Aqela Untuk Kellan

Aqela Untuk Kellan
80


__ADS_3

Enjoy~


.


Sesampainya di rumah Aqela, langsung menuju kamarnya lalu membersihkan dirinya yang di rasa sangat lengket.


Setelah selesai mandi dan memakai piyama, Aqela berjalan menuju dapur untuk mengambil minum.


Aqela teringat tentang Ayahnya, dia akan menanyakan kepada Kakaknya siapa tau dia sudah menanyakannya.


Tok! Tok! Tok!


"Ka kau ada di dalam?" panggil Aqela


Karena tidak kunjung ada jawaban Aqela mencoba membuka kamar Kakaknya.


"Tidak di kunci" gumamnya


Aqela menyembulkan kepalanya melihat kamar Kakaknya yang terlihat sangat rapi dan harum.


"Tidak ada. Apa dikamar mandi?" gumamnya lagi


Aqela memutuskan untuk masuk kamar dan benar saja terdengar dari kamar mandi suara gemercik air.


Ceklek!


Tidak lama menunggu, Aiden keluar hanya menggunakan handuk yang melilit di pinggangnya.


Aqela menelan salivanya kasar. Melihat itu Aiden langsung menatap Adiknya horor


"Tutup matamu"


Spontan Aqela langsung menutup matanya sedangkan Aiden buru buru memakai bajunya.


"Ada apa kau ke kamarku?" tanya Aiden ketika sudah mengenakan pakaiannya


"Aku ingin menanyakan soal Ayah" jawabnya dengan mata masih tertutup. Melihat itu Aiden menghela nafas kasar


"Buka matamu"


Aqela langsung membuka matanya kembali dan melihat Kakaknya yang sudah berpakaian lengkap.


"Aku sudah menanyakan nya" Aiden menjeda ucapannya sesaat "Ayah gagal melakukan operasi"


"Dan pasiennya meninggal?" lanjut Aqela


"Hm"


"Ayah pasti sedih" ucap Aqela


"Itu resiko terbesar operasi kalau gagal. Untuk sementara waktu jangan menganggu Ayah dan jangan membuat ulah"


Aqela mengangguk.


"Sudah pergi ke kamarmu" usir Aiden


"Kau mengusirku?"


"Iya aku mengusir mu, aku lelah ingin tidur" jawab Aiden langsung membaringkan tubuhnya di kasur


"Ck! Menyebalkan" gerutu Aqela tak ayal dia keluar dari kamar Kakaknya lalu memasuki kamarnya.


"Apa Karina sudah sampai?" gumamnya


Aqela mencari keberadaan tas nya, setelah ketemu dia mengambil handphonenya dan menyalakannya.


Terdapat beberapa panggilan dari Kellan yang tidak terjawab, Aqela menghiraukan itu karena dirinya masih sedikit kesal kepada kekasihnya.


Bergegas dia mengetikkan sesuatu kepada Karina, setelah terkirim Aqela menaiki ranjang dan menyimpan handphonenya di lemari dekat lampu tidur.


"Selamat malam" gumamnya

__ADS_1


Tidak lama matanya sudah tertutup dan menuju alam mimpi.


Berbeda di lain tempat, seorang pria tampan yang mencoba menghubungi kekasihnya beberapa kali namun tidak ada jawaban.


Kellan sangat kesal ketika panggilannya tidak kunjung di jawab oleh sang kekasih, lantas dia menghubungi bodyguard yang di tugaskan olehnya untuk menjaga Aqela.


"Ya Tuan?" terdengar suara dari balik telepon


"Beritahu aku kemana saja dia pergi"


"Nona pergi ke tokonya, lalu ke pusat perbelanjaan bersama temannya setelah itu Nona pergi ke tempat makan"


Kellan terdiam sesaat tidak ada yang aneh pikirnya. "Tunggu! Pusat perbelanjaan?" batinnya


"Jam berapa dia menuju pusat perbelanjaan?"


"Saat jam makan siang Tuan, dan Keluar dari sana sore Tuan" ucapnya


Kellan langsung mematikan panggilannya.


"Apa Aqela melihat aku bersama Vero?" gumamnya


"****!" umpatnya "Wanita itu benar benar keras kepala" ucapnya kesal ketika mengingat kejadian tadi siang.


Kellan mencoba menghubungi kembali kekasihnya namun jawabannya masih sama tidak kunjung di jawab.


Kellan melempar ponselnya lalu berjalan ke kamar mandi untuk mendinginkan kepalanya.


.


.


Saat pagi hari seperti biasa Aqela sudah menyiapkan sarapan untuk Kakak dan Ayahnya. Dan saat ini mereka tengah menikmati sarapan bersamanya.


"Aku sudah selesai, Aku berangkat sekarang" ucap Aqela setelah menyelesaikan sarapannya.


"Hati hati di jalan ingat pesan Ayah"


Sebelum pergi dia mencium pipi Ayah dan Kakaknya


"Aku berangkat"


"Hati hati"


Aqela hanya mengangkat jempolnya setelah itu dia keluar dari rumahnya menuju kendaraan yang terparkir di halaman rumah dengan jarak sedikit jauh ingat hanya sedikit.


