
Setelah sampai di alamat yang di berikan oleh Kakek Amar, Aqela berniat untuk menghubungi Kakek Amar terlebih dulu bahwa dirinya sudah sampai.
Sebelum memanggilnya seorang security mengetuk kaca mobil Aqela. Sedangkan Aqela dan Karina saling tatap.
"Kau buka saja" titah Karina
Aqela langsung membuka kaca mobilnya.
"Apa anda Nona Aqela yang ingin mengantarkan kue?" tanya nya
"Iya. Saya mengantarkan kue pesanan Kakek" jawab Aqela
"Langsung masuk saja Nona" titahnya lalu security itu membukakan pintu gerbang untuk Aqela
"Terimakasih"
"Sama sama Nona"
Aqela langsung memasuki pekarangan mansion Kakek Amar, lalu memarkirkan mobilnya. Mereka berdua mengernyit ketika melihat banyak mobil yang terparkir.
"Apa ini semua mobilnya Kakek ya?" gumam Aqela
"Mungkin. Kau jangan heran orang kaya kan mobilnya banyak" jawab Karina membuka seatbelt
"Kau benar" Aqela langsung membuka seatbelt nya
"Tolong bawakan satu box lagi ya" pinta Aqela
"Untuk sahabatku akan aku lakukan" jawab Karina
Sedangkan Aqela mendapat jawaban luar biasa dari sahabatnya tersenyum manis. Mereka turun dari mobil dengan membawa box masing masing satu.
"La ini bener kan alamatnya?" tanya Karina masih tidak percaya
"Bukannya kamu dengar tadi security bilang apa?" jawab Aqela
"Iya juga sih, ya sudah ayo jalan tunggu apa lagi" ajak Karina
"Hm" Aqela langsung berjalan menuju pintu mansion di ikuti Karina di belakangnya lalu Aqela menekan bel nya.
Ting Ning !
Ting Ning!
Ting Ning!
"Ini pada kemana sih orang orang, gada gitu yang mau bukain pintu?" gerutu Karina
"Sabar Rin" Aqela menenangkan sahabatnya
Ting Ning!
Ceklek ..
Mereka berdua bernafas lega ketika bunyi pintu terbuka tapi tidak setelah mereka melihat siapa yang sudah membuka pintu tersebut Aqela dan Karina tertegun.
__ADS_1
"Veronica" batin Aqela dan Karina
Begitupun dengan Veronica tertegun ketika melihat kedatangan kedua perempuan yang tidak ingin di lihat oleh nya.
"Ada keperluan apa kalian datang kemari?" tanyanya dengan nada tidak ramah
"Begini, kami ingin mengantarkan kue pesanannya Kakek Amar" jawab Aqela ramah berbeda dengan Karina yang menatap Veronica tajam.
"Kau simpan saja di sana setelah itu kalian boleh pergi" jawabnya dengan ketus
Aqela dan Karina memasuki mansion Kakek Amar lalu menyimpan box kue di meja yang telah di tunjuk oleh Veronica.
"Kenapa kalian masih diam?" tanyanya sinis
"Kakek Amar belum membayar kuenya" jawab Aqela sedangkan Karina sudah ingin merobek mulut Vero yang tidak ramah ketika berbicara
"Berapa totalnya?" tanyanya
Belum sempat Aqela menjawab pertanyaan Veronica, Kakek Amar datang memanggilnya
"Aqela?" panggilnya
"Kakek"
"Kau baru datang?" tanya Kakek Amar
"Kami baru sampai Kek" jawab Aqela
"Kau bersama dengan temanmu?" tanya Kakek Amar ketika melihat ada perempuan cantik di samping Aqela
"Kek kuenya sudah Aqela simpan di atas meja sana" tunjuk Aqela dan Kakek Amar melihat kepada box kue itu tersimpan
"Terimakasih, berapa totalnya?" tanyanya
"5.500.000 Kek" jawab Aqela
"Kakek bayar lewat QR saja ya"
"Boleh Kek"
Setelah Aqela dan Kakek Amar melakukan pembayaran Aqela dan Karina izin pamit dari mansionnya.
"Aqela, Nona Karina?" panggil Sam dari arah belakang Vero dan Kakek Amar
Karina dan Aqela melihat orang yang memanggilnya. Aqela di buat bingung kenapa Kellan ada di sini? Tapi tidak dengan Karina dia membuang wajahnya tidak mau menatap kekasihnya yang sedang menatapnya dengan tatapan rindu.
Sam dan beberapa pria di belakangnya mengikuti langkah Sam untuk menghampiri Aqela dan Karina. Sedangkan Vero sangat kesal kepada kedua perempuan yang ada di hadapannya ini bukannya langsung cepat pergi malah masih berdiam diri di hadapannya.
