
"Halo?" sapa Aqela ketika sudah menjawab panggilannya.
"Kau belum tidur?" tanya Kellan
"Belum aku baru selesai menyiapkan barang barang yang akan di bawa untuk besok" jawab Aqela
Sedangkan Kellan mengernyit di sebrang sana
"Kemana?" tanya Kellan
"Maksud mu?" tanya Aqela tidak mengerti
"Besok kau mau kemana?" tanya Kellan
"Oh. Besok Ka Aiden mengajakku dan Karina pergi liburan" jawab Aqela
"Kemana?"
"Ke pantai" jawab Aqela
Kellan terdiam.
"Halo? Kau masih di sana?" tanya Aqela
"Hm"
Mereka kembali terdiam.
"Tidurlah ini sudah malam" titah Kellan
"Iya, kau juga" ucap Aqela
"Hm" Kellan tersenyum di sebrang sana
"Good Night"
"Night"
Mereka menutup telepon bersamaan dengan senyum yang mengembang.
"La? aku tau kau sedang jatuh cinta tapi jangan kau senyum senyum sendiri apa lagi ini sudah malam aku merinding melihatnya" ucap Karina ketika melihat sahabatnya senyum senyum sendiri
Aqela langsung mendatarkan wajahnya dan mengambil bantal lalu melemparkannya ke wajah Karina.
"Aqelaaa!" teriak Karina
"Apa? Sudahlah tidur, ingat besok kita pagi pagi berangkat" Aqela mengingatkan
"Dasar kau menyebalkan" gerutu Karina
Sedangkan Aqela menghiraukannya lalu mulai merebahkan dirinya dan memejamkan matanya tidak lama Karina menyusul Aqela ke alam mimpi.
....
Seseorang menelpon orang yang selama ini selalu dapat dia andalkan untuk menyiapkan kebutuhannya besok.
"Siapkan villa untuk ku besok di sekitar pantai" titah nya
"Baik Tuan. Ada lagi Tuan?"
"Kosongkan jadwalku untuk beberapa hari kedepan" titah ya lagi
"Baik Tuan"
Pria tersebut langsung mematikan panggilannya.
Sedangkan orang yang di teleponnya tengah memikirkan Tuannya tentang perubahannya yang sangat besar menurutnya.
"Memang cinta bisa merubah apapun. Lihat saja Tuanku sekarang, orang yang terkenal Workaholic dapat berubah ketika sudah menemukan cintanya, memang magic yang namanya cinta" gumam Eliot ketika teleponnya sudah di matikan.
Karena tidak mau terlalu memikirkan Tuannya yang banyak berubah Eliot merebahkan dirinya untuk melanjutkan tidurnya kembali
...
__ADS_1
Hari yang mereka tunggu tunggu telah tiba, mereka sudah bersiap siap untuk pergi ke pantai dengan barang bawaan seadanya.
"Kalian sudah siap? Tidak ada yang ketinggalan?" tanya Aiden ketika melihat Adiknya dan Karina sudah di depan pintu dengan membawa koper kecil mereka.
"Sudah. Oh iya Ayah apa sudah bangun?" tanya Aqela berjalan mendekati Kakaknya
"Belum. Ayah pulang malam, sekarang mungkin masih belum bangun" ungkap Aiden
Aqela mengangguk.
"Masukan koper kalian ke dalam bagasi" titah Aiden
Mereka berdua menurut memasukan koper ke dalam bagasi mobil. Setelah itu mereka memasuki mobil dengan posisi Aqela dan Aiden di depan sedangkan Karina duduk di belakang sendiri.
Di dalam perjalanan mobil mereka tidak pernah sepi lantaran Karina dan Aqela yang selalu mengoceh sampai perjalanan pun tidak terasa cepat sampai nya.
Aiden memarkirkan mobilnya setelah sampai di hotel yang sudah di boking olehnya lalu mereka turun dari mobil.
"Ka kita akan menginap di sini?" tanya Aqela ketika melihat tempat yang akan dia inapi
"Menurutmu?" tanya Aiden
"Kita akan menginap di sini" lanjut Aqela tersenyum
"Ayo kita masuk saja" ajak Karina setelah mereka mengambil barang bawaan mereka di bagasi mobil.
Mereka memasuki hotel lalu menuju meja resepsionis untuk meminta kunci kamar mereka. Setelah menerima kuncinya, mereka memasuki lift untuk menuju kamar yang sudah di boking nya.
"Kamar kalian di sini dan kamar Kakak di sana" tunjuk Aiden memberitahukan kamarnya
"Oke Ka" jawab mereka sebelum memasuki kamarnya
"Oh iya, kalau kalian mau kemana mana kabari aku lebih dulu" titah Aiden
"Siap bos" jawab mereka barengan melakukan gerakan hormat
Aiden menggelengkan kepala, lalu berjalan menuju kamarnya yang berada di sebelah kamar Aqela dan Karina.
"Hmmm .. Harum" ucap Aqela ketika memasuki kamar hotelnya
Aqela mendelik ketika Karina mengejeknya.
"aku akan berganti pakaian lebih dulu" ucap Karina menghiraukan Aqela, begitupun dengan Aqela menghiraukan ucapan Karina.
