
Kellan membawa Aqela ke kamar pribadinya yang terletak di balik lemari ruangan kerjanya.Tidak ada yang tau tentang kamar pribadi Kellan hanya sekretarisnya dan Dokter pribadinya saja yang tau.
Kellan membaringkan Aqela di ranjang empuknya. Lalu menghubungi Dokter pribadinya agar segera datang.
Tuuut ..
"Ha.." belum sempat menjawab panggilan dari Kellan, Dokter tersebut merapatkan kembali bibir nya
"Cepat datang ke kantor. Sekarang!" titah Kellan dan langsung mematikan panggilan nya sepihak.
Lalu Kellan menghubungi sekretarisnya untuk menanyakan tentang rapat dengan pemegang saham.
Tuuut ..
"Halo? Ada apa Tuan?" tanya Eliot
"Berapa menit lagi rapat?" Kellan
"Sekitar 5 menit lagi Tuan" Eliot
"Gantikan aku"
"Apa ada masalah Tuan?" tanya Eliot
Kellan tidak menjawab dia menatap wajah pucat Aqela yang sedang bergumam
"Halo? Tuan?"
"Ya" titah Kellan
Sebelum Eliot menjawab Kellan sudah mematikan panggilannya.
"Sabar El sabar, semoga dengan kesabaran menghadapi atasan mu ini membawa keberkahan dalam hidup mu" gumam Eliot sambil mengelus elus dadanya dengan mata menatap ponselnya
Eliot langsung keluar dari ruangannya menuju lift untuk ke ruangan rapat yang ada di lantai 15 dengan membawa beberapa berkas yang akan di bahas dalam rapat kali ini.
Sedangkan Kellan sedang mondar mandir menunggu Dokter pribadinya yang tidak kunjung datang.
Saat akan menghubungi kembali Dokter pribadinya ruangan kerja kellan di ketuk lalu Kellan membukakannya menggunakan remote.
"Maaf Tuan menunggu lama" ucap Dokter lalu mengikuti langkah Kellan menuju kamar pribadinya
"Apa anda sakit?" tanya Dokter kembali
"Bukan aku tapi dia" ucap Kellan menunjuk Aqela dengan dagunya.
Dokter Alan mengernyit "seorang perempuan? Sejak kapan Tuan Kellan begitu perduli terhadap perempuan?" batinnya lalu matanya menatap Kellan yang sedang menatap perempuan cantik yang terbaring di ranjangnya.
"Tunggu apa lagi?" Kellan menatap tajam Dokter Alan
"Ba..baik Tuan" Dokter Alan langsung menghampiri Aqela dan memeriksanya
Setelah di periksa dan di cek suhu tubuhnya ternyata Aqela demam tinggi.
"Nona ini mengalami demam tinggi Tuan. Setelah memberikan nya obat, demamnya akan segera turun" Dokter Alan
"Kebetulan saya membawa obat untuk penurun demam dan berikan juga vitaminnya di minum setelah makan" Dokter Alan menyerahkan obat tersebut kepada Kellan.
Kellan mengambil obat tersebut.
__ADS_1
"Ada lagi Tuan?" tanya Dokter Alan
Kellan menggeleng.
"Kalau begitu saya akan kembali. Permisi Tuan" pamit Dokter Alan
Di sepanjang perjalanan Dokter Alan memikirkan perempuan yang sakit tadi dan membatin "Apa perempuan tadi kekasih Tuan Kellan? Kalau bukan kenapa dirinya begitu peduli dan terlihat khawatir ketika menatapnya?" Dokter Alan menggelengkan kepalanya mengusir pikiran yang tidak tidak. Dirinya melanjutkan langkahnya kembali.
..
Tok!
Tok!
Ruang pintu Kerja Kellan di ketuk. Kellan membukanya menggunakan remote nya. Seorang OB masuk dan membawakan makanan pesanannya.
"Tuan ini pesanan anda" OB tersebut menyerahkan pesanan Kellan
Setelah Kellan menerima pesanan tersebut, OB itu pamit undur diri. Kellan berjalan ke kamar pribadinya yang ada di balik lemari lalu menghampiri Aqela yang masih memejamkan mata tapi bibirnya tidak berhenti bergumam memanggil Ayah dan Kakaknya.
Kellan menempelkan punggung tangannya di kening Aqela, dan suhu tubuhnya masih sama yaitu panas.
Kellan berusaha membangunkan Aqela untuk menyuruhnya meminum obat. Dan usaha Kellan tidak sia sia Aqela mengerjapkan matanya.
Aqela berusaha untuk bangun walaupun kepalanya masih sangat pusing, Kellan langsung membantunya untuk bersandar di kasur.
"Kau harus minum obat dan makanlah dulu" titah Kellan setelah membuka makanan yang di beli oleh OB tadi
"Buku mulut mu" titah Kellan menyodorkan sendok di depan mulut Aqela
Aqela menurut, dia membuka mulutnya dan Kellan menyuapinya. Belum sempat makanan itu masuk ke dalam perut, Aqela langsung menutup mulutnya.
