Aqela Untuk Kellan

Aqela Untuk Kellan
26


__ADS_3

Setelah sampai di toko kuenya, Aqela langsung mengajak pria tua tersebut untuk masuk ke dalam toko nya.


Di meja kasir Risty langsung menyambut Aqela dan pria tua tersebut


"Nona anda sudah pulang" Risty menghampiri Aqela


"Iya. Oh ya apa pesanan kue untuk hotel Tuan Kellan sudah di ambil?" tanya Aqela


"Sudah Nona setengah jam yang lalu" jawab Risty


Aqela mengangguk. Risty menatap pria paruh baya yang ada di samping Aqela, lalu Aqela mengikuti arah pandang Risty.


"Oh iya Kek ini pegawai Aqela namanya Risty" Risty tersenyum kepada pria tua yang ada di hadapannya begitupun dengan pria tua tersebut membalas senyumannya


"Kakek pilih pilih saja dulu kue yang Kakek mau, Qela ke atas dulu. Risty tolong bantu Kakek ya" pinta Aqela


"Baik Nona" ucap Risty


Aqela langsung menuju ruangannya meninggalkan pria tua tersebut dan Risty.


"Silahkan Tuan pilih saja kue yang anda inginkan dan saya akan mengambilkannya" ucap Risty ramah


pria tua tersebut mengangguk lalu menuju ke stand kue.


"Tolong ambilkan yang di ujung sana" pilih pria tua tersebut


"Baik Tuan" Risty langsung mengambilkan kue yang di tunjuk oleh pria tua tersebut


"Ada lagi tuan?" tanya Risty


"Tidak ada, aku akan makan disini" pria tua


"Baik Tuan. Tapi di sini kami tidak menyediakan minuman hanya ada air mineral saja"


"Tidak apa apa itu lebih baik" ucap pria tersebut lalu memilih kursi untuk duduk.


Risty mengikutinya dari belakang, setelah pria tua tersebut duduk Risty langsung menaruh kue tersebut di hadapannya


"Ini kue nya Tuan, saya akan mengambilkan air minum untuk anda" ucap Risty langsung mengambil Air mineral yang ada dalam showcase khusus minuman.


"Ini Tuan minuman anda. Selamat menikmati"


"Terimakasih" ucap pria tua tersebut.


Pria tua tersebut sudah tidak sabar untuk menyantap kue yang ada di hadapannya



Pria tua tersebut langsung memakan kue yang menjadi pilihannya. Setelah mencoba satu sendok kecil pria tua itu tertegun.


"Ini sangat enak" gumam nya


Aqela menuruni tangga dan melihat pria tua tersebut sedang menikmati kue nya. Aqela langsung menghampirinya.


"Bagaimana Kek kuenya apa enak?" Aqela

__ADS_1


Pria tua tersebut mendongak menatap Aqela yang sudah ada di sampingnya.


"Ini sangat enak, Kakek baru mencoba kue seenak ini" puji sang Kakek


"Kakek bisa saja" Aqela terkekeh lalu duduk di hadapannya


"Ini sungguh enak Kakek tidak berbohong"


"Terimakasih kalau Kakek menyukainya"


"Kakek sampai menghabiskan semuanya"


Aqela terkekeh ketika Kakek mengatakan hal tersebut.


Kakek tersebut berdiri dan berjalan menuju meja kasir berniat untuk membayar kue yang di pesannya. Aqela memperhatikan sang Kakek yang berjalan menuju meja kasir.


"Dompetku dimana" gumam nya ketika meraba saku celana dan bajunya tidak menemukan dompet miliknya.


"Kenapa Kek?" tanya Aqela menghampiri Kakek


"Sepertinya aku lupa tidak membawa dompet" ucap pria tua tersebut


"Oh Aqela kira kenapa. Tidak usah di bayar Kek tidak apa apa" Aqela


"Maafkan Kakek, Kakek tidak bermaksud untuk memakan kue mu secara gratis Qela" ucap sang Kakek


"Tidak apa apa Kakek, anggap saja ini sebagai hadiah perkenalan kita" Aqela tersenyum ramah


"Terimakasih nak" pria tersebut menatap haru Aqela


"Kalau begitu Kakek akan pulang, terimakasih untuk kue nya Aqela" ucap sang Kakek


"Aqela akan memesankan taksi untuk kakek tunggu sebentar ya" ucap Aqela lalu menyalakan handphonenya dan memesankan taksi untuk pria tua yang ada di hadapannya.


