
Di sisi lain
Seorang pria berjalan memasuki ruangan atasannya lalu menyerahkan map coklat.
"Ini tuan data yang anda minta" Eliot menyerahkan map coklat tersebut
Kellan langsung mengambil map itu lalu membukanya. Kellan mulai membaca secara rinci data tersebut, setelah membaca data tersebut Kellan merasa sedikit lega.
Ken mendongak dan menaikkan alisnya melihat sekretarisnya masih berdiri di hadapannya.
Eliot di tatap seperti itu menjadi malu sendiri.
"Saya pamit undur diri tuan" ucap Eliot yang langsung berbalik badan
"Tunggu" cegah Kellan
Eliot langsung berbalik badan kembali menatap atasannya.
"Ada apa Tuan?" tanya Eliot
"Setelah pulang kita kembalikan mobil Aqela" titah Kellan
"Baik Tuan, apa ada lagi?" Eliot
Kellan menggerakkan telapak tangannya menyuruh untuk segera keluar. Eliot langsung berbalik dan meninggalkan ruang kerja Kellan.
"Areksa chandrawinata" gumam Kellan tersenyum smirk.
......................
Setelah Aqela menyusun beberapa kue yang kosong dirinya kembali ke ruangannya. Untuk memeriksa jurnal penjualannya. Dan sekarang Aqela sedang fokus dengan laptopnya.
Tok!
Tok!
Tok!
Pintu ruang kerja Aqela di ketuk dari luar
Aqela menutup laptopnya dan membuka pintu ruangannya.
Ceklek ..
"Oh ini sudah waktunya pulang ya?" ucap Aqela ketika melihat karyawannya sudah menggendong tas masing masing.
Mereka semua mengangguk. Aqela melihat jam dan benar saja ini sudah waktunya pulang.
"Kalau begitu kalian pulang duluan saja, Biar nanti aku yang menutup toko kue ini" Aqela
"Baik kalau begitu Nona. Kami pulang duluan" pamit mereka
"Hm, hati hati" Aqela
Setelah melihat kepergian mereka, Aqela membereskan ruang kerjanya agar nanti setelah selesai membuat kue pesanan Aqela bisa langsung pulang.
Aqela kembali ke dapur lalu mulai membuat kue pesanan yang akan di ambil besok. Sambil menunggu kue yang di oven matang, Aqela menghubungi Kakaknya terlebih dulu.
Tuut ..
Tuut ..
"Ada apa?" tanya Aiden setalah telepon di angkat
"Kau sudah pulang?" tanya Aqela
__ADS_1
"Aku sudah pulang sejak tadi sore" Aiden
"Apa Ayah juga sudah pulang?"
"Sudah, Ayah sedang menonton tv. Ada apa?" tanya Aiden kepada Adiknya
"Aku pulang telat, soalnya aku ada pesanan kue ulang tahun untuk di ambil besok" Aqela
"Mau aku jemput nanti?" tawar Aiden
"Aku akan mengabari mu jika aku sudah selesai membuat kue" Aqela
"Baiklah"
Aiden langsung menutup telepon.
"Aqela lembur lagi?" tanya sang Ayah ketika Aiden telah mematikan teleponnya
"Iya dia ada pesanan kue ulang tahun yang di ambil besok" Aiden memberitahu Ayahnya
Albian mengangguk.
"Lalu bagaimana dengan mobilnya?" Albian
Aiden menepuk keningnya.
"Aiden lupa menanyakannya, nanti kalau Qela sudah selesai dia akan menghubungi aku kembali" Aiden
"Yasudah" jawab Albian dan lanjut menonton siaran acara tv
......................
Aqela melihat jam yang melingkar di pergelangan tangannya waktu sudah menunjukan pukul 18.30, Aqela langsung mengangkat kue tersebut dalam Oven.
Sambil menunggu kue dingin Aqela memeriksa stok bahan bahan kue.
Ketika Aqela memeriksa bahan kue, terdengar suara langkah kaki yang berjalan ke arah dapur. Aqela langsung mencari alat untuk digunakan sebagai perlindungan diri.
Aqela melihat ada sapu di dekatnya dia langsung mengambil sapu tersebut dan memegangnya dengan erat.
"Ya tuhan lindungi aku, aku masih ingin hidup aku belum memiliki banyak toko kue. Lindungi aku tuhan" batin Aqela dengan memejamkan mata
Aqela membuka mata lalu mulai bersembunyi di balik dinding dekat pintu. ketika suara langkah kaki semakin mendekat Aqela memegang sapu tersebut dengan erat dan berhitung dalam batinnya
1
2
3
Hitungan ke tiga Aqela melayangkan gagang sapu tersebut untuk memukul orang yang masuk ke dalam dapurnya tapi pukulan Aqela tersebut di tahan oleh orang tersebut
Hap ..
