
"Kau menyelidiki Aqela?" tanya Kellan to the poin kepada Kakek nya.
Gerakan sang Kakek terhenti ketika sedang mengolesi selai kacang. Kakek Amar dan Kellan bersitatap
......................
"Aqela? Siapa dia? Apa dia kekasih mu?" tanya Kakek Amar menatap Kellan antusias
"Jangan pura pura tidak tau" Kellan menatap Kakek Amar datar
Kakek Amar terkekeh mendengar penuturan Cucunya.
"Jadi kau sudah mengetahui nya ya" Kakek Amar lanjut mengolesi selai kacangnya
Kellan tidak menjawab, dirinya menunggu Kakeknya melanjutkan ucapannya kembali.
"Ya aku memang mencari tau perempuan yang bernama Aqela" jujur Kakek Amar
Kellan masih diam.
"Aqela, perempuan yang sudah menarik perhatianmu bukan? Eliot sudah menceritakan semuanya kepadaku. Jadi aku mencari tau sendiri perempuan seperti apa yang sudah menarik perhatianmu bahkan sampai kau jatuh cinta kepadanya" Kakek Amar tersenyum miring
Sedangkan Kellan menatap sang Kakek rumit.
"Aku tidak akan mencegah Kakek untuk mencari tau tentang Aqela, tapi kalau Kakek sampai menyakiti Aqela. Aku tidak akan tinggal diam" ancam Kellan
Kakek Amar tertawa mendengar ancaman Cucunya
"Kau berani mengancam ku hanya karena perempuan yang bernama Aqela? Dugaanku benar tenyata kau sudah mencintainya, bukan sudah tapi sangat mencintainya" Kakek Amar menatap Kellan tersenyum miring
Kellan menahan kesal kepada Kakeknya yang menebak soal perasaannya. Walaupun benar tebakan Kakeknya tapi Kellan tidak menyukainya. Entahlah Kellan tidak tau.
Merasa mood nya menjadi jelek, Kellan langsung berdiri dan pergi tanpa pamit.
"Aku rasa Kakek menyukai perempuan yang bernama Aqela itu" ucap Kakek menghentikan langkah Kellan.
Kellan menghentikan langkah kakinya ketika Kakeknya mengatakan menyukai Aqela. Dirinya tersenyum sepersekian detik lalu mendatarkan kembali wajahnya dan melanjutkan langkahnya yang sempat terhenti.
"Dasar Kanebo kering! Awas saja kalau Aqela sampai jatuh cinta kepada pria lain karena sikapmu yang terlalu kaku" teriak Kakek Amar ketika Kellan tidak menjawab perkataannya.
Kellan mendengar Kakeknya memaki dirinya, dan dia jadi teringat kembali tentang ucapan Aqela semalam. Kellan langsung mengeraskan rahangnya dengan tangan terkepal.
"Selamat pagi Tuan" sapa Eliot lalu membukakan pintu mobil untuk Kellan
Kellan seperti biasa tidak menjawab dia langsung masuk kedalam mobil.
Sedangkan Eliot mengernyit melihat wajah Kellan pagi pagi sudah terlihat menahan marah. Tidak mau memikirkannya Eliot menyusul Kellan memasuki mobil bagian depan tepatnya menjadi supir Kellan.
Eliot mulai menjalankan mobilnya meninggalkan kediaman mansion walker.
"Jadwalku" tanya Kellan
"Rapat dengan semua pemegang saham pukul 10.00 Tuan" jawab Eliot
Kellan terdiam tidak menjawab dan itu sudah hal biasa bagi Eliot.
"Pesankan kue di toko Aqela" titah Kellan
"Baik Tuan" Eliot
__ADS_1
Di dalam mobil kembali hening. Tidak lama perjalanan mereka sampai di perusahaan Nagata Sundayla.
..
Seorang perempuan sedang bekerja di balik layar laptop, dirinya seperti biasa setiap harinya pasti mengontrol penjualan, dan hasilnya sangat memuaskan. Perempuan itu pun tersenyum, lalu menutup laptopnya dan keluar dari ruangannya.
Risty melihat Aqela turun tangga langsung menghampirinya dan menyampaikan pesanan kue yang di pesan dari perusahaan Kellan.
"Nona?" panggil Risty
"Ada apa?" Aqela menatap Risty
"Apa Nona baik baik saja, wajah Nona terlihat pucat?" tanya Risty khawatir
"Aku baik baik saja, ada apa? Apa ada pesanan?" tanya Aqela
"Iya Nona. Tuan Eliot memesan kue 200 pcs dan meminta di kirim sebelum pukul 10.00" Risty
Aqela mengangguk lalu melihat jam yang melingkar di tangannya. "Masih ada waktu" batinnya
"Aku akan ke belakang dulu" Aqela langsung pergi menuju dapur pembuatan kue
Desi, Mita dan Sinta melihat kedatangan Aqela langsung menyapanya, begitupun Aqela dirinya menyapa balik karyawannya.
"Tuan Eliot memesan kue kembali 200 pcs" Aqela to the poin kepada para karyawannya.