"Semangat Aqela" ucapnya menyemangati dirinya sendiri setelah itu dia menjalankan kendaraannya.


Seorang pria tampan dengan pakaian yang sudah rapi seperti biasanya menuruni anak tangga dengan sangat tergesa gesa.


Sedangkan sang Kakek dan sekretarisnya sudah menunggunya.


"Kell kau tidak sarapan?" tanya Kakek Amar ketika Kellan melewatinya


"Tidak"


Kakek Amar hanya mengangguk. "Saya pamit Tuan besar" pamit Eliot ketika melihat tuannya sudah jalan lebih dulu


"Ya hati hatilah El"


"Baik tuan" Eliot langsung menyusul tuannya yang terlihat sangat tergesa gesa.


Setelah sampai di pekarangan Eliot membukakan pintu mobil untuk Kellan. Setelah Kellan masuk Eliot menyusulnya.


"Tuan pagi ini anda ada meeting dengan Tuan anderson" beritahu Eliot menatap spion mobil


"Undur beberapa jam" ucapnya datar


"Maaf tuan, tapi jadwal dengan tuan Anderson selalu anda undur takutnya mereka menjadi urung untuk bekerja sama dengan kita dan akan sangat di sayangkan jika itu terjadi" pungkas Eliot


Kellan berpikir sejenak, Anderson termasuk orang yang berpengaruh di negaranya sangat di sayangkan kalau di lewatkan benar apa kata Eliot.

__ADS_1


"Jam berapa?"


"Setengah jam lagi tuan" jawab Eliot


Kellan tidak menjawab, tapi Eliot menyimpulkan keterdiaman nya sebagai jawaban setuju untuk bertemu dengan mereka.


Niat hati pagi pagi sekali Kellan ingin menemui kekasihnya tetapi harus dia urungkan karena meeting sialan yang sudah menunggunya. Kellan memejamkan matanya sejenak guna untuk meredam emosinya.


"Tunggu aku honey" batinnya


.


.


Sementara seorang perempuan cantik yang tengah membuat adonan kue terlihat tidak fokus, beberapa kali Desi menegurnya karena Aqela salah memasukan gula dan garam.


"Apa Nona baik baik saja?" tanya Desi terlihat khawatir karena tidak biasanya Nona nya berprilaku seperti ini.


"Aku baik baik saja, mungkin aku hanya kurang tidur jadi sedikit tidak fokus" jawab Aqela menatap mereka bertiga yang terlihat mengkhawatirkannya.


Aqela kembali melanjutkan pekerjaannya begitu pula dengan yang lainnya. Di rasa adonannya sudah jadi dan memasukannya kedalam cetakan Aqela tinggal memanggangnya di dalam oven.


Sambil menunggu kuenya matang Aqela membantu ke tiga karyawannya membuat beberapa kue, hari ini dia akan menambah model kue yang baru.


Beberapa menit menunggu Aqela mengangkat kue tersebut dari dalam oven lalu mendinginkannya sejenak.


"Tinggal di hias agar terlihat menarik" gumamnya


Aqela langsung mengesekusi kuenya agar terlihat menarik minat pembeli, beberapa menit berkutat dengan berbagai cream serta buah akhirnya kuenya sudah jadi.



"Wah Nona apa anda membuat kue dengan model dan resep baru?" tanya Sinta antusias


"Iya kau benar. Kalian mau mencobanya?" tawar Aqela


"Apa boleh Nona?" cicit Desi


"Tentu saja, cobalah dan berikan tanggapan kalian tentang rasanya kalau cocok untuk di jual aku akan membuat lebih banyak lagi" ujarnya


Mita, Desi dan Sinta mengambil sepotong kue tersebut untuk di cicipinya.


Aqela tengah menunggu respon mereka dengan kekhawatiran yang terlihat jelas di wajahnya.


"Bagaimana?"


Mereka bertiga saling melirik setelah itu mereka tersenyum menatap Aqela.


"Ini sangat enak Nona. Wah anda luar biasa" puji Desi


"Desi benar Nona ini sangat Enak, aku yakin ini akan menjadi kue best seller setelah mango bliss" timpal Mita


Aqela bernafas lega ketika kuenya di katakan enak, tidak mau terlalu kesenangan dia juga mencoba sepotong kue untuk di cicipinya.


Mereka bertiga melihat Aqela memakan kue tersebut dan menunggu reaksinya.


"Bagaimana Nona enak bukan?" tanya Sinta


"Iya ini enak"


Mereka tersenyum merasa puas karena tidak salah menilai. "Baiklah, aku akan mencoba untuk menjualnya hanya beberapa saja dulu sebagai percobaan" pungkas Aqela


Aqela membawa kue tersebut ke luar untuk di simpan di rak tempat penyimpanan kue.


"Aqela" panggil seseorang membuat Aqela berbalik badan.


Aqela menatap pria yang ada di hadapannya dengan tatapan datar.


To be continued🍃


Sepertinya author tidak akan melanjutkan novel ini di sini. Maaf telah mengecewakan kalian dan terimakasih atas dukungan kalian selama ini🥰♥️

__ADS_1


__ADS_2