Aqela Untuk Kellan

Aqela Untuk Kellan
70


__ADS_3

Happy reading ..


.


.


"Aku berharap kau baik baik saja" gumam Kellan mengendarai mobilnya menuju lokasi terakhir Aqela berada dengan kecepatan penuh


Saat sampai di tempat tujuan Kellan mengernyit dia tidak menemukan keberadaan mobil milik Aqela. Dia turun dari mobilnya disana sudah ada para anak buahnya yang sudah menunggu.


"Cari mobil milik kekasihku" titah Kellan


"Baik tuan" ucap mereka lalu memasuki mobil mereka kembali untuk mencari mobil milik kekasih tuannya yang sudah di beritahu dengan ciri cirinya serta flat mobilnya


Sedangkan Kellan saat akan kembali menuju mobilnya, dia mendengar samar samar seseorang meminta tolong dan dia sangat mengenal suara tersebut.


"Apa tuan mendengar sesuatu?" tanya salah satu anak buah Kellan ketika tuannya menghentikan langkahnya


"Berpencar" titah Kellan


Anak buah Kellan yang tersisa mengerti dengan perintah tuannya mereka langsung berpencar mencari asal suara tersebut. Ya selain Kellan mereka pun mendengar seseorang yang meminta tolong walaupun samar.


Dan Kellan pun langsung bergegas mencari asal suara tersebut. Kellan mencari sampai ke dalam hutan karena terakhir lokasi Aqela berada dijalan yang sangat jarang dilalui oleh orang dan pinggir pinggirnya yaitu pohon pohon besar.


Kellan menghentikan langkahnya ketika mendengar suara pria mengatakan untuk menamparnya agar dia terdiam, Kellan langsung bergegas menuju asal suara tersebut.


Saat Kellan melihatnya betapa terkejutnya dia melihat kekasihnya yang tengah di lecehkan, rahangnya mengeras matanya memerah serta tangan yang sudah terkepal sudah siap untuk melayangkan tinjunya kepada kedua pria biadab yang ada di hadapannya


"Bastard! Beraninya kalian menyentuh milikku!" geramnya tertahan lalu Kellan berjalan dengan langkah cepat dan menepuk pundak pria bertindik belum sempat berbalik sepenuhnya Kellan memukulnya hingga pingsan.


Saat Kellan sudah menumbangkan kedua pria bajingan itu anak buah Kellan datang menghampirinya, mereka sangat terkejut melihat kedua pria yang sudah terkapar oleh pukulan tuannya.


.....


Merasa Aqela sudah tenang dan tertidur kembali Kellan membaringkan Aqela dengan perlahan agar tidurnya tidak terganggu.


Kellan memandang lamat wajah Aqela dia sungguh merasa amat bersalah kepada kekasihnya karena tidak dapat melindunginya dengan baik.


Cup


Kellan mengecup pipi Aqela, lalu ikut merebahkan tubuhnya di sampingnya. Di sepanjang malam Kellan tidak tidur, dia hanya memandang wajah Aqela yang terlihat gelisah dalam tidurnya.


Di pagi hari Aqela mengerjapkan matanya, dia melihat langit langit kamarnya yang sangat asing di matanya.


"Di mana aku?" gumamnya lalu bersandar di headboard


Ceklek!


Kellan keluar dari kamar mandi hanya mengenakan handuk yang melilit di pinggangnya saja.


Aqela membuang wajahnya yang memerah ketika melihat otot perut milik Kellan yang terekspos.


"Kenapa hm?" tanya Kellan yang sudah duduk di hadapannya.


Aqela menggelengkan kepalanya dia tidak berani untuk menatap wajah Kellan langsung.


"Tatap aku" titah Kellan


Aqela tidak mendengarkan perintah Kellan. Saat Kellan akan menyentuh wajah kekasihnya, Aqela langsung menepisnya.


