Aqela Untuk Kellan

Aqela Untuk Kellan
49


__ADS_3

"Kell?" sapa seorang perempuan cantik yang terlihat anggun ketika melihat Kellan memasuki mansion


Kellan langsung menghampiri teman temannya yang sedang mengobrol dan bercanda gurau.


"Hey bro" sapa Justin melakukan salaman ala pria sejati begitupun dengan Wiliam dan Sam.


"Kau sudah selesai dengan pekerjaanmu?" tanya Wiliam


Kellan mengangkat bahunya lalu duduk di dekat mereka.


"Aku tebak, kau jam segini sudah pulang pasti di teror oleh Kakek mu kan agar cepat pulang?" tebak Sam lalu tersenyum miring


Kellan tidak menjawab, dia mengambil minuman botol yang ada di hadapannya lalu membukanya dan meminumnya.


"Kalian sudah lama?" tanya Kellan


Sedangkan Sam mendelik menatap Kellan karena pertanyaannya yang tidak kunjung di jawab.


"Setengah jam yang lalu kami di sini" jawab Wiliam


Kellan mengangguk lalu berdiri dari duduknya


"Kemana?" tanya Veronica


"Kamar" jawab Kellan tanpa menatap Vero dia langsung pergi dan berjalan menaiki anak tangga


Veronica menatap sendu kepergian Kellan, dirinya masih belum terbiasa akan sikap Kellan yang dingin terhadapnya.


"Sudahlah Ver hiraukan saja dia. Kau seperti tidak mengenal sikap Kellan saja" ucap Sam ketika melihat wajah Veronica yang terlihat murung


"Hm benar, untung teman ku yang sikapnya seperti itu hanya dia saja coba kalau ada dua atau tiga. Aku tidak sanggup membayangkannya" Justin menimpali ucapan Sam sembari bergidik ngeri


Veronica mendengar ucapan Justin terkekeh begitupun Sam dan Wiliam.


"Di mana Kellan?" tanya Kakek Amar ketika sudah berada di ruang tamu


"Kellan ke kamar dulu Kek" jawab Veronica


"Kenapa dengan wajah cantik mu?" tanya sang Kakek melihat wajah Vero seperti tidak bersemangat


"Biasa ini ulah sikap cucumu Kek" Sam menyahuti ucapan Kakek Amar sembari memakan cemilan yang ada di hadapannya


"Kenapa lagi dengannya?" tanyanya mengernyit


"Tidak apa apa Kek, mungkin Vero belum terbiasa dengan sikap Kellan" jawab Vero menatap Kakek Amar


Kakek Amar mengangguk.


"Dia memang seperti itu bukan hanya kepada kalian tapi kepadaku juga dan semua orang yang berada di mansion ini" ucap Kakek Amar terkekeh


"Apa sikapnya terhadap Aqela juga seperti itu? Tapi aku tidak yakin setelah melihat dia mencium Aqela di depan mata kepalaku sendiri" batin Kakek Amar

__ADS_1


"Aku penasaran perempuan seperti apa yang akan menjadi pasangannya nanti" jawab Sam


"Yang jelas harus memiliki kesabaran yang tebal setebal dompetnya Kell yang tidak akan pernah habis habis" jawab Justin


Mereka semua terkekeh mendengar perkataan Justin.


Sedangkan di dalam kamar orang yang sedang mereka bicarakan tengah menghubungi seorang perempuan yang selalu dia rindukan dan selalu ingin melihat wajahnya.


Kellan mengernyit ketika beberapa kali panggilannya tidak di jawab. Kellan mencobanya sekali lagi


Tuuut ...


Tuuut ..


Tuuut ...


"Kau kemana Aqela?" gumamnya ketika panggilan tidak kunjung di angkat


Tuuuut ..


"Ya ada apa?" jawab Aqela sedangkan Kellan sudah bernafas lega ketika panggilannya di angkat.


"Kau sedang apa?" tanya Kellan


"Aku lagi di jalan, nanti saja teleponnya aku telepon balik" ungkap Aqela lalu mematikan sambungan teleponnya


Kellan mengernyit mendengar jawaban Aqela yang terlihat buru buru. Mungkin Kellan akan menghubunginya lagi nanti setelah selesai mandi.


Sedangkan di dalam mobil Aqela tengah di tatap tajam oleh sahabatnya setelah menjawab panggilan dari Kellan.


Tentu saja Aqela tidak langsung menjawabnya hingga beberapa kali Kellan memanggilnya tidak di jawab Akhirnya Aqela mengatakan siapa orang yang di maksud dengan "Mr.Stiff" itu agar Karina mau mengangkat teleponnya.


Setelah mengetahuinya Karina langsung mengangkat panggilan dari Kellan yang entah ke berapa kali memanggil dan menyerahkannya kepada Aqela.


"Sejak kapan?" tanya Karina setelah Aqela mematikan panggilannya


Aqela tidak menjawab, dia merasa Karina mengintimidasinya sekarang.


