Aqela Untuk Kellan

Aqela Untuk Kellan
28


__ADS_3

Setelah sampai di basement apartemen Karina, Aqela langsung keluar dari mobil lalu menaiki lift untuk menuju ke lantai 8 tempat tinggal Karina.


Ting!


Pintu lift terbuka. Aqela langsung keluar dan menekan bel apartemen Karina.


Ting Ning!


Pintu apartemen Karina langsung terbuka. Dan Aqela langsung masuk ke dalam apartemen Karina lalu menyimpan kue pesanan Karina di meja depan sofa.


Karina langsung membuka paper bag tersebut dan mengambil roti kesukaannya. Memang sahabatnya ini paling tau roti kesukaannya yang mana.


"Thanks honey kau sudah datang kemari" ucap Karina menatap Amora berkaca kaca


"Stop it Karina" ucap Aqela menatap malas Karina


Karina terkekeh lalu memakan roti yang menjadi makanan favoritnya. Sedangkan Aqela yang melihat Karina makan dengan lahap mengernyit heran.


"Pelan pelan Karin. Kau seperti tidak makan seminggu saja" ledek Aqela


"Ish kau ini, aku belum makan semenjak tadi siang asal kau tau" Karina menjadi kesal kembali ketika mengingat kejadian siang tadi


"Apa yang terjadi padamu?" tanya Aqela menatap Karina serius.


Karina yang di tatap seperti itu menjadi gugup sendiri. Kalau dirinya bercerita yang sebenarnya takut nanti Aqela merasa di bohongi dan tidak di anggap sebagai sahabat.


Kalau tidak di ceritakan akan nambah masalah nantinya. Karina bingung.


"Rin!" Aqela menggoyangkan tangan Karina ketika Aqela melihat Karina malah melamun


"Hah? Apa?" Karina


"Kau harus jujur sejujur jujurnya!" Aqela menatap tajam Karina.


Karina menelan ludahnya kasar.


"Tapi kau jangan marah ya janji?" Karina


"Apa dulu?" Aqela


"Janji dulu!" kekeh Karina


Aqela menghela nafas kasar.


"Iya aku janji" Aqela


"Sebenarnya aku berpacaran dengan Wiliam Aston sudah cukup lama" Karina was was ketika mengatakan itu dia melirik Aqela lewat ekor matanya ingin tau bagaimana responnya.


Aqela mengangguk. Sedangkan Karina menatap Aqela heran tidak ada ekspresi yang di tunjukkan tapi tidak setelah Aqela menyadarinya.


"APA?! Sejak kapan kau berpacaran dengannya?!" Aqela menatap Karina


"Sejak lulus masa SMA" jawab Karina


"APA?!" Aqela terbelalak mendengar fakta baru tentang sahabatnya

__ADS_1


Sedangkan Karina meringis ketika melihat ekspresi yang di tujukan oleh Aqela, dirinya merasa bersalah kepada Aqela yang tidak jujur sejak awal tentang hubungannya.


"Selama lima tahun kau menyembunyikannya dariku" Aqela tidak percaya kepada sahabatnya.


"Maafkan Aku" ucap Karina merasa bersalah kepada Aqela.


"Berikan aku alasan kenapa kau menyembunyikan hubunganmu dariku?" Aqela menatap tajam Karina


"Aku pikir kau tidak menyukai Wiliam dan teman temanya. Karena aku melihat kalau kau berpapasan dengan Wiliam selalu menatapnya sinis" ucap Karina menunduk


Aqela menghela nafas kasar.


"Aku memang tidak menyukainya karena menurutku dia orang yang arogan dan egois" jujur Aqela


"Kenapa kau menilai dia seperti itu?" tanya Karina


"Waktu SMA dulu ada perempuan yang menyatakan cintanya di depan banyak orang, dan kau tau responnya seperti apa? Dia menolaknya mentah mentah, lalu perempuan itu di caci maki oleh seluruh murid yang menyaksikannya. Sedangkan Wiliam hanya melihatnya tanpa melakukan apapun" Aqela menjelaskan ketidak sukaan nya kepada Wiliam


"Aku tidak pernah tau ada kejadian seperti itu waktu sekolah" jawab Karina ketika mendengar penjelasan Aqela


"Karena waktu itu kau tidak masuk sekolah" jawab Aqela tanpa menatapnya


"Begitu ya"


Aqela tidak menjawab. Karina melihat Aqela yang sedang menatap lurus ke arah televisi


"La?" panggil Karina dan Aqela menengok ke arah nya


Aqela menaikan alisnya sebelah


"Aku tidak punya hak untuk melarang mu jatuh cinta kepada seseorang" jawab Aqela


"Lalu apa kau menyetujui hubunganku dengan Wiliam?" Karina


Aqela tidak menjawab. Dia menatap Karina lamat


"Apa kau bahagia bersamanya?" tanya Aqela


"Aku bahagia. Kadang" gumam Karina di akhir kalimat, tapi Aqela masih bisa mendengarnya


"Kalau kau bahagia aku akan ikut bahagia dengan hubungan kalian" Aqela


Grep ..


