
Di sinilah sekarang Kellan dan yang lainnya berada yaitu di ruang keluarga Walker. Kellan menatap datar Wiliam, berbeda dengan Justin dan Sam mereka berdua masih syok mendengar fakta temannya sudah mempunyai kekasih.
"Sejak kapan kau berpacaran dengan Karina Wil?" tanya Justin
"Sejak keluar SMA" jawab Wiliam
Mereka semua terbelalak kecuali Kellan dan Veronica.
"Selama itu kau menyembunyikan hubunganmu dengan Karina dari kami?" ucap Sam tidak percaya
"Karina yang menginginkan hubungan kami tidak di publikasikan" jawab Wiliam menatap Sam dan Justin
"Apa Aqela juga tidak mengetahui nya?" tanya Justin
Wiliam mengedikkan bahunya.
"Lalu apa masalahmu dengannya sampai Karina bertengkar dan menampar Vero?" tanya Sam
"Aku tidak tau permasalahan Vero dan Karina, saat aku datang Karina sudah menampar Vero" jawab Wiliam lesu
Justin, Sam dan Kellan menatap Vero yang menunduk.
"Jelaskan" titah Kellan menatap Vero datar
Vero menelan salivanya kasar ketika melihat Kellan menatapnya datar, memang bukan hal aneh jika Kellan berwajah datar yang membuat Vero bergidik ngeri aura Kellan yang dia keluarkan.
"Mungkin karena Karina merasa cemburu karena Wiliam selalu mendahulukan aku di bandingkan dengannya" jawab Vero menunduk
Sam dan Justin mengernyit, sedangkan Kellan masih betah dengan raut wajah datarnya. Berbeda dengan Wiliam dia mengepalkan tangannya ketika Vero mengatakan hal tersebut.
"Aku tidak mengerti. Tolong jelaskan lebih spesifikasi" Justin yang di angguki oleh Sam
Vero dan Wiliam bersitatap sebelum menjelaskannya. sedangkan Kellan sejak tadi memperhatikan Vero, dia merasa curiga kepada temannya itu.
"Aku beberapa kali meninggalkan Karina dan selalu membatalkan janjiku dan aku pernah meninggalkan Karina di bandara sendiri" jawab Wiliam jujur
Bugh
"Justin" Teriak Sam dan Vero ketika Justin memukul wajah Wiliam lalu mereka berdua mencoba memisahkannya
"Bastard!" umpat Justin setelah memukul Wiliam
"Pantas saja Karina memutuskan mu, kalau aku jadi dia aku pun akan melakukan hal yang sama" maki Justin
Wiliam mendengar perkataan Justin langsung berdiri dan ingin membalas pukulannya tapi Kellan menghentikannya.
"Aku tidak mau ada keributan di sini! duduklah kita dengar penjelasannya kenapa dia selalu meninggalkan Karina" titah Kellan menatap Justin dan Wiliam tajam
Mereka semua duduk kembali menurut apa yang di perintahkan oleh Kellan
"Aku selalu membatalkan janjiku kepada Karina karena selalu bertepatan saat Veronica membutuhkan ku. Jadi aku lebih mementingkan Vero di banding Karina" ungkap Wiliam menunduk
Justin, Sam dan Kellan menatap Vero. Vero menelan salivanya kasar ketika teman temannya menatap dirinya.
"Apa itu benar?" tanya Sam
"Aku tidak tau kalau saat aku meneleponnya sedang bersama dengan kekasihnya, aku juga baru tau kalau Wiliam memiliki kekasih yaitu Karina" alibi Vero
Mereka semua terdiam. Sedangkan Kellan tersenyum samar mendengar penjelasan Veronica.
Di saat semuanya terdiam Kellan berdiri lalu beranjak dari duduknya.
"Kemana Kell?" tanya Justin
"Kamar" jawab Kellan
"Lalu acara Kakek bagaimana?" tanya Sam
__ADS_1
"Kalian lanjutkan" jawab Kellan
Setelah itu Kellan langsung pergi dari ruang keluarga menuju kamarnya.
...
Setelah dari rumah Kakek Amar mereka berdua tidak jadi untuk berbelanja, Karina ingin langsung pulang ke apartemen saja untuk mengemas barang barang yang akan di butuhkan besok.
Karina putuskan untuk menginap di rumah Aqela saja, selain hatinya yang sedang kesal dirinya juga berpikir dengan menginap di rumah Aqela besok Ka Aiden tidak perlu menjemputnya.
Dan sekarang mereka tengah dalam perjalanan. Semenjak keluar dari rumah Kakek Amar hingga apartemen Karina hanya diam tidak berbicara kepada Aqela. Membuat Aqela menjadi geram sendiri kepada sahabatnya ini yang tidak kunjung bercerita.
"Apa yang terjadi?" tanya Aqela memulai obrolan
"Dia sudah mengetahui hubungan kami sejak lama" jawab Karina datar
Aqela langsung menginjak rem mobilnya.
