
Enjoy~
.
Lagi lagi Aqela terbangun di tempat yang menurutnya asing.
"Di mana lagi ini?" gumamnya
Aqela melihat sekeliling ruangan, dia tidak mengingat tempat ini. Buru buru dia turun dari tempat tidur, pikirannya sudah negatif thinking.
Melihat pintu terbuka Aqela sudah merasa awas dia mencari sesuatu untuk dapat melindungi dirinya namun nihil. Wajahnya sudah pucat pasi tapi saat melihat siapa yang masuk Aqela dapat bernafas lega.
"Hey ada apa?" tanya Kellan panik
"Kell" panggilnya lirih dan langsung memeluk Kellan
"Kenapa hm?"
"Aku kira aku di culik ternyata aku ada dikamar mu" ucap Aqela
"Jangan tidur di sembarangan tempat lagi" Kellan memperingatinya
"Hm. Aku ketiduran karena merasa ngantuk, apa aku tidur cukup lama?" tanya Aqela mendongak menatap Kellan
"Kau mau tau tidur berapa lama?" tanya Kellan menundukkan kepala menatap kekasihnya yang lebih pendek
Aqela mengangguk
"Lihat itu" Kellan menunjuk kaca yang berada di kamar nya, terlihat matahari yang sudah mulai terbenam
Aqela terbelalak ketika menyadari dirinya tidur selama itu.
"Maafkan aku, sepertinya aku tidur cukup lama" ucap Aqela meringis
"Hm, Ayo pulang. Sebelum pulang kita makan terlebih dulu" ajak Kellan
"Makan di rumah saja, aku akan memasak bagaimana?" tawar Aqela
"Ide bagus" jawab Kellan tersenyum
.
.
Sesampainya di depan rumah, Aqela menekan bel rumah nya karena dia tidak membawa kunci. Bukan tidak membawanya tapi dia kehilangan semua barang barangnya raib di bawa oleh perampok termasuk mobilnya.
Aqela tidak tau saja bahwa barang barangnya masih aman, sedangkan mobilnya sedang di perbaiki.
Ceklek!
"Aqela?" gumam Aiden
"Kakak" Aqela langsung memeluk Aiden dan entah kenapa air matanya tiba tiba turun begitu saja.
Tau adiknya menangis, Aiden menatap Kellan meminta penjelasan.
"Ada apa? Astaga kenapa dengan wajahmu? Sudah jelek nambah jelek saja" gurau sang Kakak agar adiknya berhenti menangis
__ADS_1
"Kau bukannya membujukku agar berhenti menangis malah membuatku kesal" gerutu Aqela
Kellan dan Aiden terkekeh mendengar gerutuan Aqela.
"Sebaiknya kita masuk" ajak Aiden
Aqela dan Kellan memasuki rumah lalu menyuruh meraka duduk untuk meminta penjelasan tentang Aqela yang tidak pulang semalam.
"Kenapa kau tidak pulang semalam? Dan kau pulang pulang dengan keadaan wajah seperti ini, apa yang pria ini lakukan kepada mu?" tanya Aiden mengintimidasi adiknya
Aqela menundukkan kepalanya, dia tidak kuat untuk menceritakan hal yang menakutkan sekaligus menjijikan yang dia alami malam kemarin.
"Aqela mengalami perampokan dan pelecehan bahkan mereka berani bersikap kasar kepadanya" ucap Kellan datar
Deg
Jantung Aiden terasa berhenti mendengar fakta tersebut. Sementara Aqela dia semakin menundukkan kepalanya
"Aqela?" panggilnya lirih
Aqela mendongak lalu mengangguk membenarkan perkataan Kellan.
Aiden sungguh sangat kecewa kepada dirinya sendiri tidak mampu melindungi adik satu satunya yang sangat dia sayangi bahkan dia baru mengetahui fakta yang menyakitkan mengenai adiknya.