"Jangan menyentuhku Kell, aku sudah kotor. Dan aku tidak pantas untuk mu" ucapnya menunduk dengan suara parau


Kellan tidak berniat menjawab ucapan Aqela dia hanya menatapnya dalam, Kellan pun merasakan bagaimana perasaan Aqela saat ini.


"Lebih baik kita sudahi saja ..."


Ucapan Aqela terpotong karena Kellan membungkam bibir Aqela dengan bibirnya.


Saat Kellan menggigit bibir Aqela untuk memasukinya dia meringis pelan dan Kellan langsung melepaskan ciumannya, Kellan baru teringat bibir kekasihnya yang sedang terluka.


"Ssshh!


"Maafkan aku, apa masih sakit?" ucap Kellan menyentuh kedua sisi bibir Aqela yang terluka akibat tamparan kedua preman semalam

__ADS_1


"Sedikit" ucap Aqela menunduk


"Kenapa hm?" tanya Kellan mengangkat dagu Aqela agar menatap wajahnya


"Terimakasih sudah menolongku" ungkap Aqela dengan mata berkaca kaca


"Maafkan aku datang terlambat" ucap Kellan mengusap air mata Aqela yang sudah jatuh mengenai kedua pipinya


"Aku tidak tau kalau kau tidak datang mungkin aku sudah.." Aqela tidak mampu meneruskan ucapannya ketika mengingat kejadian semalam


Kellan langsung membawa Aqela kedalam pelukannya.


"Mereka sudah mendapatkan hukumannya karena berani menyentuhmu, jangan memikirkannya lagi oke?" ungkap Kellan mengusap punggung Aqela


"Mandilah, aku sudah menyiapkan air hangat untukmu" titah Kellan ketika di rasa Aqela sudah cukup tenang.


Aqela mengangguk, dan berjalan menuju kamar mandi milik Kellan. Sedangkan Kellan menatap kepergian Aqela yang menuju kamar mandi setelah pintu tertutup Kellan berjalan menuju walk in closet untuk berpakaian.


Ceklek!


Kellan mendongak lalu menelan salivanya kasar ketika melihat Aqela keluar dari kamar mandi hanya mengenakan handuk yang menutup tubuhnya sebatas paha, Kellan berjalan menghampirinya.


"Kau ingin menggodaku?" bisik Kellan ketika sudah berada di depannya


"Ti..tidak, di dalam tidak ada bathrobe jadi aku memakai handuk yang ada saja" ucap Aqela tergagap


Bagaimana tidak Kellan terus menghimpitnya apalagi sekarang dirinya hanya mengenakan handuk yang panjangnya sebatas paha.


"A..aku tidak ada pakaian ganti" ucap Aqela terbata


"Pakaianmu ada di sana" tunjuk Kellan dengan dagunya


"Terimakasih Kell" ucap Aqela mendorong dada Kellan agar tidak menghalangi jalannya, saat Kellan sudah mundur beberapa langkah Aqela berjalan menuju walk in closet.


Kellan menaikan alisnya sebelah ketika Aqela menghentikan langkahnya lalu berbalik badan dan berjalan kembali ke arahnya.


Cup


Setelah mencium pipi Kellan Aqela langsung berlari menuju walk in closet, sementara Kellan melihat tingkah kekasihnya tertawa kecil sungguh menggemaskan pikirnya.


....


"Apa Aqela sudah ada di rumah ka?" tanya Karina


"Belum, dia bersama Kellan" jawab Aiden dari balik telepon


Karina menghela nafas lega


"Syukurlah kalau Aqela bersama Kellan"


"Apa ka Aiden hari ini berangkat kerja?"


"Sebentar lagi aku berangkat kerja"


"Oh begitu"


"Ada apa?"


"Tidak aku hanya bertanya saja"


"Semalam saat kau menghubungi Wiliam apa dia mengatakan sesuatu kepadamu yang membuatmu tidak nyaman?"


"Dia meminta imbalan saat memberikan nomor handphone Kellan"


"Brengsek!"


