
Happy Reading~
.
Ting!
Bersamaan dengan Kellan yang keluar dari lift, Eliot pun keluar dari ruangannya dan langsung menghampiri tuannya.
"Tuan" panggilnya
"Sekali lagi kau membuat kesalahan aku akan memotong gaji mu selama tiga bulan" ucap Kellan tanpa melihat raut wajah sekretarisnya yang sudah menyedihkan
"Maafkan saya tuan, saya pikir rapat dengan tuan Martin di adakan beberapa jam lagi jadi saya menyelesaikan pekerjaan saya terlebih dulu. Maafkan saya tuan saya menyesal" ungkapnya
Kellan tidak menjawab dia hanya terus berjalan menuju ruangannya di ikuti dengan sekretarisnya yang menjelaskan alasannya kenapa dia tidak memberitahukan kedatangan rekan bisnisnya.
"Buka pintu" titah Kellan
Eliot langsung membukakan pintu untuk tuannya. Ketiga teman Kellan yang masih berada di ruangannya merasa terkejut ketika Kellan menggendong seorang perempuan.
"Kell siapa dia?" tanya Veronica
Kellan tidak menjawab dia berjalan melewati ketiga temannya yang penasaran dengan perempuan yang dia bawa.
"Mau di bawa kemana dia Kell?" tanya Sam
Masih tidak ada tanggapan, sementara Justin langsung mengikuti Kellan membawa perempuan itu kemana di ikuti oleh Sam dan Veronica.
Sementara Eliot dirinya merasa lemas ketika mendengar tuannya akan memotong gajinya selama tiga bulan.
"Aqela?" Sam dan Justin bersamaan sementara Veronica dia terpaku menatap Kellan membaringkan Aqela dengan penuh hati hati seakan akan dia barang yang mudah pecah
"Kenapa dengannya?" tanya Sam
"Wajahnya juga terlihat tidak baik baik saja" timpal Justin
"Keluar" titah Kellan menatap ketiga temannya setelah membaringkan tubuh Aqela
Mereka menurut untuk keluar dan duduk dengan rapi di sofa menunggu penjelasan yang akan Kellan berikan, begitupun dengan Eliot dia ikut duduk dengan teman temannya menunggu Kellan.
Sebelum keluar dari kamar pribadinya Kellan menatap wajah Aqela yang sudah sedikit membaik, bekas memar di pipinya yang sedikit pudar.
"Aku ingin marah karena kau ceroboh tidur di mana saja, dan kau membiarkan orang lain menatap wajahmu ketika tertidur" geram Kellan tertahan mengingat itu dia merasa kesal kembali
Menghela nafas sesaat untuk meredam semua kekesalannya dengan apa yang barusan terjadi.
Dirasa sudah lebih baik Kellan mencium kening kekasihnya dan menyelimutinya sebatas dada lalu mengatur suhu ruangan agar tidurnya nyenyak, dia pikir semalam Aqela tidak tidur nyenyak karena selalu mengigau.
Tap!
Tap!
Mendengar suara langkah kaki berjalan mendekat, semua orang yang sedang duduk di sofa menatap sang empu.
"Kalian belum pulang?" tanya Kellan heran
"Kau mengusir kami setelah kami menunggu mu?" protes Sam
Kellan menatap jengah temannya.
"Kell kemari lah" ucap Veronica
__ADS_1
Kellan berjalan menghampiri mereka lalu duduk di single sofa, semua mata menatap dirinya termasuk dengan sekretarisnya.
Kellan balik menatap Eliot tajam, tentu saja membuat nyali Eliot ciut dia menundukkan kepalanya, badannya masih lemas ketika mendengar gajinya akan di potong.
"Kenapa dengan Aqela?" tanya Justin yang sudah sangat penasaran
"Dia mengalami perampokan semalam" jelas Kellan
Semua orang terkejut mendengar berita tersebut.
"Apa mereka menganiaya Aqela?" tanya Sam hati hati karena dia melihat raut wajah Kellan yang sudah mengeraskan rahangnya
"Hm"
"Biadab! Beraninya dengan perempuan!" gerutu Sam mengepalkan kedua tangannya
"Apa pelakunya sudah tertangkap?" tanya Justin
"Aku sudah mengurusnya" ucap Kellan datar
"Aku harap mereka mendapat hukuman yang setimpal" ucap Justin
Kellan yang mendengar ucapan Justin tersenyum smirk, tentu saja senyuman itu dapat mereka semua artikan. Mereka di buat merinding dengan hawa yang Kellan keluarkan.
Menurut mereka Kellan selain dingin, datar dan kaku dia juga misterius.
"Kell?" tanya Vero dia meremas tangannya dipinggir sofa
Kellan mengalihkan pandangannya menatap Veronica.