"Aqelaaaa!!" teriak Karina geram dengan sahabatnya yang berhenti secara mendadak
"Maaf maaf, aku terkejut mendengar kau mengatakan hal itu" jawab Aqela lalu melanjutkan kembali melajukan kendaraannya.
"Kalau dia sudah tau kenapa dia seakan mencoba merusak hubunganmu dengan Wiliam?" tanya Aqela
"Itu yang sedang ku pikiran sejak tadi" jawab Karina
"Apa dia mencintai Wiliam?" tanya Aqela membuat Karina menoleh
"Tidak mungkin!" jawab Karina
"Kau pikir saja kenapa Vero sampai membuat hubungan mu dengan Wiliam hancur" jawab Aqela
Karina terdiam mendengar ucapan Aqela.
"Ah sudahlah jangan membahas pria brengsek itu lagi. Aku sudah memutuskan nya juga" jawab Karina frustasi
Karina terdiam sejenak lalu menghela nafas
"Aku tidak tau. Mungkin cinta ku selama ini sudah hilang karena terlalu sering di kecewakan olehnya" jawab Karina menerawang
"Semoga ini keputusan terbaik yang kau ambil" ucap Aqela lalu sebelah tangannya mengusap tangan Karina
"Thanks La"
Aqela mengangguk tersenyum.
Sesampainya di rumah Aqela memarkirkan mobilnya lalu turun di ikuti Karina dengan menggeret koper kecilnya.
Karina memutuskan untuk menginap saja di rumah Aqela agar pagi Ka Aiden tidak perlu menjemputnya ke apartemen, menghemat waktu pikir mereka.
Ceklek!
Karina dan Aqela memasuki rumah dan melihat di ruang keluarga Aiden sedang menonton televisi
"Tumben sekali masih sore sudah pulang?" tanya Aiden ketika melihat Aqela dan Karina membuka pintu.
"Aku habis mengantarkan pesanan jadi aku putuskan langsung pulang saja. Dan untuk besok aku sudah memberitahu karyawanku aku tidak akan datang ke toko"
Aiden mengangguk.Lalu matanya menatap Karina yang membawa koper.
"Karina akan menginap, jadi kita tidak perlu menjemputnya pagi pagi sekali" ucap Aqela langsung ketika Kakaknya menatap Karina dengan kopernya
Aiden mengangguk menatap Karina.
"Kalian sudah makan?"
"Belum. Nanti saja sekalian makan malam" ucap Aqela
__ADS_1
"Ya sudah"
"Kita ke kamar dulu ka" pamit Aqela kepada Kakak nya
"Hm, nanti saat makan malam Kakak akan memanggil kalian"
"Iya"
...
Makan malam pun tiba, Aiden memanggil Karina dan Aqela untuk makan malam bersama.
"Aqela, Karina ayo kita makan bersama" ucap Aiden dari balik pintu kamar Aqela
Karina membuka kamar Aqela lalu menatap Kakaknya Aqela.
"Ada apa ka?" jawab Karina dengan muka bantalnya
Aiden tertegun memandang wajah Karina yang cantik walaupun ketika bangun tidur dan tanpa make up.
"Ka?" panggil Aqela dari belakang Karina
"Kalian bangun tidur?" tanya Aiden pasalnya yang bermuka bantal tidak hanya Karina tapi adiknya juga
"Iya setelah mandi kita ketiduran" jawab Aqela
"Ya sudah cuci muka kalian nanti langsung ke meja makan" Aiden
"Baik Ka" jawab Karina dan Aqela
Tidak lama Aiden menunggu Adiknya dan Karina, mereka menghampirinya dengan wajah yang lebih fresh di banding tadi saat bangun tidur.
"Wah Kakak yang masak ini semua?" tanya Karina dengan mata berbinar menatap makanan yang ada di meja
"Iya siapa lagi kalau bukan aku kalian kan tadi tidur" jawab Aiden sinis menatap Aqela
Sedangkan Aqela dan Karina cengengesan mendengar kata sindiran dari Aiden. Memang tidak peka mereka ini.
"Sudahlah ayo kita makan" ajak Aiden
"Selamat makan Ka" ucap Aqela dan Karina bersamaan
"Hm"
Mereka makan bersama tanpa sang Ayah karena Albian masih belum pulang.
Selesai makan Karina dan Aqela kebagian tugas untuk membereskan kembali meja makan serta mencuci piring Kotor.
"Ka kita sudah selesai, kita ke kamar dulu ka" Aqela
"Jangan terlalu malam besok kita berangkat pagi" Aiden
"Siap bos" jawab mereka bersamaan lalu langsung masuk ke dalam kamar
Aiden menggelengkan kepala melihat tingkah adik dan temannya.
Saat Aqela sedang menyiapkan kebutuhannya untuk besok handphone Aqela berbunyi.
"La handphone mu bunyi" beritahu Karina karena jarak handphone dengan dirinya cukup jauh
"Siapa?" tanyanya
Karina langsung melihat layar handphone Aqela untuk melihat siapa yang telah memanggilnya.
"Mr.Sriff" jawab Karina
Aqela langsung mengambil handphonenya lalu mengangkat panggilannya.
__ADS_1
#bersambung