
Aiden menurunkan Aqela di depan toko kue nya. Di sepanjang perjalanan Aiden tidak membuka obrolan pikirannya masih bertanya tanya tentang Kellan menolong adiknya dan mengajaknya untuk bekerja sama.
"Terimakasih ka tumpangannya" ucap Aqela ketika dirinya sudah keluar dari mobil Aiden
"Apa perlu nanti pulang aku menjemputmu" tanya Aiden
"Nanti aku hubungi Kakak kalau mobilku belum kembali" jawab Aqela
Aiden mengangguk lalu pergi meninggalkan Aqela yang masih berdiri melihat kepergiannya.
Aqela berjalan memasuki toko kuenya dan seperti biasa Risty yang berjaga di meja kasir menyapanya ramah, Aqela pun membalas dengan ramah.
Aqela langsung naik ke lantai atas menuju ruangannya. Dia masih berfikir bagaimana cara menghubungi Kellan untuk menanyakan soal mobilnya.
Ceklek ..
Aqela membuka ruangan kerjanya yang minimalis lalu menyimpan tasnya, dan membuka blazernya. Aqela langsung turun ke bawah untuk membuat pesanan kue.
Karena kontrak kerja bersama dengan hotel Kellan di mulai hari ini, dan mulai hari ini pula dirinya akan di sibukkan dengan membuat kue.
Melihat kedatangan Aqela. Mita, Desi dan Sinta menyapanya.
"Selamat pagi Nona" sapa mereka semua
"Pagi semua, Kalian sudah tau kan hari ini kita mulai mengirim kue untuk hotel Tuan Kellan?" Tanya Aqela
"Iya Nona" jawab mereka
"Sudah berapa banyak kalian membuat kue?" tanya Aqela setelah memasang apron dan cap hairnet nya.
"Kami baru membuat 80 Nona" jawab Desi
Aqela mengangguk
"Baiklah kita mulai membuat pesanan untuk The Kells Hotel, ayo semangat" Aqela menyemangati mereka
"Iya semangat Nona" Ucap mereka bersamaan
Aqela dan karyawannya tersenyum lalu mereka mulai membuat kue kembali. Aqela pikir dirinya dan para karyawannya harus membuat kue sehari sebanyak 1000 pcs 500 untuk di toko kue nya dan 500 lagi untuk di kirim ke hotel Kellan.
Jam pun semakin cepat berputar waktu demi waktu cepat berlalu sampai sampai mereka yang membuat kue tidak menyadari ini memasuki waktu istirahat.
"Eum.. Nona?" panggil Desi
Aqela langsung mendongak ketika dirinya di panggil
"Ada apa Des?" tanya Aqela
"Boleh kami istirahat dulu Nona?" ucap Desi menunduk
Aqela melihat jam yang melingkar di tangannya langsung terbelalak
"Oh astaga maaf kan aku, aku tidak menyadarinya ini sudah waktu istirahat" ucap Aqela merasa tidak enak
"Tidak apa apa Nona" ucap Sinta
__ADS_1
"Yasudah kalau begitu kalian istirahat dulu saja" perintah Aqela
"Terimakasih Nona" ucap mereka bersamaan
Aqela mengangguk. Dirinya jadi merasa bersalah kepada para karyawannya karena tidak menyadari ini sudah memasuki waktu istirahat.
Aqela pikir dirinya belum lapar jadi Aqela lebih memilih untuk melanjutkan kembali pekerjaannya membuat kue, karena sebentar lagi pesanan kue untuk hotel Kellan akan segera selesai.
Di sisi lain para karyawannya yang sedang istirahat di tempat khusus untuk karyawan, di kagetkan oleh kedatang Risty
"Kalian melihat Nona? Aku mencari di ruangannya tidak ada" tanya Risty
"Nona masih di dapur membuat kue"
"Oke terimakasih" ucap Risty berlalu begitu saja
Risty langsung berjalan ke arah dapur untuk menyerahkan paper bag yang di antar oleh pengirim makanan untuk Nonanya.
"Nona" panggil Risty ketika dirinya melihat Aqela sedang mengambil kue dalam oven
"Ya ada apa?" tanya Aqela setelah meletakan kue kue tersebut di nampan yang besar
"Ini ada kiriman dari pengantar makanan untuk Nona" Risty menyerahkan paper bag tersebut
Aqela heran dirinya tidak memesan makanan pikirnya. Tak ayal Aqela mengambil paper bag tersebut.
