
"Ya aku beberapa hari tidak bertemu denganmu membuat diriku seakan tidak bisa bernafas Aqela" ucap perempuan tersebut memegang dadanya dan menatap Aqela dengan mata yang sayu
"Benar benar ratu drama" batin Aqela menggelengkan kepala
Aqela di buat geleng geleng kepala dengan kelakuan sahabatnya itu yaitu Karina Anggara.
...****************...
Setelah Karina mengunjungi kantor kekasihnya, dirinya memutuskan untuk menemui Aqela sahabatnya. Dirinya merasa merindukan sahabatnya itu walaupun baru beberapa hari mereka bertemu.
"Kau tidak ada syuting atau pemotretan?" tanya Aqela
"Tidak ada, jadwalku kosong beberapa hari ini" ucap Karina
Aqela menganggukkan kepala
"Aku ingin mengajakmu belanja bagaimana kau mau?" ajak Karina
Aqela diam sejenak, kebetulan dia juga ada sesuatu untuk di beli.
"Aqela bagaimana?" Karina menggoyangkan tangan Aqela karena tidak ada jawaban.
"Ayo, kebetulan sebentar lagi toko juga akan tutup" jawab Aqela
Karina tersenyum bahagia karena jarang jarang Aqela mau di ajak pergi belanja bersamanya. Aqela memang tidak terlalu suka dengan tempat ramai jadi Aqela jarang sekali untuk pergi berbelanja sekedar untuk memanjakan dirinya.
Lebih baik Aqela menghabiskan masa liburnya di rumah dengan membuat kreasi baru untuk kuenya. Lebih bermanfaat pikirnya
Aqela dan Karina berjalan menuruni anak tangga. Disana para karyawan Aqela sudah bersiap siap untuk pulang, melihat kedatangan Aqela dan Karina para karyawan menyambutnya dengan senyuman ramah.
"Aku akan pulang duluan, kalian jangan lupa mengunci pintu dan mematikan semua lampu" pesan Aqela kepada karyawannya.
"Baik Nona" jawab mereka semua
"Eum Nona boleh saya meminta foto dengan Nona Karina?" ucap Mita yang menunduk malu
Karena Mita baru mengetahui ternyata atasannya berteman dengan aktris yang sangat di idolakannya ini. Berbeda dengan karyawan lainnya yang sudah mengetahuinya.
"Tentu saja boleh ayo kita berfoto" ajak Karina ketika Mita ingin berfoto dengannya
"Terimakasih Nona" ucap Mita tersenyum bahagia
"Ayo kemari lah kita berfoto" Karina memegang pundak Mita dan memegang handphone mita mengarahkan wajah mereka ke depan camera handphone.
__ADS_1
Mereka berdua berfoto dan disusul oleh karyawan lainnya yang meminta untuk berfoto bersama. Tentunya Aqela yang menjadi fotografer dadakan.
"Sudah selesaikan, kita akan pergi sekarang" Aqela menatap semua karyawannya
"Sudah Nona, terimakasih" ucap Mita dan karyawan lainnya.
Aqela mengangguk dan Karina tersenyum melihat para karyawannya Aqela. Mereka berdua keluar dari toko menaiki mobil Aqela dengan Aqela yang mengendarainya.
Karina datang ke toko Aqela tidak membawa mobil pribadi tapi dia di antarkan oleh supir pribadinya dan langsung menyuruhnya untuk pulang saja karena di rasa dirinya akan lama bertemu dengan Aqela dan supir tersebut menuruti perintah Nona nya.
Beberapa menit perjalanan Aqela dan Karina sudah sampai di pusat perbelanjaan. Mereka turun dari mobil dengan Karina tanpa memakai topi dan masker.
"Memang tidak apa apa kau tidak memakai topi dan masker?" tanya Aqela ketika karena tidak menyamar
"Tidak, aku juga ingin berbaur dengan mereka, kalau pun mereka ingin berfoto denganku yasudah tinggal foto saja apa susahnya" jawab Karina santai
Aqela hanya mengangguk saja.
"Ayo kita masuk" ajak Karina dengan menggandeng tangan Aqela
Mereka memasuki pusat perbelanjaan. Dan benar saja, Karina dan Aqela baru memasuki pusat perbelanjaan banyak orang orang yang ingin berfoto dengan Karina.
