Aqela Untuk Kellan

Aqela Untuk Kellan
21


__ADS_3

Di rasa teman semasa kuliahnya sudah pergi dari toko kue nya, Aqela langsung berjalan menaiki anak tangga. Aqela membuka pintu ruangannya dan menyimpan paper bag yang berisi makanan di meja sofa nya.


Setelah duduk di sofa, Aqela menatap paper bag tersebut dia masih penasaran dengan orang yang sudah mengirim makanan tersebut. Tidak mau ambil pusing karena Aqela sudah sangat lapar dia langsung mengambil dan membuka kotak makan tersebut.



Mata Aqela langsung berbinar ketika melihat makanan tersebut. Aqela langsung menyantap makanan tersebut dengan lahap.


"Wah ini enak sekali. Kalau aku tau siapa orang yang sudah mengirim makanan ini untuk ku, aku akan menanyakannya dia membeli makanan ini di restauran mana" gumam Aqela lalu memasukan kembali makanan tersebut ke dalam mulutnya.


Aqela menghabiskan makanan tersebut dengan lahap tanpa sisa sedikitpun.


"Aaah kenyang" ucap Aqela setelah selesai minum dia mengusap usap perutnya yang sudah kenyang.


"Tunggu!" Aqela menegakkan badannya "Bagaimana kalau makanan itu sudah di racun?" gumam Aqela langsung berdiri.


Aqela mondar mandir di ruang kerjanya dia memikirkan takut ada racun dalam makanan tersebut. Setelah memakan makanan tersebut hingga habis Aqela baru memikirkan tentang racun.


"Tapi setelah beberapa menit aku makan tidak terjadi apa apa dalam tubuhku" gumam Aqela meraba raba tubuhnya sendiri


"Ah sudahlah lebih baik aku kebawah untuk segera mengemas kue yang akan di ambil sebentar lagi" gumam Aqela berjalan keluar dari ruangan kerjanya.


Setelah Aqela sampai di bawah Aqela melihat ada mobil box yang terparkir di depan toko kuenya. Dan seorang pria dengan seragam khusus supir The Kells Hotel memasuki toko kuenya.


"Nona, saya mau mengambil pesanan dari toko kue anda" ucap sang supir ketika sudah ada di hadapan Aqela


"Ah iya, tunggu sebentar" jawab Aqela


"Baik Nona"


Aqela langsung berjalan ke dapur, ketika di dapur Aqela melihat ke tiga karyawannya sedang mengemas kue yang akan di kirim ke hotel Kellan.


"Apa masih banyak yang harus di kemas?" tanya Aqela


"Sedikit lagi Nona" jawab Desi


Aqela langsung membantu mengemas kue kue tersebut dan mengepaknya ke dalam box besar. Setelah selesai Aqela meminta bantuan Sinta untuk membawakan sebagian box tersebut ke depan.


"Sin tolong bantu bawakan box yang lainnya" Aqela langsung berjalan membawa box tersebut ke depan


"Baik Nona" jawab Sinta langsung mengikuti Aqela di belakangnya.


Setelah sampai di depan, Aqela menurunkan beberapa box tersebut di ikuti oleh Sinta menyimpan box di pinggirnya.


"Sudah semua Nona?" tanya sang supir


"Sudah, Anda sudah boleh membawanya" Aqela


"Baik Nona, mohon untuk tanda tangan disini"


Setelah selesai tanda tangan dan melihat kepergian supir tersebut, Aqela menatap Sinta


"Sinta tolong bawakan kue kue yang telah selesai di buat untuk di jual" Aqela

__ADS_1


"Baik Nona" Sinta langsung berbalik untuk mengambil kue kue yang telah selesai di buat.


Tidak lama Aqela menyusun kue kue yang hampir habis Sinta datang dengan box kue yang sedikit besar.


"Ini Nona" Sinta menyerahkan box kue tersebut


"Terimakasih, kamu lanjutkan kembali pekerjaanmu saja" titah Aqela


"Baik Nona" Sinta kembali ke dapur untuk melanjutkan pekerjaannya yang belum selesai.


Aqela kembali menyusun kue kue tersebut di rak susun dengan rapih agar terlihat menarik. Aqela mendengar pintu tokonya terbuka, dan Aqela pikir ada pelanggan yang masuk.


Aqela melanjutkan menyusun kue kuenya tanpa menghiraukan pelanggan tersebut. Di saat dirinya sedang fokus menata kue kue di rak seseorang menepuk pundak Aqela. Dan otomatis Aqela langsung berbalik.