Karina langsung memeluk Aqela setelah mengatakan kalimat yang membuat hatinya lega.


"Jadi apa masalahmu Nona sampai kau menyuruhku untuk datang kemari?" tanya Aqela setelah melepaskan pelukannya


Karina cemberut


"Kau tau? selama aku menjalin hubungan dengan Wiliam bukan aku yang menjadi prioritas utamanya. Tapi teman perempuannya" ucap Karina sendu


"Jangan bilang Veronica?" tebak Aqela


"Siapa lagi teman perempuan mereka satu satunya kalau bukan dia" Karina sinis

__ADS_1


"Jadi kau sekarang bertengkar dengan Wiliam gara gara Veronica? Tebak Aqela


"Hm"


"Bukan hanya sekali dua kali Wiliam lebih memilih Veronica di banding aku, tapi sering" jujur Karina


Aqela tidak menyela ucapan Karina karena dia ingin Karina melanjutkan ceritanya kembali tentang hubungannya bersama Wiliam.


"Saat kita akan makan malam, saat kita akan berkencan, dan pernah saat kita akan pergi berlibur Wiliam sampai membatalkannya hanya karena Veronica sakit dan tidak ada yang mengantarkan nya ke Dokter. Dan yang terakhir tadi siang dia membatalkan makan siang denganku hanya karena ban mobil dia kempes, dan kau tau akhirnya bukan seperti apa?" Karina terkekeh miris ketika mengingat hal tersebut.


"Hm. Dia mengantarkan mu kesini lalu dia pergi menyusul Veronica. Right?" Aqela


Karina mengangguk.


"Apa kau mau terus berdiam diri di sini tanpa melakukan apapun?" tanya Aqela menaikan alisnya sebelah


"Maksudmu" Karina yang tidak mengerti


"Ayo kita makan malam diluar, kau belum makan bukan sejak tadi siang?" Aqela


Karina mengangguk.


"Tunggu apa lagi? lebih baik kita bersenang senang, jangan kau memikirkan pria yang telah menyia nyiakan cinta tulus mu itu" ucap Aqela membuat Karina tersipu malu


"Aqela aku mencintaimu" ucap Karina dengan memajukan bibirnya untuk mencium Aqela


Tapi Aqela dengan cepat mendorong kening Karina dengan telunjuk tangannya.


"Kau menggelikan. Cepatlah bersiap siap" Titah Aqela


Karina langsung menuju kamarnya dan mengganti baju untuk bersenang senang bersama Aqela. Karina pikir kapan lagi Aqela mengajaknya pergi jalan jalan? Jangan sampai melewatkan momen ini bersama Aqela. Soal Wiliam Karina tidak mau memikirkannya untuk sekarang.


......................


Di sisi lain


Seorang perempuan dan beberapa pria sedang berkumpul di ruang kerja pria yang mereka anggap dingin, datar dan kaku. Mereka berusaha membujuk temannya yang kaku tersebut untuk mau ikut makan malam bersama di luar.


Setelah beberapa menit membujuk tidak ada hasilnya akhirnya mereka menyerah. Sedangkan salah satu dari mereka sedang gelisah karena panggilan teleponnya tidak kunjung di jawab.


"Kemana Kell?" tanya Sam ketika melihat Kellan berdiri dan berjalan ke arah pintu


Kellan berbalik badan lalu menatap mereka semua.


"Makan" jawab Kellan lalu berbalik melanjutkan kembali langkahnya


Teman teman Kellan semua tersenyum lalu mengikuti langkah Kellan dari belakang.


"Tidak sia sia tenggorokanku menjadi kering hanya untuk membujuknya untuk makan malam bersama" ujar Justin


Teman teman Kellan terkekeh mendengar perkataan Justin. Sedangkan orang yang di bicarakan dia tidak tau karena dirinya sudah berjalan lebih dulu.


#bersambung


Mohon dukungan kalian ya guys tinggalkan jejak kalian. Like dan komen, karena dukungan kalian membuatku bersemangat untuk update terus setiap harinya 🤍

__ADS_1


__ADS_2