Ceklek ..
"Kau sudah selesai?" tanya Aqela yang tengah rebahan di atas kasur
"Cepatlah kau berganti pakaian" titah Karina
"Tunggu" Aqela langsung berdiri dan membawa pakaian yang akan dia kenakan saat di pantai nanti
Ceklek ..
"Aku sudah selesai. Ayo kita ke bawah makin siang cuacanya makin panas" ajak Aqela
"Hm kau benar" jawab Karina
Mereka berjalan keluar setelah untuk menemui Kakaknya terlebih dulu
Tok!
Tok!
Ceklek ..
Aiden membuka pintu dan melihat keberadaan adik dan temannya sudah ada di depan pintu dengan pakaian yang sudah ganti.
"Kalian akan ke pantai sekarang?" tanya Aiden kepada Aqela tapi manik matanya menatap Karina
"Iya. Ayo kak" ajak Aqela
Aiden mengangguk lalu mengunci kamarnya. Mereka semua turun kebawah untuk menikmati pantai pagi yang masih sepi pengunjung.
__ADS_1
"Waaaah" ucap Aqela dan Karina dengan mata berbinar menatap pantai yang cantik di depan matanya
"Kak kau pandai sekali memilih tempat" puji Aqela ketika kaki mereka sudah menginjak pasir pantai
"Tentu saja ini bukan hal yang sulit" jawab Aiden membanggakan dirinya
"Kalau begitu kami akan bersenang senang" ucap Karina tersenyum menatap Aiden lalu menarik tangan Aqela untuk berenang bersama
Aiden tertegun menatap Karina yang tersenyum menatapnya, tidak lama setelah itu Aiden tersenyum menatap kepergian Aqela dan Karina yang sedang bermain air.
"Apa yang ku pikirkan" gumam Aiden menggelengkan kepalanya lalu lebih memilih duduk di sekitar pesisir pantai
...
Di dalam Villa Seorang pria dengan mata tajamnya dan rahang yang mengeras tengah menatap seorang perempuan yang tengah asik berenang bersama temannya. Bukan marah karena dia berenang bersama temannya tapi pakaian yang di kenakan nya membuat dia marah.
Walaupun di pantai sudah lazim memakai pakaian yang terbuka tapi dirinya tidak mau kalau perempuan yang dia cintainya mempertontonkan tubuhnya kepada orang lain.
"Gadis nakal!" gumamnya menyeringai menatap seorang perempuan yang tengah berenang.
...
"Rin?" panggil Aqela
Karina memalingkan wajahnya menatap Aqela
"Apa?" tanya
Aqela merotasikan matanya menatap Aiden yang tengah rebahan di atas pasir dengan memakai kacamata hitamnya lalu menatap Karina kembali dengan senyum jahil. Karina yang langsung konek langsung mengangguk dan tersenyum.
Mereka berjalan ke arah Aiden lalu mereka berdua mulai menyirami Aiden menggunakan air laut, tentu saja Aiden terkejut dan langsung bangun.
"Apa yang kalian lalukan? pakaianku jadi basah" gerutu Aiden menatap Aqela dan Karina yang sedang tertawa karena sudah mengerjainya
"Awas saja kalian ya akan ku balas" gumam Aiden melepas kacamata dan kemeja lengan pendeknya mempertontonkan perut sixpack nya.
Karina dan Aqela melihat Aiden yang melepas kemejanya sudah ancang ancang akan berlari.
"Lariii" teriak Aqela
Karina dan Aqela langsung berlari berlawanan arah ketika Aiden akan mengejarnya. Aiden memutuskan untuk mengejar Karina karena dia melihat Karina berlari ke arah yang sudah tidak ada jalan lagi sedangkan Aqela dia sudah berlari tidak tentu arah.
"Mau kemana kau?" ucap Aiden menatap Karina yang berlari di depannya.
Hap
"Aarghh!" teriak Karina
Bruk ..
Aiden yang tiba tiba menarik tangan Karina dan Aiden yang tiba tiba hilang keseimbangan setelah berlari yang akhirnya mereka berdua jatuh di atas pasir pantai dengan posisi Karina berada di atas tubuh Aiden.
Beberapa menit mereka bertatapan sampai ombak menyentuh kaki mereka yang menyadarkannya.
"Kau tidak apa apa?" tanya Aiden menyadarkan Karina yang berada di atas tubuhnya
"Hah? Ah aku tidak apa apa" jawab Karina langsung bangun
"Apa ada yang sakit?" tanya Aiden khawatir ketika sudah berdiri
"Tidak ada ka, aku tidak ada yang sakit" jawab Karina menelan ludahnya kasar melihat Aiden yang setengah telanjang
Aiden mendekati Karina lalu menyentil kening Karina pelan
"Makannya jangan jahil" ucap Aiden
"Itu idenya Aqela bukan aku Ka" cemberut Karina
"Kalian sama saja" gerutu Aiden
"Sebaiknya kita kembali ke tempat yang tadi" ajak Aiden menarik tangan Karina lembut.
__ADS_1
Entah sadar atau tidak perlakuan Aiden membuat pipi Karina seperti kepiting rebus.
#bersambung