
Happy Reading~
.
Setelah sarapan Aiden mengantar Adiknya ke toko, selama perjalanan Aiden merasa ada orang yang mengikutinya tapi Aiden tepis mungkin ini hanya perasaannya saja.
"Ada apa Ka?" tanya Aqela ketika melihat gelagat Kakaknya aneh
"Aku merasa ada mobil yang mengikuti kita" jawabnya
Aqela melihat melalui kaca spion dan benar saja mobil hitam itu mengikutinya.
"Apa mereka bodyguard yang di utus Kellan untuk menjagaku?" ucap Aqela pelan yang masih terdengar jelas oleh Aiden
"Kellan memberikan bodyguard untukmu?" tanyanya tidak percaya
"Dia sempat mengatakan itu kepadaku"
"Wah sepertinya mulai saat ini aku harus menjaga sikap kepada Nyonya Walker, aku takut saat menyinggung mu mereka akan langsung menembak kepalaku" ejek Aiden
"Kau berlebihan" gerutu Aqela
Aiden terkekeh ketika adiknya berhasil dia jahili. Aiden membatin "Dia benar benar menunjukan bukti cintanya"
"Aku akan menjemputmu nanti sore" ucap Aiden setelah Aqela turun dari mobil
"Hm"
"Aku pergi"
"Hati hati"
Setelah mengatakan kalimat tersebut Aiden langsung meninggalkan Adiknya di depan toko kue nya.
"Seperti sudah sangat lama sekali aku tidak mengunjungi toko kue ku sendiri" gumamnya tertawa kecil lalu berjalan menuju toko tersebut.
"Nona" sapa Risty ketika Aqela memasuki toko
"Hay Ris" sapa Aqela
"Ya ampun Nona kemana saja tidak memberitahu kami kalau anda tidak datang ke toko, kami khawatir" ucap Risty dengan raut wajah sendu
"Kemarin aku ada urusan maaf tidak sempat mengabari kalian handphone ku hilang" jawab Aqela ramah
"Hilang? Apa Nona mengalami pencopetan?" tanya Risty polos
"Ya katakan saja seperti itu. Aku kecopetan"
"Ya ampun Nona, tapi Nona baik baik saja kan mereka tidak menyakiti Nona?" tanya Risty heboh
"Aku tidak apa apa. Oh iya apa yang lain sudah datang?" tanya Aqela mengalihkan pembicaraan
__ADS_1
"Mereka sudah datang semua Nona"
Aqela mengangguk. "Baguslah, aku ke ruang kerjaku dulu kalau ada apa apa panggil aku"
"Baik Nona"
.
"Aku sangat merindukan pekerjaanku. Baiklah saatnya bekerja" gumam Aqela setelah duduk di depan laptopnya.
Berkutat dengan laptopnya memeriksa hasil penjualan dari beberapa hari yang lalu membuat dirinya bersemangat apalagi ketika mengetahui hasil penjualannya semakin meningkat.
"Sepertinya mimpiku untuk membuka cabang toko kue akan segera terjadi" gumam Aqela tersenyum
"Haaah aku butuh handphone, sepertinya sebelum pulang aku harus meminta Ka Aiden untuk mengantarkan ku terlebih dulu membeli handphone" gumamnya lagi
Setelah selesai memeriksa hasil penjualan Aqela turun ke lantai dasar untuk membuat kue tentunya. Bukannya ini kesenangannya? Aqela akan membuat kue dengan resep baru.
"Nona?" sapa mereka bertiga
"Hay, apa kue untuk hotel tuan Kellan sudah siap?" tanya Aqela
"Sudah Nona, tinggal mengemasnya saja" Sinta
Aqela mengangguk. "Baiklah, biar aku saja yang mengemasnya kalian lanjutkan saja pekerjaan kalian" titahnya
"Baik Nona"
Aqela mengemas kue kue tersebut ke dalam box, saat sudah selesai mengemas dia mendengar suara langkah kaki yang sedikit berlari menuju ke arahnya.
Aqela menghentikan kegiatannya lalu membalikan badan melihat orang yang sudah memanggilnya.
"Ada apa?"
"Ada yang mencari anda Nona" jawab Risty
Aqela mengernyit. "Siapa?" tanyanya
"Aku tidak tahu Nona, dia seorang pria"
Aqela langsung berjalan keluar dari tempat pengemasan untuk melihat siapa orang yang mencari dirinya.
"Ada yang bisa saya bantu Tuan?" tanya Aqela ketika sudah berada di depan meja kasir
"Nona Aqela?" tanya pria tersebut memastikan
"Saya sendiri"
Pria tersebut menyerahkan tas Aqela yang dia pikir telah hilang karena di rampok.
"Ini tas ku" gumam Aqela setelah menerima barang tersebut
__ADS_1
"Iya Nona itu barang anda semua" ucapnya
Aqela langsung membuka isi tasnya dan benar saja ada handphone, dompet, serta kunci mobil miliknya semua lengkap bahkan uang yang ada di dalam isi dompet pun masih ada.
"Ini?" ucap Aqela ketika melihat kunci mobilnya
"Itu kunci mobil milik anda Nona, dan mobil anda ada di depan" pungkasnya
Aqela sangat bahagia sekaligus terharu, tuhan begitu baik kepadanya.
"Terimakasih Tuan"
"Saya hanya mengikuti perintah Tuan kami Nona, sebaiknya anda berterimakasih kepadanya" ucapnya sopan
"Kau benar. Terimakasih sekali lagi" ucap Aqela sebelum orang itu benar benar pergi
"Kalau begitu saya pamit Nona permisi"
Aqela melihat kepergian orang tersebut lalu melihat isi tasnya kembali yang masih lengkap dia meras sangat bersyukur.
Dirinya masih tidak menyangka selain menolongnya Kellan juga mengambil kembali barang barang miliknya.
Drt .. Drt ..
Tersadar dari lamunannya karena terdengar bunyi handphone yang bergetar Aqela langsung menjawabnya
"Kau sudah menerima semua barang milikmu?" tanya seorang pria yang saat ini menjadi kekasihnya
"Sudah Kell, terimakasih" ucapnya
"Itu tidak gratis" jawab Kellan dari balik telepon
"Aku akan mentraktir mu" pungkas Aqela ceria
"Kau pikir aku kekurangan uang?" ketusnya
"Lalu apa mau mu?"
"Akan ku pikirkan nanti"
"Terserah kau saja, yang jelas aku berterimakasih kepadamu barang ku semuanya kembali. Terimakasih honey" ucap Aqela terlampau bahagia
Sedangkan pria yang ada di balik telepon sana hanya tersenyum, andai saat ini dia bersamanya dia akan memeluknya lalu menciumnya sampai dia merengek minta di lepaskan.
"Kell, kau masih di sana?" tanya Aqela
"Hm"
"Tidak, aku akan menutup teleponnya pekerjaanku masih belum selesai"
"Hm"
__ADS_1
Aqela langsung menutup panggilannya lalu berjalan menuju ruangannya untuk menyimpan tasnya setelah itu dia kembali lagi melanjutkan pekerjaannya yang belum selesai.
To be continued🍃