"Sudahlah ka, akupun menghiraukan ucapannya"


"Hm, baguslah jangan dengarkan pria bajingan sepertinya"


"Hm" ucap Karina


"Aku tutup dulu, aku akan berangkat kerja"

__ADS_1


"Iya Ka"


Mereka berdua mematikan sambungannya. Dan entah kenapa hati Karina merasa menghangat ketika Aiden mengkhawatirkannya.


Tidak lama setelah itu dia menggelengkan kepalanya sendiri


"Apa yang kau pikirkan Karin, ingat dia Kakak temanmu dan mana mungkin Ka Aiden mau denganku. Sadarlah sadar" gumam Karina menepuk nepuk kedua pipinya


"Kariiiiin, apa kau sudah bangun sayang?" tanya seorang wanita dari luar kamarnya


"Sudah ma"


"Ayo kita sarapan bersama" ucap mama Karina dari balik pintu kamarnya


"Iya ma"


Karina langsung bergegas menuju kamar mandi untuk mencuci muka dan gosok gigi terlebih dahulu sebelum melakukan sarapan.


....


Aqela keluar dari walk in closet setelah mengenakan pakaian yang sudah di sediakan oleh Kellan untuknya.


"Kell?" panggil Aqela


Kellan mendongak menatap Aqela yang sangat cantik seperti biasa walaupun wajah penuh memar tidak menghilangkan aura kecantikan Aqela. Kellan berjalan menghampiri Aqela


"Kau sangat cantik honey" ucap Kellan


"Walaupun wajah aku begini kau masih mengatakan aku cantik? Kau pandai bersilat lidah tuan"


Cup


Kellan mencium bibir Aqela


"Kellan" protes Aqela


"Kau menyebutku tuan. Kau tidak ingat ucapanku hm?


Aqela melipat bibirnya, dia melupakan hal itu dan dia pikir ancaman Kellan itu sudah tidak berlaku tapi ternyata tidak.


"Maaf" ucap Aqela


"Mau bagaimana pun rupamu asalkan itu dirimu kau akan tetap cantik di mataku dan aku tetap mencintaimu"


Aqela di buat blushing oleh ucapan Kellan, sementara Kellan dia terkekeh melihat wajah kekasihnya yang memerah.


"Kau pandai sekali merayu" Aqela memukul pelan dada bidang Kellan


"Aku tidak merayu, itu ucapan tulus yang aku rasakan untukmu" jawab Kellan


Aqela tersenyum menatap Kellan ketika melihat dari matanya dia mengatakannya dengan jujur.


"Kell?"


"Ada apa?"


"Aku tidak mau membuat Ayahku dan Ka Aiden khawatir ketika melihat wajahku" keluh Aqela


Saat di kamar mandi menatap cermin dia begitu terkejut melihat wajahnya sendiri, perban di kening serta bekas tamparan yang masih membekas dan kedua sudut bibir yang luka.


"Jangan khawatirkan itu. Dan mulai sekarang saat kau kemana mana akan ada bodyguard mengikuti mu"


"Tapi Kell.."


"Aku tidak menerima bantahan" ucapan Aqela terpotong oleh Kellan


"Menurut atau kau tidak boleh sama sekali untuk pergi keluar kalau tidak bersama denganku?" ancam Kellan ketika Aqela hendak membuka mulutnya untuk protes


Aqela mengangguk lesu.


"Ini semua demi kebaikanmu, aku tidak mau kejadian semalam terulang kembali" ucap Kellan menangkup kedua pipi Aqela


Aqela langsung memeluk Kellan menyalurkan rasa terimakasihnya karena begitu peduli kepadanya. Kellan membalas pelukan Aqela dengan mengusap punggungnya lembut lalu mencium puncak kepalanya.

__ADS_1


Akhirnya bisa up lagi. Maaf para readers author baru update lagi, dan terimakasih yang masih setia menunggu updatean cerita ini 🥰


__ADS_2