Orang tersebut menahan gagang sapu itu lalu mendorong Aqela ke tembok hingga kepalanya hampir terbentur tembok untung saja tangan orang itu berhasil menahan kepalanya dengan cepat.
Aqela mendongak.
"Kau?" Aqela membelalak sedangkan jantungnya sudah berdetak kencang.
Pria tersebut menatap wajah Aqela datar
Aqela menatap pria tersebut dengan sangat dekat hingga aroma tubuh pria tersebut dapat tercium oleh Aqela.
Pria tersebut menatap wajah Aqela lalu melipat bibirnya kedalam menahan senyum ketika melihat wajah Aqela terdapat tepung di pipi dan di hidungnya.
__ADS_1
Pria tersebut melepaskan pelan telapak tangannya yang menahan kepala Aqela lalu menyimpan sapunya asal.
Aqela menggelengkan kepalanya dia sempat terpesona oleh pria yang ada di hadapannya.
"Ada keperluan apa anda datang kemari Tuan?" tanya Aqela
Kellan tidak menjawab tapi dia mengangkat kunci mobil Aqela.
Pria yang memasuki toko kue Aqela yaitu Kellan. Ketika Kellan mendapat kabar dari orang suruhannya bahwa Aqela belum pulang sedangkan karyawannya sudah pada pulang
Kellan langsung beranjak pergi dari kantornya dan menyuruh Eliot untuk membawakan mobil Aqela ke toko kuenya.
Lama Kellan menunggu Aqela di dalam mobil tidak kunjung keluar akhirnya Kellan memutuskan untuk masuk saja ke dalam.
Kellan mencari keberadaan Aqela di ruang kerjanya tapi tidak ada, Kellan turun kembali lalu berjalan ke arah dapur dan benar saja Aqela ada di dapur.
"Terimakasih Tuan" ucap Aqela mengambil kunci mobilnya lalu berjalan menuju kue yang akan di hiasnya
Kellan mengangguk. Lalu berjalan menghampiri Aqela yang sudah siap dengan peralatan dan bahan bahan untuk menghias kue ulang tahun.
"Kenapa belum pulang?" tanya Kellan menatap Aqela yang serius menghias kue
"Aku membuat pesanan kue ulang tahun untuk di ambil besok Tuan" ucap Aqela tanpa melihat Kellan
"Aku lebih menyukaimu memanggil namaku langsung" ucap Kellan
Aqela langsung menghentikan kegiatannya lalu menatap Kellan yang sedang menatapnya. Aqela melanjutkan kembali menghias kuenya, menghiraukan keberadaan Kellan. Walau tidak dapat di pungkiri Aqela sangat grogi Kellan terus memperhatikannya.
"Kenapa tidak pulang?" tanya Aqela di sela sela dia menghias kue
"Kau mengusirku?" Kellan memicingkan matanya
Aqela langsung menghentikan kegiatannya dan menatap Kellan.
"Kenapa pria ini sensitif sekali" batin Aqela
"Tidak, bukan begitu. Maksudku apa kamu tidak merasa jenuh berdiam diri di situ tanpa melakukan apapun?" tanya Aqela
Kellan mengangkat bahunya lalu berjalan ke samping Aqela.
"Lalu aku harus melakukan apa?" bisik Kellan di telinga Aqela dengan suara beratnya
Aqela menahan nafas ketika Kellan berbisik di telinganya. Lagi lagi jantungnya seperti sudah lari marathon berdetak kencang.
"Kau diam saja lebih baik" ucap Aqela lalu melanjutkan kembali menghias kuenya.
Dalam hatinya Aqela bergumam ingin segera cepat selesai dia tidak ingin berlama lama dengan pria datar dan kaku ini. Lama lama dengan Kellan bisa membuat dirinya terkena serangan jantung.
Kellan tersenyum melihat sekilas pipi Aqela yang memerah. Dan Aqela tidak melihat senyuman Kellan itu, sangat di sayangkan.
"Mau ku bantu?" tawar Kellan
"Aku tidak yakin kau dapat membantu ku Tuan Walker" Aqela fokus dengan dekoran kue nya.
"Kau meremehkan ku?" Kellan
"Tidak" Aqela
"Lalu apa yang harus aku bantu?" tanya Kellan lagi
"Kau ingin membantu bukan? Kau cukup diam itu sudah sangat membantu" ucap Aqela menatap Kellan
Kellan langsung terdiam dia tidak menggangu Aqela lagi, Kellan memperhatikan wajah Aqela yang terlihat serius lalu tersenyum ketika mendekor kue tersebut.
Kellan membuka aplikasi kameranya lalu memotret Aqela secara diam diam. Kellan merasa dejavu ketika Aqela menunjukan berbagai macam ekspresinya.
__ADS_1
#bersambung
Mohon dukungan kalian ya guys tinggalkan jejak kalian. Like dan komen, karena dukungan kalian membuatku bersemangat untuk update terus setiap harinya 🤍