Aqela Untuk Kellan

Aqela Untuk Kellan
85


__ADS_3

Jangan jadi pembaca ghaib, tinggalkan jejak kalian biar author semangat untuk update nya🥰


Enjoy~


.


"Kau tidak pergi ke toko?" tanya Kellan ketika sudah menyelesaikan makannya.


"Mungkin setelah dari sini aku akan kesana, hanya untuk mengecek bahan bahan saja"


"Aku akan mengantarmu"


"Tidak perlu Kell, bukannya pekerjaanmu masih banyak?"


"Aku tidak menerima penolakan"


Aqela mendengus. Sementara itu Kellan tersenyum melihat kekesalan yang terlihat dari raut wajah kekasihnya.


"Tunggulah sampai aku menyelesaikan pekerjaanku" titah


"Hm"


"Good girl" ucapnya lalu mencium kening Aqela dan kembali ke tempat duduknya untuk melanjutkan kembali pekerjaannya.


Sementara Aqela dirinya tengah melihat lihat ruangan Kellan ketika melihat banyak buku di rak belakang kerja Kellan, Aqela mengambil salah satu buku bersampul biru tua yang telah menarik perhatiannya.


"Blue ocean strategy" gumamnya


Setelah mendapatkan buku tersebut dia duduk di sofa dan mulai membacanya.


Kellan sesekali mengalihkan pandangannya melihat kekasihnya yang tengah membaca buku di sofa.


Sangat hening di ruangan itu, suara jam yang berdenting pun sampai terdengar di telinga mereka.


Saat tidak terdengar suara lembaran kertas yang terbuka, Kellan kembali melihat kekasihnya lagi yang ternyata sudah tertidur dengan posisi tangan yang menyangga kepalanya, sedangkan buku tersebut terbuka begitu saja.


"Kenapa tidur seperti itu" decaknya pelan lalu menghampiri kekasihnya


Kellan membenarkan posisi tidurnya dengan sangat hati hati agar nyaman dan ketika bangun nanti kekasihnya tidak akan merasakan pegal. Di rasa sudah terlihat nyaman Kellan kembali melanjutkan pekerjaannya.


.


.


Drt .. Drt


Karina melirik ponselnya yang berdering. "Mau ngapain lagi dia menghubungiku. Jangan jangan dia mau meminta imbalan saat aku meminta nomer temannya" gumam Karina sedikit terkejut


Karina mencoba menjawab panggilan tersebut.


"Ya ada apa?" tanya Karina


"Bisa kita bertemu?" pintanya


Karina tidak menjawab, dia takut kalau mantan kekasihnya itu nantinya macam macam.


"Please" pintanya lagi memohon


Karina menghela nafas pelan. "Dimana?"


Sementara pria di balik telepon sana sudah tersenyum ketika Karina mau bertemu dengannya.


"Cafe Grumpy"


"Hm, aku akan ke sana setelah pekerjaanku selesai. Nanti aku hubungi lagi" jawabnya lalu Karina mematikan panggilannya sepihak tanpa menunggu jawaban Wiliam.


Karina berpikir apa yang akan di katakan Wiliam? Lihat saja kalau dia macam macam akan ku tendang masa depannya sampai dia tidak bisa bangun lagi.


"Mantan kekasihmu?" pertanyaan dari asistennya menyadarkan lamunan Karina.


"Hm, dia meminta aku menemuinya"


"Kalau begitu temui, selesaikan masalah kalian dengan baik baik. Bukannya kalian mengawalinya juga dengan baik baik? Maka akhiri lah dengan baik baik juga tanpa ada rasa benci di antara kalian setelah berpisah" ucap asisten Karina.


Karina terdiam sesaat. "Kau benar" jawabnya

__ADS_1


"Ayo sekali pemotretan lagi, setelah ini kau bisa menemuinya"


Karina mengangguk.


.


.


"Apa dia mimpi buruk?" tanya Kellan ketika melihat raut wajah cantik Aqela yang gelisah dalam tidurnya.


"Jangan" gumamnya pelan namun masih terdengar di telinga Kellan.


