
Setelah mereka semua beres beres sebelum pulang kerja, para karyawan Aqela menghampirinya dan berpamitan untuk pulang lebih dulu.
"Nona kami pulang duluan" pamit Risty
Aqela menghentikan kegiatannya yang sedang menghias kue ulang tahun lalu mendongak menatap semua karyawannya.
"Iya berhati hatilah di jalan" pesan Aqela
"Baik Nona. Selamat malam" pamit mereka sebelum meninggalkan Aqela sendiri di dapur.
"Selamat malam"
Setelah mereka berpamitan kepada Aqela, mereka semua membubarkan diri untuk pulang ke rumah masing masing. Sedangkan Aqela melanjutkan kembali menghias kuenya, dirinya masih belum selesai dengan pekerjaannya.
"Akhirnya satu selesai, tinggal satu lagi" gumam Aqela
Drt .. Drt ..
Handphone Aqela berbunyi, Aqela melihat layar handphonenya setelah tau siapa yang menelpon Aqela menjawab panggilan tersebut
"Kau lembur lagi?" tanya sang Kakak
"Iya, aku sedang membuat pesanan kue ulang tahun belum selesai" jawab Aqela
"Jangan terlalu malam kau pulang" Aiden
"Ini hanya tinggal satu lagi"
"Apa kau sudah makan malam?" tanya Aiden
Aqela terdiam.
"Jangan bilang kau belum makan malam"
"Aku tidak sempat, setelah ini aku akan makan" jawab Aqela
"Awas saja kalau kau bohong"
"Aku tidak akan berbohong. Sudah dulu ya Kak, aku mau mengangkat kue ku yang sudah matang"
"Hm"
Aqela dan Aiden mematikan panggilannya secara bersamaan.
Setelah panggilan terputus Aqela langsung mematikan ovennya lalu mengangkat kue tersebut dan mendiamkannya sesaat menunggu kuenya dingin untuk Aqela hias.
Sambil menunggu kuenya dingin, Aqela mengambil kue yang sudah selesai dia hias untuk di masukkan ke dalam showcase khusus kue.
Aqela berjalan ke depan dengan membawa kue hasil karya nya. Setelah memasukannya ke dalam showcase Aqela berbalik badan dan betapa terkejutnya Aqela melihat orang yang ada di hadapannya.
"Kau!" ucap Aqela melotot menatap orang yang tiba tiba ada di hadapannya.
__ADS_1
Orang tersebut diam menatap Aqela yang terlihat sangat terkejut melihat kedatangannya.
"Kenapa belum pulang?" tanyanya
"Kenapa kau tiba tiba ada di sini? Kapan kau datang aku tidak mendengar kau membuka pintu?" Aqela balik bertanya
"Jawab pertanyaanku!" tanyanya memaksa
Aqela memicingkan matanya sebentar
"Aku ada pesanan kue ulang tahun jadi mau tidak mau aku harus lembur" jawab Aqela
"Apa sudah selesai?" tanyanya lagi
"Belum, tinggal satu lagi" jawab Aqela lalu berjalan ke arah dapur untuk menyelesaikan pesanannya satu lagi
Orang tersebut langsung mengikuti Aqela dari belakangnya. Di rasa kuenya sudah mulai dingin Aqela langsung mengolesi kuenya dengan cream, sedangkan seseorang yang ada di hadapan Aqela sekarang hanya memperhatikan Aqela saat mengolesi cream hingga menghias kue nya.
Orang tersebut tersenyum samar melihat Aqela begitu serius ketika menghias kuenya.
"Kau sudah makan?" tanyanya di sela sela Aqela menghias kue nya
"Belum" jawab Aqela tanpa mengalihkan pandangannya dari kue yang sedang di hiasnya.
Orang tersebut mengangguk lalu membiarkan Aqela menyelesaikan pekerjaannya, sedangkan dirinya berjalan ke sana ke mari melihat lihat kondisi dapur Aqela yang terlihat sangat bersih dan rapih.
Setelah beberapa menit menunggu Aqela menyelesaikan pesanannya akhirnya Aqela selesai juga menghias kue nya.
"Sudah selesai?" tanyanya
"Iya sudah selesai" jawab Aqela lalu membereskan semua peralatan pembuatan kue serta cream cream yang ada di meja.
"Kenapa kau belum pulang?" tanya Aqela setelah selesai membereskan semua peralatannya dan mencucinya.
Orang tersebut mengedikkan bahunya.