"Kalian ada di sini?" tanya Justin mengernyit heran
"Aku mengantarkan kue pesanan Kakek Amar" jawab Aqela walaupun dia bingung dengan situasi sekarang karena melihat Kellan dan teman temannya berada di sini.
"Kalian semua sudah saling mengenal?" tanya Kakek Amar
Mereka semua mengangguk, tapi tidak dengan kedua pria yang ada di hadapannya Aqela dan Karina yaitu Wiliam dan Kellan.
__ADS_1
"Aqela? Kenalkan Kellan cucu Kakek. Ah kalian sudah saling mengenal bukan?" Kakek Amar memperkenalkan Kellan sebagai cucunya ketika melihat kebingungan di raut wajah Aqela.
Pupil mata Aqela terbuka lebar, dia tidak menyangka Kakek tua yang pernah dia tolongnya ternyata Kakek nya Kellan. Tapi tidak dengan Karina dia menganggukkan kepala lalu menatap Kellan yang sedang menatap Aqela.
"Kebetulan sekali kalian ada di sini Kalau begitu kalian ikut bergabung bersama kami saja, kami sedang mengadakan acara barbeque di belakang lebih banyak orang lebih seru bukan? Bagaimana Aqela dan Nona Karina?" tanya Kakek Amar
"Panggil saya Karina saja" ucap Karina menatap Kakek Amar
"Baiklah, jadi bagaimana kalian mau ikut bergabung bersama kami?" tanyanya lagi
Mereka semua menunggu jawaban Aqela dan Karina termasuk dengan Wiliam dan Kellan. Wiliam melihat Karina di depannya seakan ingin memeluknya erat untuk meluapkan kerinduannya yang beberapa hari ini tidak bertemu dan tidak ada kabar pula.
Aqela dan Karina bersitatap, Karina menggeleng samar, setelah itu Aqela menatap Veronica yang menatapnya seperti menahan marah kepadanya dan Karina.
"Tidak perlu Kakek, setelah ini kami masih ada acara" jawab Aqela
"Acara apa? Apa kembali ke toko lagi?" tanya Sam
"Iya kembali ke toko lagi karena ada beberapa pesanan lagi yang belum ku buat" alibi Aqela
"Bukannya sudah ada karyawanmu Nona jadi untuk apa dia di pekerjakan kalau masih saja mengandalkan mu?" tanya Wiliam guna mencegah kepergian Karina
Karina menatap Wiliam sengit, sedangkan Wiliam tersenyum manis menatap Karina tidak lupa dengan mengedipkan mata menggoda. Sedangkan Karina hanya menatap datar Wiliam lalu melirik Veronica.
"Jadi apa kalian mau bergabung?" tanya Wiliam lagi ketika tidak ada tanggapan dari kedua perempuan yang ada di hadapannya.
Belum sempat Aqela dan Karina menjawab Sam dan Justin sudah menarik tangan Aqela dan Karina membawanya menuju halaman belakang.
Mereka semua mengikuti Sam dan Justin yang menarik Aqela dan Karina. Termasuk kedua pria yang sedari tadi memperhatikan Aqela dan Karina mereka terkekeh ketika Aqela dan Karina di tarik oleh temannya.
Berbeda dengan Veronica dia mengepalkan tangannya dengan rahang yang mengeras.
"Vero ayo" ajak Kakek Amar ketika melihat Vero masih berdiam diri tidak beranjak mengikutinya.
"Ah iya Kek" jawab Vero seketika itu menormalkan kembali ekspresi wajahnya lalu mengikuti Kakek Amar dari belakang.
...
"Nah duduklah kalian di sini, biar kami yang memanggang ikan dan yang lainnya kalian tunggu matang saja" ucap Justin ketika sudah mendudukkan Aqela dan Karina
Mereka berdua mengangguk menurut. Melihat itu Sam dan Justin di buat gemas, lalu tangan mereka terangkat untuk menepuk puncak kepala Aqela dan Karina.
Sebelum tangan Sam dan Justin mengenai kepala Aqela dan Karina tangan mereka di tahan oleh seseorang.
"Wil?" Justin
"Kellan?" Sam
Mereka melepaskan tangannya dengan kasar.
"Lebih baik kau membantu Eliot mengurus panggangan dan lanjutkan panggangan mu yang sempat tertunda" ucap Wiliam sinis
"Ck! Kau sangat tidak mendukung kawan Wil" gerutu Justin lalu pergi dari hadapan Wiliam, Kellan, Karina dan Aqela. Lalu di ikuti oleh Sam dia tidak mengerti kenapa dirinya di tatap dengan sorotan tajam seperti itu oleh Kellan, tidak mau ambil pusing Sam pun langsung menyusul Justin.
__ADS_1
#bersambung