Aqela Untuk Kellan

Aqela Untuk Kellan
69


__ADS_3

Setelah sampai di dalam kamar Kellan melihat Aqela yang masih betah memejamkan matanya karena belum sadar.


Kellan berjalan ke dalam kamar mandi untuk membersihkan dirinya, dia tidak mau ketika Aqela nanti bangun dia mencium dirinya bau darah.


Ceklek!


Hanya butuh waktu beberapa menit untuk Kellan membersihkan diri kini dia berjalan menuju walk in closet. Ingat kebiasaan Kellan! Dia hanya mengenakan celana panjang saja tanpa atasan saat akan tidur itu sudah menjadi kebiasaannya.


Kellan berjalan menghampiri Aqela, lalu mengelus lembut pipinya dan membenarkan anak rambut yang mengenai matanya.


Kellan menelisik wajah Aqela dia merasa sangat bersalah andai dia tidak datang terlambat.


"Sweet dream honey" bisik Kellan di telinga Aqela lalu mengecup kening Aqela.


Kellan naik ke ranjang sebelah Aqela lalu membenarkan selimutnya dan dia tidur di samping Aqela dengan memeluknya.


Berbeda dengan keadaan di rumah Alwen. Albian tengah panik lantaran putrinya belum kunjung pulang.


Ceklek!


Albian melihat pintu terbuka dan Aiden yang muncul bukanlah Aqela.


"Kenapa yah?" tanya Aiden heran


"Den coba kau hubungi Karina, Aqela belum pulang tadi dia pamit untuk mengantarkan Karina ke rumah orangtuanya dan sampai sekarang Adikmu belum pulang" ucap Albian panik


"Aiden hubungi dulu Karina" ucap Aiden langsung menghubungi Karina


Tuuut ..


Tuuut ..


"Ya ada apa Ka?" tanya Karina dengan suara serak khas bangun tidur


"Apa Aqela berada di rumahmu?"


"Tidak ka, dia tadi sempat mengantarkan ku dan setelah itu Aqela langsung pergi. Apa Aqela belum pulang?" tanya Karina yang mulai ikut panik


"Hm. Aqela belum kunjung pulang"


"Astaga. Bagaimana ini ka?"


"Kau mempunyai nomor handphone Kellan?"


"Aku tidak memilikinya Ka. Tapi aku akan memintanya kepada Wiliam"


"Apa tidak ada lagi temannya selain Wiliam?"


"Aku hanya memiliki kontak Wiliam sebagai temannya Kellan ka"


Aiden menghela nafas panjang


"Baiklah kau hubungi Wiliam dan tolong pinta kan nomor handphone Kellan"


"Baik ka"


Karina dan Aiden memutus sambungannya. Dan Karina langsung menghubungi nomor Wiliam


Tuuut ..


Tuuut ..


"Akhirnya kau menghubungiku baby"


"Stop Wil. Aku menghubungimu hanya untuk meminta nomor Kellan"


"Untuk apa kau meminta nomor handphonenya?"


"Ini penting Wil, cepatlah kirim nomor handphone Kellan"


"Aku tidak mau memberikannya sebelum kau mau mengatakannya"

__ADS_1


Karina memejamkan matanya lalu menarik nafas panjang dan menghembuskan secara kasar


"Aqela hilang, dan aku mau menanyakannya kepada Kellan"


"Baiklah, aku akan mengirimkannya tapi itu tidak gratis"


"Wiliam!" teriak Karina yang merasa geram


Wiliam terkekeh ketika mendengar Karina meneriaki namanya.


"Santai baby, aku akan mengirimkannya kepadamu"


"Cepatlah!"


Karina memutuskan panggilannya sepihak sedangkan Wiliam dia hanya menggelengkan kepalanya.


Kalau bukan karena keadaan yang mendesak mana mau Karina menghubungi Wiliam.


Ting ..


Karina menerima pesan dari Wiliam yang mengirimkan nomor handphone Kellan. Dan Karina langsung mengirimkannya kepada Aiden.


Sementara Aiden dan Albian dia sudah menunggu pesan dari Karina, semoga Karina mendapatkan nomor Kellan. Kalau tau begini Aiden akan meminta nomor handphone Kellan saat mereka bertemu di pantai tempo hari yang lalu.


Ting ..


Aiden mengecek handphonenya, tidak menunggu lama Aiden langsung menghubungi Kellan setelah Karina mengirimkan nomornya.


Tuuuut ...


Tuuuut ...


"Bagaimana?" tanya Albian yang sudah terlihat sangat panik


Aiden menggeleng


"Tidak di angkat"


Aiden menuruti kemauan Ayahnya, dia mencoba menghubungi Kellan kembali.


Tuut ..


Tuut ..


"Hm?"


"Apa kau bersama Adikku?"


"Dia bersamaku"


"Antarkan dia pulang!" titah Aiden melupakan dengan siapa dia berbicara


"Tidak sekarang, Besok aku akan mengantarkannya"


Setelah Kellan mengatakan itu dia mematikannya sepihak tentu saja membuat Aiden kesal dan sekaligus penasaran ada apa dengan adiknya.