Sedangkan Aqela mengumpat tanpa suara "Dasar Mr.Stiff"
Ya Kellan datang ke toko Aqela setelah mendapat telepon dari mata matanya bahwa Aqela belum pulang sedangkan karyawannya sudah pulang semua.
Tidak mau khawatir Kellan langsung mendatangi toko Aqela tanpa Eliot. Sedangkan Eliot merasa bahagia sekali dirinya kali ini tidak di butuhkan oleh Tuannya.
Dia bisa beristirahat sejenak di rumahnya melepaskan penat yang selalu memikirkan tentang pekerjaan di tambah lagi dengan sikap Tuannya yang akhir akhir ini selalu membuat Eliot kewalahan menghadapi sikap random nya Kellan.
Aqela membawa kue tersebut ke depan di ikuti oleh Kellan di belakangnya lalu memasukkan kue tersebut ke dalam showcase.
"Ikut aku" ajaknya
"Kemana?"
"Nanti kau akan tau"
__ADS_1
"Tunggu. Aku ngambil barang barang aku dulu di atas"
"Lihat di sana" tunjuk Kellan dengan dagunya
"Kau mengambilkannya?" tanya Aqela yang langsung mengambil barang barangnya di atas meja kasir
"Hm"
Tidak mau menunggu lama lagi Kellan langsung menarik Aqela setelah Aqela menyampirkan tasnya di bahu dan mematikan semua lampu yang ada di tokonya kecuali lampu depan.
Setelah mengunci pintu toko kuenya Kellan mengajak Aqela masuk ke dalam mobilnya.
"Tunggu. Mobilku bagaimana?" tanya Aqela sebelum memasuki mobil Kellan
"Berikan kunci mobilmu" pinta Kellan
Aqela memberikan kunci mobilnya, setelah Kellan menerima kunci mobilnya Aqela langsung memasuki mobil Kellan dan Kellan langsung menutup pintu mobilnya.
Kellan melihat orang yang sedang menatapnya lalu memberikan kunci mobil tersebut kepadanya dan orang tersebut mengangguk mengerti dengan perintah Tuannya sedangkan Aqela yang sudah berada di mobil tidak melihat itu karena Kellan memutari mobilnya lewat belakang.
Beberapa menit perjalanan Kellan memarkirkan mobilnya lalu membukakan pintu mobil untuk Aqela.
Dan di sinilah sekarang Aqela dan Kellan berada yaitu di restauran mewah. Kellan membawa Aqela ke sebuah restauran yang sudah di reservasi olehnya sejak tadi.
Setelah mengetahui Aqela belum makan malam Kellan langsung menghubungi pihak restauran dan memintanya untuk menyiapkan segalanya. Dan pihak restauran tentu saja tidak akan menolak jika Tuannya langsung yang menyuruh.
Kellan membawa Aqela masuk dengan menggenggam tangannya. Saat mereka memasuki restauran tersebut semua mata yang berada di restauran menatap ke arahnya apa lagi mata para lelaki yang menatap Aqela lapar, Kellan langsung merangkul pinggang Aqela dengan erat. Ingin sekali Kellan mencongkel mata para lelaki yang menatap Aqela.
Begitupun dengan para perempuan yang menatap Kellan dengan mata berbinar. Tapi Kellan menghiraukan itu, Kellan sudah terbiasa dengan pemandangan seperti itu.
Aqela melihat tangan Kellan yang merangkul pinggangnya lalu mendongak sedikit menatap Kellan mengernyit heran.
"Lihat ke depan" bisiknya tanpa melihat wajah Aqela
"Bagaimana dia bisa bersikap biasa saja saat memperlakukan perempuan seperti ini dengan wajah yang datar, sedangkan aku? Jantungku sudah tidak aman dia memperlakukan ku seperti ini" batin Aqela menggerutu lalu mempercepat langkahnya menyesuaikan langkah Kellan yang berada di sampingnya.
Mata Aqela langsung berbinar ketika sudah sampai di ruangan yang di tuju. Aqela melihat pemandangan kota malam yang begitu cantik di depannya.
"Kell?" panggil Aqela ketika melihat meja di depannya sudah ada makanan serta view malam yang cantik
"Duduklah" titah Kellan setelah menarik kursi untuk Aqela duduk
"Terimakasih" Aqela
"Hm"
Setelah menarik kursi untuk Aqela, giliran pelayan yang menarik kursi untuk Kellan duduki. lalu mereka semua pergi dari hadapan Kellan dan Aqela.
#bersambung
__ADS_1
Mohon dukungan kalian ya guys tinggalkan jejak kalian. Like dan komen, karena dukungan kalian membuatku bersemangat untuk update terus setiap harinya 🤍