
Kellan dan Aiden berjalan di belakang Aqela dan Karina menuju ke sebuah cafe yang telah menarik perhatian kedua perempuan yang ada di depan mereka.
"Kau sengaja kemari untuk Aqela?" tanya Aiden
"Hm"
Aiden menatap Kellan dari samping dengan menyipitkan matanya karena sinar matahari yang cukup terik.
"Kau menyukai Adikku?" tanyanya lagi
"Aku mencintainya" jawab Kellan to the point
Aiden menghentikan langkahnya begitupun Kellan, mereka berhadapan dan bersitatap.
"Kau tidak sedang mempermainkan Adik ku kan?" Aiden menatap tajam Kellan
Sedangkan Kellan tidak terpengaruh sama sekali dengan tatapan yang Aiden berikan padanya.
"Aqela bukan sebuah permainan untukku" jawab Kellan menatap manik mata hitam legam Aiden
"Kau baru mengenal Adikku, dan kau sudah mencintainya. Lelucon macam apa yang sedang kau mainkan?" Aiden terkekeh
"Kau salah. Aku sudah mengenal Aqela sudah lama" jawab Kellan menatap datar Aiden yang sedang terkekeh
Aiden mendatarkan raut wajahnya.
"Sejak kapan?" tanyanya
"Sejak masa SMA, Aqela sudah menarik perhatianku sampai aku mencintainya hingga saat ini" ungkap Kellan
Aiden tertegun menatap mata Kellan dan Aiden tidak menemukan kebohongan di mata nya.
Sampai suara perempuan yang tengah di bicarakannya memanggil, mereka mengalihkan pandangan menatap Aqela yang sudah berada di depan cafe bersama Karina.
"Kakak, Kell ayo" ajak Aqela berteriak mereka
Mereka berdua langsung berjalan menghampiri Aqela dan Karina.
....
"El kemana Kellan?" tanya seorang perempuan menghampiri ruangan Eliot tanpa mengetuk terlebih dulu.
"Tuan Kellan tidak memberitahukannya Nona. Tuan hanya meminta untuk mengosongkan jadwalnya saja beberapa hari kedepan" jawab Eliot
Tentu saja jawaban Eliot bohong, dia tidak mau perempuan ini mengganggu acara Tuannya untuk mendekati Aqela gagal.
Eliot hanya mengira ngira saja bahwa Kellan sedang bersama Aqela. Karena semenjak bertemu Aqela, Kellan sampai membatalkan meeting nya dan sekarang menyuruhnya untuk mengosongkan jadwalnya beberapa hari kedepan.
"Yang benar saja Kellan tidak masuk kerja" ucap perempuan tersebut tidak percaya seorang Kellan yang di kenal dengan workaholic meninggalkan pekerjaannya.
Perempuan tersebut langsung meninggalkan ruangan Eliot tanpa permisi. Sedangkan Eliot menatap perempuan tersebut sinis, di antara teman Kellan yang lainnya Eliot paling tidak menyukai perempuan itu. Eliot melihat bahwa sifatnya hanya manipulatif saja.
Eliot bersyukur selama berteman dengan perempuan tersebut Tuannya tidak pernah tertarik apa lagi menyukainya.
...
__ADS_1
Aqela dan Karina berbinar menatap makanan yang ada di hadapannya.
"Kau yakin bisa menghabiskan ini semua?" tanya Aiden
"Aku tidak yakin" jawab Aqela menatap makanannya yang ada di depannya
"Kenapa pesan banyak sekali kalau begitu?" kesal Aiden
"Ini semua terlihat enak Kakak, Iya kan Rin?" jawab Aqela cengengesan menatap Aiden
Karina menganggukkan kepala dan sudah tidak sabar untuk menyantap makanan yang ada di depan matanya.
"Ck! Kalian sama saja" decak Aiden
"Sudahlah Ka kita makan saja, habis tidak habis itu urusan nanti" ucap Aqela mendapat gelengan kepala dari Aiden, sedangkan Kellan ujung bibirnya berkedut mendengar ucapan Aqela
"Benar itu, ayo kita makan" ajak Karina yang mulai mengambil berapa makanan di depannya
Aqela mengangguk lalu diapun mengikuti Karina mengambil makanan yang menjadi favorit nya, begitu pun dengan Aiden dan Kellan ikut makan ketika Karina dan Aqela sudah menyantap makanan yang mereka pesan.
"Apa kau tidak apa apa makan banyak?" tanya Aqela kepada Karina di sela sela makannya karena Aqela melihat Karina makan banyak tidak seperti biasanya.