"Kamar mandi?" tanya Aqela
Aqela langsung berlari menuju toilet dengan keadaan kepalanya yang sangat pusing dan langsung memuntahkan semua isi yang ada di dalam perutnya.
Kellan langsung menyusul Aqela ke kamar mandi lalu membantu memijit tengkuknya untuk mengeluarkan semua isi dalam perutnya.
Jujur saja Aqela sangat lemas ketika sudah mengeluarkan isi dalam perutnya di tambah kepalanya sangat pusing dia sudah tidak sanggup untuk berdiri.
Kellan langsung menggendong Aqela ala bridal style lalu membaringkannya kembali di ranjangnya.
"Makan sedikit lagi oke?" Kellan
Aqela menggeleng lemah
"Aku ingin minum obat saja langsung" ucap Aqela lirih
Kellan menghela nafas, lalu memberikan dua butir obat dan air mineral dalam gelas. Aqela langsung meminum obat tersebut tanpa drama lagi.
"Terimakasih Kell, dan maaf merepotkan mu" ucap Aqela menatap Kellan dengan mata sayu
"Sama sekali tidak" Kellan
"Boleh aku meminjam ponsel mu? Aku mau menghubungi Kakak ku untuk menjemput ku, aku lupa tidak membawa ponsel" ucap Aqela
"Tidak! Sekarang kau istirahat saja" titah Kellan
"Aku tidak enak merepotkan mu" ucap Aqela menunduk
"Kau sama sekali tidak merepotkan ku, kalau kau terus berbicara kau baru merepotkan ku" Kellan menatap wajah pucat Aqela
__ADS_1
Aqela langsung terdiam.
"Good Girl. Istirahatlah aku akan kembali bekerja kalau kau butuh sesuatu panggil aku" ucap Kellan menepuk pucak kepala Aqela
Aqela hanya mengangguk dan Kellan langsung berjalan menuju ruangannya kembali.
Tidak lama Kellan pergi, Aqela langsung tertidur di kamar pribadi Kellan mungkin karena efek obat yang Aqela minum menjadi mudah tertidur.
Di sisi lain
Risty yang khawatir tentang Aqela yang tidak kunjung pulang di buat kalang kabut.
"Apa sebaiknya aku tanyakan kepada Tuan Eliot saja ya tentang Nona Aqela" gumam Risty
"Ya lebih baik aku tanyakan saja" Risty
Tuuut ..
Tuuut ..
"Apa ada sesuatu?" tanya Eliot to the poin
"Begini Tuan saya mau bertanya, apa Nona Aqela sudah pergi lagi dari kantor Tuan Kellan setelah mengantar kue?" tanya Risty menelepon dengan telepon toko
"Saya tidak tau, apa terjadi sesuatu?" tanya Eliot
"Begini Tuan, Nona Aqela sedang tidak sehat dan saya khawatir dengan keadaannya karena sampai sekarang Nona Aqela belum kunjung datang ke toko" ungkap Risty
"Saya akan menanyakannya kepada Tuan Kellan"
"Terimakasih Tuan, maaf merepotkan anda" Risty
Eliot langsung mematikan sambungan teleponnya.
"Apa gara gara ini Tuan Kellan tidak mengikuti rapat kali ini?" batin Eliot
Tidak mau di buat penasaran Eliot langsung menghampiri ruang kerja Kellan untuk menanyakannya langsung
Tok!
Tok!
Eliot langsung masuk ke dalam ruangan Kellan, dan melihat box kue yang Aqela bawa tadi masih ada di meja.
"Tuan?" panggil Eliot
"Hm"
"Begini tadi karyawannya Nona Aqela menanyakan tentang Nona Aqela yang tidak kunjung kembali ke toko, apa Nona Aqela sudah pulang dari sini?" tanya Eliot hati hati
"Dia sakit. Dan ada di kamar pribadi ku" jawab Kellan membuat Eliot tercengang.
"Benar saja dugaanku Tuan Kellan tidak mengikuti rapat karena menjaga Nona Aqela yang sakit, tidak menyangka sekali Tuanku yang kaku ini bisa seromantis ini terhadap perempuan" batin Eliot
"Apa kau akan tetap berdiri di situ?" tanya Kellan melihat Eliot melamun
"Hah? Tidak tuan saya akan kembali keruang kerja saya dan memberitahukan tentang keadaan Nona Aqela kepada karyawannya. Saya permisi Tuan" pamit Eliot
"Tunggu! Bagikan kue itu" titah Kellan
"Baik Tuan" jawab Eliot lalu membawa box kue tersebut untuk di bagikan kepada karyawannya.
__ADS_1
#bersambung
Mohon dukungan kalian ya guys tinggalkan jejak kalian. Like dan komen, karena dukungan kalian membuatku bersemangat untuk update terus setiap harinya 🤍