"Terimakasih Risty" Aqela
"Sama sama Nona, kalau begitu saya akan kembali lagi ke depan Nona" ucap Risty
"Belum Nona" jawab Risty
"Kalau begitu kau makan dulu saja biar saya yang berjaga di depan" perintah Aqela
"Baik Nona" Risty
Mereka berjalan keluar dapur dengan beriringan. Aqela langsung berjalan ke meja kasir sedangkan Risty langsung menuju ruangan khusus istirahat para karyawan
Setelah di meja kasir Aqela masih bertanya tanya dari siapa makanan ini dan di dalamnya hanya ada tulisan saja yang bertuliskan "Jangan telat untuk makan, kesehatanmu lebih berharga"
Aqela tidak mau terlalu memikirkannya, mungkin di saat dirinya benar benar lapar Aqela akan memakannya.
Di saat dirinya tengah berpikir siapa yang mengirim makanan tersebut, seorang pelanggan datang. Tentu saja Aqela menyambutnya dengan ramah
"Selamat datang di toko kue kami Tuan" Aqela menyapa pelanggan dengan ucapan selamat datang
Pelanggan yang masuk tersebut menatap Aqela. Dirinya tertegun
"Aqela" gumam pelanggan tersebut
Tidak beda jauh dengan Aqela dia pun tertegun melihat kedatangan pelanggan tersebut
"Reksa" gumam Aqela
Reksa menghampiri Aqela yang berada di meja kasir. Dirinya menatap lamat Aqela
__ADS_1
"Kau benar Aqela?" tanya Reksa
"Iya aku Aqela" jawab Aqela
"Apa kau bekerja di sini?" tanya Reksa
"Bisa di katakan begitu" Aqela
"Bisa kita mengobrol sebentar?" Reksa
Aqela melihat toko kue nya yang sepi, Aqela mengiyakan ajakan Reksa.
Aqela duduk di kursi dengan menghadap Reksa di depannya. Jujur saja Aqela merasa canggung dengan pria yang ada di hadapannya karena mereka sudah lama tidak bertemu, terakhir bertemu saat wisuda.
"Apa kabar?" tanya Reksa menatap Aqela
"Seperti yang kau lihat" Aqela
"Apa penyakit lambungmu masih sering kambuh?" tanya Reksa
Aqela diam sejenak menatap Reksa
"Tidak" Jawab Aqela
"Kau banyak berubah Aqela" Reksa menatap Aqela
"Kau pun begitu" Aqela balik menatap Reksa
"Kau terlihat lebih menawan memakai pakaian formal seperti itu" Aqela tersenyum menatap Reksa
Reksa mendengar pujian dari Aqela tertawa kecil.
"Dan kau terlihat semakin cantik dari terakhir aku lihat" Reksa tersenyum menatap Aqela
Aqela tidak menjawab dia hanya membalas dengan senyuman.
Tanpa Aqela dan Reksa sadari, sedari tadi mereka di awasi dan di foto oleh seseorang.
Risty telah selesai dari istirahatnya dan dia sudah ada di meja kasir. Melihat itu Aqela bersyukur bisa langsung kembali ke dapur, ada alasan untuk meninggalkan Reksa.
"Kau mau membeli kue?" Aqela menyadarkan Reksa dengan tujuannya datang kemari
"Ah iya, aku hampir lupa dengan tujuanku datang ke sini untuk membeli kue" jawab Reksa
"Kalau begitu kau pilih pilih saja kue apa yang akan kau beli, aku akan kembali ke belakang" ucap Aqela lalu bangkit dari tempat duduknya dan berjalan ke dapur dengan terburu buru
Reksa yang melihat kepergian Aqela merasakan kehampaan kembali. Padahal dirinya masih ingin mengobrol banyak dan belum sempat meminta nomor ponselnya, Reksa pikir mungkin lain kali dirinya akan kesini lagi.
Sedangkan Aqela yang sudah sampai di dapur menghela nafas, dia bersyukur Risty cepat kembali.
Di sisi lain
Seseorang yang sudah menerima kiriman berupa foto seorang pria dan wanita sedang mengobrol dengan begitu ramah langsung meremas ponselnya dengan rahang yang mengeras. Dirinya langsung menyuruh sekretarisnya untuk mencari tau tentang seseorang yang ada di foto tersebut.
#bersambung
__ADS_1
Mohon dukungan kalian ya guys tinggalkan jejak kalian. Like dan komen, karena dukungan kalian membuatku bersemangat untuk update terus setiap harinya 🤍