Aqela Untuk Kellan

Aqela Untuk Kellan
46


__ADS_3

Kellan menatap Aqela yang tengah tersenyum melihat pemandangan kota malam yang ada di depan matanya.


"Kau menyukainya?" tanya Kellan menatap Aqela


"Aku menyukainya" Aqela mengalihkan pandangannya menatap Kellan


"Apa kau yang menyiapkan ini semua?" tanya Aqela


"Tidak. Aku hanya menyuruh mereka untuk menyiapkannya" jawab jujur Kellan


"Pria ini benar benar jujur sekali" batin Aqela menatap Kellan memicing


Kellan melihat raut wajah Aqela yang tidak bersahabat menaikan alisnya sebelah.


"Sepertinya kau lapar" dalih Kellan


"Ya kau benar aku sangat lapar. Berbicara denganmu membuat aku ingin memakan mu juga" gumam Aqela di akhir kalimat


Kellan yang melihat Aqela menggerutu sambil memasukan makanannya ke dalam mulut di buat terkekeh


Saat Aqela merasakan makanan tersebut dia di buat tertegun lalu menatap Kellan yang sedang menatapnya.


"Apa?" tanya Kellan ketika melihat Aqela menatapnya


"Ini sangat enak Kell" jawab Aqela lalu memasukan kembali makanannya ke dalam mulu


"Habiskan" titah Kellan


"Apa makanan yang selama ini kamu kirim kepadaku dari restauran ini?"


"Hm" kellan mengangguk lalu menyuapkan makanannya


"Pantas saja" ucap Aqela lalu melanjutkan makannya.


"Kau menyukainya?" tanya Kellan


"Tentu saja. Ini sangat enak" jawab Aqela antusias


"Aku akan menyuruh mereka mengirim nya setiap hari ke toko mu" jawab Kellan membuat Aqela terbelalak


"Tidak perlu" sanggah Aqela cepat


"Aku tidak menerima penolakan" menatap Aqela datar


Aqela langsung menunduk dan memakan makanannya kembali karena Aqela merasakan aura Kellan yang dominan membuat dirinya bergidik ngeri.


...


Berbeda dengan temannya yang sedang kasmaran. Wiliam beberapa hari ini merasakan hatinya gelisah ketika kekasihnya tidak kunjung menjawab panggilannya.


Semenjak Wiliam meninggalkan Karina di restauran terakhir kali, Karina tidak pernah menjawab panggilannya apa lagi memberinya kabar. Saat Wiliam mendatangi lokasi syutingnya Karina selalu sudah tidak ada di sana, Wiliam di buat kalang kabut dengan kekasihnya yang sedang marah itu.


Dan sekarang di sinilah Wiliam berada di bar milik Sam bersama teman temannya tanpa Kellan



"Wil?" panggil temannya


"Hm" Wiliam berdehem menanggapi temannya


"Kau ada masalah?" tanya Justin sembari meminum wine kesukaannya


"Tidak"

__ADS_1


"Kau terlihat gelisah" Sam menyahuti


Mereka semua mengangguk membenarkan apa kata Sam. Wiliam mendongak menatap teman temannya


"Mungkin aku terlalu memikirkan pekerjaan" alibinya lalu meminum wine yang ada di hadapannya.


"Jangan terlalu memforsir pekerjaan. Nikmatilah hidup seperti ku ini contohnya" jawab Sam lalu meminum wine nya dan menyandarkan tubuhnya di kursi


"Ada benarnya yang di katakan Sam, kau jangan terlalu memforsir pekerjaan yang ada nanti kau stres lalu tumbuh uban. Kau tidak mau bukan rambutmu tumbuh uban di usia muda?" Justin


Ucapan Justin mendapat pukulan dari seorang wanita yang duduk di sampingnya


"Kau ini jangan berbicara seperti itu kepada temanmu sendiri" Veronica


"Sakit Ver, aku mengatakan faktanya" Justin cemberut ketika mendapat pukulan dari Veronica


"Oh iya, kau tidak menghubungi Kellan?" tanya Veronica menghiraukan Justin


"Dia tidak bisa datang" jawab Justin


"Kenapa?" tanya Vero lagi


Justin mengedikkan bahunya. Sedangkan Veronica langsung terdiam dia merasa hatinya menjadi gelisah memikirkan Kellan pasti bertemu dengan Aqela.


"Kalau begitu aku akan menghubunginya, aku khawatir dia kenapa kenapa"


"Mungkin Kellan masih kerja Ver tau sendiri dia bagaimana orangnya" sahut Wiliam yang sedari tadi diam


"Iya biarkan saja dia jangan mengganggunya, lebih baik kita nikmati waktu kita ini jangan memikirkan pria kaku itu" cegah Justin


"Mulut mu ini" Veronica menampar pelan mulut Justin


"Ver dua kali kau memukul ku, kau jahat sekali kepadaku ini sangat sakit" Keluh Justin kesakitan


...