"Kau tidak mau jujur Aqela?" tanya Karina dengan sorot mata yang tajam


Aqela menatap Karina bergidik ngeri.


"Oke oke aku akan jujur" ucap Aqela


"Katakan!" titah Karina


"Aku dan Kellan dekat semenjak dia sering memesan kue kepadaku dan menjadi supplier untuk hotelnya yang baru dia buka. Semenjak saat itu Kellan selalu menghubungiku dan selalu mengirim makan siang untukku" Aqela menjelaskan intinya saja kepada Karina


"Jangan bilang makan siang tadi juga dari dia?" tanya Karina


"Hm. Kau benar" jawab Aqela

__ADS_1


"Dan kau tau? Saat aku sakit dia juga yang merawat ku" jujur Aqela


Karina terbelalak


"Yang benar saja?" tanya Karina tidak percaya


"Kau tanyakan saja kepada Ayah dan Kakak ku kalau kau tidak percaya" ungkap Aqela


Karina terdiam sejenak memikirkan tentang Kellan yang dekat dengan sahabatnya. Karena sepengetahuan dia Kellan tidak pernah mau terlibat dengan seorang perempuan apalagi bersentuhan tapi dengan Aqela?


Karina melirik Aqela. Sedangkan Aqela memfokuskan matanya ke depan.


"Aku rasa dia menyukaimu La" ungkap Karina


"Aku tidak tau. Tapi dia pernah mencium ku tapi tidak menyatakan cintanya kepadaku" ungkap Aqela dengan polosnya


"APA?!" teriak Karina terbelalak


"Jangan berteriak di dekat telingaku!" gerutu Aqela memegang telinga sebelah kirinya


Karina tidak menjawab dia merasa syok mendengar fakta sahabatnya dengan Kellan.


"Kau tau Aqela, Kellan itu orangnya terkenal dingin terhadap perempuan bahkan banyak perempuan yang di buat patah hati olehnya karena sikapnya dia yang seperti itu, jadi bagaimana dia bisa menciummu sedangkan dia saja tidak mau terlibat dengan yang namanya perempuan" ungkap Karina


"Dan kau tau? Sikapnya terhadap temannya saja dia acuh apalagi kepada perempuan lain. Jadi aku menyimpulkan dia menyukaimu Aqela" lanjut Karina menatap Aqela tersenyum bahagia


"Kenapa dengan ekspresi wajahmu?" tanya heran Aqela melihat Karina yang tersenyum lebar


"Ck! kau menyebalkan. Aku ini sedang bahagia Aqela karena sahabat ku di cintai oleh pria yang di kagumi oleh kaum hawa di penjuru kota ini yang sayangnya mereka tidak bisa memilikinya tapi kau?" Karina menggantungkan kalimatnya menatap Aqela berbinar sedangkan Aqela tengah menunggu kalimat yang akan di ucapkan oleh sahabatnya itu.


"Kau dengan mudahnya meluluhkan hatinya hanya karena gara gara kue ini" Karina melanjutkan ucapannya sembari menunjuk dua kotak sedang dii belakang jok nya.


"Apa benar dia mencintaiku?" gumam Aqela


Karina yang mendengar Aqela bergumam seperti itu menoyor kepala Aqela pelan.


"Kau bodoh apa bagaimana? Kalau dia tidak mencintaimu dia tidak akan mungkin menciummu, ingat dia seorang Liceo Kellan Walker orang yang paling anti bersentuhan dengan perempuan mana pun" ungkap Karina


"Kenapa kau tau banyak tentang dia? Apa jangan jangan kau salah satu dari mereka yang mengagumi Kellan?" tanya Aqela melotot ke arah Karina


"Jangan lupakan orang orang di sekitar ku Nona. Aktris, model, pebisnis dan yang lainnya mereka selalu membicarakan tentang kekagumannya terhadap Kellan setiap aku menghadiri suatu acara. Dan lagi aku sudah memiliki Wiliam" ucap Karina lirih di akhir kalimatnya


Aqela menatap sekilas Karina yang menunduk ketika menyebutkan nama kekasihnya.


"Bagaimana hubunganmu dengannya?" tanya Aqela


"Buruk. Semenjak kejadian itu aku tidak pernah menjawab panggilannya dan selalu menghindarinya" jawab Karina bernafas lelah lalu menyandarkan punggungnya di jok mobil


"Kau tidak ingin membicarakannya secara baik baik lagi?" Aqela


"Aku sudah lelah, aku mungkin akan menyerah dengan hubungan kami" jawab Karina menatap lurus ke depan

__ADS_1


Aqela terdiam tidak menyahutinya. Sampai beberapa jam dalam perjalanan, Aqela memasuki kawasan perumahan yang sangat elit. Benar saja yang di katakan sahabatnya, ini kawasan orang orang elit.


#bersambung


__ADS_2