"Hay kita bertemu lagi" ucap pria tersebut tersenyum


"Halo Tuan" balas Aqela tersenyum canggung


"Panggil aku Sam saja jangan terlalu formal kepadaku" ucap Sam menatap Aqela tersenyum


"Baiklah Sam, Ada apa?" tanya Aqela


"Apa kau sedang sibuk?" tanya Sam


"Tidak, aku hanya sedang mengisi rak yang kosong saja. Ada yang bisa aku bantu?" tanya Aqela menatap Sam


"Bisa rekomendasikan kue yang best seller di sini yang mana?"


"Tentu" ucap Aqela ramah lalu berjalan ke etalase yang ada di bagian depan dan Sam mengikuti Aqela dari belakang



"Oke bungkuskan saja kue itu, dan aku juga ingin kue yang pernah kau berikan kepada Kellan yang teksturnya kenyal berwarna merah muda dan dalamnya berisi strawberry" Sam menyebutkan ciri ciri kue tersebut


Aqela mengernyit.


"Oh ya, itu mochi Sam" Aqela memberitahu nama kue tersebut


"Nah mungkin itu aku tidak tau namanya. Tolong berikan aku itu" pinta pria tersebut


"Baiklah tunggu sebentar, aku akan mengambilkannya" ungkap Aqela langsung mengambil kue tersebut


"Ini mochi varian rasa terbaru dari toko kami, kau boleh mencobanya terlebih dulu" Aqela menunjukan mochi tersebut



"Tidak perlu aku yakin ini pasti enak, langsung bungkus saja" Ungkap Sam setelah melihat kue tersebut


"Baiklah, aku akan membungkusnya. Tunggu sebentar" Aqela tersenyum


Sam melihat lihat toko Aqela, dia menilai toko Aqela ini sangat rapih, bersih dan tempat yang strategis selain dari itu semua kue kue yang Aqela jual juga modelnya cantik cantik dan menarik membuat pelanggan penasaran dengan rasanya. Dan yang jelas kue nya enak enak.


"Sam?" panggil Aqela

__ADS_1


Sam langsung berbalik dan berjalan ke meja kasir


"Sudah selesai?" tanya Sam mengeluarkan dompetnya


"Sudah, totalnya 480.000" Aqela


Sam mengeluarkan uang cash dari dalam dompetnya sebanyak lima lembar.


"Ini, tidak usah di kembalian" Sam menyerahkan uang tersebut dan Aqela mengambil uangnya.


"Terimakasih Sam" ucap Aqela memberikan paper bag yang berisi kue tersebut.


"Hm. Sampai jumpa lagi Aqela" pamit Sam tersenyum manis dengan melambaikan tangannya.


Aqela melihat kepergian Sam


"Ternyata Sam orangnya cukup ramah" batin Aqela


Aqela berbalik berniat untuk melanjutkan pekerjaannya yang sempat tertunda. Aqela melihat pegawai kasirnya yang bengong menatap keluar dengan tersenyum.


"Risty?" panggil Aqela menggoyangkan tangannya


"Ah iya Nona?" Risty terkejut ketika Aqela menyentuh tangannya


"Kau melamun lagi?" Aqela memicingkan matanya


Sedangkan Risty tersenyum lebar


"Maaf Nona" ucap Risty menggaruk kepalanya yang tidak gatal


"Aku tebak, kau pasti melamun dan tersenyum membayangkan wajah pria tampan barusan kan? Tanya Aqela bersedekap dada


"Dia tampan, apa dia teman Nona?" tanya Risty dengan tidak tau malunya


"sudah ku duga" Aqela menggelengkan kepala "Bukan, dia temannya Tuan Kellan" ucap Aqela


Risty membelalakan matanya.


"Pantas saja tampan, ternyata temannya Tuan Kellan" gumam Risty


"Sepertinya teman Tuan Kellan tampan tampan ya Nona" Risty mengajak rumpi Aqela


"Kau benar, teman Tuan Kellan semuanya tampan. Tapi ada satu orang perempuan yang sangat cantik" gumam Aqela di akhir kalimat


"Wah beruntung sekali Tuan Kellan, sudah mapan, kaya, perusahaan di mana mana, dan punya teman yang tampan. Nikmat mana lagi yang dia dustakan iya kan Nona?" Risty


Aqela mengangguk membenarkan perkataan Risty


"Hais kenapa kita jadi ngerumpi" ucap Aqela menggelengkan kepala lalu berjalan meninggalkan Risty di meja Kasir untuk melanjutkan pekerjaannya.


Sedangkan Risty sudah tertawa kecil melihat tingkah Bos nya.


#bersambung

__ADS_1


Mohon dukungan kalian ya guys tinggalkan jejak kalian. Like dan komen, karena dukungan kalian membuatku bersemangat untuk update terus setiap harinya 🤍


__ADS_2