Kellan dan Aqela dalam perjalanan pulang. Setelah makan malam Aqela meminta Kellan langsung mengantarkannya pulang.


Setelah sampai di depan rumahnya Kellan membukakan pintu mobil untuk Aqela turun.


"Terimakasih Kell" ucap Aqela


Sedangkan Kellan dia tidak menjawab hanya menatap Aqela saja.


"Kau tidak langsung pulang?" tanya Aqela ketika Kellan malah mengikutinya dari belakang


"Aku akan mengantarmu sampai depan pintu" jawab Kellan


Aqela mengangguk lalu melanjutkan langkahnya kembali. Setelah sampai di depan pintu Aqela berbalik badan menatap Kellan.


"Pulanglah aku sudah sampai rumah" titah Aqela


"Kau belum masuk" jawab Kellan


Aqela menghela nafas sebentar lalu menatap Kellan dan tersenyum


"Aku akan masuk, dan kau berhati hatilah di jalan. Dan terimakasih juga untuk makan malamnya" ucap Aqela tersenyum


Kellan menganggukkan kepalanya saja. Tentu saja membuat Aqela ingin mengumpat tapi dia tahan dan mempertahankan senyum manisnya.


"Masuklah" titah Kellan


Aqela berbalik untuk membuka pintu.

__ADS_1


"Tunggu" cegah Kellan dan Aqela menatap Kellan kembali


"Apa?" tanya nya


"Kellaaan!!!" teriak Aqela setelah sadar dari rasa keterkejutan nya.


Sedangkan Kellan tertawa kecil mendengar Aqela yang berteriak setelah dirinya berjalan cukup jauh.


Beda halnya dengan dua orang yang sedang mengintip di balik gorden mereka saling tatap setelah apa yang di lihat nya barusan dan mereka mengangguk bersamaan.


Aqela langsung masuk rumah dan melihat dua orang pria yang terlihat terkejut dengan kedatangannya.


"Kenapa dengan kalian?" tanya Aqela bingung melihat tingkah kedua pria yang ada di hadapannya


"Tidak ada kami sedang.." jawab Albian grogi dengan mata menatap Aiden


"Kami sedang membenarkan gorden" Aiden menyahuti Ayahnya sambil membernarkan gorden


"Ah iya benar apa yang di katakan Kakak mu benar tadi gordennya sempat tersangkut meja" Albian membenarkan ucapan Aiden


Aqela memicingkan matanya. Sedangkan Albian dan Aiden menelan ludahnya kasar. Tidak mau terintimidasi oleh Adiknya Aiden mengalihkan pembicaraan.


"Malam sekali kau pulang" tanya Aiden


"Kellan mengajak makan malam dulu Ka, aku lupa mengabari kalian" jawab Aqela


Albian dan Aiden bersitatap.


"Pantas saja tadi ada yang mengantarkan kunci mobilmu" ucap Aiden


"Siapa?" Aqela mengernyit dan Aiden mengangkat bahunya


"Ayah ke kamar duluan. Sebaiknya kau cepat istirahat Den, dan kau juga Qela cepat masuk kamarmu" titah sang Ayah


"Baik Ayah" jawab Aiden dan Aqela


Tanpa banyak bicara mereka menuruti ucapan Ayahnya, Aiden dan Aqela langsung memasuki kamarnya.


Aqela langsung menuju kamar mandi lalu mandi menggunakan air hangat agar tidurnya lebih nyenyak.


...


Kellan memasuki mansionnya setelah memarkirkan mobilnya. Saat akan menaiki anak tangga Kellan di panggil oleh Kakeknya.


"Kau baru pulang?" tanya sang Kakek


"Hm" Kellan berbalik menatap Kakeknya


"Kapan kau akan mengajak teman temanmu lagi kesini? Kakek merindukan mereka" ucap sang kakek menatap Kellan sendu


Kellan menghela nafas sejenak.


"Besok aku akan mengajak mereka untuk datang kemari" jawab Kellan


"Kau janji?" Kakeknya Amar langsung tersenyum cerah


"Hm" Kellan


"Baiklah kalau begitu aku harus menyiapkan jamuan untuk mereka" ucap Kakek Amar sembari berjalan menuju kamarnya dengan membawa gelas berisi air putih di tangannya.


Sedangkan Kellan hanya menggelengkan kepala lalu melanjutkan kembali langkahnya menuju kamarnya.


#bersambung

__ADS_1


__ADS_2