"Honey bangun" Kellan menepuk nepuk pelan pipi Aqela agar tidak menyakitinya


Dan usaha itu berhasil, Aqela langsung bangun dengan nafas yang memburu serta keringat sebesar biji jagung yang menghiasi keningnya.


"Kenapa hm?" tanyanya sambil mengusap keringat di keningnya.


Sementara Aqela langsung memeluk Kellan, mencari kenyamanan di dalamnya.


"Mimpi buruk?" tanya Kellan sambil mengusap usap punggung kekasihnya


Aqela mengangguk tidak mengeluarkan suaranya.


"Apa kau sering seperti ini?" tanya Kellan melepaskan pelukannya dan menatap kedua mata Aqela meminta jawaban jujur darinya.


Aqela menganggukkan kembali kepalanya.


"Dan semalam kau terbangun bukan karena ingin ke kamar mandi melainkan mimpi buruk?" tanyanya dengan selidik


Aqela mengangguk. "Semenjak kejadian itu, aku jadi sering mimpi buruk dan tidurku tidak pernah nyenyak lagi Kell" ucapnya pelan sambil menundukkan kepalanya.


Kellan memeluk kembali kekasihnya memberikan kenyamanan untuknya.


"Mau pergi ke psikolog?"


"Aku tidak mau. Aku tidak gila Kell" tolaknya.


"Ini bukan soal kau gila apa tidaknya. Kalau kau seperti ini terus, aku takut nantinya mengganggu kesehatanmu honey"


Aqela terdiam. "Menurut lah ini demi kebaikanmu" titah Kellan mutlak


"Aku akan mengikuti saranmu, tapi aku punya syarat" Aqela mengurai pelukannya lalu menatap wajah tampan kekasihnya.


"Katakan"


"Jangan memberitahu Kakak ku dan juga Ayahku"


"Hanya itu?"


Aqela mengangguk.


"Anything for you" ucapnya tersenyum menatap wajah Aqela dengan penuh cinta.


"Terimakasih"


"Itu tidak gratis" Kellan tersenyum smirk


Aqela mengerutkan kedua alisnya melihat raut wajah Kellan yang seketika berubah, tidak lama melihat perubahan itu Kellan langsung menciumnya dengan sangat lembut sampai Aqela terbuai dengan ciuman yang Kellan berikan.


Di sela sela ciuman mereka, Kellan merubah posisi Aqela mendudukkan di pangkuannya. Sejenak ciuman mereka terhenti karena Aqela terpekik kaget.


Tidak mau melewatkan kesempatan sedikitpun, Kellan menarik kembali tengkuk Aqela dan meremas pelan pinggang ramping milik kekasihnya, mereka kembali menikmati rasa yang mereka berikan satu sama lain.


"Bro_" sapa salah seorang teman Kellan terhenti


"Kau kenapa? Malah bengong cepat minggir" ucap salah satu temannya lagi


"Justin kenapa kau malah mengikuti Sam? Cepat masuk" gerutu salah satu temannya lagi .


Karena kesal tidak kunjung masuk Vero membelah jalan antara Sam dan Justin.


Deg


Kaki Veronica mendadak lemas ketika melihat adegan yang tidak pernah terbayangkan sama sekali di kepalanya yaitu melihat Kellan berciuman dengan perempuan lain.

__ADS_1


Justin dan Sam tersadar ketika Veronica menyentuh tangannya.


"Jus"


"Sam"


Mereka memanggil satu sama lain bersamaan ketika melihat adegan panas di depan matanya.


"Sepertinya kedatangan kita menganggu mereka Jus" ucap Sam sengaja membesarkan nada suaranya


Mendengar suara yang tidak asing Aqela langsung melepaskan ciumannya, sementara Kellan dia tengah menahan kesal terhadap teman temannya yang sudah menjadi kebiasaan datang tanpa memberi kabar dan masuk tanpa mengetuk pintu.


"Sepertinya begitu, tapi sayang bukan jika di lewatkan? Kapan lagi kita melihat Tuan Walker seagresif ini" balas Justin tersenyum smirk


"Kell" panggil seorang wanita dengan lembut. Vero berhasil menguasai dirinya sendiri lalu berjalan mendekati Kellan dan Aqela yang masih duduk di pangkuannya di ikuti oleh Sam dan Justin.


