
Kellan mengangkat dagu Aqela yang tengah menunduk.
"Katakan hm" titah Kellan
"Saat masih sekolah" jawab Aqela menatap Kellan
Kellan melebarkan pupil matanya terkejut dengan pengakuan Aqela.
"Lalu kenapa kau diam saja?" tanya Kellan
"Kau ingin aku juga ikut mengejar mu lalu nasibnya sama seperti gadis gadis lain yang kau acuhkan. Begitu?" tanya sinis Aqela
Kellan melipat bibirnya ke dalam.
"Aku tidak punya keberanian seperti itu Kell, di saat gadis yang mengejar mu semuanya terlihat cantik dan mempunyai status yang tinggi aku hanya perempuan biasa di antara mereka, dan mungkin kau juga tidak akan pernah melirik ku. Gadis cantik dan status sosial yang tinggi saja kau menolaknya apa lagi aku?" Aqela terkekeh sebentar lalu melanjutkan kembali ucapannya
"Jadi aku cukup memendamnya saja, dan aku berpikir mungkin saat kita keluar sekolah dan tidak akan pernah bertemu lagi perasaan ini akan hilang, tapi ternyata tidak perasaan ini masih sama setelah kita bertemu lagi di supermarket" Aqela menatap Kellan yang sedang menatapnya
Kellan mengeratkan pelukannya setelah mendengar pengakuan Aqela lalu mengecup puncak kepalanya.
"Aku sangat bahagia ketika kau mengatakan semuanya, cintaku selama ini tidak bertepuk sebelah tangan" ungkap Kellan.
"Kenapa takdir ku selucu ini" gumam Aqela terkekeh
"Jadi kau mau menjadi kekasihku?" tanya Kellan melepaskan pelukannya
"Menurut mu?" Aqela tersenyum
Kellan tersenyum lalu menarik tengkuk Aqela dan mencium bibirnya dengan lembut, Aqela menyambutnya dengan senang hati. Mereka saling bertukar saliva di bawah bulan yang sangat terang seakan menggambarkan seperti hati mereka yang tengah berbahagia.
....
Aiden dan Karina tengah selesai melakukan makan malam bersama di restauran hotel tanpa kehadiran Aqela. Sebenarnya Aiden merasa hatinya tidak tenang ketika Kellan membawa Aqela sejak tadi siang tapi Karina selalu meyakinkannya bahwa Aqela akan baik baik saja bersama Kellan.
"Ka kau masih memikirkan Aqela?" tanya Karina ketika sudah selesai makannya
Aiden mengangguk
"Kakak tenang saja aku yakin Kellan menjaga Aqela dengan baik" ucap Karina
"Ya semoga saja" jawab Aiden menatap Karina lalu tersenyum.
Karina membalas senyum Aiden.
Drt .. Drt ..
Handphone Karina berbunyi dan Karina tidak berniat untuk menjawabnya. Sedangkan Aiden memperhatikan raut wajah Karina ketika tidak kunjung menjawab panggilannya.
"Kenapa tidak kau angkat?" tanya Aiden
"Tidak penting untuk apa aku angkat" jawab Karina acuh
"Kau mengatakannya tidak penting tapi raut wajah mu tidak menunjukkan seperti itu" Aiden
__ADS_1
Karina terdiam menatap Aiden
"Apa itu dari pacar mu?" tanya Aiden
Karina menggeleng, sedangkan Aiden menaikan alisnya sebelah
"Tepatnya mantan kekasih" jelas Karina
"Kau sudah putus hubungan dengan kekasih mu?" tanya Aiden sedikit terkejut
"Iya" jawab Karina mengangguk
Entah perasaan apa yang Aiden sedang rasakan ini, mendengar Karina sudah putus dengan kekasihnya membuat hati Aiden lega.
"Apa kau mau jalan jalan sekitar sini?" tawar Aiden
"Mau" jawab Karina cepat
"Ayo" ajak Aiden lalu berdiri
Begitu pun dengan Karina yang langsung berdiri ketika Aiden mengajaknya untuk jalan jalan. Mereka keluar dari restauran hotel dengan jalan beriringan.
Di sisi lain seorang pria tengah uring uringan ketika sudah melihat story mantan kekasihnya. Sejak tadi dia menghubunginya tidak ada panggilan satu pun yang di jawabnya.
"Aaargh! Sial!" umpat Wiliam
"Kenapa tidak di angkat panggilanku?!" gumamnya menatap ponsel yang memanggil kekasihnya tepatnya mantan kekasihnya tapi tidak kunjung di jawab.
Andaikan Karina mencantumkan lokasinya saat memposting story nya pasti Wiliam dan yang lainnya ikut menyusul dan untungnya Karina tidak melakukan itu.
