Aqela Untuk Kellan

Aqela Untuk Kellan
64


__ADS_3

Setelah membawa Wiliam ke rumah sakit, sekarang mereka tengah dalam perjalanan menuju Villa. Karena luka Wiliam tidak separah itu untuk mengharuskan dirinya di rawat, jadi mereka memutuskan untuk kembali saja.


Ceklek ..


"Kell?" panggil Justin langsung melotot ketika melihat pemandangan yang ada di depannya begitupun dengan Vero, Wiliam dan Sam


"Wah .. Wah .. Wah. Apa ini? aku tidak salah lihat bukan ?" ucap Sam mengucek kedua matanya bahwa yang di lihatnya tidak salah


Aqela mendengar sura berisik mengerjapkan kedua matanya. Begitupun dengan Kellan yang merasa ada pergerakan dari Aqela.


"Kalian?" Aqela melotot setelah membuka matanya lalu mendudukkan badannya dengan benar.


Sedangkan Kellan dia mengerjapkan matanya lalu menatap orang orang yang tengah menatap ke arahnya dengan Aqela.


Setelah membicarakan banyak hal Aqela dan Kellan ketiduran di sofa dengan posisi yang masih sama seperti tadi. Jadi bagaimana teman temannya tidak syok melihat kedua manusia yang berbeda jenis kelamin tertidur dengan posisi yang begitu intim di mata mereka apa lagi ini seorang Kellan.


Vero mengepalkan tangannya dengan mata yang memerah menahan cairan bening agar tidak keluar dari kedua matanya.


"Kell? Kau harus menjelaskannya kepada kami" tuntut Sam


Aqela mengernyit, sedangkan Kellan menatap Sam datar. Karena tidak kunjung ada jawaban dari Kellan Sam mengalihkan pandangannya ke arah Aqela.


"Kalau begitu kau saja yang menjelaskannya" pinta Sam


"Menjelaskan apa?" tanya Aqela mengernyit


"Tentang hubungan kalian?" timpal Justin


Aqela terdiam, dia menelan salivanya kasar. Dia menatap satu persatu teman teman Kellan, terutama Veronica dan Wiliam yang menatapnya datar tapi Aqela melihat tatapan Vero yang berbeda yaitu tatapan kebencian.


"Aku akan pulang lebih dulu, kalau kalian masih ingin di sini terserah kalian" sahut Kellan yang sudah berdiri


"Kenapa kau buru buru sekali? Kita baru sampai tadi malam dan kau sudah mau pergi?" ujar Justin


"Kalau begitu sebelum kalian pergi. Kalian harus jawab dulu pertanyaan tadi" Sam


"Pertanyaan yang mana?" tanya Aqela


Sedangkan Kellan menatap Wiliam tajam yang tengah menatapnya dengan tatapan bersalah.


"Ayo. Jangan hiraukan mereka" Ajak Kellan menarik tangan Aqela yang duduk di sofa lalu membawanya berjalan keluar Villa


"Kell? Aqela? Kalian belum menjawab maen pergi saja dasar teman laknat kau" umpat Sam ketika melihat Aqela dan Kellan berjalan keluar Villa


Aqela dan Kellan mendengar umpatan temannya tapi dirinya menghiraukan itu dia sudah terbiasa tapi tidak dengan Aqela dia merasa tidak enak hati dengan teman teman nya Kellan.


Kellan merasa Aqela tidak nyaman dengan kedatangan teman temannya jadi dia sengaja mengajaknya untuk segera pergi dari sana.


Soal barang barang Aqela? Itu bukan hal yang sulit untuk Kellan. Sebelum mereka sampai pun barang Aqela sudah berada di rumahnya.


"Apa mereka sudah pacaran?" terka Sam


"Aku pikir begitu" Justin


Sam langsung menatap Justin.


"Apa?" tanya Justin sinis ketika melihat Sam memandangnya rumit


"Kau tidak lupa dengan perjanjian kita?" tanya Sam


Justin terdiam sesaat mengingat ingat tentang perjanjiannya dengan temannya.

__ADS_1


"Tentu saja aku mengingatnya" jawab Justin tersenyum smirk


"Kalau begitu kau harus menanyakannya dan mendapatkan jawabannya, kalau kau gagal aku meminta saham milikmu 5% bagaimana?" ucap Sam menyeringai


"Sialan kau! Oke kita lihat saja siapa yang akan menang" Justin


Wiliam hanya menjadi pendengar di antara kedua temannya saja yang melakukan taruhan tentang hubungan temannya, dia sendiri menjadi ikut penasaran tentang hubungan Kellan dengan Aqela sampai dia berani membela perempuan itu dan memukulinya.


