Aqela Untuk Kellan

Aqela Untuk Kellan
36


__ADS_3

Mendengar Aiden bergumam seperti itu Kellan menatap Aiden datar. Aiden menatap Kellan yang sedang menatapnya lalu mengalihkan pandangannya menatap Albian


"Aku akan melihat Aqela dulu Yah" ucap Aiden lalu pergi dari hadapan mereka berdua


"Sebaiknya kau membersihkan diri dulu sebelum menemui Aqela" ucap Albian menghentikan langkah Aiden


Aiden menghela nafas. Lalu berbalik menatap sang Ayah


"Ya baiklah" Aiden berjalan dengan tergesa ke dalam kamarnya.


Melihat kepergian Aiden, Kellan dan Albian melanjutkan kembali langkahnya menuju pintu keluar.


Albian membukakan pintu untuk Kellan dan di depan pintu sudah ada Eliot tersenyum ramah menyapanya.


"Selamat malam Tuan Alwen" sapa Eliot


Albian mengernyit, dia tidak mengenal pria yang menyapanya barusan. Melihat ekspresi bingung dari orang yang di sapanya Eliot langsung memperkenalkan dirinya dan menyampaikan tujuannya datang ke rumahnya.


"Saya sekretarisnya Tuan Kellan, dan saya kemari untuk mengantarkan mobil Nona Aqela" ungkap Eliot memberikan kunci mobil Aqela


"Terimakasih Tuan Eliot" ucap Albian mengambil kunci mobil tersebut


"Panggil saya Eliot saja Tuan" ucap ramah Eliot


Albian mengangguk lalu tersenyum menatap Eliot, lalu matanya menatap Kellan yang sedari tadi hanya menyimak obrolan antara dirinya dan Eliot.


"Ah iya, sekali lagi terimakasih sudah menolong dan mengantarkan putriku Tuan Kellan" ucap Albian


"Sama sama" Kellan


"Kalau begitu kami pamit dulu Tuan Alwen" ucap Eliot menundukkan kepalanya


"Iya hati hati di jalan" Albian


Kellan dan Eliot berjalan menuju mobilnya. Eliot membukakan pintu mobilnya untuk Kellan setelah masuk Eliot memutari mobilnya lalu masuk di bagian kemudi.


Mereka meninggalkan pekarangan rumah keluarga Alwen.


"Apa Tuan Kellan menyukai putriku?" gumam Albian menatap kepergian mobil Kellan. Setelah mobil Kellan benar benar tidak terlihat lagi Albian kembali masuk ke dalam rumahnya.


..


Setelah selesai mandi dan segala macamnya Aiden langsung berjalan menuju kamar Aqela dengan membawa baskom kecil berisi air hangat serta handuk kecil


Ceklek ..


Pintu kamar Aqela terbuka. Aiden masuk mendekati ranjang Aqela lalu menyimpan baskom tersebut di meja. Aiden mengecek suhu tubuh Aqela.


"Normal" gumam Aiden menatap Aqela


"Kau berkeringat banyak sekali" ucap Aiden lagi, Aiden memasukan handuk kecil tersebut ke dalam baskom berisi air lalu memerahnya dan mengelap keringat Aqela dengan telaten


"Gadis nakal! Sudah ku bilang untuk selalu membawa payung, saat musim panas sekalipun kau harus membawanya, begini lah jadinya kalau kau tidak menurut" gerutu Aiden sambil mengelap keringat Aqela


Merasa tidurnya terusik Aqela melenguh, lalu mengerjapkan mata.


"Kakak" Aqela memanggil lirih Aiden


Aqela berusaha untuk bangun dan Aiden langsung membantu Aqela menyandarkan badannya di kasur.


"Masih pusing?" tanya Aiden


Aqela menggeleng


"Aku lapar" adu Aqela

__ADS_1


"Tunggu. Kakak akan buatkan bubur untukmu" ucap Aiden lalu langsung pergi dari kamar Aqela menuju dapur.


Aqela meraba raba kasurnya dia mencari handphonenya tapi tidak menemukannya sesaat kemudian Aqela baru teringat bahwa handphone nya berada di tas dan tasnya ada di ruang kerjanya.


Tunggu! Aqela mengingat ingat kejadian tadi


Setelah mengingat semua kejadian tadi siang dari mulai dirinya pingsan lalu tidur kembali setelah meminum obat dan setelahnya Aqela tidak tau lagi bangun bangun dirinya sudah berada di kamarnya


"Apa mungkin Kellan juga yang sudah membawaku pulang?" gumam Aqela


Di saat Aqela sedang memikirkan sesuatu Aiden memasuki kamarnya dengan membawa semangkuk bubur.


"Makanlah pelan pelan karena ini masih panas" Aiden menyerahkan mangkuk berisi bubur ke pangkuan Aqela


"Kau tidak mau menyuapiku?" tanya Aqela


"Kau masih punya tangan" jawab Aiden


Aqela mendelik menatap Kakaknya, lalu mengambil sendok yang ada dalam mangkuk. Aiden langsung mengambil sendok dan mangkuk tersebut dari pangkuan Aqela.


