
Tok!
Tok!
"Aqela, Karina" panggil Aiden dari luar kamar mereka
Ceklek!
"Kakak" panggil Aqela sembari menutup mulutnya yang tengah menguap lalu berjalan masuk kembali di ikuti oleh Aiden di belakangnya
"Kau baru bangun? Karina sudah bangun?"
"Hm" Aqela berniat kembali membaringkan tubuhnya di sofa
"Jangan tidur lagi, bangunkan temanmu. Kita akan sarapan pagi di bawah. Kakak tunggu 30 menit kalau kalian masih belum siap Kakak akan meninggalkan kalian" ancam Aiden
Aqela langsung bangun dan duduk tegap.
"Aku akan bangunkan Karina" ujar Aqela lalu berjalan menuju kamar
Aqela membangunkan Karina yang masih tidur, setelah membangunkannya Aqela langsung bergegas menuju kamar mandi.
"Rin? Kau tidur lagi?" tanya Aqela setelah keluar dari kamar mandi
"Hm. Aku masih mengantuk La" gumam Karina masih memejamkan matanya
"Ka Aiden akan meninggalkan kita kalau kita telat, cepatlah bangun"
Karina langsung membuka matanya dan langsung berjalan menuju kamar mandi. Mereka berdua memang sangat patuh dengan perintah Aiden walaupun wajah Aiden tidak terlihat galak tapi dia pribadi yang tegas, dia sangat disiplin dalam segala apapun. Makannya mereka segan terhadap Aiden.
....
Kellan berjalan keluar kamar dan di sana teman teman Kellan sudah menunggunya di ruang tamu.
Setelah mereka mengetahui di mana Kellan berada, mereka langsung menyusul Kellan saat itu juga ke Villanya dan membangunkan Kellan di tengah malam.
"Kell" sapa Veronica ketika melihat kedatangan Kellan
Kellan hanya menatap Vero tanpa niat menyapanya balik.
"Kenapa kau tega sekali tidak mengajak kami kemari?" tanya Justin ketika Kellan sudah duduk di antara mereka
"Iya, kau berlibur tanpa kami. teman macam apa kau ini" ketus Sam
Kellan menghiraukan gerutuan Justin dan Sam.
"Kell? apa Karina juga ada sini?" tanya Wiliam membuat semua perhatian tertuju kepadanya
"CK! dasar tidak tau malu" gumam Justin
"Apa kau bilang?!" Wiliam berdiri karena terpancing emosi
"Aku mengatakan faktanya. Kau tidak tau malu" jawab Justin tersenyum smirk
"Kalau kalian ingin bertengkar jangan di sini!" cegah Kellan ketika Wiliam hendak memukulkan tinjuan nya kepada Justin.
Justin tersenyum menyeringai ketika Wiliam menurunkan tangannya kembali. Sedangkan Wiliam menatap Justin sengit.
__ADS_1
"Kell mau kemana?" tanya Veronica mencegah kepergian Kellan dengan memegang tangannya
Kellan menatap tangannya yang di pegang oleh Veronica.
"Sarapan" jawab Kellan lalu melepaskan tangan Vero dan pergi meninggalkan teman temannya.
Tentunya mereka tidak akan berdiam diri ketika Kellan meninggalkannya, mereka langsung menyusul Kellan yang tengah berjalan lebih dulu.
...
Kellan dan teman temannya memasuki restauran dan menghentikan langkahnya sejenak. Kellan menajamkan matanya menatap ke segala penjuru restauran.
Dia tersenyum samar ketika melihat sang kekasih tengah makan sambil mengobrol bersama Kakak dan sahabatnya. Sebelum menghampiri Aqela, Kellan menyuruh temannya untuk memesankan makan terlebih dulu setelah itu Kellan berjalan menghampiri Aqela di ikuti oleh ke tiga temannya sedangkan Veronica memesan makanan untuk mereka.
"Pagi honey" bisik Kellan di telinga Aqela lalu mencium puncak kepala Aqela.
Aqela terkejut dan langsung menatap pria yang telah berbisik di telinganya.
"Kell? Kau mengagetkan ku saja"
Sedangkan teman teman Kellan melongo melihat interaksi Kellan dan Aqela. Justin dan Sam semakin yakin bahwa Kellan benar benar menyukai Aqela.
Sedangkan Wiliam matanya tengah fokus menatap Karina yang sedang menatap Kellan dan Aqela lalu seseorang menyuruhnya untuk melanjutkan kembali sarapannya dan Karina begitu menurut kepada pria tersebut.
Melihat Karina begitu akrab dan nurut kepada pria lain membuat hatinya terbakar api cemburu. Wiliam langsung menghampirinya.
"Karina?" panggil Wiliam
Sedangkan Karina tidak menggubris ucapan Wiliam dia melanjutkan makannya kembali.
