
Sedangkan di sisi lain Aqela yang berlari tanpa arah menghentikan langkahnya. Lalu kedua tangannya bertumpu pada lututnya sambil terengah engah.
"Apa Ka Aiden tidak mengejar ku?" gumam Aqela menengok ke belakang
"Ah sukur lah, tau begitu aku tidak akan lari sejauh ini" gerutu Aqela lalu menegakkan kembali tubuhnya
Saat Aqela akan berbalik untuk kembali ke pantai yang tadi dirinya menabrak seseorang.
Bruk ..
"Argh"
Orang itu menahan pinggang Aqela agar tidak jatuh ke atas pasir pantai
"Kell?" ucap Aqela terbelalak
Kellan menegakan badan Aqela kembali. Lalu melepaskan tangannya yang melingkar di pinggang Aqela dan menatap perempuan yang ada di hadapannya.
"Sedang apa kau di sini?" tanya Aqela
Kellan tidak menjawab.
"Kell apa yang kau lakukan di sini? Apa kau ada keperluan di sini?" tanya Aqela lagi
Kellan masih tidak menjawab dia menatap tajam Aqela dengan pakaiannya yang dia kenakan.
"Mengapa dia menatapku seperti itu. Apa ada yang salah denganku?" batin Aqela
"Kau tau kesalahan mu?" ucap Kellan menatap Aqela
"Aku tidak melakukan kesalahan" jawab Aqela polos
Kellan tersenyum menyeringai, Aqela sudah ancang ancang akan kabur kembali setelah melihat Kellan tersenyum mengerikan.
"Kellaaaaan apa yang kau lakukan lepaskan aku!!" teriak Aqela ketika dirinya hendak kabur tapi Kellan dengan cepet menahan tangannya lalu menggendong Aqela seperti membawa karung beras.
"Kau mau membawa ku kemana? Lepaskan aku!!" teriak Aqela kembali
Kellan tidak menjawab dia membawa Aqela masuk ke dalam Villa nya. Setelah membawanya masuk Kellan mendudukkan Aqela di sofa
Aqela melihat sekitar lalu menatap Kellan.
"Ini dimana?"
"Vila"
"Kau sedang liburan juga Kell?" tanya Aqela langsung berdiri
Kellan tidak menjawab dia hanya menatap penampilan Aqela dengan rambut setengah kering dan baju setengah basah dengan perut ratanya yang terekspos.
"Sudahlah aku lebih baik kembali ke tempat Kakak ku dan Karina" ucap Aqela lalu berjalan ke arah pintu
Kellan langsung menarik tangan Aqela dan mendorongnya ke tembok.
"Kell!" teriak Aqela menatap manik mata Kellan
"Kenapa kau berpakaian seperti ini hm? Aku tidak mengizinkannya Aqela" bisik Kellan dengan tangan menyentuh wajahnya lalu merayap menyentuh perut rata Aqela yang terekspos.
__ADS_1
"Argh!" teriak Aqela ketika perutnya di sentil oleh Kellan, Sedangkan Kellan menatapnya datar.
"Apa yang kau lakukan?" protes Aqela melotot menatap Kellan sembari mengusap perutnya yang di sentil oleh Kellan.
"Ganti pakaian mu!"
"Aku akan berganti pakaian tapi tidak di sini, aku akan kembali ke hotel" pungkas Aqela lalu mendorong dada bidang Kellan. Tentu saja tenaga Aqela tidak ada apa apanya di banding Kellan.
"Minggir Kell, kau menyuruhku untuk berganti pakaian bukan? Aku akan ganti tapi tidak di sini" ungkap Aqela lagi ketika Kellan tidak mau pergi dari hadapannya dan masih betah mengukung nya.
Kellan tidak menjawab ucapan Aqela dia langsung menggendongnya ala bridal style tentu saja Aqela langsung mengalungkan tangannya pada leher Kellan karena takut terjatuh dan Kellan membawanya ke dalam kamarnya
Aqela tidak banyak bicara ketika Kellan menggendongnya dia hanya menatap wajah Kellan yang tampan dengan rahang yang tegas menatap ke depan. Setelah sampai di kamar Kellan menurunkan Aqela.
"Wah ini sangat cantik Kell" mata Aqela berbinar ketika menatap pemandangan di depan kamar Kellan yang sangat indah.
"Ganti pakaianmu terlebih dulu" titah Kellan menghiraukan kekaguman Aqela
Aqela mengalihkan pandangannya menatap Kellan. Sebelum Aqela bertanya Kellan sudah menyanggahnya
"Pakaianmu ada di dalam paper bag" tunjuk Kellan dengan dagunya.
Aqela mengikuti arah pandang Kellan, lalu berjalan untuk mengambil paper bag tersebut di atas kasur dan memasuki kamar mandi Kellan.
