Aqela Untuk Kellan

Aqela Untuk Kellan
51


__ADS_3

Setelah kepergian Sam dan Justin. Kellan dan Wiliam duduk di samping Aqela dan Karina dengan posisi Karina dan Aqela berada di tengah tengah pria tampan.


"Jangan terlalu lama kita di sini" bisik Karina


"Kita tunggu waktu yang tepat untuk pergi dari sini" jawab Aqela dengan berbisik


"Ingat besok kita akan pergi dan kita belum menyiapkan apapun"


"Hm. Aku ingat"


"Ekheeem" Wiliam berdehem


Aqela dan Karina langsung menegakan tubuh mereka. Kakek Amar dan Veronica datang menghampiri mereka lalu ikut bergabung dengan cucunya dan juga teman temannya.


"Apa kalian tidak nyaman?" tanya Kakek Amar ketika melihat gerak gerik dari Karina dan Aqela


"Tidak kami..." jawab Aqela terpotong oleh ucapan Karina


"Kami tidak nyaman ketika salah satu dari kalian tidak senang dengan keberadaan kami" jawab Karina datar menatap Veronica


Wiliam, Aqela dan Kakek Amar langsung menatap Karina. Sedangkan Kellan menatap perempuan yang berada di depannya. Dia tau maksud Karina.


"Maksud Karina, kami merasa tidak enak hati ketika tiba tiba mengikuti acara yang sedang kalian adakan. Bukan begitu Rin?" Aqela berusaha meluruskan ucapan Karina agar tidak terjadi kesalahpahaman.


Aqela mencubit pinggang Karina untuk menjawab


"Iya maksudku begitu Kek" jawab Karina tersenyum canggung. Lalu melirik Aqela yang sedang menatapnya


Karina hanya emosi ketika melihat wajah Veronica yang ada di hadapannya apa lagi dengan keberadaan Wiliam di sampingnya.


Aqela memegang tangan Karin berusaha menenangkannya. Sedangkan Kellan dia sudah menyelipkan tangannya di belakang punggung Aqela lalu memainkan tangannya, membuat Aqela harus menahan geli.


"Kami semua menerima keberadaan kalian, tentunya Kakek sangat senang kalian ikut bergabung. Bukannya tadi juga mereka mengajak kalian untuk ikut bergabung?" tanya Kakek Amar kepada Aqela dan Karina sedangkan Karina hanya diam dengan tatapan sengit menatap Veronica


"Kami hanya merasa tidak enak saja Kek bergabung dengan kalian" sahut Aqela ketika Karina masih tidak menjawab


"Jangan sungkan, bukannya kalian juga sudah saling mengenal?" tanyanya


Aqela mengangguk.


"Baguslah nikmati waktu kalian agar lebih saling mengenal, Kakek akan meminta maid dulu untuk menyiapkan semuanya" ucap Kakek lalu pergi meninggalkan mereka semua yang sedang duduk.


"**** You!" umpat karina tanpa suara menatap Veronica ketika Vero tersenyum meledek ke arahnya


"Ada apa baby?" bisik Wiliam di telinga Karina


"Jangan kau memanggilku seperti itu. Kita sudah tidak ada hubungan apa apa lagi Wil" jawab Karina menatap lurus ke depan.


"Baby jangan memancing emosi ku di sini" bisik Wiliam memejamkan mata upaya menahan emosi


Aqela mendengar bisikan antara Karina dan Wiliam langsung melirik Karina, Aqela melihat dari sudut mata Karina dia akan mengeluarkan air mata. Aqela tidak mau sampai sahabatnya menangis di depan Veronica. Aqela tidak akan membiarkan itu.


"Kell, aku ingin meminjam kamar mandi" bisik Aqela di telinga Kellan


"Tentu. Aku akan mengantarnya" bisik Kellan


"Aku berdua dengan Karina saja, kau tunjukan saja dimana kamar mandinya"


"Lurus belok kanan setelah itu belok kanan lagi" jawab Kellan

__ADS_1


"Terimakasih"


"Hm"


Setelah tau dimana letak kamar mandi Aqela langsung mengajak Karina. Dan tentu saja Karina tidak menolak.


Setelah ketemu Aqela dan Karina memasuki kamar mandi tersebut.


"Menangislah kalau kau mau. Tapi jangan tunjukan air matamu di hadapan yang kau anggap sebagai musuh. Dia akan sangat senang melihatnya" ungkap Aqela


"Aku tidak ingin menangis hanya karena pria macam Wiliam. Aku hanya lelah menghadapi sikapnya yang egois, benar kata mu dia pria egois" Karina menumpahkan keluh kesahnya.


"Aku kira kau ingin menangis jadi aku membawamu kemari" Aqela mendelik ke arah Karina


"Siapa juga yang mau menangis. Tapi terimakasih kau sangat mengerti aku" ucap Karina memeluk Aqela


"Sudahlah, kalau begitu kita kembali aku takut mereka menunggu terlalu lama" ajak Aqela


"Hm" Karina melepas pelukannya


Saat mereka keluar, mereka di kagetkan oleh seorang pria yang menyender di tembok dengan kedua tangan di masukan ke dalam saku celana.


Aqela menatap Karina, dan Karina mengangguk.


"Kalau dia macam macam tendang saja adik kecilnya" bisik Aqela di telinga Karina, sedangkan Karina terkekeh mendengar saran dari temannya.


Karina menaikan alisnya sebelah menatap Wiliam ketika Aqela sudah pergi dari hadapannya..