"Maafkan Kakak tidak bisa menjagamu dengan baik" ucap Aiden dengan suara parau memeluk adiknya
"Aku sudah tidak apa apa Ka" ucapnya menenangkan sang Kakak
"Kakak merasa gagal menjadi Kakak yang baik untukmu" gumamnya memeluk erat adiknya
Aiden melepaskan pelukannya lalu menatap Kellan.
"Terimakasih sudah menolong adikku, dan aku tidak tau harus membalas mu dengan cara apa" ungkap Aiden
"Cukup kau dan Ayah mu merestui hubungan kami" jawab Kellan
Aiden terdiam sebentar. Dirinya yakin Ayahnya pasti menyetujui hubungan antara Kellan dan Adiknya ini, apa salahnya dia juga percaya kepada Kellan orang yang telah menyelamatkan Adiknya.
"Aku merestui hubungan kalian, dan aku titip tolong jaga Aqela" pinta Aiden
Kellan hanya mengangguk sebagai jawaban.
"Ka?" panggil Aqela
Aiden mengalihkan pandangannya menatap Adiknya.
"Ada apa?"
"Apa Ayah belum pulang?"
"Belum, Ayah baru berangkat tadi siang mungkin ayah akan pulang nanti malam"
Aqela mengangguk.
"Kak? Jangan memberitahu hal ini kepada Ayah" pinta Aqela dengan mata berkaca kaca
Aiden menatap lamat wajah Adiknya yang mengkhawatirkan di matanya.
__ADS_1
"Kalau kau tidak berteriak lagi saat memanggil kami, aku akan menjaga rahasia ini" ucap Aiden menjahili adiknya
"Kau licik" gerutunya pelan
"Keputusan ada di tanganmu" Aiden kembali dengan wajah pongah nya
"Ck! Baiklah aku setuju!"
"Good Girls"
Aqela menatap Kakak nya malas, lalu dia menatap Kellan yang tengah menatap dirinya dan juga Kakaknya.
"Kell aku akan ke kamar sebentar setelah itu kita akan makan malam bersama" ungkap Aqela
Kellan mengangguk. Setelah mendapat jawaban dari Kellan, Aqela langsung meninggalkan keduanya menuju kamar.
Melihat kepergian Aqela, Aiden menatap Kellan. Seakan mengerti dengan tatapan itu Kellan menjawab dengan tenang.
"Aku sudah mengurus para perampok itu, soal barang yang mereka ambil, besok akan ada seseorang mengantarkan mobil Aqela kesini"
"Aku sangat berterimakasih kepadamu Tuan Walker" ucap Aiden tulus
"Jangan memanggilku seperti itu, umurku lebih muda darimu panggil saja namaku" jawab Kellan
Aiden mengangguk "Terimakasih Kell" ucapnya
Kellan menganggukkan kepalanya tanpa mengeluarkan suaranya.
.
.
Setelah berkutat di dapur beberapa menit Akhirnya Aqela selesai membuat hidangan untuk makan malam.
"Selesai. Sekarang tinggal memanggil mereka berdua" gumamnya
Saat akan berteriak memanggil Kakaknya dan juga Kellan, Aqela teringat dengan janjinya yang baru saja mereka buat.
"Haaah, aku tidak terbiasa untuk tidak berteriak memanggil nya" keluhnya
Dengan terpaksa Aqela berjalan menuju ruang tamu untuk menyuruh kedua pria tampan yang tengah sibuk dengan masing masing handphonenya itu untuk makan malam bersama.
"Kak, Kell?" panggilnya
Mereka berdua mendongak, mengalihkan perhatiannya dari handphone menatap perempuan yang memanggil namanya.
"Ayo kita makan"
Mereka berdua berdiri dari sofa dan mengikuti langkah Aqela dari belakang.
"Selamat makan" ucap Aqela tersenyum setelah kedua pria tampan itu duduk dan akan mulai menyantap makanannya.
Kedua pria tampan itu hanya menganggukkan kepalanya.
To be continued🍃
__ADS_1