"Tidak. Asal jangan ketahuan manager ku saja" jawab Karina
"Kasian sekali hidupmu selain banyak aturan kau pun tidak bisa makan sepuasnya" ledek Aqela
"Aqelaaa! Kau menyebalkan!" cemberut Karina
"Sudahlah sekarang aku ingin menikmati makanan ini sepuasnya. Jadi lebih baik kau diam dan lanjutkan makan mu" ucap Karina melotot di akhir kalimat
"Tanpa kau menyuruh aku akan melanjutkan makan ku" jawab Aqela menjulurkan sedikit lidahnya, sedangkan Karina mendelik malas menatap sahabatnya itu.
Kellan dan Aiden hanya menjadi pengamat kedua perempuan yang ada di hadapannya. Bagi Aiden pemandangan ini sudah biasa tidak aneh lagi tapi tidak dengan Kellan.
Kellan melihat kembali sifat ceria Aqela yang sudah sejak lama dirinya rindukan. Dan sekarang dirinya melihat langsung tanpa harus memperhatikannya secara diam diam. Mengingat itu membuat Kellan geli sendiri, betapa pengecut dirinya tidak berani mendekati Aqela pada saat itu.
...
"Aaah kenyang juga" ucap Aqela setelah selesai makan
"Perutku begah" adu Karina
"Aku juga" keluh Aqela
Aiden terkekeh melihat kedua perempuan yang di depannya kekenyangan.
"Ini semua gara gara kau Kak. Coba kalau kau tidak memaksa kami untuk menghabiskannya mungkin perut kita tidak akan kekenyangan seperti ini" protes Aqela
"Itu salah Kalian berdua kenapa memesan makanan terlalu banyak, ya tanggung sendiri Akibatnya" Aiden
Aqela dan Karina cemberut ketika Aiden menceramahinya. Kellan melipat bibirnya ketika melihat Aqela cemberut, dia tidak tahan dengan kelakuan Aqela hari ini yang begitu cerewet.
Kellan berdiri dari duduknya lalu mengulurkan tangannya ke depan Aqela.
__ADS_1
Aqela mengernyit
"Kemana?" tanyanya bingung
"Ikut saja" jawab Kellan langsung menarik lembut tangan Aqela
Sedangkan Aiden langsung berdiri ingin menyusul Adiknya tapi Karina mencegahnya dengan memegang tangan Aiden
"Jangan ikuti dia Ka. Biarkan mereka pergi" Karina
"Aku takut Kellan berbuat sesuatu kepada Aqela" ucap Aiden menatap kepergian Aqela dan Kellan
"Bukankah Kakak juga tau perangai Kellan seperti apa terhadap perempuan? Aku yakin Kellan tidak akan berbuat macam macam kepada Aqela asal, Ka Aiden tau Kellan menyukai Aqela" ungkap Karina
Aiden langsung menatap Karina
"Kau mengetahuinya?" tanya Aiden kembali duduk di kursinya
"Aku hanya menyimpulkan dari cerita Aqela yang pernah curhat kepadaku" jawab Karina lalu meminum minumannya yang masih tersisa
"Curhat apa dia kepadamu?" tanya Aiden penasaran
"Dia bilang Kellan pernah menciumnya, dan dia juga yang merawat Aqela saat dirinya sakit"
Aiden terdiam.
"Ka kenapa?" Karina menggoyangkan tangan Aiden karena tidak ada tanggapan
"Hah? Tidak, sebaiknya kita kembali ayo" ajak Aiden
Karina dan Aiden kembali ke kamar hotel mereka masing masing setelah makan siang bersama.
...
Kellan mengajak Aqela kembali ke Villanya. Tentu saja awalnya Aqela menolak tapi tidak setelah Kellan memaksa.
"Jangan bilang ini Villa milik mu juga Kell?" tanya Aqela melihat lihat isi dalam Villa
"Hm" jawab Kellan yang sudah duduk di sofa sembari membuka laptop nya.
"Sudah ku duga" gumamnya
"Kenapa kau kemari?" tanya Aqela setelah melihat lihat isi Villa Kellan lalu duduk di samping Kellan.
"Menurutmu?" tanya Kellan menatap manik mata cokelat Aqela
"Kau kemari tidak datang untuk bekerja?" tanya Aqela lagi
"Tidak" jawab Kellan
Aqela terdiam sejenak.
"Apa kau datang kemari untuk ku?" tanya Aqela pelan
Kellan menatap Aqela lamat begitupun dengan Aqela. Jantung Aqela sudah seperti lari marathon berdetak kencang saat di tatap lembut oleh pria tampan yang ada di hadapannya.
__ADS_1
#bersambung