Saat Aqela akan duduk di kursi, Kellan menahan pinggangnya. Sungguh dia sangat malu ketika teman temannya Kellan melihat adegan yang barusan terjadi.


"Kell lepas" bisiknya.


Sementara Kellan menghiraukannya dan malah menatap tajam ketiga temannya yang sudah mengganggu kebersamaannya dengan Aqela.


"Hay Aqela" sapa Sam


Aqela hanya tersenyum membalas sapaan dari Sam, dia sungguh sudah tidak punya muka lagi ketika bertatap muka dengan mereka. Aqela sangat malu.


"Mau apa kalian kemari?" tanya Kellan tanpa ada keramahan di setiap katanya


"Kau pelit sekali kita hanya berkunjung, lagi pula kami sudah lama tidak melihatmu" jawab Sam


Justin melirik Aqela yang masih duduk di pangkuan temannya.


"Wajahmu sudah lebih baik tidak seperti terakhir kali aku melihatmu" ucap Justin


Aqela mengernyit tidak mengerti dengan ucapan Justin. "Seingatnya dia tidak pernah bertemu dengan teman teman Kellan semenjak kejadian itu" batinnya


"Haa pasti kau tidak ingat" ucap Justin


"Kau bodoh!" umpat Sam kepada Justin membuat sang empu mendelik melihatnya "Bagaimana dia akan mengingatnya. Dia tidur saat kita kesini" sambung Sam.


Aqela mulai paham dengan pembicaraan kedua pria tampan yang tidak pernah akur ini ketika bertemu.


"Apa kau akan terus duduk di pangkuannya?" ucap Vero menatap Aqela tidak bersahabat


Aqela mengalihkan pandangannya menatap wanita cantik dan anggun di depannya namun sayang itu semua hanya cover nya saja. Dia tidak akan tertipu olehnya.


"Kalau dengan duduk seperti ini membuat ku nyaman dan kekasihku tidak keberatan kenapa aku harus memilih duduk di sofa yang belum tentu membuatku nyaman?" ucapnya tersenyum manis


"Sialan gadis rendahan ini berani menjawab ucapanku dengan begitu sombongnya, dan senyuman itu? Dia mengejekku?" batinnya kesal


"Bukannya tidak sopan ketika kami duduk dengan benar sedangkan kau duduk seperti_ penggoda" ucap Vero tanpa takut


Aqela sangat emosi ketika Vero mengatakan dirinya seperti penggoda. Tapi dia harus tetap tenang tidak boleh terpancing emosi.


Sementara Kellan sudah menatap tajam Veronica yang terlihat acuh tanpa merasa bersalah ketika mengatakan kekasihnya seperti penggoda.


Beda lagi dengan kedua pria yang sudah merasa tercekat ketika merasakan suasana yang mulai berubah.


Aqela menatap Kellan lalu membelai wajahnya.


"Honey turunkan aku, aku tidak mau teman temanmu berpikir macam macam tentangku" ucapnya selembut mungkin dan masih dapat terdengar oleh teman teman Kellan.


"Bukankah wajar kau menggoda kekasihmu sendiri?" balasnya


"Jadi kau tidak mau melepaskan aku?"


"Tidak"


Aqela mengalihkan pandangannya menatap Vero tersenyum penuh kemenangan. Dalam hati Aqela dia mentertawakan reaksi wajah Vero seperti banteng yang sedang mengeluarkan asap dari kedua hidungnya karena marah.


Lalu pandangannya teralihkan menatap kedua pria yang terlihat tegang dengan suasana sekarang. Menghilangkan rasa malu sebelumnya Aqela bertanya kepada mereka.


"Justi, Sam? Apa obrolan kalian akan terganggu dengan aku duduk seperti ini?" tanya Aqela dengan raut wajah menggemaskan


Mereka berdua menggeleng, tentu mereka akan mencari aman untuk tidak mencari masalah dengan Kellan yang tengah menatapnya tajam seakan akan Kellan telah siap untuk memakannya hidup hidup.

__ADS_1


"Sialan! Akan ku balas kau nanti" batinnya menatap penuh permusuhan kepada Aqela, sementara Aqela masih dengan senyumannya menatap Veronica.


To be Continued🍃


__ADS_2