"Buka mulutmu" titah Aiden menyuapi Aqela


"Kau tidak ikhlas menyuapiku" ucap Aqela cemberut


"Buka mulutmu sayang adik Kakak yang paling cantik" titah Aiden menunjukan senyum terbaiknya.


Aqela terkekeh melihat ekspresi Aiden. Aqela membuka mulutnya dan memakan bubur yang sudah di buatkan oleh Aiden.


"Enak?" tanya Aiden


"Tidak"


"Ya wajar saja tidak enak karena kau lagi sakit" Aiden


"Lalu kenapa kau bertanya?" Aqela menatap Kakaknya sengit


"Kau menyebalkan sekali" cemberut Aqela


Sedangkan Aiden terkekeh melihat Adiknya yang cemberut karena dirinya kerjai.


"Aqela sudah bangun?" tanya Albian tiba tiba masuk ke dalam kamar Aqela


"Qela baru bangun Ayah" jawab Aqela


"Bagaimana keadaanmu apa lebih baik?" tanya Albian


"Aqela rasa sudah lebih baik Ayah, hanya badan Aqela terasa lengket saja" Aqela


"Bagaimana tidak lengket, liat saja keringatmu aku lap dapat sebaskom" Aiden menyahuti Aqela dan menunjuk baskom dengan dagunya yang ada di samping ranjang Aqela


"Yang benar saja, mana ada sebanyak itu" protes Aqela tidak percaya


"Itu kau sudah liat sendiri" ucap Aiden terkekeh


"KAKAK!" teriak Aqela yang kesal kepada Kakaknya selalu saja mengerjai dirinya.


Aiden tertawa melihat ekspresi Adiknya. Sedangkan Albian menatap kedua anaknya menggelengkan kepala sambil tersenyum.


"Sudah Aiden jangan selalu mengerjai Adikmu"


"Baiklah. Aku minta maaf. Sekarang cepat habiskan buburmu kalau kau tidak menghabiskannya aku tidak mau membuatkan makanan lagi untukmu" ancam Aiden


Aqela terbelalak.


"Ini masih banyak aku tidak bisa menghabiskannya"

__ADS_1


"Setidaknya makan lebih banyak lagi jangan hanya tiga suap sendok saja" ucap Aiden menyodorkan sendok yang berisi bubur


Aqela membuka mulutnya lalu memakannya.


"Sudah cukup aku kenyang" ucap Aqela menggelengkan kepala


Aiden menyodorkan segelas air mineral untuk Aqela. Aqela mengambilnya lalu meminumnya


"Terimakasih Kakak" Aqela menyodorkan gelas yang masih tersisa kepada Aiden.


"Sebaiknya kau ganti bajumu dulu lalu lanjut istirahat" titah Albian


"Baik Ayah. Oh iya siapa yang membawa Aqela pulang Yah?" Tanya Aqela


Aiden dan Albian bersitatap.


"Tuan Kellan yang membawamu kemari, dan Sekretarisnya juga yang telah mengantarkan mobilmu" jawab Albian


Aqela terdiam. Albian dan Aiden tidak bertanya lebih lanjut karena kondisi Aqela yang masih belum sehat benar.


Kalau di tanya tanya yang ada dia akan kembali pusing.


"Kami keluar dulu, dan kau jangan lupa ganti bajumu" titah Aiden


"Hm"


Aiden mengusap puncak kepala Aqela lalu pergi dari kamarnya bersama Albian.


"Jadi Kellan yang sudah mengantar ku pulang" gumam Aqela


Aqela menghela nafas. Lalu beranjak dari kasurnya menuju kamar walk in closet untuk mengganti baju yang sudah basah oleh keringatnya sendiri


...


Sedangkan di sisi lain seorang wanita cantik sedang menggerutu karena dirinya menghubungi sahabatnya sejak siang tidak ada jawaban.


"Kau kemana sih Qela? Tidak biasanya susah di hubungi" gumam Karina


"Apa sebaiknya aku hubungi Ka Aiden saja ya?" gumam Karina


Tuuuuut ..


"Ya halo?" suara Aiden dari sebrang telepon


"Ka? Akhirnya" ucap Karina lega


"Ada apa?" tanya Aiden


"Begini Ka, aku mencoba menghubungi Aqela tapi tidak ada jawaban sejak siang tadi. Apa aqela ada menghubungi Kakak?"


"Aqela sudah ada di rumah, dia sakit" jawab Aiden


"Astaga! Pantas saja aku menghubunginya dari tadi tidak di jawab oleh nya"


"Hm"


"Ya sudah kalau begitu. Terimakasih Ka" Karina


"Sama sama" Aiden


Mereka memutuskan sambungan teleponnya bersamaan.


"Pasti kemarin karena dia ke ujanan?" gumam Karina


Sedangkan pria yang baru saja di teleponnya, tengah tersenyum sendiri melihat layar handphonenya yang hitam.

__ADS_1


#bersambung


Mohon dukungan kalian ya guys tinggalkan jejak kalian. Like dan komen, karena dukungan kalian membuatku bersemangat untuk update terus setiap harinya 🤍


__ADS_2