Aqela Untuk Kellan

Aqela Untuk Kellan
31


__ADS_3

Di dalam perjalanan pikiran Karina di buat terganggu oleh ucapan Aqela tentang dirinya memiliki cinta pertama sedangkan Karina sebagai sahabatnya tidak tau bahwa Aqela memiliki cinta pertama.


Karina memicingkan matanya menatap Aqela.


"Apa jangan jangan Aqela mau balas dendam kepadaku dengan tidak memberitahukan siapa cinta pertamanya" batin Karina


Merasakan ada hawa aneh di sampingnya Aqela langsung menatap orang yang ada di sampingnya dan benar saja sahabatnya itu sedang menatapnya


"Kenapa kau menatapku seperti itu?" tanya Aqela menatap Karina lalu memfokuskan kembali matanya ke depan


"Siapa cinta pertama mu?" tanya Karina


"Kau masih penasaran dengan ucapanku tadi?" Aqela tertawa kecil


"Aqela aku serius. Siapa cinta pertama mu?" tanya Karina menuntut


"Kenapa kau ingin tau sekali?" Aqela


"Kau tinggal jawab apa susahnya?" gerutu Karina


"Kau sedang PMS ya?" tanya Aqela


Dirinya sangat senang menjahili sahabatnya yang memiliki kesabaran setipis tisu di bagi dua.


"AQELA!!" teriak Karina yang sudah tidak sabar menunggu jawaban dari Aqela


"Baiklah aku akan memberitahumu siapa cinta pertama ku" ucap Aqela terkekeh ketika melihat wajah Karina yang di tekuk


"Siapa?" Karina kembali antusias


"Cinta pertamaku ya Ayahku" ucap Aqela menatap Karina sekilas


"Kau berbohong?" tanya Karina


"menurutmu aku berbohong?" Aqela memberhentikan mobilnya lalu menatap mata Karina


"Aku rasa kau jujur" Karina


"Ya memang seharusnya kau berkata seperti itu dan sebaiknya kau turun Nona"


"Kau mengusir ku?" Karina terbelalak


"Kau lihat sekeliling mu" ucap Aqela menatap malas Karina


Karina menatap sekelilingnya, lalu dia tertawa kecil menatap Aqela.

__ADS_1


"Maafkan aku honey" Karina mencubit kedua pipi Aqela gemas


"Lepaskan tanganmu! Menggelikan sekali memiliki teman seperti mu" ucap Aqela setelah melepaskan kedua tangan Karina yang mencubit pipi nya.


"Kau tidak asyik sekali" Karina cemberut


"Sebaiknya kau cepat turun, aku tidak mau kemalaman di jalan"


"Baiklah baiklah aku turun. Kau hati hati di jalan jangan kebut kebutan, sepertinya malam ini akan turun hujan" Karina memperingati Aqela


"Kau sok tau sekali"


"Aku melihat berita cuaca tadi pagi kalau malam ini akan turun hujan" Karina


"Sudahlah cepat kau turun" titah Aqela


"Dasar kau teman laknat!" gerutu Karina lalu melepaskan seatbelt nya dan turun dari mobil Aqela.


"Hati hati" ucap Karina setelah menutup pintu mobil Aqela.


Aqela langsung menancapkan gas nya meninggalkan basement apartemen Karina.


Melihat kepergian Aqela, Karina langsung memasuki lift lalu menekan tombol 8 untuk sampai ke apartemen miliknya


Ting!


Karina langsung mempercepat langkahnya, setelah sampai Karina memasukan password pintu apartemennya, setelah terbuka Karina buru buru masuk lalu menutup pintunya.


Sebelum benar benar pintu tertutup, ada sepatu seseorang menahannya. Karina langsung mendongak menatap pemilik sepatu tersebut


"Wil" gumam Karina


Wiliam langsung mendorong pintu apartemen Karina lalu masuk ke dalam tanpa seizin yang punya. Karina menutup pintunya lalu berjalan menuju dapur menghiraukan keberadaan Wiliam


"Maafkan aku" ucap Wiliam menghentikan langkah Karina. Melihat Karina terdiam, Wiliam langsung mendekatinya


"Maafkan aku telah membatalkan makan siang kita" Wiliam memeluk Karina dari belakang


"Kenapa kau diam saja. Kau masih marah kepadaku?" tanya Wiliam ketika tidak ada tanggapan dari Karina


"Kau pikir saja sendiri" Karina melepaskan pelukan Wiliam lalu melanjutkan kembali langkahnya menuju dapur


"Baby dengarkan penjelasan aku dulu, kau tau kan aku sudah sangat lama berteman dengan Vero dan aku mana mungkin mengabaikannya di saat dia sedang kesusahan" Wiliam menatap Karina yang telah selesai minum


Karina menyimpan gelasnya dengan kasar.