Dan tentu saja Aqela yang harus menjadi fotografer dadakannya. Tapi Aqela tidak marah ataupun kesal justru dirinya senang sahabatnya bisa sukses dan terkenal seperti sekarang.
Aqela pikir dirinya seperti bodyguard Karina saja. Mereka melanjutkan tujuannya kembali yaitu berbelanja. Karina mengajak Aqela memasuki toko baju, tas, dan sepatu. Aqela hanya membeli beberapa saja dan membeli barang ya diperlukannya. berbeda dengan Karina yang terlihat bagus dan cocok menurutnya langsung saja di beli.
Lihat saja bawaan belanjaan dia sangat banyak di banding dengan Aqela yang hanya membawa 3 paper bag. Di rasa mereka mulai lelah karena berkeliling memasuki satu toko ke toko yang lain mereka memilih untuk pulang saja karena hari sudah semakin larut.
Mereka berjalan keluar dari pusat perbelanjaan ketika di rasa sudah cukup puas dengan belanjanya.
"Aku akan mengantarmu pulang" Aqela
"Tidak usah, supir pribadiku sudah ada di depan tadi aku sempat mengabarinya" jawab Karina
"Yasudah kalau begitu, aku akan melihatmu lebih dulu pergi" Aqela
"Aw romantis sekali sahabat ku yang satu ini" Karina menggoda Aqela dengan mencolek dagunya
Sedangkan Aqela menatap Karina malas.
"Cepat naik mobilmu" titah Aqela ketika sudah keluar dari pusat perbelanjaan
"Iya iya aku masuk, kau hati hati oke" ucap Karina memasuki mobilnya yang di bukakan oleh supirnya
__ADS_1
"Hm" Aqela
"Bye bye" Karina melambaikan tangannya ketika mobil itu mulai berjalan meninggalkan Aqela.
Setelah melihat kepergian Karina Aqela berbalik dan berjalan menuju mobilnya. Aqela memasuki mobilnya dan mengendarai mobilnya.
Aqela melupakan sang Ayah yang ada di rumah dan tidak bekerja, semoga saja Kakak nya sudah pulang.
Aqela mengendarai mobilnya sedikit ngebut karena ingin segara sampai rumah. Di tengah perjalanan mobil Aqela tiba tiba berhenti, Aqela tentu saja panik.
Aqela mencoba untuk menyalakannya lagi tapi tetap tidak bisa, dan Aqela baru sadar tenyata dirinya kehabisan bensin.
"Ya ampun bagaimana ini, rumahku masih jauh" gumam Aqela
Di saat Aqela di landa kepanikan, kaca mobil Aqela di ketuk dari luar. Aqela melihat orang yang sudah mengetuk kaca mobilnya.
"Dia?" batin Aqela
Aqela langsung menurunkan kaca mobilnya.
"Kenapa dengan mobilmu?" tanya pria tersebut
"Mobilku kehabisan bensin" Aqela
"Turun" titah pria tersebut
Aqela menuruti perintah pria tersebut, setelah Aqela keluar dari mobil pria itu menarik lembut tangan Aqela
"Kau urus mobilnya" titah pria tersebut kepada supir yang merangkap sekretaris sekaligus itu
Pria tersebut membukakan pintu depan mobil untuk Aqela dan setelah Aqela masuk pria itu ikut masuk dan duduk di depan kemudinya di samping Aqela.
Pria tampan itu mulai menjalankan mobilnya dan meninggalkan sang sekretarisnya dengan mobil Aqela yang kehabisan bensin.
"Tuan kenapa kau tega sekali meninggalkan ku dengan mobil yang mogok" ucap sang sekretaris mendramatisir ketika melihat kepergian Tuannya.
"Eh tapi tunggu dulu, dugaanku benar ada hubungan sesuatu antara atasanku dengan gadis pengirim kue itu. Aku harus segera memberi tau Kakek" Gumam sekretaris itu bahagia.
Sedangkan di dalam mobil terjadi keheningan, Aqela heran dan bingung sekaligus canggung juga berduaan dengan pria dingin, datar dan kaku ini.
Mereka berdua sama sama tidak ada yang berani membuka obrolan.
#bersambung
__ADS_1
Mohon dukungan kalian ya guys tinggalkan jejak kalian. Like dan komen, karena dukungan kalian membuatku bersemangat untuk update terus setiap harinya