"Apa .. Apa kau memiliki hubungan dengan perempuan itu?" tanya Veronica gugup dengan jawaban yang akan di berikan oleh Kellan
"Ya. Dia kekasihku" jawab Kellan tenang
Mereka semua terbelalak kecuali sang empu yang bertanya dia mengepalkan kedua tangannya mendengar fakta bahwa Kellan sudah memiliki kekasih, sungguh dia tidak terima.
"Wah .. Wah sejak kapan kau menjadi kekasihnya? Jangan bilang waktu kau berlibur bersamanya di pantai?" tanya Sam heboh
"Hm" jawab Kellan
Mereka semua kembali terkejut mendengar jawaban temannya. Sementara Veronica merasa tidak dapat mendengar apa apa pikirannya menjadi blank.
"Aku ikut senang mendengar berita bahagia ini. Ah aku harus segera memberitahu kabar gembira ini kepada Tuan besar" gumam Eliot dalam batin
Sam memandang Justin, seketika Justin menaikan sebelah alisnya menatap temannya.
"Ada apa denganmu?" tanya Justin
"Perjanjian kita batal" ucap Sam
Justin diam sesaat mengingat perjanjian apa dengan temannya ini, setelah mengingatnya Justin tersenyum smirk menatap Sam
"Aku tidak peduli, tanpa hadiah yang kau tawarkan itu akupun masih sanggup membelinya. Dan jangan lupakan siapa aku" ucap Justin dengan angkuh
"Cih! Sombong!" gumam Sam di akhir kalimat
"Tuan Justin dan Tuan Sam membuat taruhan?" tanya Eliot menyimpulkan percakapan kedua orang yang ada di depannya
"Iya El kami taruhan, kalau Justin menanyakan di antara Kellan dan Aqela itu memiliki hubungan dan Kellan menjawabnya, aku akan memberikannya mobil terbaru yang baru saja aku beli, dan kalau Justin gagal dia harus memberikan sahamnya kepadaku sebesar 5%"
Eliot menganggukkan kepala tandanya mengerti
__ADS_1
"Dan perjanjiannya batal karena yang menanyakan hubungan Tuan Kellan itu Nona Veronica?"
"Kau bener El, wah aku kagum dengan kepintaran mu yang cepat tanggap" puji Justin
Eliot hanya tersenyum lalu matanya tidak sengaja menatap jam yang melingkar di pergelangan tangannya.
"Tuan waktunya rapat dengan tuan Martin" ucap Eliot
Kellan berdiri dan mengancingkan tuxedo nya.
"Sebaiknya kalian cepat pergi dari sini" ucap Kellan sebelum melangkah pergi
"Kau benar benar teman yang tidak berperasaan Kell, aku menyesal menjadikanmu teman sampai saat ini!" gerutu Sam
Eliot menggelengkan kepala melihat kelakuan temannya Kellan
"Kami pamit Tuan, Nona" ucap Eliot lalu mengikuti langkah Kellan
"Kau harus punya kesabaran tanpa batas El menjadi sekretarisnya, kalau tidak kau akan lemah jantung" teriak Sam yang masih dapat di dengar oleh Eliot
"Tuan Sam benar, mungkin sebentar lagi jantungku tidak akan berfungsi dengan normal" gumam eliot dalam batin
"Sudahlah ayo kita pergi" ucap Justin
"Aku sampai lupa menanyakan hal ini kepada Kellan" ucap Sam menatap lemari di belakang kursi kerja Kellan
"Maksudnya ruang istirahat pribadinya Kellan?" tanya Justin
"Hm"
"Memangnya hanya Kellan yang mempunyai ruang istirahat pribadi, akupun punya" jawab Justin bangga
"Bukan itu maksudku. Aku sudah tau kau memilikinya tapi Kellan, aku baru mengetahuinya sekarang"
Justin terdiam sesaat membenarkan perkataan temannya.
"Sudahlah jangan terlalu memikirkannya, kau seperti tidak tau saja Kellan orang seperti apa walaupun kita sudah berteman cukup lama dia tidak terbuka seperti kita dia orangnya misterius" ungkap Justin
"Hm kau benar"
"Yasudah ayo kita pergi"
"Ver ayo kita pergi" ajak Sam kepada Veronica yang masih duduk bengong
"Ver?" Sam menggoyangkan tubuh Veronica
"Hah? kenapa?" tanya Veronica lingkung
"Justru yang tanya itu kita, kenapa denganmu? Kau dari tadi hanya diam saja, wajahmu juga terlihat pucat" tanya Sam
"Ah mungkin ini hari pertamaku datang bulan jadi aku terlihat pucat" alibinya
"Sebaiknya kau banyak istirahat Ver" saran Justin
"Hm"
"Ayo kita pulang, kau tidak mau bukan di usir untuk kedua kalinya oleh pria kaku itu?" ajak Justin
Vero mengangguk lalu berdiri dari duduknya dan berjalan mengikuti Sam dan Justin.
To be continued🍃
__ADS_1