
Aqela menuruni tangga lalu menghampiri Risty yang sedang melayani beberapa pelanggan.
"Perlu bantuan?" tanya Aqela
"Tidak perlu Nona" jawab Risty tersenyum
Aqela mengangguk lalu melanjutkan kembali langkahnya menuju dapur. Sesampai nya di dapur Aqela langsung memakai apron serta cap hairnet nya. Melihat kedatangan Aqela tentu saja mereka menyapanya dan Aqela menyapa balik mereka.
"Oh iya upah kerja kalian sudah aku transfer, mungkin upah Mita akan berbeda dengan upah teman temanmu karena kamu baru masuk" Aqela
Desi dan Sinta mendengar Aqela sudah membayar upahnya langsung berbinar bahagia.
"Tidak apa apa Nona saya mengerti" jawab Mita tersenyum
"Terimakasih Nona" ucap Desi dan Sinta bersamaan
"Sama sama. Aku pun berterimakasih kepada kalian dengan semangat kerja kalian toko kita bisa menghasilkan lebih banyak omset" ungkap Aqela tersenyum menatap mereka.
"Ini semua juga berkat resep kue anda Nona semua pembeli menyukainya karena rasanya yang enak" puji Desi yang di benarkan oleh Mita dan Sinta
Aqela tersenyum mendengar ucapan yang di lontarkan oleh Desi.
"Sudah sudah. Kalau kita berbicara terus pekerjaan kita tidak akan selesai, kita lanjut kerja saja" titah Aqela
"Baik Nona" jawab mereka semua
Aqela dan karyawannya mulai membuat kue untuk pesanan ke hotel Kellan dan juga beberapa untuk di jual di tokonya.
Lama sudah Aqela di dapur, Desi Mita dan Sinta meminta izin untuk istirahat terlebih dulu. Tentu saja Aqela mengizinkannya karena ini sudah waktunya istirahat.
Aqela melepas apron dan cap hairnet nya lalu berjalan ke depan untuk bergantian jaga di meja kasir.
"Kau istirahat dulu saja, biar aku yang menjaga meja kasir" titah Aqela ketika sudah berada di samping Risty
"Baik Nona" jawab Risty langsung berjalan ke belakang menemui teman temannya.
Aqela melihat jumlah pembelian di layar monitor kasir dan Aqela tersenyum puas ketika melihatnya.
Saat Aqela sedang memeriksa penjualan pintu toko terbuka Aqela kira itu pelanggan tapi itu hanya seorang pengantar makanan.
"Selamat siang. Dengan Nona Aqela?" tanya pengantar makanan tersebut
"Saya sendiri" jawa Aqela
"Ada kiriman makanan untuk anda"
"Dari siapa?"
"Tuan Kellan Nona" jawabnya
Aqela mengangguk
"Terimakasih"
"Sama sama Nona" jawab pengirim makanan tersebut lalu pergi dari toko Aqela.
"Ternyata dia benar benar mengirim makanan lagi" gumam Aqela melihat paper bag yang berisi makan tersebut.
Beberapa menit Risty selesai dengan istirahatnya, Aqela langsung naik ke atas menuju ruangannya untuk makan siang.
__ADS_1
Aqela menyimpan paper bag tersebut dia atas meja depan sofa lalu mengambil handphonenya yang ada di atas meja kerjanya.
"Karina?" Aqela mengernyit ketika satu panggilan tidak terjawab dari Karina.
Aqela memutuskan untuk menghubungi kembali Karina takut terjadi sesuatu kepadanya.
Tuuut ..
"Halo" jawab Karina dari sebrang telepon
"Ada apa?" tanya Aqela
"Aku sedang dalam perjalanan menuju toko mu" ungkap Karina
"Kau membawa kendaran sendiri?" tanya Aqela
"Tidak. Aku bersama asistenku dia akan mengantarkan ku ke toko mu" jawab Karina
"Berhati hatilah" pesan Aqela
"Ya sudah aku tutup, sebentar lagi sampai"
"Hm"
Karina langsung menutup panggilan tersebut. Sedangkan Aqela dia melanjutkan rencananya yaitu makan siang.
Di sela sela makan siangnya handphonenya berbunyi kembali. Aqela mengernyit pasalnya yang meneleponnya nomor baru.
"Halo" jawab Aqela setelah memutuskan untuk mengangkatnya dan menunda kembali makan siangnya.
"Halo? Ini Kakek Nak" jawab pria paruh baya dari seberang telepon
"Begini Kakek akan mengadakan acara di rumah. Kakek pesan kue dan tolong antarkan ke rumah Kakek apa bisa?" pintanya
"Kirim saja alamatnya Kek, dan butuh berapa banyak kuenya?"