Sedangkan Vero dia tengah menatap kosong pemandangan indah yang ada di hadapannya sembari mengepalkan tangannya menahan emosi. Wiliam menengok ke arah Vero dan mengernyitkan dahinya.


"Kau tidak apa apa?" tanya Wiliam memegang pundak Vero


Veronica tersadar dan langsung mengalihkan pandangannya menatap Wiliam.


"Aku merasa tidak enak badan Wil. Apa bisa kau mengantarkan aku pulang?" pinta Vero


Wiliam mengangguk.


"Ayo. Aku akan mengantarmu pulang" ajak Wiliam yang sudah berdiri.


"Kalian akan pulang sekarang?" tanya Sam ketika melihat Vero sudah berdiri


"Kami akan pulang sekarang" jawab Vero


"Kalau begitu aku juga akan pulang" sahut Justin ikut berdiri


"Kenapa kalian jadi pulang semua?" ucap Sam cemberut


"Kalau begitu kau di sini saja sendiri" timpal Justin


Setelah Justin mengatakan itu Sam menatap ruangan yang luas serta terdapat banyak kamar, dan di sekeliling Vila ini terdapat banyak pohon dia jadi bergidik ngeri.


"Ck! penakut!" ejek Justin


Sam mendelik ketika di ejek oleh temannya. Lalu mereka semua pergi dari villa milik Kellan.


...


"Apa kau ingin menyembunyikan hubungan kita dari teman temanku?" tanya Kellan melirik ke arah Aqela


"Terserah kau saja Kell, aku tidak masalah kalau teman temanmu tau tentang hubungan kita" jawab Aqela tersenyum menatap Kellan yang tengah menyetir.


Kellan tidak menjawab dia menggenggam tangan Aqela dengan sebelah tangannya.


"Kell apa bisa langsung ke toko?" pinta Aqela


"Kau lebih baik istirahat jangan bekerja dulu"


"Aku ingin melihat saja sebentar setelah itu aku akan langsung pulang"


"Tidak"


"Please Kell, aku tidak akan bekerja hanya melihatnya sebentar. Kalau kau tidak percaya kau boleh menunggunya aku hanya sebentar" bujuk Aqela


Kellan menatap Aqela sebentar lalu memfokuskan kembali pandangannya kedepan. Kellan tidak menjawab keinginan Aqela membuat dirinya cemberut.


Beberapa menit perjalanan mereka tidak ada pembicaraan lantaran Aqela merajuk kepada Kellan yang berakhir tertidur.


Kellan memarkirkan mobilnya. Lalu membuka seatbelt dan membangunkan Aqela.


"Bangun honey" bisik Kellan dengan suara beratnya

__ADS_1


Aqela mengerjapkan matanya


"Kita sudah sampai?" tanya Aqela mengucek mata


"Hm"


"Kell? Kau membawa ku ke toko?" ucap Aqela setelah melihat toko kue di depannya.


"Hm"


"Terimakasih Kell. Aku janji, aku hanya melihatnya sebentar setelah itu kita pulang" ucap Aqela tersenyum ceria.


"Ayo turun" ajak Kellan


Aqela mengangguk. Lalu membuka seatbelt nya dan turun dari mobil di ikuti oleh Kellan. Mereka berjalan memasuki toko kue dengan tangan saling bergandengan.


...


Ting Ning!


Ting Ning!


Seorang perempuan berjalan untuk membuka pintu apartemennya.


Ceklek!


"Ka Aiden?"


Aiden tidak menjawab panggilan Karina, dia langsung menyodorkan handphone milik Karina.


"Pantes saja aku mencarinya kemana mana tidak ketemu" Karina mengambil handphonenya


"Handphonemu tertinggal di mobil"


"Terimakasih ka"


Aiden mengangguk. Mereka berdua bersitatap beberapa saat sampai Karina tersadar dan mempersilahkan Aiden untuk masuk.


"Ka masuk dulu, aku akan membuatkan minuman untukmu" tawar Karina


"Tidak perlu, aku akan langsung ke rumah sakit"


Karina mengangguk.


"Maaf merepotkan mu ya ka, kau harus kembali ke sini hanya untuk mengantarkan handphone ku yang tertinggal" ungkap Karina


"Lain kali jangan teledor"


"Iya Ka"


"Aku pergi"


"Hm. Hati hati"


Aiden menatap Karina lalu tersenyum dan mengangguk sebelum berbalik badan meninggalkan Karina yang berada di ambang pintu apartemennya.


🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃


Maaf untuk para readers author akan vakum dulu sejenak untuk menulis cerita Aqela untuk Kellan ini. Author akan melanjutkan cerita ini jika urusan Author sudah selesai.


Maafkan author 🙏🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2