Aqela Untuk Kellan

Aqela Untuk Kellan
71


__ADS_3

~Happy Reading~


.


.


Di sinilah sekarang Aqela berada yaitu dikantor milik Kellan, setelah melewati drama sarapan di mansionnya dengan berbagai tatapan para maid yang penasaran dengan siapa dirinya dan raut wajah para maid yang tercengang dengan sikap Kellan yang begitu manis terhadapnya membuat semua para maid semakin ingin tahu.


Aqela pun tidak bodoh, tidak semua para maid menyukai kehadiran dirinya di mansion ini ada beberapa maid yang menunjukan sikap angkuhnya ketika tidak sengaja bersitatap.


Tentu saja Aqela tidak akan ambil pusing tentang hal itu, bukan hanya maid yang tidak suka tentang kedekatan dirinya dan Kellan pasti di luar sana pula akan banyak wanita yang tidak menyukainya jika hubungan mereka di ketahui oleh banyak orang.


Apa lagi Kellan terkenal dengan pria kaya raya dan tampan siapa yang tidak menginginkannya.


Dan selama perjalanan pula di penuhi dengan drama Aqela yang tidak mau ikut ke kantor milik kekasihnya.


Tidak .. Tidak hanya Aqela saja yang membuat drama dengan memprotesnya tanpa jeda sedangkan Kellan dia tidak menanggapinya, keputusannya itu sudah menjadi hal mutlak yang wajib di ikuti.


Tentu saja hal itu membuat Aqela semakin mendebat namun pada akhirnya Aqela harus mengalah ketika Kellan mengeluarkan sikap otoriternya.


"Tampan" gumamnya lirih


Dari sofa Aqela memperhatikan kekasihnya yang sedang serius menatap laptop serta mengetikan sesuatu di keyboardnya.Terlihat sangat tampan ketika Kellan tengah serius dan juga seksi.


"Apa yang aku pikirkan?" gumam Aqela menggelengkan kepalanya "Sepertinya aku terlalu lama berada di ruangan yang sama dengannya membuat pikiranku liar seperti ini" gerutunya kesal sendiri


Aqela berdiri dari sofa lalu berjalan mendekati meja kerja kekasihnya.


"Kell?" cicit Aqela ketika sudah duduk di hadapannya

__ADS_1


Kellan menghentikan gerakan tangannya yang sedang mengetik ketika namanya di panggil oleh perempuan yang sangat di cintainya lalu mendongak menatap wajah cantik di hadapannya.


"Ada apa?"


"Aku bosan, boleh aku keluar?"


Kellan tidak langsung menjawab, dia menatap Aqela lamat dan hal itu membuat Aqela gugup. Walaupun dia terbilang sudah terbiasa berdekatan dengan Kellan tetapi jika dia menatap dirinya seperti ini tetap saja dia masih gugup.


"Jangan terlalu lama dan jangan keluar dari gedung ini" putusnya.


Aqela langsung berdiri dan melebarkan senyumnya ketika mendapat persetujuan dari kekasihnya.


"Baiklah, aku akan mengingatnya. Aku pergi" ucapnya langsung berjalan menuju pintu


Sedangkan Kellan melihat kekasihnya yang bersemangat tidak tahan untuk tidak tersenyum dia berpikir ada saja tingkahnya yang selalu membuatnya tersenyum.


Setelah Aqela menghilang dari balik pintu Kellan melanjutkan kembali pekerjaannya.


.


.


"Segarnya" gumam Aqela sembari merentangkan kedua tangan dan memejamkan mata


Setelah puas melihat bangunan di kantor milik Kellan, Aqela teringat gedung ini memiliki rooftop yang sangat nyaman untuk beristirahat jadi dia memutuskan untuk kesana dan di sinilah Aqela sekarang berada.


"Dia memang pria luar biasa, kalau aku mana mungkin kepikiran untuk membuat rooftop seindah ini di atas gedung" gumam Aqela menelisik setiap sudut rooftop


"Aku akan istirahat dulu sebentar di sini, oh iya aku akan menghubungi dulu.." ucapannya menggantung ketika dirinya menyadari tentang kejadian semalam.

__ADS_1


Dia menunduk lalu menghela nafas berat dan meremas kedua tangannya di pinggir sofa. Bohong kalau Aqela mengatakan dia tidak trauma tentang kejadian yang menimpa dirinya semalam.


Namun Aqela berusaha untuk tidak mengingatnya, dan berusaha mengalihkan pikirannya dengan mengingat semua hal yang membuatnya bahagia bersama Kellan maupun orang orang terdekatnya.


Memikirkan hal itu membuat Aqela sakit kepala dan mengantuk lalu dia memutuskan untuk tidur sebentar di sini.


Sedangkan di ruang kerja milik Kellan, dia tengah gusar dan selalu menatap jam mahal yang melingkar di pergelangan tangannya.


"Ini terlalu lama, kemana dia?" gumamnya gelisah


Kellan memutuskan memanggil sekretarisnya untuk mencari kekasihnya.


"Ya tuan" jawab Eliot dari sebrang telepon


"Cek cctv dan temukan keberadaan Aqela" titah Kellan


"Baik .." belum sempat Eliot meneruskan ucapannya panggilan dari tuannya sudah di tutup


"Ya tuhaaaan sepertinya dia harus merasakan bagaimana jadi bawahan" gerutunya ketika Kellan menutup panggilan sepihak


Tidak mau terkena amukan dari sang tuan dia langsung bergegas ke ruang cctv untuk mencari seseorang yang sudah membuat tuannya menjadi sedikit tidak waras.


Untung saja Eliot menggerutu dalam hati, kalau dia berucap seperti itu langsung dan di dengar oleh Kellan bisa bisa nyawa tidak akan selamat.


...----------------...


Apa cerita ini menarik untuk kalian baca? Maaf kalau ceritanya membosankan, terimakasih untuk dukungan kalian selama ini 🙏🥰


Jangan lupa di vote, di like dan di komen agar author semangat untuk update setiap harinya 🥰🥰🥰

__ADS_1


__ADS_2