__ADS_1


"Lalu hubungan kita kau anggap sudah berapa lama? sehari? Sebulan? Setahun?" Karina menjeda ucapannya


"Lima tahun kita sudah menjalin hubungan tapi kau masih memprioritaskan temanmu! Apapun yang selalu di dahulukan Vero dan Vero, aku cape Wil aku merasa menjadi bayang bayangnya Vero saja" Karina terkekeh


"Bukan seperti itu baby" Wiliam menggelengkan kepala menatap Karina yang sedang emosi


"Kau ingin contoh biar pikiranmu terbuka? Aku akan menyebutkannya satu persatu. Saat kita akan makan malam, saat kita akan pergi berkencan dan saat kita akan pergi berlibur ketika Veronica menghubungimu kau langsung berlari ke arahnya dan kau dengan seenaknya membatalkan itu semua bahkan lebih parahnya kau meninggalkan aku sendiri di bandara. Kau meninggalkan aku hanya untuk Veronica tidak hanya sekali dua kali Wil tapi kau sering melakukan itu kepada ku" ucap Karina menumpahkan air matanya mengingat itu semua hati Karina menjadi sesak


"Maaf kan aku baby, aku tidak akan melakukan seperti itu lagi aku mohon maafkan aku" ucap Wiliam mendekati Karina dengan mata yang sudah memerah


"Aku heran, bukannya teman Vero bukan hanya Kau? Ada Kellan, Sam dan Justin kemana mereka semua?!" tanya Karina setelah menghentikan tangisnya


"Mungkin hanya aku yang bisa dia andalkan pada saat itu" ucap Wiliam menunduk


"Kalau begitu kau pacaran saja dengannya. Dan hubungan kita cukup sampai di sini, kita putus!" ucap Karina menatap Wiliam


Wiliam langsung mendongak menatap Karina tajam ketika Karina mengucapkan kata putus. Wiliam langsung menghampiri Karina dan memeluk pinggangnya erat.


"Lepaskan aku Wil!" teriak Karina di depan wajah Wiliam dengan susah payah melepaskan tangan Wiliam yang memeluk pinggangnya.


"Tidak akan ada kata putus di antara kita baby" Wiliam menatap tajam Karina


"Ada! Mulai sekarang kita sudah tidak ada hubungan apa apa lagi kita puthmm" ucapan Karina terpotong karena Wiliam membungkamnya dengan mencium paksa Karina.


Wiliam menahan tengkuk Karina lalu melum** bibirnya dan menggigit bibir Karina agar terbuka hingga lidahnya menerobos mempertemukan dengan lidah Karina, Wiliam mencium Karina secara kasar sampai bibirnya yang sempat Wiliam gigit berdarah terasa asin di sela sela ciuman mereka.


Karina menangis di sela ciumannya, sungguh sakit hatinya ketika Wiliam memperlakukannya dengan kasar.


Karina berusaha mendorong dada bidang Wiliam, tapi usaha Karina tidak membuahkan hasil sampai Karina merasa kehabisan nafas Wiliam baru melepaskannya.


Karina menghirup udara rakus, sedangkan Wiliam menatap Karina lalu mengusap air mata Karina dan jejak bekas ciuman mereka. Karina menangis sejadi jadinya


"Kau jahat Wil kau jahat. Aku membencimu!" Karina memukul dada Wiliam dengan isak tangis yang memilukan di telinga Wiliam


Sedangkan Wiliam memeluk erat Karina, dirinya hilang kendali saat Karina mengatakan ingin mengakhiri hubungan dengannya. Wiliam tidak mau kehilangan Karina.


Di rasa tidak ada pergerakan lagi dari Karina Wiliam melepaskan pelukannya dan menatap Karina yang sudah memejamkan matanya.


Wiliam langsung menggendong Karina ala bridal style membawanya ke kamar, setelah sampai kamar Wiliam membaringkannya di kasur empuknya lalu menyelimutinya.


"Maafkan aku baby, tapi sungguh aku tidak bermaksud untuk lebih memprioritaskan Vero dari pada dirimu aku hanya merasa memiliki tanggung jawab terhadapnya itu saja. Maafkan aku yang tidak peka terhadapmu" ucap Wiliam mengusap pipi Karina yang meninggalkan bekas jejak air mata


Wiliam mencium kening Karina lalu menutup kamar tidurnya.


#bersambung

__ADS_1


Mohon dukungan kalian ya guys tinggalkan jejak kalian. Like dan komen, karena dukungan kalian membuatku bersemangat untuk update terus setiap harinya 🤍


__ADS_2