"Bagaimana? Apa adikmu bersama Kellan?" tanya Albian


"Iya, Aqela bersama Kellan"


"Syukurlah, tapi kenapa dia belum pulang?" tanya Albian


Aiden terdiam sesaat


"Kellan mengatakan dia akan mengantarkan Aqela besok"


Albian mengangguk, lalu berniat berbalik untuk memasuki kamarnya. Sedangkan Aiden dia menatap heran ayahnya yang awalnya terlihat panik dan sekarang dia biasa saja setelah Aqela bersama Kellan.


"Ayah?"


"Hm?" Albian menghentikan langkahnya lalu berbalik menatap anak sulungnya

__ADS_1


"Ayah tidak khawatir Aqela bersama Kellan?"


"Tidak" jawab Albian enteng


"Kenapa?"


"Ayah tau Kellan mencintai Aqela, dan dia tidak akan menyakiti putriku"


"Bagaimana ayah bisa tau Kellan mencintai Aqela?"


Albian menghela nafas sejenak sebelum menjawab pertanyaan anak sulungnya.


"Ayah dapat melihat dari tatapannya yang begitu tulus ketika menatap Adikmu, dan ayah ini seorang laki laki yang cukup berpengalaman dapat melihat ketika seorang pria jatuh cinta kepada perempuan apalagi ini seorang Kellan" ucap Albian terkekeh


Aiden terdiam mendengar penjelasan ayahnya tentang Kellan.


"Istirahatlah, jangan lupa bersihkan dirimu terlebih dahulu" titah Albian lalu berbalik kembali melanjutkan langkahnya menuju kamar


Aiden menepis pikiran buruk tentang Kellan yang sedang bersama adiknya, kalau ayahnya percaya terhadap Kellan dirinyapun harus percaya dengannya.


Dan selama beberapa hari mereka bertemu di pantai Aiden melihat perlakuan manis Kellan kepada adiknya dia semakin yakin bahwa Kellan tidak akan mungkin berbuat macam macam kepada Aqela.


Aiden bergegas menuju kamarnya untuk membersihkan diri terlebih dahulu.


Di sisi lain ..


Setelah Kellan menerima panggilan dari Aiden, dirinya berniat melanjutkan tidur kembali. saat akan memejamkan matanya dan memeluk Aqela, dia mendengar Aqela bergumam.


"Jangan .. Tolong lepaskan aku" gumam Aqela


"Tenanglah honey" Kellan langsung bangun dan berusaha menenangkan Aqela


"Jangan!" teriak Aqela yang langsung terbangun


"Tenanglah kau aman sekarang" Kellan langsung memeluk Aqela


Saat menyadari dirinya tengah di peluk oleh seorang pria Aqela langsung melepaskan tangan Kellan


"Lepaskan aku! menjauh dari ku! Jangan menyentuhku!" teriak Aqela berusaha melepaskan pelukan Kellan sambil menangis histeris


"Ini aku Kellan, tenanglah honey tenang" Kellan mempererat pelukannya ketika Aqela berusaha melepaskannya.


"Kell?" lirih Aqela


"Ya ini aku, tenanglah" Kellan mengelus punggung Aqela dan mengecup puncak kepalanya


"Aku takut Kell mereka .." Aqela tidak sanggup untuk melanjutkan ucapannya dia menangis dalam pelukan Kellan


"Kau aman sekarang, mereka sudah aku berikan pelajaran" ucap Kellan dengan penuh penyesalan


Sedangkan Aqela dia tidak menjawab, dia masih syok dengan kejadian yang telah menimpa dirinya untuk saat ini Aqela hanya bisa menangis.


Beberapa jam sebelum Kellan menolong Aqela ..


Saat Kellan mendengar suara Aqela berteriak dan tidak dapat di hubungi kembali, Kellan langsung menghubungi orang suruhannya yang menjaga Aqela.


Tuuut


"Maaf tuan saya kehilangan jejak Nona Aqela" ucap pria tersebut langsung meminta maaf ketika tuannya menghubunginya.


"Bastard! Cari dia sampai ketemu, kalau sampai terjadi sesuatu dengannya kau yang akan menanggung akibatnya!"


"Ba..baik tuan" ucapnya terbata bata jujur saja saat ini tubuhnya sudah gemetar ketika tuannya sudah mengancamnya.


Sedangkan Kellan dia langsung keluar kamar dan menuruni anak tangga


"Kau mau kemana Kell?" tanya Kakek Amar saat melihat Kellan menuruni tangga dengan tergesa gesa


"Aku ada urusan" ucap Kellan tanpa menghentikan langkahnya


Kakek Amar mengernyit melihat raut wajah cucunya yang terlihat panik. Mungkin dia akan menanyakannya nanti saat Kellan sudah kembali ke mansion.

__ADS_1


Kellan memasuki mobilnya, dia melacak lokasi Aqela melalui panggilan terakhirnya lalu menghubungi anak buah lainnya untuk membantu menemukan kekasihnya. Setelah berhasil menemukan keberadaan terakhir Aqela, Kellan langsung menancapkan gasnya dengan kecepatan penuh.


__ADS_2