Mereka semua mengangguk.
"Apa kuenya sudah siap?" tanya Aqela
"Kue nya sudah ada Nona kalau hanya 200 pcs" jawab Desi
"Baik Nona" jawab mereka semua
Aqela mulai mengemas kuenya ke dalam box. beberapa menit mengemas kue tersebut, Aqela membawanya dengan jalan yang sedikit sempoyongan karena kepalanya yang masih pusing. Desi yang melihat Aqela hampir terjatuh langsung menahannya.
"Nona tidak apa apa?" tanya Desi khawatir membuat Mita dan Sinta mengalihkan pandangan mereka menatap Aqela dan Desi
"Aku tidak apa apa" ucap Aqela berusaha untuk berdiri tegap
"Wajah Nona terlihat pucat. Apa tidak sebaiknya kita menghubungi pengantar makanan saja untuk mengirim kue kue itu Nona?" usul Desi
"Tidak perlu, aku masih sanggup Des. Oh iya apa kue untuk di kirim ke hotel Tuan Kellan sudah dapat banyak?" tanya Aqela
"Sudah Nona, tinggal 200 lagi sebentar lagi mungkin selesai" jawab Desi
Aqela mengangguk.
"Lanjutkan pekerjaan kalian"
"Baik Nona" jawab mereka.
Aqela berjalan ke depan membawa box yang berisi kue pesanan Tuan Eliot.
"Risty aku akan mengantarkan kue ini dulu" pamit Aqela
"Baik Nona. Tapi apa Nona tidak apa apa mengantar itu sendirian? Wajah Nona terlihat sangat pucat" ucap Risty
"Aku masih sanggup, hanya mengantarkannya saja setelah itu aku langsung kembali" Aqela
__ADS_1
"Baiklah Nona. Hati hati" Risty
Aqela tersenyum. Lalu membawa box kue tersebut dan memasukannya ke dalam bagasi mobil.
Aqela memasuki mobilnya lalu menjalankan mobilnya dengan pelan dan hati hati.
Cukup lama Aqela sampai di perusahaan Kellan karena dia membawa mobilnya cukup lambat. Aqela memarkirkan mobilnya lalu membuka bagasi mobilnya dan membawa box kue tersebut dengan cara memeluknya.
Aqela menuju Resepsionis terlebih dulu.
"Selamat siang. Saya mau mengantar kue pesanan tuan Eliot" ungkap Aqela
"Oh iya, tadi Tuan Eliot berpesan untuk mengantarkannya ke ruangan Tuan Kellan saja" jawab Resepsionis
"Baiklah. Terimakasih" Aqela
"Sama sama Nona"
Aqela langsung memasuki lift khusus CEO karena sejak awal Aqela mengantarkan kue dirinya menggunakan lift tersebut. Aqela belum mengetahui bahwa lift itu lift khusus untuk CEO.
Ting !
Aqela keluar dari lift menuju ruangan Kellan. Saat Aqela akan mengetuk pintu ruangan terbuka dan yang membuka pintu tersebut Eliot
"Nona Aqela" ucap Eliot sedikit terkejut
"Iya Tuan"
"Panggil saja Eliot, silahkan masuk Nona" Eliot mempersilahkan masuk
"Terimakasih" ucap Aqela tersenyum lalu memasuki ruangan Kellan.
Sedangkan Eliot keluar dari ruangan Kellan menuju ruangannya sendiri sebelum rapat di mulai karena masih ada waktu 15 menit lagi untuk menyiapkan berkas yang akan di bahas untuk rapat nanti.
Aqela menyimpan box kue tersebut di meja sofa
"Resepsionis bilang untuk mengantarkannya langsung keruangan mu" ucap Aqela
Kellan tidak menjawab dia hanya menatap wajah Aqela yang terlihat sangat pucat. Kellan langsung mendekati Aqela
"Kau tidak apa apa?" tanya Kellan
"Aku tidak apa apa. Kalau begitu aku permisi" pamit Aqela
Aqela langsung berbalik
"Tunggu!" Kellan mencegah Aqela memegang tangannya
Saat memegang tangannya Kellan merasakan tangan Aqela panas lalu dia menempelkan punggung tangannya di kening Aqela dan benar saja Aqela sedang tidak baik baik saja badannya demam.
"Aku tidak apa apa, aku akan pulang" ucap Aqela lirih lalu menurunkan tangan Kellan yang menyentuh keningnya.
Belum sempat Aqela berbalik matanya kabur lalu penglihatannya semakin kecil semakin gelap saat itu juga Aqela langsung tidak sadarkan diri.
Kellan dengan sigap menahan badan Aqela yang jatuh tidak sadarkan diri lalu menggendongnya ala bridal style
"Keras kepala" gumam Kellan menatap wajah Aqela yang sangat pucat.
#bersambung
__ADS_1
Mohon dukungan kalian ya guys tinggalkan jejak kalian. Like dan komen, karena dukungan kalian membuatku bersemangat untuk update terus setiap harinya 🤍