siapa yang tidak tau dengan seorang Liceo Kellan Walker.
Seorang pengusaha muda sukses yang terkenal sangat dingin, datar dan anti terhadap perempuan. Dan Sekarang dia melihat sendiri seorang Kellan tengah tersenyum kepada seorang perempuan wah ini bagai jackpot untuk dirinya.
"Kalau begitu greentea nya dua saja" ucap Aqela melanjutkan kembali pesanannya.
Tidak ada tanggapan dari waiters tersebut Aqela mendongak lalu menatapnya, pantas saja tidak ada jawaban ternyata dia tengah menatap kekasihnya sedangkan Kellan dirinya begitu betah menatap wajah Aqela.
"Ekheem" Aqela berdehem keras menyadarkan waiters tersebut
"Ah ma..maf Nona, minumannya apa saja?" tanyanya gugup karena dia tertangkap basah tengah menatap Kellan
Aqela menghela nafas "memang pesona Kellan benar benar tidak perlu diragukan" batin Aqela
"Greentea dua"
"Baik Nona. Mohon di tunggu pesanannya" ucap Waiters tersebut ketika sudah menulis pesanan Aqela
"Kenapa?" Kellan mengernyit ketika melihat Aqela menatapnya sinis
"Tidak"
Kellan mengangguk sedangkan Aqela memicingkan matanya menatap Kellan "Dasar tidak peka" gerutunya dalam hati. Sedangkan sang empu malah terlihat tersenyum menatap Aqela dengan tampangnya yang merasa tidak melakukan kesalahan.
__ADS_1