Aqela Untuk Kellan

Aqela Untuk Kellan
75


__ADS_3

Enjoy~


.


Bulan telah bergantian dengan matahari, sementara Aqela masih betah memejamkan matanya.


Setelah kejadian itu, Aqela menjadi sering terbangun pada malam hari dan kembali tidur pada saat matahari mulai terbit.


Tok! Tok! Tok!


"Aqela bangun, apa kau tidak ke toko mu?" panggil Aiden dari luar kamarnya


Mendengar kata toko Aqela langsung membuka matanya, benar terasa sudah sangat lama dirinya tidak bekerja.


Aqela turun dari tempat tidurnya lalu membuka pintu kamarnya.


Ceklek!


"Kau baru bangun?" tanya Aiden mengernyit


"Iya ka" jawabnya


"Aku dan Ayah menunggumu di meja makan cepat siap siap" ucap Aiden


Aqela menatap bingung Aiden yang masih berdiri di depan pintu kamarnya.


"Ada lagi?"


"Aku akan memberitahukan Ayah tentang kejadian yang menimpamu"


"Kak! Kau sudah berjanji tidak akan mengatakannya" ucap Aqela memotong perkataan Aiden


"Jangan memotong pembicaraanku Aqela, Kakak belum selesai" ucapnya menatap Aqela malas


"Oke"


"Aku akan memberitahukan hanya tentang perampokan saja tidak dengan yang lainnya" lanjut Aiden


"Aku mengerti" jawab Aqela


"Mengenai luka di keningmu apa sudah baikan?" tanya Aiden ketika melihat perban yang ada di kening Aqela


Aqela memegang keningnya yang terdapat perban kecil.

__ADS_1


"Sepertinya ini sudah lebih baik ka, aku akan menggantinya nanti hanya dengan plester biasa"


Aiden bernafas lega lalu mengangguk


"Cepatlah siap siap, kita tunggu di meja makan" ucap Aiden lalu mengusap kepala Adiknya sebelum pergi.


.


.


Tidak butuh banyak waktu lama sekarang Aqela sudah siap dengan penampilannya yang terlihat lebih fresh setelah mandi.


"Apa kalian menunggu lama?" tanya Aqela kepada kedua pria berbeda usia itu


"Lama. Sangat lama" jawab Aiden


Ketika Aqela akan menjawab ejekan sang Kakak, Ayahnya memanggil namanya dan menatapnya dengan serius membuat dirinya gugup.


"Aqela?" tanya Albian yang mulai serius


"Ada apa Ayah?"


"Semalam kenapa kau bisa bersama Kellan?" tanya Albian menatap anaknya menuntut jawaban


"Pulang mengantar Karina aku kerampokan Ayah" ucapnya


Deg


Albian terdiam sesaat mencerna ucapan yang di katakan oleh anaknya.


"Tapi tenang saja, Aqela tidak apa apa Kellan menolongku saat itu hanya barang barang Aqela saja yang di rampok" lanjutnya ketika melihat keterdiaman sang Ayah.


Aqela tau mungkin Ayahnya syok mendengar tentang kejadian yang dia alami semalam, dan itu hanya sebagian cerita saja bagaimana kalau dia menceritakan semuanya tentang pelecehan dan penganiayaan.


Aqela tidak akan sanggup mungkin Ayahnya akan terkena serangan jantung.


"Aqela?" panggil Albian lirih lalu menghampiri anak perempuannya


"Kau benar tidak apa apa? Kau tidak mengalami pelecehan atau penganiayaan lainnya?" tanya Albian memeriksa tubuh Aqela


Aqela menatap Aiden sesaat, sedangkan Aiden hanya diam saja saat di tatap sang Adik.


"Ayah dengar aku tidak apa apa Ayah, aku baik baik saja dan untungnya Kellan datang menolongku" ucap Aqela menghentikan ayahnya yang memeriksa wajah serta tangannya Aqela untuk memastikan tidak ada tindak penganiayaan

__ADS_1


Albian menghela nafas lega.


"Syukurlah, tolong sampaikan rasa terimakasih Ayah kepada Kellan yang sebesar besarnya. Ayah tidak tau harus membalasnya dengan cara apa" ujar Albian menatap Aqela


"Dia hanya ingin restu kita ayah" celetuk Aiden


"Restu?" Albian mengernyit


"Hm restu, mereka sudah berpacaran" jawab Aiden lagi


Albian mengalihkan pandangannya menatap Aqela yang ada di depannya.


"Benar itu?"


Aqela mengangguk. Dan Albian tersenyum bahagia melihat jawaban yang Aqela berikan


"Tentu saja Ayah akan merestuinya selagi dia bisa membahagiakan dan menjaga putri ayah" ucapnya memeluk Aqela dan mencium puncak kepalanya


"Terimakasih Ayah"


Albian melepaskan pelukannya lalu menatap Aqela serius.


"Mulai saat ini kau tidak boleh berkendara malam malam sendirian, dan kau harus sudah berada di rumah pukul 7 malam. Kau mengerti?" peringat Albian


"Tapi Ayah toko tutupnya jam 8 malam"


"Ayah tidak mau tau" final Albian


"Turuti saja Aqela, ini semua demi kebaikanmu" ucap Aiden


Aqela menghela nafas berat lalu mengangguk menyetujui syarat yang di berikan oleh Ayahnya.


"Ngomong ngomong soal barangmu yang di rampok, nanti siang akan ada orang yang mengantarkan barangmu entah itu mengantar nya kesini atau ke toko mu langsung" pungkas Aiden setelah Albian duduk kembali di tempatnya.


"Benarkah ka? Barang barang ku kembali dan mobil juga?" tanya Aqela antusias


"Seingat ku Kellan mengatakan itu kemarin" ucap Aiden


Aqela bernafas lega "Syukurlah mobilku dan yang lainnya masih aman" ucap Aqela


"Ayah sangat berterimakasih kepada Nak Kellan telah banyak membantu" ucap Albian yang di benarkan oleh kedua anaknya


"Sudah ayo kita makan ke buru dingin makanannya" ucap Aiden yang memulai memakan sarapannya

__ADS_1


To be continued🍃


__ADS_2