"Kakek merepotkan mu Aqela"


"Tidak apa apa Kakek. Oh ya tunggu sebentar" ucap Aqela berjalan ke stand kue lalu mengambil beberapa kue dan mengemasnya.


"Ini untuk keluarga Kakek di rumah" Aqela memberikan paper bag yang dalamnya kue.


"Tidak perlu repot repot nak. Di awal pertemuan kita Kakek sudah sangat merepotkan mu" ucap pria paruh baya tersebut


"Tidak apa apa Kakek, Aqela senang bertemu dengan Kakek" Aqela tersenyum hangat


"Kakek pun beruntung bisa bertemu denganmu nak. Kapan kapan Kakek akan datang kemari lagi"


"Baik Kakek Aqela akan menunggu kedatangan Kakek" Aqela tersenyum ramah.


Sang Kakek tersenyum menanggapinya.


"Sepertinya taksinya sudah datang Kek" ucap Aqela ketika melihat mobil berhenti di depan toko kue nya, Aqela berjalan keluar di ikuti oleh Kakek tersebut.


"Aqela terimakasih untuk kue nya" ucap sang Kakek sebelum memasuki mobil


"Sama sama Kakek. Hati hati di jalan dan Sampai jumpa" Aqela

__ADS_1


Pria tua tersebut memasuki taksinya dan melambaikan tangan kepada Aqela.


"Aku meminta nomor handphone yang memesan taksi ini" ucap pria tua


"Baik Tuan saya akan mengirimkannya" ucap sang supir taksi.


Mana mungkin supir taksi tersebut menolak permintaan pria tua tersebut, sedangkan dia bekerja di bawah naungannya.


Perusahaan Kellan tidak hanya bergerak di bidang properti dan estate saja tapi di berbagai bidang salah satunya di bidang jasa transportasi.


......................


Di sebuah lorong rumah sakit pria tampan bersama temannya sedang berjalan menuju kantin untuk mengisi perut mereka.


Karena pasien yang banyak membuat mereka telat untuk mengisi perutnya yang sudah demo minta di isi.


"Kau mau pesan apa?" tanya temannya


"Kau tidak lihat aku sudah membawa box makanan" jawab Aiden mengangkat box makanannya


"Aish aku melupakannya. Kalau begitu aku pesan sendiri saja" pria tersebut langsung memesan makanannya.


Aiden membuka makanannya. Sebelum istirahat Aiden sempat memesannya via online. Aiden membuka makanannya lalu mulai makan tanpa menunggu temannya, jujur saja Aiden sudah sangat lapar.


"Kau tidak setia kawan sekali" cemberut teman Aiden


"Sudahlah jangan seperti perempuan. Mudah sekali kau merajuk" ucap Aiden di sela menikmati makannya


Tidak lama menunggu pesanan temannya pun datang.


"Terimakasih" ucap teman Aiden kepada waiters yang mengantar makanannya.


"Sama sama Dok" Waiters menyimpan makanan teman Aiden di mejanya, dengan mata yang melirik Aiden. Tentu saja Aiden tidak melihat kalaupun melihat Aiden hanya akan menyapa seala kadarnya.


"Aku sudah sangat lapar" ucap temannya lagi lalu mulai memakan makanannya.


Di tengah tengah mereka menikmati makanannya seseorang datang dengan membawa kotak bekalnya


"Boleh aku bergabung?" tanya perempuan tersebut yang berprofesi sama seperti Aiden dan temannya


Mereka mendongak dan menatap perempuan tersebut.


"Tentu saja boleh. Sini duduk" ucap teman Aiden


"Terimakasih Jo" ucap perempuan tersebut.


"Sama sama. Kau banyak pasien juga sampai telat untuk makan?" tanya Jonathan temannya Aiden


"Iya begitulah" ucap perempuan tersebut lalu membuka kotak bekalnya.


Mereka menikmati makan siang bersama yang sedikit terlambat.


#bersambung


Mohon dukungan kalian ya guys tinggalkan jejak kalian. Like dan komen, karena dukungan kalian membuatku bersemangat untuk update terus setiap harinya 🤍

__ADS_1


__ADS_2