Aqela Untuk Kellan

Aqela Untuk Kellan
43


__ADS_3

Aqela mempersilahkan Kellan untuk duduk setelah Kellan duduk Aqela mengikutinya. Kellan mengeluarkan makanan tersebut lalu menyimpan makanan di depan Aqela satu dan di depannya satu tidak lupa juga dengan air minum Kellan mengeluarkan nya dari dalam paper bag


Semua yang Kellan lakukan tidak luput dari tatapan Aqela.


"Temanmu tidak membawakan makan siang untukmu?" tanya Aqela memecah keheningan


"Tidak" Kellan


"Kau sengaja datang kemari?" tanya Aqela lagi


"Hm" jawab Kellan


Aqela menghela nafas untuk tetap bersabar menghadapai sifat manusia tampan yang ada di hadapannya ini.


Kellan menatap Aqela menaikkan sebelah alisnya


"Apa?" Aqela yang malah bertanya kepada Kellan


"Makan" titah Kellan


"Baiklah aku akan makan Tu.." ucap Aqela terpotong lalu mengatupkan bibirnya kembali dan menatap Kellan yang sedang menatapnya tersenyum miring.


"Kenapa tidak kau lanjutkan?" pancing Kellan


"Aku akan makan sekarang, jangan kau berbicara lagi" titah Aqela buru buru membuka tutup box makanannya.


Kellan terkekeh di belakang Aqela, lalu dia pun melakukan hal yang sama dengan Aqela yaitu membuka tutup box makannya lalu mereka makan tanpa ada yang berbicara.


"Oh iya aku ingin menanyakan hal ini padamu?" tanya Aqela di sela makannya


Kellan tidak menjawab.


"Makanan yang selalu kau kirim kepadaku semuanya enak. Kau membelinya di mana?" tanya Aqela lagi.


Kellan masih tidak menjawab


"Kellan kau mendengarnya bukan?" tanya Aqela lagi sedikit geram karena selalu tidak ada tanggapan darinya.


"Liceo Kellan Walker kau mendengarnya bukan?!" Aqela sedikit berteriak di dekat kuping Kellan


Kellan langsung menyimpan sendok dan garpunya lalu menutup kuping nya sebelah.


Aqela menatap Kellan sengit seperti ingin menerkamnya. Sedangkan Kellan sudut bibirnya sudah berkedut ingin sekali tertawa melihat wajah Aqela yang menatapnya garang tapi di mata Kellan tatapan Aqela menggemaskan tidak ada seram seramnya.


"Kau bilang jangan berbicara" jawab Kellan santai setelah menormalkan kembali ekspresinya


"Kau?!" Geram Aqela menunjuk wajah Kellan


Sadar akan kelakuannya yang kurang sopan Aqela langsung menurunkan tangannya kembali lalu bersedekap dada


"Kau bertanya apa barusan?" tanya Kellan menatap Aqela dari samping

__ADS_1


"Aku sudah lupa bertanya apa barusan" jawab Aqela ketus


Kellan melipat bibirnya kedalam menahan senyumannya.


"Kau marah?" Kellan


"Tidak!"


"Ya sudah. Aku lanjut makan" ucap Kellan lalu melanjutkan makannya lagi


"Dasar Mr.Stiff menyebalkan" umpat Aqela pelan


Kellan mendengarnya lalu menatap Aqela kembali.


"Kau mengatai ku menyebalkan?"


"Tidak, kau salah dengar" Aqela


"Berarti benar kau mengatai ku" Kellan


"Astaga kesabaranku tidak setebal dompetmu Tuan Walker jadi jangan menguji kesabaranku" ucap Aqela tidak sadar ketika dirinya memanggil secara formal kepada Kellan


Sedangkan Kellan menatap Aqela datar. Melihat Kellan terdiam Aqela menaikan sebelah alisnya.


Tok!


Tok!


Kedatangan Risty membuat Aqela langsung mengalihkan pandangannya menatap pintu yang tertutup dan di buat salah tingkah oleh perkataan dan perlakuan Kellan barusan.


Aqela bangkit dari duduknya untuk membukakan pintu.


"Ada apa Risty?" Aqela menghampiri Risty yang berada di depan pintu


"Itu Nona ada Kakek yang kemarin" jawab Risty


"Aku akan segera turun kebawah" jawab Aqela


"Baik Nona" Risty langsung pergi dari ruangan Aqela


Aqela menatap Kellan yang sedang menatapnya.


"Aku akan kebawah sebentar" pamit Aqela


"Tunggu! Aku akan kembali ke kantor" ucap Kellan


Aqela mengangguk. Lalu mereka berdua menuruni anak tangga. Setelah di bawah Aqela melihat pria tua yang pernah di tolongnya sedang memilih kue yang ingin di belinya. Sedangkan Kellan merasa familiar dengan pria yang sedang membelakanginya.


"Kakek?" panggil Aqela


Pria tua tersebut langsung berbalik arah menatap Aqela dan pria tampan yang ada di samping Aqela.

__ADS_1


Kellan menatap Kakeknya datar. Sedangkan Kakeknya menatap cucunya tersenyum


"Kakek datang sendiri?" tanya Aqela menghampiri Kakek Amar


"Kakek bersama supir Kakek" jawabnya


Aqela mengangguk.


"Ada yang Aqela bisa bantu kek?" tanya Aqela ramah


"Aku ingin kue yang kau bungkuskan untukku waktu tempo hari, lalu kue brownis coklat yang dipotong kecil kecil itu" tunjuk Kakek Amar


"Sebentar Aqela bungkuskan" Aqela langsung mengambil box dan membungkus beberapa kue tersebut.




Kellan mendekati Kakeknya lalu membisikan sesuatu di telinganya yang membuat Kakek Amar cemberut. Sedangkan Kellan menatap Kakeknya tersenyum miring.


"Ada lagi Kek?" tanya Aqela setelah membungkus dua box kue keinginan Kakek Amar


"Tidak itu saja sudah cukup" ucap Kakek Amar mendelik menatap Kellan, sedangkan Kellan memutar bola matanya malas


Aqela berjalan menuju kasir untuk Risty membungkus kue tersebut. Di ikuti oleh Kellan dan Kakeknya di belakang.


"Aku akan pergi sekarang" ucap Kellan menghentikan langkah Aqela dan Kakek Amar


"Hm. Berhati hatilah"


Setelah kepergian Kellan, Aqela melanjutkan kembali langkahnya di ikuti oleh pria tua di belakangnya.


"Berapa totalnya?" tanya Kakek kepada Risty


"210.000 Tuan" jawab Risty


Kakek Amar mengeluarkan beberapa lembar kertas berwarna merah dari dalam dompetnya lalu menyerahkannya kepada Risty


"Ambil saja kembaliannya, sekalian aku membayar kue tempo hari lalu yang aku makan" ucap Kakek Amar


"Tidak perlu kau bayar Kek, Aqela sudah bilang itu sebagai perkenalan kita" ucap Aqela


"Tidak apa apa, anggap saja itu sebagai tips dari Kakek. Jangan menolaknya tidak baik menolak rezky" ucap Kakek Amar tersenyum


"Terimakasih Kek" ucap Aqela


Kakek Amar tersenyum dan mengangguk.


#bersambung


Mohon dukungan kalian ya guys tinggalkan jejak kalian. Like dan komen, karena dukungan kalian membuatku bersemangat untuk update terus setiap harinya 🤍

__ADS_1


__ADS_2