"Apa maksudmu berbicara seperti tadi?"


"Bukannya sudah jelas?"


"Aku sudah lelah Wil aku menjalani ini dengan mu sudah hampir 5 tahun dan kau masih tetep tidak berubah. Aku tidak sesabar itu Wil untuk selalu memaklumi sifatmu yang egois" ucap Karina


"Maafkan aku, tapi aku sungguh sungguh mencintaimu aku tidak ingin kehilanganmu" ucap Wiliam langsung memeluk Karina


"Kalau kau sungguh sungguh mencintaiku kau tidak akan mungkin setega itu meninggalkan ku di bandara dan meninggalkan ku di meja makan sendiri" Karina menatap lurus dan tidak memberontak ketika Wiliam memeluknya


"Tapi saat itu temanku ..." ucapan Wiliam terpotong oleh Karina


"Aku tau apa yang akan kau katakan" Karina melepaskan pelukan Wiliam dan menatap Wiliam


"Mulai saat ini aku membebaskan mu Wil, hiduplah sesuka hatimu dan yang paling utama jaga TEMANmu" Karina menekankan kata teman di akhir kalimatnya lalu pergi meninggalkan Wiliam yang tengah emosi.


Bugh..


"Aaaaqrgh!" teriak Wiliam menjambak rambutnya sendiri


"Aku tidak mau hubungan kita berakhir, dan aku tidak akan melepaskan mu" gumam Wiliam lalu menyusul Karina.


Saat Karina akan kembali ke halaman belakang, dirinya bertemu dengan Veronica di belokkan kamar mandi.


Veronica tersenyum smirk kepada Karina, Karina mengabaikan Vero dia melanjutkan kembali langkahnya


"Bagaimana hubunganmu dengan Wiliam apa semakin memburuk?" pertanyaan Veronica menghentikan langkah Karina


Karina berbalik menatap Veronica yang tengah tersenyum mengejek kepadanya


"Apa maksudmu?" tanya Karina

__ADS_1


"Karina .. Karina. Aku tau kau berhubungan dengan Wiliam. Eum aku hitung hubunganmu sudah lima tahun berjalan bukan dengannya?" Veronica tersenyum menatap Karina sedangkan Karina diam mematung ketika mendengar fakta bahwa Vero mengetahui tentang hubungannya bersama Wiliam.


"Apa kau selama ini sengaja melakukan itu kepada Wiliam dan aku?" tanya Karina dengan mata yang sudah memerah


"Bisa di katakan begitu" Veronica tersenyum menatap Karina


Plak!


"Baby apa yang kau lakukan?" teriak Wiliam lalu menghampiri Karina dan Veronica


Veronica memegang pipinya tersenyum menyeringai ketika Wiliam hendak membelanya. Sedangkan Karina menatap Wiliam dengan sorot mata tajam dan benci tidak ada lagi cinta di mata Karina yang Wiliam lihat


Deg!


"Baby" panggil lirih Wiliam


"Kau ingin tau apa yang aku lakukan? Dan kau ingin melihatnya dengan jelas? Dengan senang hati aku akan menunjukannya pada mu Wil" ucap Karina menatap Wiliam tajam lalu mengalihkan pandangannya menatap Veronica


Plak!


Plak!


Saat akan menampar pipi Veronica kembali tangannya di tahan oleh Wiliam.


"Lepaskan tangan ku bastard!" teriak Karina kepada Wiliam


Mendengar suara teriakan Aqela, Kellan dan yang lainnya langsung menghampiri sumber suara tersebut.


"Aku tidak mengenalmu baby, kekasihku tidak akan bersikap kasar seperti ini" ungkap Wiliam menatap Karina kecewa


"Dan asal kau tau Tuan Wiliam Aston mulai saat ini aku sudah bukan kekasihmu" ucap Karina menatap Wiliam tajam serta sorot mata benci


"Jadi lepaskan tanganku Tuan Wiliam" ucap Karina lagi. Sedangkan Wiliam mengeratkan pegangannya pada tangan Karina


"Lepaskan tanganku!" teriak Karina


"Karina!" panggil Aqela berteriak


Karina, Wiliam dan Veronica melihat Aqela bersama dengan yang lainnya sedang menatap ke arahnya. Wiliam langsung melepaskan tangan Karina


"Baby maafkan aku, aku tidak bermaksud kasar kepadamu maafkan aku" ucap Wiliam setelah tersadar akan perbuatannya


"Cukup Wil cukup! Aku tidak mau mendengar mu meminta maaf lagi. Dan mulai sekarang hubungan kita berakhir!" ucap Karina yang dapat di dengar oleh semua orang yang berada di sekitarnya.


Veronica semakin mengembangkan senyumnya mendengar kalimat putus dari Karina.


"Apa yang terjadi?" Aqela menghampiri Karina


"Aku ingin pergi dari sini" ucap Karina menatap kosong Aqela


Aqela mengangguk. Sebelum pergi Aqela menatap Kellan dan Kakek Amar.


"Sepertinya kami harus pergi. Maaf membuat keributan di acara kalian dengan kedatangan kami, kami permisi" pamit Aqela lalu menarik lembut tangan Karina.


Mereka semua melihat kepergian Aqela dan Karina. Lalu mata mereka menatap Wiliam dan Veronica.


"Jelaskan!" titah Kellan lalu pergi dari sana


#bersambung

__ADS_1


__ADS_2