"Kakek akan mengirim alamat Kakek lewat pesan. Mungkin 200 pcs, untuk kuenya terserah kamu saja. Oh iya kirimnya nanti sore saja. Bagaimana apa bisa?" tanya Kakek tersebut
"Baik Kek Aqela akan mengirim kue ke rumah Kakek nanti sore" jawab nya
"Terimakasih Aqela"
"Sama sama Kek" jawab Aqela tersenyum walau Kakek Amar tidak dapat melihatnya.
Setelah panggilan terputus Aqela melanjutkan kembali makan siangnya.
"Qelaaa" panggil Karina setelah membuka pintu tanpa mengetuk terlebih dulu.
"Cepat sekali kau sampai" Aqela
"Aku dari tadi di perjalanan dan kau menghubungiku saat aku sudah dekat sekitar sini"
Aqela manggut manggut.
"Aku ingin belanja dulu untuk besok. Kau mau kan menemaniku belanja?" Karina
"Aku akan mengantarkan pesanan kue dulu" jawab Aqela
"Kemana?"
__ADS_1
"Tunggu" ucap Aqela lalu membuka ponselnya untuk melihat pesan dari Kakek Amar.
"Nah ke alamat Jl.kenangan xxxx" ucap Aqela menunjukan pesan dari Kakek Amar kepada Karina
Karina mengambil handphone Aqela lalu melihat dengan jelas alamat tersebut.
"Ini perumahan elit La, bahkan ini tidak bisa di bilang rumah tapi mansion" jawab Karina setelah melihat pesan tersebut
"Kau tau?" tanyanya
"Aku hanya pernah lewat saja karena lokasi syuting ku dulu daerah sana" Karina
Aqela mengangguk.
"Kapan kau ngirim kue nya?"
"Mungkin nanti sore"
"Aku akan ikut setelah itu antar aku untuk belanja oke?"
"Hm" Aqela menjawab malas
Sedangkan Karina sudah tersenyum senang Aqela mau menemaninya belanja lagi.
"Aku akan ke bawah dulu. Dan kau tunggu di sini saja" titah Aqela lalu berdiri dari duduknya
"Memang aku akan pergi kemana?" jawab Karina acuh setelah melihat kepergian Aqela
...
Tidak seperti biasanya Kellan sore sore sudah pulang, kalau bukan karena Kakeknya terus menghubunginya dan menyuruhnya untuk pulang Kellan tidak akan pulang di mana matahari masih menampakan sinarnya.
Sesampainya di mansion Eliot merasa heran sekaligus familiar dengan mobil yang berjejer di depan mansion Tuannya.
Tidak mau ambil pusing Eliot memarkirkan mobilnya lalu membukakan pintu mobil untuk Kellan. Di depan mansion Kakek Amar sudah menunggunya dan tersenyum cerah menatap cucu nya yang sudah pulang.
"Selamat sore Tuan besar" sapa Eliot menundukkan kepalanya. Sedangkan Kellan menatap Kakeknya malas ketika tersenyum kepadanya
"Sore El. Oh iya kau jangan dulu pulang ikut bergabung dulu bersama kami" titah Kakek Amar
"Memang ada acara apa Tuan?" tanya Eliot yang tidak tau
"Aku mengundang teman temannya Kellan untuk acara barbeque karena mereka sudah tidak pernah datang lagi kemari jadi aku mengundangnya" ungkap Kakek Amar
Eliot menatap Kellan sejenak sedangkan Kellan menatap Eliot datar.
"Baiklah tuan" jawan Eliot mengalihkan pandangannya menatap Kakek Amar
"Pantas saja aku merasa familiar dengan kendaran yang kulihat ternyata milik teman temannya Tuan Kellan" batin Eliot
Kellan langsung masuk ke dalam mansion tidak mau terlalu lama mendengar obrolan antara Kakek dan sekretarisnya.
"Ayo kita masuk" ajak Kakek Amar ketika melihat Kellan sudah memasuki mansionnya
Ketika Kellan memasuki mansion, Kellan melihat di ruang tamu teman temannya tengah mengobrol dan memakan cemilan yang tersimpan di meja.
Sejak awal Kellan memasuki parkiran Kellan sudah tahu bahwa mobil yang berjejer di depannya itu milik teman temannya, jadi sekarang dia tidak heran melihat teman temannya sudah berada di ruang tamu sembari memakan cemilan.
#bersambung
__ADS_1