
Happy Reading~
.
Setelah semua selesai, matahari pun sudah mulai terbenam Aqela siap siap untuk pulang mengingat pesan Albian yang melarangnya untuk pulang tidak lebih dari jam 7 malam mau tidak mau Aqela menurutinya.
"Nona pulang sekarang?" tanya Risty
"Iya aku pulang sekarang, dan mungkin ke depannya aku akan pulang lebih awal dari kalian" ucapnya
"Baik Nona"
"Oh iya Ris aku akan menambah karyawan untuk aku tugaskan menjaga kasir agar kamu tidak keteter"
"Baik Nona"
"Kalau kau ada temanmu yang membutuhkan pekerjaan kau bisa menyuruhnya datang langsung"
"Baik Nona, saya akan tanyakan nanti kepada teman teman saya"
"Jangan lupa sebelum pulang periksa semuanya dan kunci pintu" pesan Aqela
"Baik Nona. Hati hati di jalan" ujar Risty
Aqela hanya menganggukkan kepala setelah itu dia berlalu menuju mobilnya, sebelum pulang dia menyempatkan dirinya untuk menghubungi Kakak nya agar dia tidak menjemputnya dan Aqela pun memberikan alasannya.
Hanya sepuluh menit perjalanan Aqela sudah sampai di rumah, dia membuka pintu rumah dan orang yang pertama kali Aqela liat saat membuka pintu yaitu sang Kakak yang sedang Asik menonton televisi.
"Kak?"
"Hm"
"Kau sampai rumah jam berapa?"
"Satu jam yang lalu" jawab Aiden tanpa melirik sang Adik
"Ayah belum pulang?"
"Mungkin sebentar lagi"
Aqela mengangguk. "Aku ke kamar dulu" pamit Aqela. Aiden tidak menanggapi ucapan sang Adik
Hanya butuh waktu 15 menit Aqela untuk membersihkan diri sekarang dirinya sudah siap dengan pakaian tidurnya. Merasa perutnya lapar dia berjalan menuju dapur.
__ADS_1
"Sepertinya makan mie enak" gumamnya, lalu dia mengambil satu bungkus mie instan, telor dan juga sawi.
Tidak butuh waktu lama mie instan buatannya sudah siap di santap. Aqela membawanya ke ruang tv dia akan memakannya di sana di temani Kakaknya yang tengah menonton.
"Kau membuat mie?" tanya Aiden mengernyit
"Kenapa?"
"Aku hanya bertanya saja"
Aqela tidak menanggapinya dia mulai menyantap mie buatannya. Melihat Aqela memakan mie dengan lahap membuat Aiden sedikit tergiur.
"Enak?" tanyanya
Aqela menganggukkan kepalanya "Kau mau mencoba?" tawar Aqela
"Tidak terimakasih, itu makanan tidak sehat"
"Ck! Kau tidak tau makanan tidak sehat ini makanan favorit hampir semua orang" jawab Aqela
Aiden tidak menjawab lagi, dia tidak mau mendebat adiknya ketika sedang makan dengan lahap yang ada nanti nafsu makannya malah hilang dan yang di salahkan pasti dirinya.
"Haaaah kenyang" ucap Aqela sambil mengelus elus perut ratanya
Aiden hanya menggelengkan kepalanya melihat kelakuan Adiknya.
"Tidak. Aku belum membuka handphone lagi" ucapnya lalu duduk di sofa dekat Kakaknya.
"Kabari dia, dia khawatir kepadamu" titah Aiden
"Aku akan mengabarinya"
Aqela langsung beranjak dari sana tidak lupa membawa mangkuk bekas dia makan dan langsung mencucinya.
Sesampai kamar Aqela menyalakan handphonenya, benar saja terdapat beberapa panggilan dari sahabatnya.
"Tumben sekali Kellan tidak menghubungiku" gumamnya, dia langsung menggelengkan kepalanya "Dia kan orang sibuk, wajar saja kalau dia tidak sempat menghubungiku" gumamnya lagi
Tidak mau terlalu memikirkannya, Aqela menghubungi kontak yang bernama Karina.
"Aqelaaaa" teriak seseorang dari balik telepon
"Kau bisa biasa saja? Kupingku sakit mendengar teriakan mu" kesalnya
__ADS_1
"Aku lega akhirnya kau menghubungiku, aku khawatir kau kenapa kenapa. Aku sudah mendengar ceritanya dari Ka Aiden tentang kejadian yang menimpamu" ucapnya penuh penyesalan
"Kau sudah tau?"
"Iya, maafkan aku gara gara aku kau mengalami kejadian yang mengerikan. Aku menyesal maafkan aku Aqela" ucapnya terisak
"Sudahlah Rin, aku tidak apa apa jangan menangis. Aku pun bersyukur Kellan datang menolongku"
"Aku tidak bisa memaafkan diriku sendiri La, maafkan aku. Sebagai permintaan maaf ku yang sebesar besarnya aku akan mentraktir mu bagaimana?" tawar Karina
"Setuju" jawab Aqela penuh semangat
"Besok siang aku akan ke tokomu"
"Baiklah aku akan menunggumu"
Setelah percakapan mereka berdua selesai, Aqela langsung mematikan panggilannya. Lalu berjalan menuju kamar mandi untuk menggosok gigi sebelum tidur.
.
.
Gadis cantik yang menggunakan apron dengan rambut di cepol asal telah selesai menyiapkan sarapan pagi untuk Kakak dan Ayahnya.
"Aku akan mandi sebentar, setelah itu memanggil mereka untuk sarapan" gumamnya
Aqela bergegas memasuki kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya. tidak terlalu memakan waktu banyak Aqela keluar dari kamar mandi lalu langsung bersiap dengan pakaiannya dan hanya mengoles wajahnya menggunakan rangkaian skincare, sun screen, serta Liptin.
Ceklek!
Aqela membuka pintu kamarnya, dan ternyata di sana sudah ada Kakak serta Ayahnya yang sedang duduk manis menunggu dirinya sarapan bersama.
"Wah bagus kalian sudah ada di sini, aku tidak perlu repot repot memanggil kalian" ucap Aqela tersenyum tanpa beban
"Jadi selama ini kau kerepotan memanggil kami? Begitu?" protes Aiden tidak terima
"Eh .. Eh bukan begitu maksudku, kalau Ayah dan Kakak sudah di sini kalian kan tidak perlu mendengar teriakan ku. Bukannya kalian tidak suka aku selalu berteriak?" jawabnya mencoba membela dirinya sendiri
"Ck! Alasan, ingat janjimu" ketus Aiden
Sedangkan Albian menghela nafasnya jengah dengan kedua anaknya pagi pagi sudah ribut. Saat Aqela akan membuka mulutnya untuk menjawab ucapan Aiden, Albian langsung mengangkat suaranya membuat Adik Kakak itu langsung terdiam.
"Jangan ada yang berbicara lagi. Kita mulai sarapannya" ucap Albian tegas dan serius
__ADS_1
Aiden dan Aqela langsung menutup mulut mereka rapat rapat. Mereka sudah tidak berani mengeluarkan suara jika sang Ayah sudah mengeluarkan suara dengan nada yang tegas tanda tidak mau di bantah.
To be continued🍃