Aqela Untuk Kellan

Aqela Untuk Kellan
63


__ADS_3

"Sudah selesai?" tanya Aiden ketika Karina sudah membawa kopernya


"Ayo" ajak Aiden


"Tunggu Ka" Karina mencegah Aiden memegang tangannya.


Aiden mengernyit menatap Karina.


"Ada apa?"


"Aku akan mengobati luka Kakak lebih dulu setelah itu kita pulang. Dan aku tidak menerima penolakan!" pungkas Karina di akhir kalimatnya ketika Aiden hendak membuka mulutnya


Karina tau jawaban apa yang akan Aiden katakan dia pasti akan menolak untuk di obati.


Aiden menghela nafas, lalu duduk di sofa melihat Karina mengeluarkan kotak P3K yang berukuran kecil yang selalu dia bawa kemana mana.


"Sshh" ringis Aiden ketika Karina mengobati luka ya


"Sakit?"


"Perih"


"Aku akan pelan pelan"


Aiden tidak menjawab dan Karina melanjutkan kembali mengobati luka di sudut bibirnya. Aiden menatap wajah Karina yang sangat dekat dengannya membuat jantungnya berdetak tidak karuan, dia memperhatikan wajah Karina yang terlihat serius mengobati lukanya.


"Sudah selesai" Karina tersenyum menatap Aiden


Aiden tertegun melihat senyum Karina dengan jarak yang sangat dekat. Mereka bertatapan beberapa menit, sampai Karina tersadar lalu menjauhkan tubuhnya.


"Ayo kita harus segera pergi" Aiden memecah kecanggungan.


Karina mengangguk. Mereka berdua keluar dari kamar lalu berjalan menuju resepsionis menitipkan kunci kamar Karina agar nanti Aqela dapat mengambil barangnya.


...


Sedangkan di sisi lain seorang pemuda tengah meringis kesakitan karena di obati oleh suster. Teman temannya ikut meringis ketika melihat Wiliam sedang di tangani oleh suster.


"Sudah selesai Tuan"


"Terimakasih sus" Justin


Suster itu tersenyum lalu mengangguk dan pergi dari ruangan Wiliam.


"Sakit Wil?" tanya Sam


"Kau mau mencobanya?" tanya Wiliam mendelik


"Tidak terimakasih, aku sangat menyangkan wajah tampanku jika babak belur sepertimu" Sam bergidik ngeri ketika mengingat kembali Kellan memukuli Wiliam secara brutal


"Kita sudah memperingati mu, tapi kau terus saja membicarakan Aqela jadi begini kan jadinya" Justin


Wiliam terdiam.


"Ini karena perempuan itu" sahut Vero


"Maksudmu Aqela?"


"Siapa lagi kalau bukan dia dan Kakaknya?"


"Kenapa kau jadi menyalahkan mereka?" Justin mengernyit heran


"Kalau mereka tidak mencari gara gara kejadiannya tidak akan sampai seperti ini" Vero kesal


"Tidak sepenuhnya salah mereka, justru yang memicu keributan ini Wiliam sendiri. Coba kalau dia bisa mengontrol emosinya mungkin tidak akan ada kejadian seperti ini" Sam menimpali

__ADS_1


"Kalian membela perempuan penjual kue itu?" Vero menatap Justin dan Sam melotot sedangkan mereka menghela nafasnya lelah jika harus berdebat kembali.


"Bukan membela nya. Aku membicarakan faktanya, kalau Wiliam tadi tidak bicara melantur kemana mana mungkin dia tidak akan berakhir mengenaskan seperti ini" Justin menatap wajah Wiliam yang babak belur di ikuti oleh Sam dan Vero yang ikut menatapnya.


"Dan mungkin Karina juga akan semakin membenci mu Wil, karena kau sudah menghina sahabatnya" pungkas Sam


Wiliam langsung terdiam ketika mendengar ucapan Sam. Dia semakin kalut pikirannya dia tidak mau sampai Karina membencinya.


"Kalian bukannya menenangkan temannya malah memperburuk keadaan"


"Sudah lah Ver, kita malas berdebat apa lagi ini masih pagi" Justin


Sam dan Justin berjalan ke arah sofa lalu mendudukkan dirinya di sana.


"Wil" panggil Vero


"Hm"


"Kau masih memikirkan Karina setelah kejadian ini?"


Wiliam menaikan alisnya sebelah, sedangkan Justin dan Sam hanya menjadi pendengar.


"Kenapa kau masih memikirkannya? Kau lihat sendiri saat kau di pukuli oleh Kellan dia tidak meminta Kellan untuk berhenti tapi dia hanya berdiam diri tanpa membantumu"


Wiliam mengingat kembali kejadian tadi, ya memang benar apa yang di katakan Vero bahwa Karina hanya diam saja saat dia pukuli oleh temannya sendiri.