Melihat kepergian Aqela, Kellan langsung menyalakan ponselnya lalu menghubungi seseorang.
Tuuut ...
"Ada yang bisa saya bantu tuan?"
"Baik tuan. Apa ada lagi tuan?"
"Tidak"
Kellan langsung mematikan panggilannya sepihak. Beberapa menit Aqela membersihkan badannya, Aqela keluar dari kamar mandi dengan pakaian yang sudah berbeda.
Aqela mengernyit ketika tidak melihat keberadaan Kellan di kamarnya. Lalu matanya menatap balkon kamar yang di suguhkan dengan pemandangan yang sangat sayang untuk di lewatkan.
Aqela berjalan keluar kamar lalu menghirup udara sembari memejamkan matanya.
Grep ..
Saat tengah asyik menikmati udara yang segar dan pemandangan yang indah di hadapannya. seseorang melingkarkan tangannya memeluk perut rata Aqela. Dia tidak terkejut dengan seseorang yang memeluknya lantaran dia sudah sangat hapal dengan wangi aroma parfum yang di pakai oleh Kellan.
"Kau menyukainya?" tanya Kellan memeluk Aqela dari belakang
"Ini sangat cantik. Tentu saja aku menyukainya"
Kellan tersenyum. Tapi sayang Aqela tidak dapat melihatnya.
"Kell aku lapar. Aku ingin menemui Kakak ku dan Karina" pinta Aqela berbalik badan membentur dada bidang Kellan.
"Ssh" ringis Aqela pelan mengusap keningnya
"Apa sakit?" tanya Kellan panik memegang kening Aqela
__ADS_1
"Kenapa dada mu keras sekali" gerutu Aqela cemberut mengabaikan pertanyaan Kellan
Kellan tidak menjawab. Dia mengusap usap kening Aqela yang membentur dada nya.
"Masih sakit?" tanyanya lagi
"Tidak"
"Ayo" ajak Kellan menarik tangan Aqela lembut
"Kemana?" tanya Aqela mengikuti langkah Kellan yang sedang menarik tangannya.
"Makan siang bersama Kakak mu dan sahabatmu" jawab Kellan datar
Aqela langsung sumringah lalu dia menyamai jalannya dengan Kellan saling beriringan dan bergandengan tangan.
...
Sedangkan di sisi lain sahabatnya dan Kakaknya sedang kelimpungan mencari Aqela. Setelah Karina dan Aiden kembali ke tempat semula mereka mencari Aqela yang tidak ada di sana, mereka pikir mungkin Aqela sedang jalan jalan sekitar sini jadi mereka membiarkan nya.
Aiden dan Karina melanjutkan kembali acara bersenang senangnya tanpa Aqela. Tapi sampai Karina dan Aiden kembali ke hotel dan berganti pakaian Aqela belum juga kunjung pulang. Mereka menjadi khawatir
"Ka apa kita cari bantuan saja?" usul Karina kepada Aiden yang berada di kamarnya
"Aqela tidak membawa handphone?" tanya Aiden mengabaikan ucapan Karina
"Tidak. Itu handphonenya ada di sana" tunjuk Karina ke arah meja yang terdapat handphone Aqela
"Kalau begitu kita ke pos keamanan meminta bantuan mencari Aqela" ajak Aiden
Karina mengangguk dan Aiden langsung menarik tangan Karina untuk ke bawah meminta bantuan.
Ting!
Pintu lift terbuka, Karina dan Aiden langsung keluar dari sana dan berjalan keluar hotel, saat mereka berjalan menuruni tangga mereka melihat dua orang yang sangat familiar di mata mereka.
"Kakak, Karina!" panggil Aqela melambaikan tangannya
"Aqela" Aiden dan Karina langsung menghampiri Aqela dan seorang pria yang bersama Aqela
Grep ..
Aiden memeluk Aqela
"Kau kemana saja hah?! Jangan membuatku khawatir" ucap Aiden melepaskan pelukannya dan menatap Aqela
"Aku di ajak Kellan ka. Maaf tidak memberitahukan mu, aku tidak membawa ponsel" Aqela menatap Aiden cengengesan
Sedangkan Aiden menatap Kellan yang sedang menatapnya datar.
"Ka aku lapar" keluh Aqela
Aiden mengalihkan pandangannya menatap Aqela begitupun Kellan dan Karina.
"Aku juga lapar ka" Keluh Karina juga
Aqela dan Karina bersitatap dan tersenyum lalu mereka saling bergandengan tangan berjalan menuju cafe yang tidak jauh dari pesisir pantai meninggalkan kedua pria tampan yang sedang menatap ke arah mereka.
__ADS_1
"Ck! Dasar sudah membuat khawatir dan sekarang malah meminta makan" Aiden menggelengkan Kepala
#bersambung