"Aku ingin berbicara denganmu"
"Karina!" Wiliam sedikit membentak Karina
Mendengar bentakan Wiliam, Karina menghentikan makannya.
"Ikut aku sebentar" Wiliam memegang tangan Karina tapi Aiden dengan cepat menahan tangannya.
"Apa kau tidak melihat Karina sedang sarapan?" Aiden menatap tajam Wiliam
Semua mata tertuju kepada Aiden dan Wiliam yang tengah bersitegang.
"Kau jangan ikut campur!" tekan Wiliam menatap Aiden tidak kalah tajam
"Wiliam!" panggil Kellan tertahan dengan suara beratnya
Mendengar Kellan bersuara seperti menahan marah, Wiliam melepaskan tangan Karina. Jujur saja Wiliam takut ketika Kellan sudah marah.
"Duduklah. Kita kesini untuk sarapan bukan untuk mencari masalah" pungkas Kellan menatap tajam Wiliam
Justin, Sam dan Aqela Menghela nafas lega ketika Kellan melerainya.
Wiliam menurut dia menarik kursi di dekat Karina, begitupun dengan yang lainnya ikut bergabung bersama Aqela, Karina dan Aiden.
"Kau sudah memesan makan?" tanya Aqela
Kellan mengangguk. Tidak lama Veronica dan waiters membawa pesanan Kellan dan teman temannya.
__ADS_1
"Kell ini makanan kesukaan mu" Veronica tersenyum lalu menaruh piring yang berisi makanan favorit Kellan lalu duduk di samping Kellan. Di ikuti dengan Waiters yang menaruh piring pesanan teman temannya.
"Kell? Kenapa tidak di makan? Apa ada yang kurang?" tanya Veronica ketika Kellan tidak kunjung menyentuh makanannya.
Sedangkan teman teman Kellan sudah memakan sarapannya.
"Tidak" jawab Kellan lalu mulai memakan makanannya
Sedangkan Aqela melihat Veronica begitu perhatian kepada Kellan hanya menatapnya datar. Aqela menggelengkan kepalanya, tidak mau memikirkan yang tidak tidak dia melanjutkan makannya kembali.
"Kenapa hm?" tanya Kellan menatap Aqela yang menggelengkan kepalanya
Aqela menggelengkan kepalanya lalu tersenyum menatap Kellan.
"Lanjutkan makan mu" titah Kellan
"Kau juga"
Justin dan Sam melirik interaksi Kellan dan Aqela, mereka akan menanyakan tentang hubungan mereka berdua setelah ini.
Berbeda dengan Vero dia tengah menahan rasa cemburunya ketika melihat interaksi Kellan dan Aqela dengan mengepalkan tangannya di bawah meja.
Di tengah mereka menikmati sarapan, ponsel salah satu dari mereka berbunyi. Dan Aiden melihat ponselnya yang berdering, Aiden pergi sebentar dari meja makan, untuk mengangkat panggilannya.
"Qela Kakak harus pergi sekarang" ungkap Aiden ketika sudah menjawab panggilannya.
"Aku akan ikut .."
"Kau pulang bersama ku" sanggah Kellan memotong ucapan Aqela
Aiden menatap Kellan sejenak lalu mengangguk, lalu matanya beralih menatap Karina.
"Aku ikut pulang saja bersamamu Ka" jawab Karina setelah Aiden menatapnya lalu Karina berdiri dari duduknya
"Tidak! Kau pulang bersama ku" cegah Wiliam manahan tangan Karina
"Lepaskan tanganku!" Karina menatap tajam Wiliam
"Tidak. Kau harus pulang bersama ku" kekeh Wiliam
"Seharusnya kau tidak boleh memaksanya Tuan" Aiden menatap Wiliam datar
"Siapa kau? Sedari tadi kau selalu ikut campur urusan kami" Wiliam menatap Aiden sengit
Semua orang yang berada di meja itu menghentikan sarapan mereka. Karena situasi yang kembali menegang.
"Seharusnya aku yang bertanya seperti itu kepada mu. Siapa kau berani sekali melarang ku?" sanggah Karina cepat sebelum Aiden menjawab pertanyaan Wiliam
"Kau kekasihku. Jadi aku berhak melarang mu, apa lagi pulang bersama pria yang tidak jelas seperti dia"
Cukup sudah Aqela sudah tidak tahan dengan perilaku Wiliam, sedari tadi dirinya hanya diam dan memperhatikan saja tingkah Wiliam yang seenaknya terhadap sahabatnya.
"Yang kau sebut pria tidak jelas itu Kakak ku Tuan Wiliam" jawab Aqela berdiri dari duduknya
Semua perhatian tertuju kepada Aqela. Wiliam tersenyum smirk menatap Aqela
"Pantas saja, dia tidak tau diri seperti mu" Wiliam menatap tajam Aqela
__ADS_1
Bugh!
#bersambung