"Maaf kan aku baby. Aku menyesal sungguh, beri aku kesempatan aku mohon" sesal Wiliam menatap handphone nya yang masih memanggil Karina
"Aaargh!! Teriak Wiliam membanting handphone nya ketika panggilannya tidak kunjung di jawab
"Bodoh! Bodoh! Bodoh kau Wil" Wiliam memukul mukul kepalanya sendiri menyesali atas perbuatannya terhadap Karina selama ini.
Tidak berbeda jauh dengan temannya juga yaitu Veronica dia sedang mengamuk di kamarnya, sedangkan di luar kamar Mamanya terus mengetuk ngetuk pintu dan memanggil dirinya tidak dia hiraukan.
"Vero ada apa sayang? Buka pintunya jangan membuat mama khawatir" bujuk Mama nya Vero
Lantaran tidak kunjung di jawab oleh Vero, Mamanya Vero yaitu Riska meminta Maid untuk mengambilkan kunci cadangan kamar Veronica.
Maid tersebut langsung menuruti perintah Nyonya nya. Tidak lama mengambil kunci Maid tersebut langsung menyerahkan kunci cadangannya kepada Riska.
Ceklek ..
"Vero!" teriak Riska ketika memasuki kamarnya yang terlihat seperti kapal pecah.
Para Maid yang melihat keadaan kamar Nonanya terkejut, lalu Riska menyuruh mereka semua keluar dari kamar anaknya.
Vero langsung menangis ketika Mamanya berjalan menghampirinya.
"Apa yang terjadi?" tanya Riska memeluk Vero yang menangis
__ADS_1
"Hati ku sakit ma" ucap Vero memukul mukul dada nya sembari menangis terisak di pelukan Mamanya.
"Tenangkan dirimu terlebih dulu oke?" bujuk Mamanya menenangkan Vero mengusap usap punggungnya.
Setelah Vero merasa tenang Riska melepaskan pelukannya lalu menatap Vero yang terlihat sembab.
"Ada apa?" tanya Riska ketika Vero sudah sedikit tenang.
"Hatiku sakit ma" adu Vero
"Kau patah hati?" tanya Mamanya
"Kellan bersama perempuan lain Ma dan dia mencintai perempuan itu. Hati Vero sakit" ungkap Vero kembali menitikan air matanya
Riska melihat anaknya patah hati menjadi ikut merasakan sakit hati, dia mencoba menenangkan Vero dan menguatkan nya.
"Kau melihatnya sendiri Kellan bersama perempuan lain? Sedangkan kau tau sendiri Kellan terhadap perempuan seperti apa?" tanya Riska
"Aku sering melihatnya Ma. Saking seringnya hati Vero tidak kuat untuk menerima kenyataan ini" jawab Vero mengusap air matanya.
"Apa kau tidak mau berusaha melupakan Kellan?" tanya Riska hati hati
Vero langsung menatap Mamanya.
"Kau sudah lama berusaha mendekatinya tapi apa respon dia? Tetap sama bukan seperti kepada perempuan lain walaupun kau berteman sudah lama dengannya? Jadi Mama mohon lupakan Kellan ya sayang, Mama tidak mau kau merasakan sakit terlalu dalam karena cintamu tidak terbalaskan" ucap Riska berusaha menasehati anaknya.
"Aku sangat mencintai nya ma, dan aku tidak akan pernah bisa melupakannya. kalau aku tidak bisa memiliki Kellan maka perempuan lain pun tidak akan aku biarkan memilikinya" jawab Vero menatap tajam Mamanya.
Deg ..
Riska tertegun ketika melihat tatapan Vero terasa asing di matanya.
"Ver? Kamu tidak serius bukan dengan ucapan mu barusan?" tanya Mamanya menatap Vero
Vero terdiam tidak menyahuti ucapan Mamanya
"Vero! Jawab Mama!" bentak Riska
"Lebih baik Mama keluar dari kamarku" titah Vero tanpa melihat Mamanya.
"Ver Mama mohon jangan melakukan hal hal yang akan merugikan kamu nak" bujuk Riska
"Keluar!" teriak Veronica menatap Mamanya tajam
Riska di buat tertegun untuk ke dua kalinya oleh anaknya sendiri. Selama dia mengenal anaknya Vero tidak pernah berteriak kepadanya apa lagi menatapnya dengan tatapan tajam seperti itu.
Lantaran Mamanya tidak kunjung keluar malah terdiam, Veronica langsung berjalan ke kemar mandi lalu menutup pintu dengan sangat keras
Braaak!
Membuat Riska tersadar dari lamunannya.
"Veroo.." panggil lirih Riska menatap anaknya yang memasuki kamar mandi dengan mata yang sudah berkaca kaca.
__ADS_1
#bersambung