"Mungkin Karina masih marah kepadaku Ver"


"Kalaupun marah tidak seharusnya dia hanya berdiam diri saat kau dipukuli"


Wiliam terdiam mendengar ucapan Vero, seharusnya Karina tidak diam saja saat dirinya di pukuli oleh Kellan. Tapi dia juga berpikir dirinya memang salah sudah menghina Aqela sahabatnya, dia jadi mengingat kembali ucapan Sam.


Wiliam menggelengkan kepalanya. Jangan sampai Karina membenci dirinya.


Justin dan Sam menjadi merasa curiga dengan sikap Veronica yang mencurigakan akhir akhir ini, tapi mereka segera menepis pikiran buruk itu tentang temannya.


...


Sepasang kekasih yang baru meresmikan hubungannya tadi malam tengah duduk di sofa menikmati suasana pantai di pagi hari dengan Aqela menyandarkan punggungnya pada dada bidang Kellan.


"Kell?"


"Hm" jawab Kellan yang tengah asik memainkan jemari Aqela yang duduk di depannya dengan menyandarkan tubuhnya di dadanya.


"Sejak kapan teman teman mu datang kemari?"


"Tadi malam"


"Mereka tidur di sini?"


"Hm"


Aqela terdiam sejenak.


"Veronica juga?" cicit Aqela pelan


"Hm"


Aqela terdiam kembali cukup lama membuat Kellan mengernyit.


"Kenapa?"


"Apa dia tidur di kamar mu?"


"Kau tau sendiri Villa ini memiliki banyak kamar, jadi kenapa dia harus tidur di kamar ku?" tanya Kellan heran

__ADS_1


Mendengar jawaban Kellan, hati Aqela merasa lega.


"Aku hanya bertanya saja"


"Apa kau cemburu? Hm?" bisik Kellan di telinga Aqela


Aqela langsung berbalik menghadap Kellan dan membenarkan posisi duduknya.


"Ti.. Tidak. Kata siapa aku cemburu" jawab Aqela gelagapan


Kellan tidak menjawab dia hanya menatap lamat Aqela yang membuat dirinya salah tingkah di tatap seperti itu oleh Kellan.


"Ekheem" Aqela berdehem menormalkan detak jantung nya.


"Aku boleh bertanya sesuatu?"


"Katakan" ucap Kellan yang masih menatap Aqela


"Apa kau tidak ada perasaan sama sekali kepada Veronica?" tanya Aqela dengan hati yang was was


Kellan tidak langsung menjawab, dia masih betah menatap wajah Aqela yang terlihat cantik di matanya.


"Tidak"


Mendengar jawaban Kellan membuat hati Aqela merasa lega kembali.


"Selama kau menjalin pertemanan dengannya kau sama sekali tidak pernah tertarik dengannya?" Aqela menatap mata Kellan lamat


"Tidak"


Aqela menatap Kellan lamat untuk melihat kebohongan yang di katakan nya, tapi Aqela tidak menemukan kebohongan di mata Kellan.


"Kenapa?"


"Aku tidak tertarik dengannya, apa lagi menyukainya. Dan dia tidak menarik seperti mu" Kellan mencolek hidung mancung Aqela di akhir kalimatnya membuat Aqela mengerjapkan matanya.


Aqela tersenyum mendengar jawaban Kellan lalu dia berbalik menyandarkan kembali punggungnya pada dada Kellan.


"Oh iya Kell. Kapan kita akan pulang?"


"Apa kau tidak mau memperpanjang masa liburanmu?" tanya Kellan


"Sebenarnya aku masih betah dan tidak mau cepat cepat pulang, tapi aku memiliki tanggung jawab untuk mengawasi toko kue ku"


"Aku bisa mengurusnya jika kau mau"


Aqela berbalik badan kembali dan duduk tegap lalu menatap Kellan.


"Tidak. Tidak perlu Kell aku bisa mengatasinya sendiri" jeda Aqela


"Jadi bisakah kita pulang secepatnya?" lanjutnya


"Kalau itu mau mu aku akan menuruti nya" jawab Kellan membuat senyum Aqela merekah


Grep ..


"Terimakasih Kell" Aqela langsung memeluk Kellan dan Kellan dengan senang hati membalas pelukannya.


"Aku harus kembali ke hotel lebih dulu untuk mengambil barang barangku" pungkas Aqela ketika sudah melepaskan pelukannya


"Tidak perlu. Aku akan mengurusnya" jawab Kellan membuat Aqela tersenyum hangat menatapnya


"Terimakasih" ucap Aqela sembari mengelus punggung tangan Kellan yang tengah memegang salah satu tangannya.


#bersambung

__ADS_1


__ADS_2